Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Pemerintahan » Halaman 19

Pemerintahan

IMG-20251003-WA0060

Serahkan Helm dan Jaket Ke Ojek, Mensos Apresiasi Program Banyuwangi Berbagi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi selama dua hari, Kamis – Jumat (2-3 Oktober 2025). Selain meninjau pelaksanaan digitalisasi bantuan sosial, Mensos juga menyerahkan bantuan Banyuwangi Berbagi kepada sejumlah ojek Banyuwangi.

Gerakan Banyuwangi Berbagi merupakan upaya penanganan kemiskinan Banyuwangi yang melibatkan ribuan ASN hingga pegawai BUMN/swasta sejak tahun 2021. Di gerakan ini setiap orang memberikan bantuan setiap bulannya kepada warga miskin by name by adress yang datanya tersedia di aplikasi “Smart Kampung”.

Tidak hanya sembako dan makanan, namun untuk momen tertentu misalnya tahun ajaran baru Banyuwangi Berbagi juga memberikan peralatan sekolah kepada anak-anak dari warga miskin. Sembako juga rutin diberikan kepada keluarga yang ada anak stuntingnya.

Pada bulan, gerakan ini diarahkan untuk memberikan bantuan kepada ojek berupa helm dan jaket.

Mensos yang akrab disapa Gus Ipul tersebut menyerahkan langsung helm dan jaket kepada ojek Banyuwangi bersama Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Panjaitan di Kopi Lego, Kampung Kopi Desa Gombengsari, Banyuwangi, Kamis (10/2/2025). Turut mendampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

“Ini gerakan yang sangat baik dan perlu didukung,” kata Gus Ipul.

Bupati Ipuk mengatakan, Banyuwangi Berbagi akan terus digerakkan pemkab Banywuangi melengkapi program bantuan sosial lain dari pemerintah.

“Kali ini Banyuwangi Berbagi memberikan bantuan helm dan jaket kepada penarik ojek baik ojek online maupun ojek pangkalan untuk mendukung pekerjaan mereka,” kata Bupati Ipuk.

Ipuk mengatakan dengan diberikan helm dan jaket baru diharapkan bisa meningkatkan keselamatan dan juga kualitas layanan para pengemudi ojek. “Dengan helm dan jaket yang memenuhi standar tentunya pelanggan ojek akan merasa lebih aman dan nyaman, sehingga semakin senang untuk naik ojek” kata Bupati Ipuk.

Sementara itu salah satu pengemudi ojek yang menerima bantuan adalah Herna Fidiyanti. Herna sudah dua tahun jadi driver ojek online. Ia merasa senang menapatkan bantuan helm dan jaket tersebut.

“Kebetulan helm yang untuk pelanggan sudah lama, dengan helm baru ini semoga pelanggan saya semakin nyaman,” ujarnya.

Sebelumnya Banyuwangi juga mencanangkan gerakan naik ojek online dan angkutan umum di setiap hari Jumat. Gerakan ini ditujukan bagi para ASN Banyuwangi yang akan berangkat maupun pulang kerja di setiap hari Jumat sebagai upaya meningkatkan pendapatan para pengemudi ojek dan angkutan umum.

IMG-20251003-WA0058

Momen Bahagia dan Haru Saat Mensos Kunjungi Sekolah Rakyat Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 46 yang berada di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kecamatan Muncar, Jumat (3/10/2025). Momen bahagia dan haru tercipta saat Mensos bertemu dan berdialog dengan para pelajar dan orang tua siswa Sekolah Rakyat.

Kehadiran Mensos yang akrab disapa Gus Ipul tersebut untuk melihat langsung proses pembelajaran di SR yang baru tiga hari berjalan sejak diresmikan pada 30 September kemarin. Turut mendampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Di depan 73 wali murid tersebut, Gus Ipul menyampaikan berbagai fasilitas yang akan didapatkan oleh para siswa selama di Sekolah Rakyat. Mulai dari pembelajaran akademik, penguatan kedisiplinan dan pendidikan karakter, talent mapping untuk mengetahui bakat siswa, dan pemeriksaan kesehatan rutin.

Selama di sekolah rakyat para siswa juga mendapatkan fasilitas makan tiga kali sehari dan snacak dua kali sehari. Merek juga mendapatkan perlengkapan sekolah seperti seragam sebanyak delapan pasang, peralatan tulis hingga laptop.

Gus Ipul juga menjelaskan bahwa ada lebih dari 4 juta anak usia sekolah di Indonesia tidak bersekolah. Mulai dari tidak bisa sekolah, belum sekolah, hingga putus sekolah karena alasan ekonomi.

“Sekolah Rakyat memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mendapatkan kesempatan dan lingkungan yang baik untuk mendukung pendidikannya. Mereka bisa konsentrasi penuh belajar tanpa harus memikirkan masalah ekonomi dan beban lainnya,” kata Mensos.

