Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Pendidikan

IMG-20260123-WA0018

Sekolah Rakyat Berstandar Internasional dan Berkapasitas 1000 Siswa Mulai Dibangun di Banyuwangi

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen berstandart internasional dengan kapasitas 1000 siswa, mulai di Banyuwangi. Sekolah yang digagas oleh Presiden Prabowo untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu ini dibangun oleh Kementerian PU di atas lahan seluas 7 hektar, di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar yang disediakan oleh Pemkab Banyuwangi.

“Alhamdulillah, pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Banyuwangi sudah dimulai. Berstandar internasional. Kami berharap pembangunannya berjalan lancar,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (24/1/2026).

Sekolah ini dirancang dengan standar sekolah internasional dengan arsitektur ruang yang sehat dan nyaman, mempertimbangkan aspek bangunan ramah lingkungan hingga integrasi teknologi untuk praktik pendidikan yang inovatif.

Berbagai fasilitas yang akan dibangun di antaranya gedung sekolah, asrama putra dan putri masing-masing untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Juga terdapat fasilitas olahraga seperti lapangan sepakbola, basket dan atletik hingga gedung ibadah dan aula. Nantinya juga mengakomodir arsitektur khas Banyuwangi.

“Targetnya Sekolah Rakyat ini akan selesai Agustus tahun ini. Nantinya siswa yang ada saat ini akan pindah ke sana semua. Semoga sekolah ini membuat anak-anak betah dan semangat belajar, karena sekolahnya di desain dengan aman, nyaman dengan fasilitas yang lengkap,” ungkap Ipuk.

Saat ini di Banyuwangi sudah berdiri dua sekolah rakyat yang menempati bangunan sementara. Pertama Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 (SRT 2) Gedung Balai Diklat PNS di Kecamatan Licin, dan telah beroperasi sejak Juli 2025. Sekolah ini memiliki jenjang SD-SMA dengan jumlah siswa 125 orang.

Selain itu terdapat Sekolah Rakyat Terintegrasi 46 (SRT 46) yang berada di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Kecamatan Muncar. Sekolah Rakyat yang diremikan pada September 2025, memiliki jenjang mulai SD-SMA dengan jumlah siswa sebanyak 73 orang.

Ditambahkan Plt Kepala Dinas PU CKPP Suyanto Waspo Tondo, bangunan sekolah dibangun dengan mengandalkan aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.

“Nanti bangunan sekolah SD, SMP, SMA berbeda. Asrama siswa putra dan putri, serta asrama untuk guru,” kata Yayan, panggilan akrab Suyanto.

Sekolah ini juga bakal dilengapi dengan fasilitas olahraga yakni lapangan sepakbola, lapangan basket, jogging track, dan berbagai fasilitas lainnya. (*)

PhotoGrid_Site_1766115915985

Wali Kota Pasuruan Tunjukkan Kepemimpinan Inklusif, Bangun SDM Sediakan 30 Guru Inklusi

PASURUAN || jejakindonesia.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Gebyar Pendidikan Inklusif Tahun 2025 sebagai wujud komitmen nyata dalam mengimplementasikan pendidikan untuk semua. Dalam kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Kesenian Dharmoyudho Pada Kamis (18/12/2025).

Turut hadir dalam Kegiatan ini yakni Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, S.T.P., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Luky Danarno, AP, MM. Bunda PAUD Kota Pasuruan Suryani Firdaus, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Pasuruan, kepala OPD terkait, tenaga pendidik, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Dalam Kegiatan ini dengan mengusung tema "Sebagai Komitmen Nyata Implementasi Pendidikan Untuk Semua" gebyar tersebut menjadi momentum penting bahwa setiap anak. Termasuk anak berkebutuhan khusus, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, adil dan ramah inklusi.

Kegiatan Gebyar Pendidikan Inklusif. Walikota Pasuruan Adi Wibowo, S.T.P., M.Si., menegaskan pendidikan inklusif adalah bagian dari visi pembangunan sumber daya manusia yang berkeadilan dan berkelanjutan. Pemkot Pasuruan, terus berupaya menghadirkan sistem pendidikan yang tidak diskriminatif dan mampu mengakomodasi keberagaman peserta didik. Komitmen Pemerintah Kota Pasuruan terlihat dari telah adanya Unit Layanan Disabilitas serta tersedianya 30 guru inklusi yang secara khusus mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Bahkan, di daerah lain belum tentu fasilitas dan tenaga pendukung seperti ini tersedia.

"Bahwa pendidikan inklusif bukan hanya program, tetapi komitmen bersama, tidak boleh ada anak-anak kita yang tertinggal dari akses pendidikan hanya karena perbedaan kondisi. Melalui kebijakan dan layanan nyata di lapangan seperti penyediaan unit layanan disabilitas, program AKSI PAS (Implementasi Pendidikan Inklusif Terintegrasi Kota Pasuruan) hingga tersedianya 30 Guru Inklusi,” tegas Mas Adi, sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan ini langsung dilakukan penandatangan kerja sama antara Dinas Pendidikan, dan Kebudayaan Kota Pasuruan dengan Cabang Dinas Pendidikan di Kota Pasuruan.

