Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Berita

TULUNGAGUNG || Jejak-indonesia.id – Nasib tragis menimpa seorang wartawan asal Tulungagung saat mengetahhui adanya aktivitas ilegal penyelewengan BBM bersubsidi di SPBU 54.662.04 kelurahan bago Kecamatan kota Tulungagung. Tidak terima aksinya di ungkap media, sejumlah kaki tangan mafia solar tersebut kemudian balas dendam. Balas dendam tersebut berupa aksi Pengeroyokan yang dilakukan sekitar 12 orang di Cafe maxy.

Peristiwa tersebut berawal terjadi siang hari,kamis 18 Juni 2026 siang hari ketika seorang wartawan Adi Bachtiar sedang melakukan Investigasi adanya aktivitas garong BBM bersubsidi di SPBU 54.662.04 Bago.SPBU 54.662.25 jepun.SPBU. Giat Ilegal mafia solar mulai jam 07.00 pagi sampai 05.00 sore.

Sekitar lepas jam 18.00 Wib Adi cs menemukan Truk modif Milik Ryan Seorang oknum Marinir sedang kurang Solar dengan mobil box Putih Nopol AG 8256 UR dengan sopir Budi campur darat cs eks kaki tangan Komarudin garong solar di tahun 2024 silam.

Usai aksi terungkap Para crew mafia solar ini langsung bermunculan, Dian, Rudi alias Codet Sugit celeng (dialam terios Hitam milik Komarudin) setidaknya ada 5 orang yang mengaku kawalan solar milik Ryan Marinir. Para kawalan garong solar ini mereka mengaku barang milik orang batalion dan mereka ngaku wartawan Dari salah satu media. Media tersebut juga tidak jelas kantor redaksi dan hasil karya jurnalisnya.
” ayo mas kerja bareng amankan orang ngansu solar, nanti dapat uang kita bagi rata buat ngopi dan makan, ” ujar Dian cs.

Usai amankan (mindah truk) garong solar komplotan ini kemudian meluncur ke cafe maxy untuk party.Sekitar jumat 19 juni 2026 jam 3 dini hari Komplotan ini mengundang Adi B untuk datang ke cafe maxy. Atas undangan tersebut Adi B kemudian datanglah ke cafe macy di timur gor Lembu peteng.

Saat melangkah menuju ruang loby cafe maxy Adi B kemudian ditemui oleh Ryan marinir tersebut. Selang 1 Menit Tibar – tiba Komplotan Dian cs sekitar 12 orang langsung menghajar, mukul, tendang Adi B hingga tersungkur di lantai,
” saya datang ke maxy karena undangan Dian wartawan abal – abal tersebut, sesampai di loby ketemu marinir teesebut, tau – tau saya langsung di hajar sekitar 12 orang,” ujar Adi B.

Lebih lanjut Adi B menambahkan, hampir sekitar 12 orang tak mau berhenti tendang, pukul hajar saya tampa ampun, aksi berhenti setelah dilerai satpam maxy,
” saya sempat melawan, tapi karena kalah jumlah akhirnya kalah, ” lanjut Adi B.

Usai kejadian tersebut korban Yang juga salah satu tokoh arus bawah Pagar Nusa Tulungagung ini kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tulungagung. Hasil Visum dari Rs Bhayangkara korban alami luka memar diwajah, luka gores benda tajam dileher belakang,luka di tulang rusuk.luka memar di bahu.

Insiden ini jelas kuat bahwa aksi kekerasan tersebut bukan terjadi secara spontan, melainkan direncana sebagai upaya menghalangi aktivitas jurnalistik yang tengah menyoroti dugaan praktik ilegal dalam distribusi BBM jenis solar subsidi

Lanjutnya, kegiatan investigasi merupakan bagian dari tugas jurnalistik yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menjamin kemerdekaan pers serta perlindungan bagi wartawan dalam menjalankan tugasnya.

Atas kejadian tersebut pemukulan dan pengeroyokan tersebut korban telah dapatkan STTLP/B/109/VI/2026/SPKT/polres Tulungagung.
.(team.ris.had)

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Polda Metro Jaya resmi menahan pakar telematika Roy Suryo dan dokter sekaligus aktivis media sosial dr Tifa pada Jumat (19/6/2026) petang. Penangkapan ini dilakukan setelah berkas perkara terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dinyatakan lengkap atau P21 oleh pihak kejaksaan.

Penampakan Kedua Tersangka saat Digiring Petugas

Berdasarkan pantauan di lapangan, Roy Suryo dan dr Tifa dibawa secara terpisah oleh penyidik Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Roy Suryo terlihat dikeluarkan dari Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) dengan mengenakan pakaian berwarna biru dan celana pendek. Ia memilih bungkam dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun saat digiring petugas menuju mobil.

Sementara itu, dr Tifa tampak mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye khas kepolisian saat dibawa oleh petugas.

Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri

Sebelumnya, Polda Metro Jaya akan melakukan pemeriksaan terhadap Roy Suryo dan dr Tifa, Keduanya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan setelah ditangkap pihak kepolisian.

“Kami bersama-sama akan membawa dua orang tersangka tersebut untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Kramat Jati Polri,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya.

Polisi Tegaskan Proses Hukum Profesional

Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa tindakan penangkapan ini bukanlah langkah yang berdiri sendiri, melainkan kelanjutan dari proses hukum pidana yang sah karena alat bukti sudah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan.

“Kami kembali menegaskan bahwa penangkapan ini dikarenakan berkas perkara yang dinyatakan lengkap atau P21 oleh kejaksaan, sehingga tindakan ini tidak berdiri sendiri melainkan kelanjutan dari proses penyidikan yang sedang berjalan,” bebernya.

Dalam tahapan ini, kejaksaan juga telah menyatakan alat bukti telah lengkap memenuhi persyaratan dan setiap tahapan ditempuh dengan ketentuan hukum acara pidana dengan menjunjung tinggi azas kesetaraan di hadapan hukum (equality before the law).

“Dengan demikian langkah ini menjadi dasar hukum yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Kombes Pol. Budi Hermanto.

Pihak Polda Metro Jaya juga menggarisbawahi bahwa proses hukum ini berjalan secara profesional, proporsional, dan terukur. Polisi memastikan tindakan ini murni karena dugaan pelanggaran pidana.

“Kami juga menggarisbawahi bahwa penangkapan bukanlah sebuah vonis. Penangkapan adalah bagian proses hukum yang sah dan setiap orang yang berstatus tersangka telah dilindungi asas praduga tak bersalah hingga ada putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum yang tetap,” kata Kombes Pol. Budi Hermanto.

PALANGKARAYA || Jejak-indonesia.id – Sebanyak 81 peserta siap bersaing ketat dalam kejuaraan Catur Kapolda Cup 2026 yang diselenggarakan Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), di Gedung Graha Bhayangkara, Mapolda setempat, Jumat (19/6/2026).

Kejuaraan Catur ini, dibuka secara langsung oleh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, dan dihadiri Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, para pejabat utama Polda Ketua Bhayangkari Kalteng, unsur forkopimda, serta 81 peserta terdiri dari anggota Polri 55 orang dan 26 masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalteng menyampaikan apresiasi atas digelarnya turnamen catur ini sebagai ajang silaturahmi antar pecatur se-Kalteng, sekaligus wujud komitmen pembinaan dan pembibitan atlet catur di Bumi Tambun Bungai.

“Saya berharap ajang ini dapat berjalan lancar dan menjunjung tinggi sportivitas, sekaligus mampu melahirkan atlet-atlet catur berbakat yang bisa mengharumkan Prov. Kalteng ditingkat nasional,” harap Gubernur.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Kapolda Kalteng mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian yang digelar dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80.

“Tingginya partisipasi peserta di kejuaraan ini, menunjukkan bahwa catur memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat yang membangun nilai intelektual dan karakter seperti perencanaan, pertimbangan, dan ketepatan dalam mengambil keputusan,” ungkap Kapolda.

Irjen Iwan menyebut bahwa catur juga mengajarkan kesabaran, ketenangan menghadapi tekanan, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan situasi, serta keberanian menanggung konsekuensi dari setiap keputusan.

Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas kepolisian yang menuntut profesionalisme, kecermatan, dan pengendalian diri.

“Saya berharap melalui kegiatan ini akan lahir pecatur-pecatur berprestasi. Selamat bertanding, tunjukan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, fair play, dan saling menghormati,” pungkas Kapolda. (adji)

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Ratusan pembalap BMX dari luar daerah bahkan luar negeri bakal megikuti balap sepeda Banyuwangi BMX Supercross 2026 yang akan digelar pada 27-28 Juni di lintasan Sirkuit BMX Supercross Muncar, Banyuwangi. Saat ini, sejumlah pembalap tampak berlatih di sirkuit Muncar yang merupakan salah satu trek terpanjang di dunia.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Banyuwangi Dwi Handayani mengungkapkan, selain pembalap nasional sejumlah negara yang terjadwal akan terlibat di antaranya Singapura, Philippina dan Thailand.

“Pendaftaran sudah dimulai sejak Mei lalu dan sampai besok 20 Juni nanti. Pendaftaran bisa melalui website banyuwangisport.com,” jelas Yani, Jumat (19/6/2026).

Sejumlah persiapan sudah dilakukan oleh Dispora di lapangan untuk memastikan peserta terfasilitasi dengan baik. Saat ini perbaikan dan pembersihan area sirkuit tengah dilakukan agar sesuai dengan regulasi Union Cycliste Internationale (UCI) mengingat balap sepeda BMX itu masuk dalam kalender UCI Class 1.

