Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Pendidikan » Halaman 5

Pendidikan

IMG-20251114-WA0028

SD Negeri Sumberrejo Banyuwangi Belajar Disiplin dan Cinta Tanah Air Lewat Kunjungan ke Kodim 0825

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Puluhan siswa SD Negeri Sumberrejo Banyuwangi tampak antusias saat berkunjung ke Markas Kodim 0825/Banyuwangi di Jalan RA Kartini No. 02 Kepatihan, Kamis (13/11/2025). Kunjungan edukatif ini digelar untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat cinta tanah air sejak dini melalui pengenalan langsung terhadap kehidupan prajurit TNI.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Panglima Sudirman Makodim itu dipimpin langsung oleh Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P.. Para siswa diajak mengenal lebih dekat tentang seragam kebanggaan TNI, kendaraan operasional, serta berbagai jenis perlengkapan dan senjata yang digunakan dalam tugas pertahanan negara. Suasana penuh semangat pun terlihat ketika anak-anak berkeliling dan berinteraksi dengan para prajurit.

Guru olahraga Romi Diki Hidayat menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Anak-anak sangat senang bisa belajar langsung di lingkungan TNI. Mereka jadi lebih memahami makna disiplin dan tanggung jawab,” ujarnya. Sementara itu, Ibu Ima Fatmawati, S.Pd., menambahkan bahwa kunjungan tersebut memberi pengalaman berharga yang tak bisa diperoleh hanya dari pelajaran di kelas.

Dalam kesempatan itu, Dandim Letkol Arm Tryadi Indrawijaya menegaskan pentingnya mengenalkan dunia TNI kepada generasi muda. “Kami ingin anak-anak melihat bahwa TNI bukan hanya pasukan bersenjata, tapi juga pelindung dan sahabat rakyat,” tuturnya. Melalui kegiatan semacam ini, Kodim 0825/Banyuwangi berharap semangat nasionalisme dan cinta tanah air dapat tumbuh kuat di hati para siswa sejak usia dini.

IMG-20251003-WA0063

Bupati Ipuk Siapkan Lahan untuk Bangunan Permanen Sekolah Rakyat, Mensos: Banyuwangi Jadi Prioritas

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut, bangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Banyuwangi termasuk salah satu prioritas yang akan dibangun tahun ini. Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan lahan seluas sekitar 6-7 hektare di wilayah Kecamatan Muncar.

Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan, gedung SR akan memiliki beberapa fasilitas. Antara lain asrama siswa, asrama guru, aula, area bermain, sarana olahraga, hingga tempat ekstrakurikuler.

"Mudah-mudahan tahun ini bisa dibangun dan tahun depan selesai. Jadi anak-anak akan pindah dari tempat sekarang ke gedung baru nantinya," kata Gus Ipul, saat berdialog dengan siswa dan guru di yang bertempat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, Jumat (3/10/2025).

Gus Ipul melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi selama dua hari, (2-3 Oktober 2025). Selain meninjau progres pelaksanaan piloting digitalisasi bantuan sosial di Banyuwangi, Mensos juga meninjau dua sekolah rakyat yang ada di Banyuwangi.

Sehari sebelumnya, Gus Ipul juga meninjau SR Terintegrasi 2 Banyuwangi di Kecamatan Licin, pada Kamis (2/10/2025). SR Licin beroperasi sejak Juli 2025 dan bertempat di Balai Diklat Banyuwangi. SR ini memilik jumlah siswa sebanyak 250 orang pada jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Sekolah Rakyat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar mulai proses pembelajaran pada September lalu dengan jumlah siswa 73 anak.

Gus Ipul menyebut, tempat SR saat ini bersifat sementara. Jika gedung SR telah terbangun dan siap ditempat, sekolah siswa akan berpindah ke gedung yang baru.

Selain nantinya tinggal di tempat baru, masing-masing siswa juga akan mendapat total delapan seragam dan laptop untuk pembelajaran.