Mas Adi menambahkan. Pemkot Pasuruan komitmen tidak hanya SD-SMP mendapatkan layanan inklusi namun tingkat SMA juga akan mendapatkan kesempatan yang sama, sehingga mewujudkan pendidikan yang berkeadilan.

“Komitmen kita tidak hanya pendidikan inklusi namun juga ada program Prime untuk mengintegrasi pendidikan nonformal dan formal. Tidak hanya itu, ada juga aksi pas juga menjadi program unggulan. Mari kita angkat, ini menjadi program unggulan kita. Sudah banyak, daerah melakukan studi tiru ke Kota Pasuruan terkait program inklusi ini,” tambahnya

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran serta partisipasi seluruh elemen masyarakat semakin meningkat, sehingga implementasi pendidikan inklusif di Kota Pasuruan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat pendidikan untuk semua.

Gebyar Pendidikan Inklusif Tahun 2025 ini berlangsung dengan meriah karena ada lomba mewarnai, penampilan dari anak-anak didik di Kota Pasuruan mulai tarian, nyanyi, puisi dan penampilan lainnya.

(An)

IMG-20251218-WA0039

Penerbit Lintang dan Dinas Perpustakaan Banyuwangi Dorong Budaya Literasi di MI Kedaleman

BANYUWANGI || jejakindinesia.id — Upaya menghidupkan budaya literasi di kalangan pelajar terus digencarkan oleh Penerbit Lintang melalui program kunjungan sekolah dan donasi buku. Gerakan ini menyasar lembaga pendidikan di berbagai wilayah Banyuwangi sebagai bagian dari penguatan minat baca sejak usia dini.

Kunjungan kali ini berlangsung di MI Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Rabu (17/12/2025), dan terasa istimewa dengan kehadiran Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Banyuwangi, Yusdi Irawan, S.E., M.Si. Kehadirannya menjadi simbol dukungan nyata pemerintah daerah terhadap pengembangan literasi di lingkungan sekolah.

Di sela agenda dinasnya, Yusdi Irawan menyempatkan hadir untuk melihat langsung kondisi perpustakaan sekolah serta berdialog dengan pihak madrasah mengenai pengelolaan dan penguatan literasi. Ia menegaskan bahwa perpustakaan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

“Perpustakaan sekolah bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi harus menjadi ruang yang hidup dan aktif. Budaya membaca tidak bisa muncul secara instan, melainkan dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara rutin,” ujar Yusdi.

Ia menambahkan, penguatan literasi di tingkat pendidikan dasar merupakan fondasi penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang kritis, berpengetahuan, dan berkarakter.

Dalam kegiatan tersebut, Yusdi Irawan bersama Penerbit Lintang menyerahkan sejumlah buku bacaan sekaligus memberikan masukan terkait tata kelola perpustakaan sekolah serta strategi menumbuhkan minat baca siswa.

Turut hadir Ketua Kopiwangi, Andi Budi Setiawan, S.Pd., yang juga menyerahkan beberapa buku, termasuk karya tulisnya sendiri. Andi dikenal sebagai penulis asal Banyuwangi yang aktif menggerakkan literasi melalui karya sastra dan kegiatan edukatif di berbagai komunitas.

Kepala MI Kedaleman, Nur Lailiyah, S.Ag, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan. Menurutnya, kehadiran Dinas Perpustakaan bersama Penerbit Lintang menjadi suntikan semangat bagi sekolah dalam mengembangkan perpustakaan dan budaya membaca.

“Kunjungan ini memberi energi positif bagi kami. Dukungan ini memotivasi sekolah untuk terus mengembangkan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa,” ujar Nur Lailiyah.

Ia berharap kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan Kabupaten Banyuwangi dapat terus berlanjut, khususnya dalam peningkatan koleksi buku dan program literasi berkelanjutan.

Sebagai informasi, MI Kedaleman Rogojampi dikenal sebagai sekolah yang menonjol dalam pendidikan keagamaan. Nilai-nilai akhlakul karimah ditanamkan sejak dini sebagai fondasi pembentukan karakter siswa. Melalui penguatan literasi yang selaras dengan nilai keagamaan, sekolah ini berkomitmen mencetak generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Penerbit Lintang, Maulana Affandi, S.S., menegaskan bahwa kegiatan donasi buku dan kunjungan sekolah merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung gerakan literasi di Banyuwangi.

