Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Berita

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar kegiatan kerohanian berupa salat Dhuha berjemaah yang diikuti oleh jajaran petugas dan warga binaan. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi, Jumat (12/6).

Tak hanya salat Dhuha, rangkaian kegiatan keagamaan ini juga dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Hajat serta doa bersama untuk memohon keselamatan dan perlindungan.

Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Solichin, turut hadir dan membaur bersama para petugas dan warga binaan dalam satu shaf salat. Ia menyampaikan bahwa kegiatan positif ini sengaja diinisiasi sebagai momentum refleksi diri sekaligus ruang spiritual bagi seluruh keluarga besar Lapas Banyuwangi.

“Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual kita bersama. Kami berdoa untuk keselamatan insan pemasyarakatan pada umumnya, dan secara khusus demi kelancaran tugas serta kedamaian di Lapas Banyuwangi,” ujar Solichin.

Solichin menambahkan, melalui gelaran salat Dhuha, salat Hajat, dan doa bersama ini, diharapkan mampu membentengi institusi dari berbagai potensi gangguan keamanan. Ia berharap lingkungan Lapas Banyuwangi senantiasa diselimuti ketenteraman, serta seluruh petugas maupun warga binaan selalu diberikan perlindungan dan keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Lebih lanjut, dampak psikologis dan pembinaan terhadap warga binaan juga menjadi fokus utama dalam agenda ini. Solichin berharap pendekatan religius ini dapat menyentuh sisi humanis para warga binaan agar mereka memiliki keteguhan mental selama masa pidana.

“Kami berdoa agar saudara-saudara kita (warga binaan) diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menjalani sisa masa pidananya. Yang terpenting, mereka diharapkan mampu mengikuti setiap program pembinaan dengan baik, sehingga ketika bebas nanti, mereka membawa bekal perubahan perilaku yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Suasana khusyuk sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Ratusan warga binaan tampak larut dalam doa, menciptakan suasana yang sejuk dan kondusif di dalam lingkungan Lapas. Kegiatan serupa direncanakan akan terus digelar secara berkala sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan.

SURABAYA || Jejak-indonesia.id – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Kegiatan penyerahan dan sosialisasi program Rutilahu dilaksanakan di wilayah Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, dengan melibatkan unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta awak media sebagai mitra dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

Tiga warga Kelurahan Kedung Cowek yang menerima bantuan program Rutilahu tersebut adalah :
1. Mahmuda, warga Jalan Kedung Cowek IV RT 02 RW 01.
2. Mardiyah, warga Jalan Cumpat I RT 01 RW 02.
3. Bambang Sidik Permana, warga Jalan Cumpat Gang III RT 01 RW 02.

Salah satu penerima manfaat, Mahmuda, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya atas bantuan Rutilahu yang diterimanya.

“Terima kasih kepada Pemkot Surabaya yang telah peduli kepada warga kurang mampu. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami. Semoga Pemkot Surabaya terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bulak Hudaya, Lurah Kedung Cowek Frans Setyadi Twee Dyanto Putro, S.E., Ketua RW 01 H. Pitono, Ketua RW 02 Jamilan, Ketua RT 01 RW 02 Rosidah, Ketua RT 02 RW 01 Bu Mut, Bhabinkamtibmas Aptu Puji S., Babinsa Soerya, Ketua LPMK Kelurahan Kedung Cowek Samiadi, staf kecamatan, staf kelurahan, serta awak media

Dalam kesempatan tersebut, Camat Bulak Hudaya memberikan pesan khusus kepada para penerima bantuan agar rumah yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.

“Program ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Surabaya kepada masyarakat. Saya berharap rumah yang sudah diperbaiki ini dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kenyamanan serta kesejahteraan keluarga,” ujar Hudaya.

Sementara itu, Lurah Kedung Cowek Frans Setyadi Twee Dyanto Putro, S.E. menegaskan bahwa keberhasilan program Rutilahu tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perangkat wilayah, hingga media massa.

“Program Rutilahu ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dalam menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, mulai dari DPRKPP Kota Surabaya, unsur RT/RW, LPMK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta awak media. Kehadiran media sebagai mitra kolaborasi sangat penting untuk menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat secara transparan, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga demi mewujudkan Kelurahan Kedung Cowek yang semakin maju dan sejahtera,” ungkap Frans.

