Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Berita

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kelulusan Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (Dikbangpes) Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi personel kepolisian untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, khususnya pada fungsi reserse yang kini menghadapi tantangan semakin kompleks di era digital.

Perkembangan teknologi informasi, meningkatnya kejahatan siber, serta tuntutan pelayanan publik yang cepat dan transparan menuntut setiap personel reserse memiliki kemampuan adaptif, ketajaman analisis, serta integritas yang kuat dalam menegakkan hukum. Karena itu, kelulusan Dikbangpes tidak dipandang sebagai akhir dari proses pembelajaran, melainkan sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mengemban amanah sebagai aparat penegak hukum.

Kepala Unit Tindak Pidana Khusus (Kanit Pidsus) Satreskrim Polresta Banyuwangi, Ipda Azmal Rahadian Hasbiallah, S.H., menegaskan bahwa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pendidikan harus mampu diimplementasikan secara nyata dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kelulusan Dikbangpes 2026 bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Tantangan tugas reserse di era digital menuntut kecakapan yang adaptif. Semoga ilmu yang didapatkan menjadi berkah, meningkatkan profesionalisme dalam fungsi reserse, serta menjadikan anggota Polri semakin dicintai masyarakat,” ujarnya, Jumat (19/6).

Menurutnya, keberhasilan seorang penyidik tidak hanya diukur dari kemampuan mengungkap perkara, tetapi juga dari sikap profesional, objektif, dan humanis dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat. Kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dibangun melalui kerja nyata, integritas, serta komitmen untuk menjunjung tinggi keadilan.

Semangat pengabdian tersebut sejalan dengan karakter yang harus dimiliki insan reserse, yakni tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan, mampu berpikir kritis dalam mengurai persoalan hukum, dan bijaksana dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta serta ketentuan perundang-undangan.

Di tengah dinamika penegakan hukum yang terus berkembang, personel reserse dituntut menjadi garda terdepan dalam menjaga kepastian hukum sekaligus menjawab harapan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya.

“Pantang surut di tengah tantangan, tajam dalam berpikir, bijak dalam bertindak. Reserse, petarung sejati.” menjadi semangat yang diharapkan terus menginspirasi para lulusan Dikbangpes 2026 dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya kepada bangsa, negara, dan masyarakat.

KENDARI || Jejak-indonesia.id — Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara, Brigadir Jenderal Polisi Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., resmi membuka Kejuaraan Bulutangkis “Kapolda Cup Tahun 2026”. Upacara pembukaan kompetisi olahraga bergengsi ini digelar di GOR Badminton Kubra 2 Kendari, pada Kamis (18/6/2026).

Turnamen yang akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut hingga 20 Juni 2026 ini diikuti oleh jajaran panitia, wasit, serta ratusan atlet dan peserta dari seluruh keluarga besar Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara. Kompetisi ini diharapkan tidak hanya menjadi arena perebutan juara, melainkan sarana untuk mempererat soliditas dan kebersamaan polri dengan masyarakat.

Kompetisi badminton Kapolda Cup terbagi menjadi dua kategori yaitu kategori ganda perorangan putra open gabungan personel Polri dan masyarakat umum serta kategori ganda perorangan Putra intern Polda Sultra dengan jumlah peserta 94 pasang atlet atau 188 orang.

Dalam sambutannya, Kapolda Sultra Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran panitia dan pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara. Ia menegaskan bahwa esensi dari cabang olahraga bulutangkis bukan hanya menuntut kemampuan teknis dan keterampilan bertanding, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai disiplin, kerja keras, sportivitas, konsistensi, dan semangat juang.

“Nilai-nilai tersebut sejalan dengan karakter yang harus dimiliki oleh setiap insan Bhayangkara dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas Brigjen Pol. Himawan di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, Kapolda berharap turnamen ini mampu memicu lahirnya talenta-talenta emas baru di bidang olahraga badminton. Jenderal berbintang satu itu menargetkan adanya perwakilan atlet potensial dari Polda Sultra yang kelak mampu bersaing dan mengukir prestasi, baik di kancah nasional maupun internasional.

Kendati demikian, Brigjen Pol. Himawan menekankan bahwa target kemenangan bukanlah hal utama yang dikejar dalam momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini. Kejuaraan ini memiliki misi yang lebih besar, yakni sebagai wadah pemersatu dan penguat jiwa korsa.

