Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Berita

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Kepindahan Briptu Pol Rheinda Natacia Grosandra dari posisi Staf Pribadi (SPRI) Dirlantas Polda Sulawesi Utara menuju lingkungan Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia dinilai sebagai bagian dari dinamika dan kebutuhan organisasi yang wajar dalam tubuh Polri.

Hal tersebut disampaikan Agus Flores, yang menegaskan bahwa penempatan personel di mana pun merupakan bagian dari pengabdian kepada institusi dan masyarakat.

“Tidak ada masalah kalau Rheinda pindah ke Korlantas Polri. Namanya juga pengabdian, di mana saja harus siap dan harus diterima,” ujar Agus Flores. Sabtu (20/6),

Menurutnya, seorang anggota Polri dituntut memiliki kesiapan untuk menjalankan tugas di berbagai daerah maupun satuan kerja sesuai kebutuhan organisasi. Mutasi, promosi, maupun perpindahan penugasan merupakan bagian dari proses pembinaan karier yang lazim terjadi dalam institusi kepolisian.

Agus Flores juga mengungkapkan bahwa salah satu alasan dirinya merasa tenang terhadap perpindahan tersebut karena adik Rheinda, R. Moh Ali Wardana, saat ini sedang menempuh pendidikan di Jakarta.

“Lagian ada adiknya juga, R. Moh Ali Wardana, kuliah di Jakarta. Saya sendiri sering berada di luar daerah, sehingga keberadaan adiknya di Jakarta menjadi perhatian yang harus terus dikawal pendidikannya,” ungkapnya.

Diketahui, Briptu Pol Rheinda Natacia Grosandra bukanlah sosok baru dalam lingkungan staf pimpinan kepolisian. Sebelum dipercaya menjadi SPRI Dirlantas Polda Sulawesi Utara, ia terlebih dahulu pernah mengemban tugas sebagai SPRI Wakapolda Sulawesi Utara, sebuah posisi yang menuntut loyalitas, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, serta kesiapan bekerja dalam ritme tugas yang tinggi.

Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Rheinda apabila nantinya mendapat amanah bertugas di tingkat yang lebih luas. Perjalanan kariernya menunjukkan proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas yang terus berjalan seiring kebutuhan organisasi.

Bagi Agus Flores, yang terpenting bukanlah lokasi penugasan, melainkan bagaimana setiap anggota Polri mampu menjaga integritas, profesionalisme, dan dedikasi dalam menjalankan tugas.

“Di mana pun ditempatkan, tetaplah bekerja dengan baik, menjaga nama institusi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Itu yang paling utama,” tegasnya.

Perpindahan tugas dalam tubuh Polri pada akhirnya bukan sekadar perpindahan tempat kerja, melainkan bagian dari perjalanan pengabdian yang menuntut kesiapan, loyalitas, dan komitmen untuk terus melayani bangsa dan negara di mana pun berada.

SORONG || Jejak-indonesia.id – Tim binaan Polres Raja Ampat sukses mengukir prestasi gemilang dalam ajang Lomba Tari Yospan Tingkat Anak dan Remaja (di bawah usia 15 tahun). Delegasi dari Raja Ampat ini berhasil menyabet Juara 3 dalam kompetisi bergengsi yang digelar oleh Polda Papua Barat Daya di Gedung Lambert Jitmau, Sorong, Sabtu (20/6/2026).

Kompetisi yang berlangsung meriah sejak pukul 10.00 WIT ini diselenggarakan khusus untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80. Suasana di dalam gedung tampak bergemuruh dan dipadati penonton yang antusias menyaksikan kelincahan serta energi positif para penari muda.

Lomba Tari Yospan ini sengaja diinisiasi sebagai langkah nyata Polri untuk melestarikan seni budaya asli bumi cenderawasih sejak dini. Di samping itu, momentum ini menjadi jembatan hangat untuk mempererat tali silaturahmi serta sinergitas antara Polri dan masyarakat.

Panggung ekspresi tersebut berhasil menyedot perhatian publik dengan menampilkan bakat-bakat luar biasa dari berbagai sekolah, komunitas, dan sanggar seni. Seluruh peserta unjuk kreativitas tinggi demi menunjukkan kecintaan mendalam mereka terhadap warisan leluhur Papua.

Mengusung tema “Lestarikan Budaya Papua, Pererat Persaudaraan, dan Wujudkan Kebersamaan melalui Yospan”, kegiatan ini sukses menjadi wadah positif bagi generasi muda dalam menyalurkan energi kreatif mereka secara suportif.

Merespons capaian manis ini, Kapolres Raja Ampat AKBP Jems Oktovianus Tegai S.I.K., menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas dedikasi dan prestasi luar biasa yang diraih oleh tim binaannya tersebut.

“Prestasi ini membuktikan bahwa anak-anak Raja Ampat memiliki potensi luar biasa. Kami berharap capaian ini mampu memotivasi generasi muda lainnya di Raja Ampat untuk terus berkarya, berprestasi, dan menjaga kelestarian budaya lokal,” ujar AKBP Jems Oktovianus.

PALANGKARAYA || Jejak-indonesia.id – Hari Bhayangkara ke-80, menjadi momen yang bermakna dan spesial bagi seluruh personel Kepolisian Republik Indonesia.