Melalui program Rutilahu ini, Pemerintah Kota Surabaya berharap kualitas hidup masyarakat terus meningkat, sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang sehat, aman, dan layak huni. Sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dan media diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan di wilayah Kecamatan Bulak, khususnya Kelurahan Kedung Cowek.(LIMBAD86)

SERANG || Jejak-indonesia.id – Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria, S.H., S.I.K., M.H., mengikuti kegiatan Gerakan Indonesia Asri (Aksi Serentak Bersih Negeri) dengan melaksanakan aksi bersih-bersih lingkungan di kawasan Danau Tasikardi, Kecamatan Kramatwatu pada Jumat, 12/06/2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H., beserta Pejabat Utama Polda Banten, Bupati Serang Hj. Ratu Rachmatuzakiyah, S.Pd., M.M., jajaran Forkopimda Provinsi Banten, personel TNI-Polri, serta perwakilan instansi pemerintah dari tingkat Provinsi Banten maupun Kabupaten Serang.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta bergotong royong membersihkan area sekitar Danau Tasikardi dari sampah dan material yang dapat mengganggu kebersihan serta keindahan lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria, menyampaikan bahwa Polresta Serang Kota mendukung penuh program Gerakan Indonesia Asri sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, Polresta Serang Kota bersama seluruh elemen masyarakat menunjukkan komitmen dalam menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga demi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang,” ujar Kapolresta.

Lebih lanjut, Kapolresta menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan sosial dan lingkungan merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi yang hadir tidak hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dengan mengusung semangat Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Serang Kota berkomitmen untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat, termasuk dalam mendukung program pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan Gerakan Indonesia Asri di Danau Tasikardi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan serta memperkuat budaya gotong royong dalam menjaga kelestarian alam di wilayah Provinsi Banten.

Humas

MANADO || Jejak-indonesia.id – Jum’at (12/6), Nama Rheinda Natacia Grosandra Nosi mulai menjadi perhatian publik setelah diketahui merupakan keponakan dari tokoh nasional Agus Flores. Saat ini, Rheinda menjalankan tugasnya sebagai personel di lingkungan Staf Pribadi (SPRI) Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Utara dengan dedikasi dan loyalitas tinggi dalam mendukung tugas-tugas kepolisian.

Sosok yang akrab disapa Briptu Indah tersebut dikenal sebagai pribadi yang ramah, disiplin, dan memiliki semangat pengabdian yang kuat. Selain menjalankan tugas sebagai anggota Polri, ia juga aktif membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta menjaga citra institusi kepolisian melalui profesionalisme dalam bekerja.

Sebagai bagian dari keluarga besar Agus Flores, Briptu Indah mengaku memiliki keinginan untuk dapat berkiprah lebih luas dan suatu saat mendampingi sang paman dalam berbagai kegiatan sosial maupun kemasyarakatan.

“Jika diizinkan, saya ingin mendampingi Tante Fitri dan Om Ugi (Agus Flores) di Banyuwangi, Jawa Timur,” ujar Briptu Indah.

Keinginan tersebut menunjukkan adanya semangat pengabdian tidak hanya kepada institusi tempatnya bertugas, tetapi juga kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang selama ini dikenal melekat dengan aktivitas Agus Flores.

Meski demikian, sebagai anggota Polri, Briptu Indah tetap menjunjung tinggi prinsip profesionalitas, netralitas, dan disiplin sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Setiap anggota Polri dituntut untuk mengedepankan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

Dengan usia yang masih muda dan karier yang terus berkembang, Rheinda Natacia Grosandra Nosi diharapkan mampu menjadi representasi generasi muda Polri yang berintegritas, profesional, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi institusi dan masyarakat luas.

Ke depan, pengalaman dan dedikasi yang dimiliki Briptu Indah diyakini akan menjadi modal penting dalam mengembangkan kariernya, sekaligus mewujudkan cita-citanya untuk berkontribusi lebih besar bagi masyarakat, termasuk melalui berbagai kegiatan sosial bersama keluarga dan komunitas di berbagai daerah, termasuk di Banyuwangi, Jawa Timur.