"Sekolah Rakyat Ini memberi kesempatan untuk memberi anak dari keluarga kurang mampu untuk belajar, agar punya masa depan yang lebih baik," sambung Gus Ipul.

Ia menjelaskan, SR rintisan saat ini berjumlah 165 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Rinciannya 63 SR mulai kegiatan belajar mengajar pada Juli, 37 SR pada Agustus, dan 64 SR pada Sepember dan awal Oktober.

Dari jumlah tersebut, Gus Ipul memprakirakan sekitar 100 bangunan permanen SR bisa dibangun tahun ini dan siap beroperasi tahun depan. Kemensos telah menyiapkan dua desain bangunan permanen SR.

Desain yang akan digunakan bergantung dengan luasan lahan yang disediakan pemerintah daerah. Pembangunan SR diprakirakan memakan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp 200 miliar untuk satu titik lokasi.

"Banyuwangi termasuk yang menjadi prioritas untuk dibangun tahun ini. Yang penting lahannya clean and clear," ucapnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pihaknya mendaftarkan lahan milik pemkab untuk dijadikan lokasi pembangunan gedung SR.

"Yang kami daftarkan ke Kementerian Sosial, insyaallah rencananya di Kecamatan Muncar. Itu menggunakan lahan pemerintah daerah. Insya Allah nanti kita hibahkan untuk sekolah rakyat," kata Ipuk.

Ipuk bersyukur apabila gedung SR di Banyuwangi bisa dibangun tahun ini, seperti yang diharapkan Mensos Gus Ipul. Dengan demikian, para siswa SR di dua tempat yang sudah ada bisa berada di satu lokasi yang lebih akan menunjang kegiatan mereka sehari-hari. (*)

IMG-20250930-WA0054

Miliki Fasilitas Lengkap, Sekolah Rakyat di Banyuwangi Bertambah

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Sekolah Rakyat program pendidikan gratis berformat asrama yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk anak-anak dari keluarga miskin kian bertambah di Banyuwangi. Sekolah Rakyat Terinterasi 46 tersebut berada di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kecamatan Muncar.

Pelaksanaan pendidikan tahun ajaran baru 2025/2026 tersebut resmi dimulai, bersamaan dengan peresmian yang dilakukan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Selasa (30/9/2025).

Sekolah ini melengkapi keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, di Banyuwangi yang berada di Gedung Balai Diklat PNS, Desa Licin, Kecamatan Banyuwangi. Kehadiran sekolah baru tersebut memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Banyuwangi.

“Alhamdulilah, Sekolah Rakyat di Muncar sudah bisa berjalan mulai hari ini. Semoga menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak kita,” kata Ipuk.

Ipuk menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan selama sekolah gratis.

Gedung Sekolah Rakyat di Muncar ini sebelumnya telah direnovasi oleh Kementerian PU, memiliki luas sekitar 2.500 meter persegi. Bangunan itu, berbentuk L dengan tiga lantai.

Sekolah ini memiliki fasilitas 50 kamar tidur, empat ruang kelas, ruang guru, kantin, dapur, ruang makan, laboratorium IPA, laboratorium komputer, dan lainnya.

Sekolah Rakyat Muncar saat ini diikuti 73 siswa, terdiri dari 50 siswa SD dan 23 siswa SMA. Hari ini mereka diantar oleh para orang tua maupun kerabat, dan lalu langsung menempati asrama.

“Saya titip kepada bapak-ibu guru, pendamping, dan wali asuh, anak-anak harus mendapatkan pelayanan terbaik,” pesannya.

Kepala Sekolah Rakyat Muncar, Winarno, menambahkan sekolah memiliki daya tampung 100 siswa. Tiap kamar diisi dua anak. Selain itu, tersedia 22 guru, 10 wali asuh, dan 4 wali asrama.