“Kami meyakini literasi dibangun melalui proses panjang. Diperlukan kehadiran, ketelatenan, dan kerja bersama. Kegiatan ini adalah upaya kami untuk mendekatkan buku kepada anak-anak sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap membaca,” ungkap Maulana.

Ia menambahkan, sinergi antara komunitas literasi, sekolah, media, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem literasi yang sehat dan berkelanjutan. Penerbit Lintang berharap kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak sekolah, khususnya yang masih memiliki keterbatasan akses bacaan.

Kegiatan donasi buku dan kunjungan ini diharapkan menjadi langkah kecil namun konsisten dalam memperkuat budaya membaca dan membangun ekosistem literasi di Kabupaten Banyuwangi. (//tim)

IMG-20251205-WA0016

Siswa Banyuwangi Juara Olimpiade Sains di Rusia

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Prestasi membanggakan kembali dtorehkan oleh putra Banyuwangi. Reyno Felix Altair Hidayat, siswa MTsN 3 Banyuwangi, berhasil menyabet Medali Perak pada ajang bergengsi International Junior Science Olympian (IJSO) yang digelar di Rusia.

International Junior Science Olympian (IJSO) berlangsung di Rusia pada 23 November – 2 Desember 2025 yang dikuti 21 negara. Indonesia mengirimkan enam orang kontingen pada lomba tersebut. Reyno menjadi satu-satunya delegasi Indonesia yang meraih Medali Perak dari total enam delegasi yang dikirim. Peserta Indonesia lainnya memperoleh medali perunggu.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono memberikan ucapan selamat secara langsung kepada Reyno pada acara penyambutan dan pemberian apresiasi yang digelar oleh MTsN 3 Banyuwangi, Kamis (4/12/2025). Acara tersebut juga dikuti ratusan teman sekolahnya yang ikut bangga dengan prestasinya.

“Selamat atas prestasi Reyno yang sangat membanggakan ini. Reyno tidak hanya mengharumkan nama Banyuwangi tapi mengharumkan nama Indonesia di level Internasional. Terima kasih atas dedikasi dan perjuangan Reyno,” kata Wabup Mujiono.

Wabup berharap prestasi yang diraih Reyno menjadi inspirasi bagi seluruh generasi muda di daerah untuk terus berjuang, berinovasi dan berprestasi di bidang ilmu pengetahuan. Reyno menjadi bukti bahwa putra daerah juga bisa bersaing dengan SDM internasional di bidang sains.

“Semoga pencapaian ini menjadi langskah awal untuk meraih kesuksesan lebih besar di masa depan serta mendorong lahirnya lebih banyak putra putri daerah yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Wabup.

Sementara itu Reyno mengaku senang dan bangga dengan pencapaian yang ia raih. Meskipun menjalani lomba yang cukup berat, namun ia bersama kontinen Indonesia lainnya sukses membawa pulang medali.

“Alhamdulillah kami senang dan bahagia bisa membawa pulang medali. Disana lombanya sangat kompetitif mulai teori, eksperimen dan MCQ atau pilihan ganda. Pesertanya dari puluhan negara,” kata Reyno.

Pelajar kelas 9 itu mengatakan, prestasi yang dicapainya tersebut merupakan hasil dari disiplin, kerja keras dan konsisten. Ia selalu berlatih mengerjakan soal-soal sains tidak hanya saat akan mengikuti lomba namun setiap hari.

“Saya ingin berterima kasih untuk kedua orangtua saya, sekolah dan guru kami atas dukungan dan bimbingannya,” ujar putra dari pasangan Nova Nur Hidayat dan Rina Hidayat tersebut.

Sebelum mengikuti lomba, Reyno melakukan persiapan dengan mengikuti pelatihan nasional (Pelatnas) selama satu bulan. Dua minggu dilakukan di Universitas Indonesia (UI) dan 2 minggu di Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Reyno dilatih langsung oleh sejumlah Profesor bidang Fisika, Biologi dan Kimia. Pelatihannya cukup intensif apalagi Reyno sebelumnya belum mendapatkan pelajaran Kimia karena memang belum diajarkan di tingkat SMP, tapi Alhamdulillah dia bisa mengikuti,” kata Rina Hidayat, Ibu dari Reyno.

Sebelum mengikuti Pelatnas, Reyno merupakan juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten provinsi dan nasional. Selama Pelatnas, Reyno menjalani seleksi dari 30 besar hingga akhirnya menyisakan enam orang yang dikirim mengikuti olimpiade di Rusia.

“Alhamdulillah anak kami bisa mewakili Indoenesia dan menjadi juara,” ungkap Rina.

Rina mengungkapkan kunci kesuksesan Reyno untuk meraih prestasi karena putranya tersebut termasuk anak yang disiplin dalam belajar. Setiap hari Reyno selalu berlatih mengerjakan soal-soal tanpa diminta.