“Sekolah rakyat ini menjawab isu masalah akses pendidikan bagi warga kurang mampu. Harapan Presiden dan kita semua, dengan pendidikan yang baik adalah cara untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik,” imbuhnya.

Salah satu orang tua siswa Komariyah, mengaku sangat bahagia sekaligus terharu setelah mendengar penjelasan dari Gus Ipul. Dia semakin lega dan lebih bersyukur karena mengetahui jika putrinya yang masuk SR di jenjang SMA bakal mendapatkan pendidikan yang baik.

“Saya single parent, selama ini menghidupi keluarga dengan berjualan sayur mayur. Alhamdulillah, lega anak saya bisa masuk SR. Semoga dengan bekal ilmu yang didapatkan anak saya bisa memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dari saya,” ujarnya terharu.

Begitu juga Nur Wahidah (50), ibu tunanetra yang anaknya masuk jenjang kelas 5 di SR Muncar. Ia secara khusus menyampaikan terimakasihnya kepada Presiden Prabowo yang telah membuat program Sekolah Rakyat sehingga putranya, Rehan Meizi berkesempatan mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

“Dengan adanya Sekolah Rakyat ini, saya merasa sangat terbantu. Semoga anak saya bisa maju, berkembang, dan menjadi orang yang sukses kelak. Harus lebih dari dia,” kata Nur Wahidah sambil terisak di hadapan Gus Ipul. Isakan ibu ini diikuti tangis Rehan pula.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan Pemkab berkomitmen mendukung penuh keberlangsungan Sekolah Rakyat. Salah satunya Pemkab telah menyiapkan lahan seluas 6-7 hektar untuk pembangunan sekolah rakyat permanen yang akan dibangun tahun ini.

“Pak Mensos sudah menyampaikan kalau SR permanen di Banyuwangi menjadi prioritas pembangunan tahun depan. Kami sudah menyiapkan lahannya dan sudah kami ajukan ke Kemensos untuk ditindak lanjuti,” kata Ipuk.

“Yang kami daftarkan ke Kementerian Sosial, insyaallah rencananya di Kecamatan Muncar. Itu menggunakan lahan pemerintah daerah. Insya Allah nanti kita hibahkan untuk sekolah rakyat," pungkas Ipuk. (*)

IMG-20250927-WA0004

Desa Curah Cottok Berhasil Panen Perdana Edamame Dan Ini Peluang Bisnis Baru Yang Menggiurkan

SITUBONDO || jejakindonesia.id - Kabar menggembirakan telah berhasil melakukan panen perdana Edamame atau lebih dikenal dengan kedelai Jepang, kegiatan ini dilakukan oleh Pemerintahan Desa (Pemdes) Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (27/9/2025).

Kegiatan panen perdana ini dilakukan langsung oleh Kepala Desa (Kades) H. Muhammad Samsuri Abbas yang akrab disapa Pak Sam bersama beberapa warganya yang diberikan pekerjaan untuk memanen tanaman Edamame. Prospek budidaya Edamame sangat menjanjikan karena permintaan pasar yang tinggi, baik domestik maupun ekspor, harga jual yang menguntungkan, dan kemudahan budidaya yang mirip kedelai biasa, dengan hasil panen sekitar 65 hari

Lebih lanjut menurut Pak Sam selaku Kades Curah Cottok mengungkapkan "bahwa kami telah berhasil melakukan panen perdana tanaman Edamame di lahan seluas 0,2 Hektar. Dan dalam panen perdana ini dengan hanya seluas itu, kami bisa memperkerjakan 22 orang. Berarti bila semakin banyak menanam atau memperluas lahan Edamame berarti kami bisa membuka lapangan kerja baru pada warga kami yang berada di Desa Curah Cottok," ucapnya.

Selama masa dari menanam 2 bulan lebih, tanaman Edamame baru bisa dipanen dengan hasil yang cukup lumayan. Hasil panen perdana Edamame ini siap di tampung dan dikirim ke PT. Mitratani Dua Tujuh Jember, yang telah bekerjasama dan juga sebagai mitra bisnis dengan Desa Curah Cottok.

Kami juga berharap semoga para petani yang ada di Desa Curah Cottok untuk segera menanam tanaman Edamame ini. Yang dulunya hanya menanam padi dan jagung sekarang bisa beralih menanam Edamame atau kedelai Jepang yang juga berpeluang memberikan penghasilan yang menggiurkan ditengah permintaan Edamame yang tinggi.

"Dan di dalam satu pohon Edamame yang kita panen sekarang bisa terdapat 52 polong isinya. Selain itu meskipun hanya lahan yang kita gunakan sedikit tapi panennya berhasil sangat memuaskan. Hal ini juga tidak akan menyurutkan semangat pada para petani yang ada di Desa Curah Cottok untuk menanam Edamame dengan target lahan yang lebih luas. Selain itu, harga jual Edamame pun tergolong lumayan, yakni di kisaran 9 ribu per kilogram," pungkas Pak Sam selaku Kades Curah Cottok.