“Aspek teknis nya menyiapkan agar pelaksanaan lancar aman, seperti menyiapkan prosedur medis apabila ada kejadian yang tidak diinginkan/cedera, kemudian keamanan di area paddock dan start hill, mengatur mekanisme proses start, agar berjalan cepat dan benar,” tegasnya.

“Kami juga tengah melakukan pemetaan lokasi untuk peralatan lomba dan property lomba. Melakukan koordinasi dengan stakeholder atau skpd terkait, khususnya masalah medis, keamanan, rekayasa parkir, atraksi dan lainnya,” tambah Yani.

Yani mengatakan bahwa sejumlah pemain sudah hadir dan berlatih di Banyuwangi. Pihaknya menyediakan fasilitas memadai dengan retribusi yang sangat terjangkau bagi peserta. Bagi pengguna sirkuit untuk berlatih akan dikenakan retribusi sebesar Rp. 5.000/orang bagi pembalap lokal banyuwangi, Rp. 10.000/orang bagi pembalap dari luar Banyuwangi dan Rp. 2.500.000 bagi pembalap international yang dihitung per tim per hari.

“Kalau tim luar negeri lebih mahal karena peserta meminta satu paket lengkap bersama tenaga medis juga yang disiapkan mengawal saat latihan berlangsung,” ungkap Yani.

Pada BMX Supercross 2026 ini, terdapat kategori yang sebelumnya tidak ada, yakni kategori men & women under 23 (U23) yang belum pernah dilaksanakan di Banyuwangi BMX Supercross sebelumnya.

Sementara Hilmi, salah satu pembalap dari Medan Sumatra Utara mengaku telah tinggal di Banyuwangi selama sepekan. Ia berharap bisa memenangkan perlombaan akan diikuti atlet berbagai negara dan menjadi ajang persaingan balap sepeda internasional tersebut.

“Saya dengan 4 orang datang Minggu malam dan langsung latihan hari Senin kemarin,” terang Hilmi. (*)

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Banyuwangi BMX Supercross, satu-satunya balap BMX di Indonesia yang masuk kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI) atau Federasi Balap Sepeda Dunia, kembali digelar 27-28 Juni mendatang.

Sebanyak 294 pembalap dari berbagai negara (Indonesia, Singapura, Thailand, dan Filipina) akan beradu cepat di Sirkuit Muncar, Banyuwangi yang merupakan salah satu trek terpanjang di dunia. Trek Sirkuit Muncar memiliki panjang 465 meter dengan obstacle 4 height jump serta 2 start gate setinggi 5 dan 8 meter.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan penyelenggaraan BMX Supercross merupakan bagian dari upaya Banyuwangi mengembangkan sport tourism sekaligus meningkatkan prestasi olahraga balap sepeda.

“Alhamdulillah BMX Supercross kembali kami gelar. Ini adalah komitmen kami selain mengembangkan sport tourism, juga mendorong peningkatan kompetensi atlet BMX di tanah air,” kata Ipuk, Jumat (19/6/2026).

“Rider Indonesia tidak perlu jauh-jauh ke negara lain untuk mendapatkan poin internasional,” imbuhnya.

Ipuk berharap kejuaraan ini menjadi ruang bagi atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus memperkenalkan Banyuwangi kepada peserta dan pengunjung dari berbagai daerah maupun negara.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, Dwi Handayani, mengatakan sejumlah pembalap dijadwalkan mulai tiba di Banyuwangi pada 22 Juni untuk menjalani latihan.

“Mulai Senin, 22 Juni sebagian atlet dijadwalkan akan datang dan berlatih secara mandiri untuk beradaptasi dengan karakter lintasan,” terang Yani.

Secara teknis sebelum laga dimulai, pada 25 Juni sirkuit akan ditutup sementara untuk persiapan teknis dan pemasangan berbagai perlengkapan pendukung pertandingan.

Selanjutnya pada 26 Juni akan digelar sesi latihan resmi yang dipantau langsung oleh VCP atau Venue Commissaire Panel dari Australia sebagai perwakilan UCI.

“Semua tahapan persiapan kami lakukan sesuai standar UCI agar pelaksanaan kejuaraan berjalan lancar dan memenuhi ketentuan internasional,” ujarnya.

Rangkaian lomba akan berlangsung selama dua hari pada 27-28 Juni. Para pembalap akan bersaing di 25 kategori untuk memperebutkan poin.

Kategori yang dipertandingkan meliputi Boys 5-6, Boys 7-8, Boys 9-10, Boys 11-12, Boys 13-14, Boys 15-16, Girls 5-6, Girls 7-8, Girls 9-10, Girls 11-12, Girls 13-14, Girls 15-16, Men 17-29, Men 30-35, Men 36-40, Men 41 Up, Men Under 23, Women Under 23, Men Junior, Women Junior, Men Elite, dan Women Elite. (*)

error: Content is protected !!