Salah satunya, seperti yang dilakukan Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, bersama Ketua Bhayangkari Kalteng Ny. Maya Iwan Kurniawan dengan melakukan anjangsana ke kediaman anggota Polri yang sakit, purnawirawan Polri dan panti asuhan di wilayah Palangka Raya.

Dalam anjangsana tersebut, Kapolda beserta rombongan berkesempatan mengunjungi kediaman anggota Polri yang sakit yaitu Iptu Samija di Jalan Gurame Putih, Kota Palangka Raya. Sabtu (20/6/2026).

Kapolda Kalteng menyebut bahwa kunjungan ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi kepada anggota Polri yang telah mengabdikan dirinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kalteng.

“Selain itu, anjangsana kali ini juga sebagai momentum mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang baik,” kata Kapolda.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kalteng berbincang hangat dengan Iptu Samija membahas tentang pengalaman dan pengabdian mereka selama berdinas di Polri, serta memberikan apresiasi.

“Semoga melalui anjangsana ini, diharapkan dapat mempererat hubungan kebersamaan, sekaligus menjadi motivasi bagi personel yang masih berdinas untuk selalu bertugas dengan baik, melayani masyarakat sepenuh hati,” tutup Irjen Iwan.

Sebagai informasi, kegiatan anjangsana diakhir dengan pemberian bingkisan tali asih dari Kapolda dan Ketua Bhayangkari Daerah Kalteng kepada Iptu Samija. (adji)

LANGKAT || Jejak-indonesia.id – Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, SH, SIK, MSi mendampingi Kakorbinmas Polri Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si dalam kegiatan Sambang dan Dialog Kamtibmas bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda yang digelar di Lyza Outbound, Desa Pertumbukan, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Polres Langkat tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan sinergitas antara Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif di Kabupaten Langkat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo menyampaikan bahwa kehadiran Kakorbinmas Polri di Kabupaten Langkat merupakan bentuk perhatian dan komitmen Polri dalam memperkuat kemitraan dengan masyarakat serta meningkatkan peran aktif seluruh elemen dalam menciptakan keamanan di lingkungan masing-masing.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara Polri dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat guna bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Langkat,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kakorbinmas Polri Irjen Pol. Mardiyono dalam arahannya mengapresiasi dukungan masyarakat Kabupaten Langkat yang selama ini turut menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Ia menekankan pentingnya peran tiga pilar, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Kepala Desa/Lurah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat secara cepat, tepat, dan humanis.

Kakorbinmas Polri juga menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat dapat dioptimalkan melalui pendekatan preemtif dan preventif dengan mengedepankan edukasi, pembinaan, serta kemitraan yang kuat antara Polri dan masyarakat.

Pada kegiatan tersebut, Kakorbinmas Polri turut melakukan pengecekan langsung terhadap layanan Call Center 110 Polres Langkat.

Hasilnya, panggilan diterima dan ditindaklanjuti secara cepat dan responsif oleh operator, yang menunjukkan kesiapsiagaan personel Polres Langkat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selain dialog kamtibmas, kegiatan juga diisi dengan tausiyah keagamaan, pemberian santunan kepada anak yatim, foto bersama, penanaman pohon, serta pelepasan burung sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan dan terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar serta mendapat sambutan positif dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan yang hadir.

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) kembali melakukan penguatan organisasi dalam upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Tanah Air. Pada Kamis, 18 Juni 2026, BNN RI melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan di ruang kerja Kepala BNN RI.

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, Brigjen Pol. Adri Irniadi, S.I.K., M.H. resmi dilantik sebagai Direktur Psikotropika dan Prekursor oleh Komjen Pol. Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis BNN RI dalam memperkuat struktur dan efektivitas penanganan kejahatan narkotika yang terus berkembang dengan berbagai modus operandi baru.

Kegiatan pelantikan turut dihadiri oleh Deputi Bidang Pemberantasan beserta para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat sinergi dan soliditas institusi untuk menghadapi tantangan pemberantasan narkotika, psikotropika, dan prekursor di Indonesia.

Jabatan Direktur Psikotropika dan Prekursor memiliki peran penting dalam mengawasi, mengendalikan, serta menindak penyalahgunaan dan peredaran gelap bahan-bahan yang berpotensi disalahgunakan sebagai narkotika maupun bahan baku pembuatan narkotika. Oleh karena itu, penempatan Brigjen Pol. Adri Irniadi di posisi strategis tersebut diharapkan mampu menghadirkan inovasi, ketegasan, dan efektivitas dalam pelaksanaan tugas pemberantasan.

Kepala BNN RI menegaskan bahwa penguatan kepemimpinan di lingkungan Deputi Bidang Pemberantasan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalisme, responsivitas, dan kualitas kinerja organisasi dalam menjaga masyarakat dari ancaman narkoba.

Dengan pelantikan ini, BNN RI berharap langkah-langkah pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, serta prekursor dapat semakin optimal. Upaya tersebut sejalan dengan visi besar mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba) melalui kerja sama seluruh elemen bangsa dalam melindungi generasi penerus dari bahaya narkotika.

“Penguatan organisasi adalah penguatan komitmen. Setiap amanah jabatan merupakan tanggung jawab besar untuk menjaga masa depan bangsa dari ancaman narkoba,” menjadi semangat yang terus diusung BNN RI dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

#WarOnDrugsForHumanity
Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN RI

error: Content is protected !!