“Kami sebagai orangtua tidak pernah memaksanya untu selalu belajar, tapi disiplin itu muncul dari diri Reyno sendiri. Kami hanya mengingatkan jika masa depannya tergantung dari apa yang ia lakukan sejak saat ini,” ungkapnya. (*)

IMG-20251203-WA0031

Solusi Keluarga di Era Perselingkuhan Digital

SURABAYA || jejakindonesia.id - Kasus perselingkuhan digital, hubungan gelap lewat media sosial, hingga keluarga yang dingin tanpa komunikasi semakin marak di masyarakat. Banyak orang berkeluarga tetapi lupa bagaimana caranya menjadi pasangan yang tersisa hanya status.

Ketika ayah dan bunda saling menjauh, anak menjadi pribadi yang paling terluka.
Namun luka itu sering tak terdengar, hanya tampak dari perubahan sikap dan emosinya.

Menurut Ustadz Ruman Nasruddin, M.Pd.I Pembicara Parenting Islami & Konsultan Pembinaan Keluarga Harmonis kepada awak media akar keretakan keluarga modern adalah hilangnya kedekatan spiritual, emosional, dan komunikasi dalam rumah.

“Mendidik anak harus dimulai dari mendidik hubungan ayah dan bunda terlebih dahulu.”ujarnya

Berikut 5 alasan utama kenapa harmoni orangtua merupakan pilar pendidikan anak baik secara psikologis maupun spiritual:

1. Anak Menyerap Energi Rumah Lebih Kuat dari Nasihat

Anak adalah makhluk dengan sensitivitas emosi sangat tinggi. Mereka membaca raut wajah orangtuanya setiap hari.

Rumah yang penuh cinta → membangun mental anak yang percaya dunia ini baik
Rumah yang penuh konflik → menanamkan rasa takut tanpa kata-kata

Inilah sebab utama anak mudah stres meski orangtua mengira “Ah, mereka belum paham”.

2. Rumah yang Harmonis Mencegah Anak Mengalami Luka Batin

Setiap pertengkaran orangtua adalah trauma kecil bagi anak.

Dampaknya bisa berupa:
- Mudah marah
- Sensitif
- Sulit fokus sekolah
- Menjadi pembangkang atau justru penakut
Ketenangan emosional adalah hak dasar seorang anak.

3. Contoh Cinta Ayah-Bunda Menjadi Blueprint Cinta Anak di Masa Depan

Anak belajar mengasihi dari apa yang ia lihat di rumah, bukan dari apa yang dia dengar di sekolah.

Jika orangtua saling mengkhianati atau saling merendahkan, maka anak akan menganggap itu adalah cinta yang wajar.

Sebaliknya, ketika ayah dan bunda saling menghormati:

Anak akan tumbuh dengan standar cinta yang terhormat pula.

4. Pendidikan Lebih Mudah Saat Orangtua Bersatu

Jika hubungan orangtua renggang, anak sering menjadikan salah satu pihak sebagai pelarian untuk menghindari tanggung jawab.

Tetapi saat ayah-bunda kompak:
- Arahan diterima lebih mudah
- Anak mau terbuka
- Aturan berjalan dengan rasa aman, bukan ketakutan
Inilah yang disebut lingkungan pendidikan yang kondusif.

5. Anak Merasa Dicintai Secara Utuh dan Layak Bahagia

Pengalaman masa kecil menjadi rekaman permanen dalam memori anak.

Jika yang terekam adalah:
- Pelukan
- Senyuman
- Saling membantu

Maka tumbuh keyakinan besar : “Aku berharga, aku lahir dari cinta yang saling menguatkan.”

Inilah pondasi kesehatan mental yang tak bisa dibeli.

Perselingkuhan Bukan Sekadar Dosa: Ia Menghancurkan Generasi

Pengkhianatan dalam rumah bukan hanya melukai pasangan, tetapi menghilangkan tokoh panutan bagi anak.

Dari banyak kasus keluarga yang bermasalah, anak cenderung:

Sulit percaya pada orang

Takut menikah

Mengulangi pola yang sama

Karena itu, Ustadz Ruman menawarkan pendekatan Spiritual Parenting sebagai terapi keluarga:

Menguatkan iman & kecintaan pada Allah

Memperbaiki komunikasi suami-istri

Menghadirkan kembali kehangatan dalam rumah

Menyembuhkan luka hati ayah dan bunda “Ketika cinta kembali kepada Allah, cinta itu lebih mudah kembali pada pasangan dan anak.”

Kesimpulan Utama

🟩 Harmoni orangtua adalah kurikulum utama pendidikan anak
🟩 Ini lebih penting dari fasilitas sekolah atau prestasi akademik
🟩 Keluarga yang kuat melahirkan generasi yang kuat

Jaga cinta ayah dan bunda → maka masa depan anak ikut terjaga.

(Redho)

error: Content is protected !!