Menurutnya, berdasarkan pemetaan dari Kementerian Sosial, jenjang SMP untuk Sekolah Rakyat di Muncar memang belum tersedia. Namun, tidak menutup kemungkinan ke depan akan dibuka jika ada usulan dari masyarakat.

Bangunan sekolah terdiri dari dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk ruang kelas, sedangkan lantai kedua untuk asrama. Terdapat sekat khusus yang memisahkan siswa laki-laki dan perempuan.

“Semua fasilitas belajar sudah lengkap, bahkan dilengkapi pendingin ruangan agar anak-anak lebih nyaman, baik saat belajar maupun beristirahat,” jelasnya.

Selain pendidikan, asupan gizi siswa juga diperhatikan. Mereka mendapat tiga kali makan, pagi, siang, dan malam, serta dua kali kudapan berupa kue, puding, atau susu.

“Prioritas kami adalah memastikan anak-anak tumbuh sehat, nutrisinya terpenuhi, dan berkembang sesuai potensi maksimalnya,” ujar Winarno.

Para siswa terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan, lalu mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama dua minggu. Setelah itu, kegiatan belajar mengajar akademik tahun ajaran 2025/2026 akan dimulai.

IMG-20250929-WA0006

Para Pramuka Penggalang Banyuwangi Disiapkan Jadi Agen Pencegahan Stunting

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Sebanyak 228 Pramuka penggalang Banyuwangi mengikuti Jambore Bina Gizi yang digelar di areal kampus STIKES Banyuwangi pada 27-28 September 2025. Para siswa SMP/MTs se- Banyuwangi ini salah satunyadiajak untuk meningkatkan pengetahuan seputar pencegahan stunting.

Selama dua hari, mereka mengikuti berbagai kegiatan edukatif. Mulai dari pembekalan materi gizi seimbang (isi piringku), teknik perencanaan menu harian, kampanye cegah stunting, hingga lomba memasak makanan sehat.

“Kami berharap mereka memiliki lengetahuan pe tingnya gizi sejak dini. Dan harapannya bisa diterapkan di rumah,” kata Wakil Bupati Banyuwangi, sekaligus Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Banyuwangi, Mujiono, Minggu (28/9/2025).

Mujiono memberikan apresiasi atas kegiatan yang diinisiasi oleh Racana Pramuka STIKES Banyuwangi tersebut. Menurutnya, upaya pencegahan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan harus dilakukan secara holistik bersama banyak pihak.

"Mereka telah dilatih dan disiapkan menjadi agen pencegahan stunting. Mereka dibekali berbagai pengetahuan tentang gizi agar bisa menularkannya kepada keluarga maupun lingkungan," ujar Mujiono.

Sementara itu, panitia Jambore Bina Gizi Erik Toga menjelaskan, peserta terdiri atas 228 pramuka penggalang dari 17 SMP/MTs se- Banyuwangi.

“Ini akan kita perluas sasarannya ke jenjang SMA/MA. Tujuannya agar anak-anak muda memahami pentingnya gizi seimbang dan membangun kesadaran mereka untuk ikut terlibat dalam program pencegahan stunting yang terus dilakukan oleh pemkab,” urainya

IMG-20250926-WA0068

Pelajar Banyuwangi Jawara di Olimpiade Matematika Gasing Nasional 2025

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Dua pelajar asal Kabupaten Banyuwangi sukses mencetak prestasi di ajang Olimpiade Matematika Gasing Tingkat Nasional (OGN) tahun 2025. Dua pelajar tersebut adalah Tristan Maheswara Dandiansyah sebagai peraih juara 1, dan Deva Yogiswara yang meraih juara 3.

“Selamat kepada seluruh pelajar yang telah bertanding. Terkhusus anak-anakku dari Banyuwangi, terima kasih kalian sudah membuat bangga Banyuwangi. Semoga ke depan prestasi kalian semakin meningkat, sehingga bisa menginspirasi para pelajar Banyuwangi yang lain,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat penutupan OGN 2025 di Banyuwangi, Rabu malam (24/9/2025).