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Demam Piala Dunia 2026 benar-benar terasa hingga ke pelosok Kabupaten Simalungun. Menyambut perhelatan akbar sepak bola terbesar di dunia yang resmi bergulir pada Jumat, 12 Juni 2026 dini hari, Polres Simalungun Polda Sumatera Utara mengambil langkah istimewa dengan menggelar kegiatan Nonton Bareng atau Nobar bagi seluruh lapisan masyarakat sebagai wujud nyata Polri yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada hari Kamis, 11 Juni 2026, sekira pukul 21.12 WIB. Ia menjelaskan bahwa kegiatan Nobar ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan sebuah momen strategis untuk mempererat kedekatan antara institusi Polri dan masyarakat dalam suasana yang hangat, akrab, dan penuh kebersamaan.

“Polres Simalungun dengan bangga mengundang seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama menyaksikan laga pembuka Piala Dunia 2026, yakni pertandingan antara Meksiko melawan Afrika Selatan. Ini adalah momentum yang tepat untuk berkumpul bersama, menikmati pesta sepak bola dunia dalam suasana yang aman dan tertib,” ujar AKP Verry Purba.

Kegiatan Nobar tersebut akan dilaksanakan pada Jumat, 12 Juni 2026, mulai pukul 01.00 WIB, bertempat di Mako Sat Lantas Polres Simalungun, Jalan Asahan Batu VII, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Seluruh masyarakat dipersilakan hadir tanpa dipungut biaya apapun. Sebagai bentuk keramahan tuan rumah, panitia telah menyiapkan kopi dan camilan secara gratis bagi seluruh warga yang hadir menyaksikan laga pembuka tersebut.

“Kami sudah menyiapkan fasilitas yang nyaman untuk masyarakat. Ada kopi dan camilan gratis yang sudah kami siapkan. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri hadir bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga hadir di tengah momen kebahagiaan dan kegembiraan warga,” ucap AKP Verry Purba.

Lebih jauh, AKP Verry Purba menjelaskan bahwa kegiatan yang digelar Polres Simalungun ini merupakan bagian dari gerak serentak seluruh jajaran Polda Sumatera Utara dalam menyambut Piala Dunia 2026. Di tingkat Polda, kegiatan serupa dipusatkan di Hanggar Polda Sumut dan akan berlangsung sepanjang turnamen, mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan jadwal nobar setiap pertandingan yang disiarkan mulai pukul 24.00 WIB hingga selesai.

Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan sebelumnya telah menegaskan bahwa seluruh Polres dan Polsek jajaran Polda Sumut diarahkan untuk turut menggelar kegiatan serupa di wilayah masing-masing, sebagai tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang mendorong Polri di seluruh Indonesia menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat selama Piala Dunia 2026 berlangsung.

Sejalan dengan semangat tersebut, AKP Verry Purba menegaskan bahwa momentum berkumpulnya masyarakat dalam kegiatan Nobar ini juga akan dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas kepada warga yang hadir.

“Momentum seperti ini sangat berharga. Selain menikmati pertandingan bersama, kami juga akan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat agar suasana aman dan kondusif tetap terjaga di lingkungan kita masing-masing,” ungkap AKP Verry Purba.

Ia pun mengajak seluruh warga Simalungun untuk tidak melewatkan kesempatan langka ini dan datang meramaikan kegiatan Nobar Piala Dunia 2026 bersama Polres Simalungun.

“Ayo datang, ramaikan, dan nikmati laga pembuka Piala Dunia 2026 bersama kami. Polres Simalungun siap menjadi tuan rumah yang hangat bagi seluruh warga. Bersama kita jadikan momen Piala Dunia ini sebagai ajang mempererat persatuan dan kebersamaan kita sebagai satu keluarga besar masyarakat Simalungun,” pungkas AKP Verry Purba penuh semangat.

Dengan semangat kebersamaan yang dikobarkan melalui kegiatan Nobar Piala Dunia 2026 ini, Polres Simalungun sekali lagi membuktikan komitmennya sebagai institusi yang tidak hanya hadir dalam pelayanan keamanan, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan dan kegembiraan masyarakat Simalungun.

error: Content is protected !!