Kemenangan tentu menjadi harapan setiap peserta, namun yang lebih penting adalah menampilkan permainan terbaik dengan sikap yang terpuji dan bermartabat. Jadikan momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini sebagai sarana untuk memperkokoh persatuan, soliditas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Kapolda juga menitipkan pesan khusus kepada tim perwasitan dan panitia penyelenggara agar mengawal seluruh pertandingan secara profesional, objektif, dan jujur guna menjamin kepastian serta kelancaran turnamen sejak awal hingga akhir.

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Persatuan Olahraga Beladiri FORBASI Kabupaten Banyuwangi resmi membuka pendaftaran Kejuaraan Cabang (Kejurcab) FORBASI Banyuwangi 2026, sebuah ajang kompetisi yang tidak hanya menjadi sarana unjuk kemampuan, tetapi juga wadah pembinaan dan pencarian bibit-bibit atlet beladiri potensial dari kalangan pelajar.

Kejuaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Agustus 2026 di SMK PGRI Rogojampi ini akan mempertemukan para peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Banyuwangi dalam suasana kompetitif yang menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, serta nilai-nilai karakter yang menjadi bagian penting dalam dunia beladiri.

Ketua panitia menyampaikan bahwa Kejurcab FORBASI 2026 dirancang sebagai momentum untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga beladiri sekaligus memberikan ruang bagi atlet-atlet muda untuk mengukur kemampuan mereka di tingkat kabupaten.

Kompetisi akan mempertandingkan beberapa kategori usia, yaitu U-12 (SD/MI), U-15 (SMP/MTs), dan U-19 (SMA/SMK/MA). Dengan rentang kategori tersebut, FORBASI berharap seluruh pelajar yang memiliki minat dan bakat di bidang beladiri dapat berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 15 Juni 2026 dan akan ditutup pada 12 Juli 2026. Panitia mengimbau seluruh sekolah, perguruan, maupun komunitas olahraga beladiri untuk segera melakukan registrasi sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

Untuk mengikuti kejuaraan ini, peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp400.000 per tim yang berlaku untuk seluruh cabang perlombaan. Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih, panitia telah menyiapkan trofi kejuaraan bagi para juara di setiap kategori dan jenjang pertandingan.

Selain memperebutkan gelar juara, Kejurcab FORBASI Banyuwangi 2026 juga diharapkan menjadi sarana seleksi dan pemetaan atlet-atlet muda yang berpotensi untuk dipersiapkan mengikuti kejuaraan pada level yang lebih tinggi, baik tingkat provinsi maupun nasional.

Panitia juga telah menyediakan informasi lengkap mengenai petunjuk teknis pertandingan, persyaratan peserta, dan mekanisme pendaftaran melalui kode QR yang tercantum dalam brosur resmi kegiatan. Untuk informasi lebih lanjut, peserta dapat menghubungi narahubung Lucky di nomor 0812-5984-4092 atau Affandi di nomor 0878-6200-2790.

Dengan dukungan penuh dari FORBASI dan KORMI Kabupaten Banyuwangi, penyelenggaraan Kejurcab ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi, memperkuat pembinaan olahraga masyarakat, serta menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat di kalangan generasi muda Banyuwangi.

“Kejurcab bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga ruang pembinaan karakter, mental juara, dan sportivitas bagi generasi muda yang kelak akan menjadi kebanggaan Banyuwangi di tingkat yang lebih tinggi.”

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Komisi Daerah (Komda) Lanjut Usia Jawa Timur melaksanakan kunjungan dan pemantauan layanan bagi warga binaan lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi pada Kamis (18/6).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sahardjo tersebut dipimpin oleh Ketua Pelaksana Harian Komda Lansia Jawa Timur, Edi Purwinarto, beserta rombongan dan diikuti oleh seluruh warga binaan lanjut usia di Lapas Banyuwangi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Alzuarman selaku Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, pejabat Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, serta pejabat dari Dinas Sosial. Kehadiran berbagai unsur tersebut bertujuan untuk memastikan pemenuhan hak dan kualitas pelayanan bagi warga binaan lanjut usia berjalan secara optimal sesuai prinsip pemasyarakatan yang humanis.

Dalam sambutannya, Edi Purwinarto menegaskan bahwa warga binaan lanjut usia merupakan kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, sehingga negara wajib memastikan hak-haknya tetap terpenuhi selama menjalani masa pidana.