Turut hadir dalam penutupan tersebut, perwakilan Yayasan Surya Institute, Asrida Sigiro; Bupati Humbang Hasundutan Oloan Panairan Nababan; Jajaran OPD Halmahera Tengah, Bangli, dan Batanghari. Serta segenap jajaran Pemkab Banyuwangi.

OGN 2025 digelar di Kabupaten Banyuwangi pada 22-24 September. Olimpiade ini diikuti 45 siswa SD jagoan matematika dari berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya, Jayapura, Bitung, Batanghari, Halmahera Tengah, Bangli, Humbang Hasundutan, Kediri, dan Bojonegoro.

Sebagai tuan rumah, Banyuwangi menurunkan 5 tim atau 15 peserta. Dua peserta di antaranya berhasil menjadi Pemenang Individu. Tristan Maheswara Dandiansyah yang meraih Juara 1 merupakan siswa kelas 5 di SDN 8 Kembiritan, Kecamatan Genteng. Pelajar berkaca mata ini memang dikenal pandai matematika dan gemar mempelajarinya sejak masih TK.

“Dari kecil memang suka. Tapi sejak mengenal Gasing, jadi tambah semangat belajarnya. Gasing ini beda, karena belajarnya sambil bermain jadi enggak bosan,” ujar pelajar yang rajin mengikuti berbagai perlombaan matematika itu.

Selain Tristan, ada Deva Yogiswara yang meraih Juara 3. Deva merupakan siswa kelas 6 di SDN I Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Sama halnya dengan Tristan, Deva juga pecinta pelajaran matematika sejak usia anak-anak. Kemampuannya di bidang numerik terus mengalami peningkatan sejak dia mengenal metode Smart Gasing yang difasilitasi Pemkab Banyuwangi. Dia mengikuti program tersebut sejak kelas 4 SD.

“Senang bisa mengharumkan nama Banyuwangi. Sebenarnya gak menyangka bakal menang, tapi memang saya berusaha yang terbaik,” ungkap Deva.

Selain meraih Pemenang Individu, dua tim asal Banyuwangi juga masuk dalam jajaran tiga besar Tim Terbaik (The Best Team). Tim yang digawangi Tristan menyabet Tim Terbaik Pertama, sedangkan tim Deva meraih Tim Terbaik Kedua.

“Kita patut bangga pelajar Banyuwangi semakin banyak yang berprestasi, bukan hanya di tingkat Nasional tapi juga Internasional. Ke depan, kita akan terus menggelar berbagai program untuk mendongkrak kualitas SDM sehingga kita bisa mencetak lebih banyak lagi pelajar-pelajar berkualitas dari Banyuwangi,” tegas Ipuk.

Sebagai informasi, ada lima pos ujian yang dipertandingkan dalam OGN 2025. Yaitu, uji kemampuan numerasi; uji kreatif membuat alat peraga inovatif, berhitung sambil bermain. Peserta juga ditantang mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajaran matematika; uji berhitung cepat yang melatih cara berpikir cepat, tepat dan percaya diri.

Adapun pelaksanaannya dipusatkan di dua lokasi, yakni di gedung Universitas Islam Cordoba dan Hotel Aston Banyuwangi. Selain berkompetisi, peserta juga diajak city tour mengunjungi sejumlah destinasi wisata favorit dan tempat-tempat ikonik di Banyuwangi.

Pengalaman tersebut menyisakan kesan manis di hati para peserta. Salah satunya, Dylan Joseph dari Jayapura, Papua, yang mengaku sangat kerasan di Banyuwangi. Mengikuti olimpiade di Banyuwangi baginya sangat mengesankan.

“Senang sekali, di sini banyak teman, anaknya ramah-ramah. Makanannya juga enak, cocok di lidah saya. Tapi ada satu yang agak kaget awalnya, di sini jam 6 pagi sudah terang benderang,” seringainya

error: Content is protected !!