 

(Wan)

IMG-20250925-WA0096

Tingkatkan Layanan Publik Inklusif, Pegawai Pemkab Banyuwangi Dilatih Bahasa Isyarat

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pemkab Banyuwangi menggelar diklat Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) yang diikuti para petugas front office pelayanan publik. Pelatihan ini digelar sebagai bentuk komitmen daerah memberikan pelayanan publik yang inklusif bagi semua warga.

Pelatihan diikuti 40 petugas yang menjadi frontliner di sejumlah instansi pemkab mulai Puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP), Dinas Kesehatan, Dispendukcapil hingga pegawai kantor kecamatan.

Diklat berlangsung selama lima hari, Senin-Jumat 22-26 September 2025 di Banyuwangi. Pemkab menggandeng Komunitas Teman Tuli Banywuangi dan Pengajar dari SMA-LB Prop Jatim dalam diklat tersebut.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Banyuwangi terus berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelayanan publik terbaik bagi warga. Tidak hanya memberikan layanan yang lebih cepat dan efisien, tapi juga inklusif dan berorientasi pada pendekatan humanis.

“Kami ingin semua warga bisa mengakses layanan publik dengan mudah dan ramah. Termasuk teman-teman disabilitas. Karenanya kami latih para petugas terdepan pada pelayanan publik untuk bisa memahami bahasa isyarat agar tidak terjadi kendala komunikasi,” kata Bupati Ipuk, Kamis (25/9/2025).

Pelatihan ini, lanjut dia, menindaklanjuti hasil Rembuk Disabiltas yang diikuti puluhan rekan-rekan disabilitas. Dalam rembuk tersebut terdapat aspirasi salah satunya agar semua kantor-kantor pemerintahan yang biasa diakses warga juga dilengkapi petugas yang memahami kemampuan dasar bahasa isyarat.

“Ini adalah upaya memenuhi hak-hak rekan disabilitas. Kami berharap kini, kantor-kantor pelayanan publik bisa diakses dengan baik dan mudah bagi rekan-rekan disabilitas. Tidak perlu ragu datang ke pusat-pusat layanan publik daerah untuk menyelesaikan urusannya,” harap Ipuk.

Ditambahkan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Banyuwangi Ilzam Nuzuli, diklat pelatihan dasar BISINDO ini secara bertahap akan diikuti seluruh pegawai front office pemerintahan.

“Saat ini memang baru sebagian kantor, nanti semua akan didiklat sama. Porsi diklatnya lebih banyak praktek. Dimana para peserta bisa langsung mempraktekkan hasil latihannya bersama mentor,” kata Ilzam.

Sementara itu salah satu peserta pelatihan bahasa isyarat adalah Bibin Eka Widianto, perawat yang bertugas di Puskesmas Kedungrejo Kecamatan Muncar. Bibin sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan yang diikutinya karena memang dibutuhkan khususnya saat memberikan pelayanan kesehatan di puskesmas.

“Kami pernah mendapat pasien seorang ibu yang merupakan teman tuli yang akan melahirkan, saat itu kami sedikit kesulitan berkomunikasi. Adanya pelatihan ini menjadi bekal bagi kami untuk bisa melayani semua warga,” ujarnya.

IMG-20250924-WA0076

Dinas Perikanan Banyuwangi Gelar Pelatihan Teknik Pancing Tonda untuk Tingkatkan Kapasitas Nelayan Lokal

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hari ini menggelar Pelatihan Teknik Penangkapan Ikan dengan Pancing Tonda. Bertempat di Kantor Kelurahan Lateng, acara ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, yang menekankan pentingnya praktik perikanan berkelanjutan.

​Pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan nelayan dalam teknik penangkapan ikan menggunakan pancing Tonda, yang dikenal sebagai alat tangkap ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan produksi perikanan tangkap yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat pengetahuan nelayan lokal tentang pemanfaatan sumber daya perikanan secara bertanggung jawab.

​Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini mencakup perbaikan dan perawatan kapal berbahan fiber, serta teknik penanganan ikan di atas kapal. Peserta pelatihan berasal dari tiga kelompok usaha bersama (KUB), yaitu KUB Sumber Laut dan KUB Fajar Timur.

​Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra,SP.,M.Si. mengingatkan para peserta agar senantiasa menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan dan menjaga kelestarian zona tangkap. Ia juga berpesan agar nelayan proaktif dalam “menjemput bola” setiap program pemerintah yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

​“Ambil ilmunya, bukan ada maunya,” tegas, Kadis Perikanan Banyuwangi.

Dengan begitu, diharapkan akan terjadi peningkatan kesejahteraan nelayan dan pengelolaan sumber daya perikanan yang lebih baik di Banyuwangi.

Reporter : Rio

error: Content is protected !!