“Pemenuhan kesejahteraan lanjut usia merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami hadir untuk melihat secara langsung bagaimana pelayanan yang diberikan kepada warga binaan lanjut usia di Lapas Banyuwangi,” ujar Edi.

Selain memberikan pemaparan terkait hak-hak lanjut usia, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara para pemangku kepentingan dengan warga binaan. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman dan penilaian secara langsung terkait layanan yang mereka terima selama menjalani pembinaan di dalam lapas. Usai berdialog, rombongan Komda Lansia Jawa Timur melakukan peninjauan langsung ke kamar hunian warga binaan lanjut usia serta Klinik Pratama Lapas Banyuwangi untuk melihat kondisi sarana dan layanan yang diberikan kepada kelompok rentan tersebut.

Salah seorang warga binaan lanjut usia, Siswanto, menyampaikan testimoni positif mengenai pelayanan yang diberikan oleh Lapas Banyuwangi. Menurutnya, kebutuhan dasar warga binaan lansia selama ini telah terpenuhi dengan baik melalui penyediaan makanan yang layak, kebersihan kamar hunian yang terjaga, serta layanan kesehatan yang responsif ketika dibutuhkan.

“Selama berada di sini kami mendapatkan makanan yang baik dan cukup, kondisi kamar juga bersih serta nyaman. Ketika ada keluhan kesehatan, petugas kesehatan juga cepat memberikan pelayanan dan perhatian kepada kami,” ungkap Siswanto.

Mendengar berbagai testimoni yang disampaikan, Edi Purwinarto memberikan apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan Lapas Banyuwangi. Ia berharap kualitas pelayanan yang telah berjalan baik dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sebagai bentuk pelaksanaan tugas pemerintah dalam memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi lanjut usia.

“Pelayanan yang baik ini harus terus dipertahankan karena merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Kami berharap warga binaan lansia tetap mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak,” tambahnya.

Sementara itu, Alzuarman menyampaikan bahwa Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur akan terus mendorong seluruh UPT Pemasyarakatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia. Menurutnya, pelayanan yang baik terhadap warga binaan lansia merupakan wujud komitmen pemasyarakatan dalam menghadirkan layanan yang berkeadilan dan berorientasi pada pemenuhan hak asasi manusia.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan, khususnya bagi warga binaan lanjut usia. Pemenuhan hak, pelayanan kesehatan, pembinaan, serta kebutuhan dasar mereka akan terus menjadi perhatian kami,” tegas Alzuarman.

Melalui kegiatan pemantauan tersebut, seluruh pihak berharap sinergi antara pemasyarakatan, pemerintah daerah, dan instansi terkait dapat terus diperkuat guna memastikan warga binaan lanjut usia memperoleh pelayanan yang layak, bermartabat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan komitmen dalam mewujudkan pemasyarakatan yang semakin humanis dan berkeadilan.

PALANGKARAYA || Jejak-indonesia.id – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) menggelar bakti sosial, sekaligus memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak kebakaran di Jalan Murjani, Gang Suka Maju II RT.03 RW.06, Kota Palangka Raya, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang menjadi wujud nyata dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema ‘Polri Untuk Masyarakat’ ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, didampingi Ketua Bhayangkari Kalteng Ny. Maya Iwan, sejumlah pejabat utama dan pengurus Bhayangkari.

Dalam sambutannya, Kapolda Kalteng, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Polri dalam membantu meringankan beban warga yang membutuhkan.

Aksi sosial ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung semangat pengabdian Polri untuk masyarakat.

“Melalui baksos ini, Polri berupaya hadir dengan memberikan dukungan moril, mempererat silaturahmi, sekaligus bentuk pengabdian dan pelayanan bagi masyarakat,” ungkap Kapolda.

Irjen Iwan berpesan kepada seluruh warga agar senantiasa memelihara semangat gotong royong, memperkuat solidaritas dan kepedulian sesama.

“Harapannya bantuan yang diserahkan ini bisa bermanfaat bagi warga terdampak musibah kebakaran,” tandasnya.

Sementara itu, Kabidhumas Kombes Pol Budi Rachmat menambahkan bahwa dalam aksi sosial ini Polda Kalteng menyalurkan bantuan sebanyak 66 paket sembako.

“Selain itu, pihaknya juga mengerahkan Tim kesehatan dari Biddokkes da Rumkit Bhayangkara untuk memberikan layanan kesehatan gratis meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi kesehatan bagi warga,” tutupnya. (adji)

error: Content is protected !!