Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 49

Berita

IMG-20260711-WA0012

Kapolres Klungkung Tinjau Penyineban Goa Lawah

KLUNGKUNG || Jejak-indonesia.id – Kapolres Klungkung AKBP Mikael Hutabarat, S.H., S.I.K., M.H. didampingi Kasat Intelkam Polres Klungkung dan Kapolsek Dawan melaksanakan pemantauan langsung rangkaian Upacara Penyineban Pujawali Padudusan Agung di Pura Sad Kahyangan Jagat Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, (10/7).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres bertemu dan bersilaturahmi dengan Ketua Pengurus Pura Sad Kahyangan Jagat Goa Lawah dr. Bagus Dharmayasa, Pengurus Pura Putu Juliadi, S.E., serta sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus pura lainnya.

Selain menjalin silaturahmi, Kapolres juga memantau secara langsung jalannya rangkaian Upacara Penyineban serta memastikan pengamanan yang dilakukan personel Polres Klungkung dan Polsek Dawan berjalan optimal. Kapolres turut mengecek kesiapsiagaan personel di sejumlah titik pengamanan guna memastikan umat yang melaksanakan persembahyangan dapat beribadah dengan aman dan nyaman.

Kapolres Klungkung AKBP Mikael Hutabarat, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya pengurus pura, Pecalang, tokoh masyarakat, dan personel pengamanan yang telah bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan rangkaian Pujawali.

"Kami mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang telah bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat agar seluruh rangkaian upacara keagamaan dapat berlangsung dengan khusyuk, tertib, dan lancar," ujar AKBP Mikael Hutabarat, S.H., S.I.K., M.H.

IMG-20260711-WA0011

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Banten Buka Lomba Berburu dan Bakti Sosial

SERANG || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Banten menggelar Upacara Pembukaan Lomba Berburu dan Bakti Sosial Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Upacara Polda Banten pada Jumat (10/07).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki serta dihadiri Ketua Umum Pengurus Provinsi Perbakin Banten Irjen Pol. Nunung Syaifuddin, Ketua Umum Pengurus Provinsi Perbakin DKI Jakarta Brigjen Pol. Umar Surya Fana, Pejabat Utama Polda Banten, perwakilan instansi terkait, dan para peserta lomba berburu.

Dalam sambutannya, Kapolda Banten menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Provinsi Perbakin Banten atas terselenggaranya kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

"Saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pengurus Provinsi Perbakin Banten atas inisiasi kegiatan ini, khususnya kepada Ketua Perbakin Provinsi Banten yang telah membangun sinergi dan kolaborasi dengan baik. Kehadiran seluruh peserta dan tamu undangan menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kemitraan terus terpelihara dalam mendukung pengabdian kepada masyarakat," ujar Kapolda Banten.

Kapolda menjelaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat", yang mencerminkan komitmen Polri untuk terus memberikan manfaat nyata melalui pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

"Melalui kegiatan lomba berburu dan bakti sosial ini, kita tidak hanya mempererat tali silaturahmi, meningkatkan sportivitas, serta memperkuat sinergi antara Polri, Perbakin, dan seluruh elemen masyarakat. Di sisi lain, melalui bakti sosial kita ingin menumbuhkan kepedulian serta semangat berbagi kepada sesama sebagai wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapolda menilai olahraga menembak dan kegiatan berburu mengandung nilai-nilai positif yang sejalan dengan karakter seorang insan Bhayangkara.

"Olahraga menembak dan kegiatan berburu mengajarkan disiplin, ketelitian, kesabaran, tanggung jawab, serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat. Nilai-nilai tersebut selaras dengan karakter yang harus dimiliki setiap anggota Polri, yaitu profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas, mematuhi seluruh ketentuan perlombaan, serta mengutamakan aspek keamanan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan selama kegiatan berlangsung.

"Keberhasilan kegiatan ini bukan hanya diukur dari prestasi yang diraih, tetapi juga dari kedisiplinan peserta dalam menaati aturan, menjunjung tinggi sportivitas, menjaga etika berburu sesuai ketentuan yang berlaku, serta memperhatikan kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem. Kepada panitia, perangkat pertandingan, dan seluruh personel pengamanan, laksanakan tugas secara profesional agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, lancar, dan sukses," tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Kapolda Banten berharap kegiatan tersebut semakin mempererat hubungan harmonis antara Polri, TNI, Perbakin, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelestarian lingkungan di Provinsi Banten.

"Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, saya berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkokoh kebersamaan, mempererat sinergi, serta meningkatkan kepedulian sosial demi mewujudkan Banten yang aman, tertib, dan lestari," tutup Kapolda. (Bidhumas).

1783736450856

Oknum Guru Pondok Cabuli Santriwati Sebanyak Tujuh Kali di Gudang Pondok Pesantren

SIDOARJO || Jejak-indonesia.id - Dunia pendidikan di lingkungan pondok pesantren kembali tercoreng seorang oknum guru pondok pesantren di Sidoarjo melakukan tindakan pencabulan terhadap anak dibawah umur,pelaku yang diketahui berinisial UJF berusia 30 tahun yang berprofesi sebagai tenaga pendidik melakukan tindakan persetubuhan terhadap seorang santriwati berinisial ZMP berusia 11 tahun

Pelaku UJF melakukan tindakan pencabulan terhadap korban ZMP sebanyak tujuh kali antara bulan September hingga Desember 2025 di lantai 2 gudang pondok pesantren

Modus operandi yang dilakukan pelaku adalah menyuruh korban untuk bersih-bersih pondok kemudian pelaku Sdr. U.J.F. menyuruh korban untuk bersih-bersih di lantai 2 Gudang Pondok. Setelah sampai di Gudang lantai 2 Pondok, Pelaku menyuruh korban untuk mengulum alat kelamin pelaku, mencium pipi dan bibir korban, memegang payudara korban dan memasukkan alat kelamin pelaku ke dalam vagina korban lalu pelaku bilang kepada korban ““kamu jangan bilang siapa-siapa kalau tak giniin”.

Dalam keterangan tertulis Kasatres PPA DAN PPO Kompol Rohmawati Lailah, S.H.Awal mulanya korban dan teman-teman korban disuruh bersih-bersih di mushollah pondok, kemudian korban dipanggil oleh pelaku untuk bersih-bersih di Gudang Lantai 2 Pondok. Lalu korban ke lantai 2 dan masuk ke dalam gudang untuk bersih-bersih. Kemudian pelaku datang dan tiba-tiba bilang kepada korban “kamu mau tambah pinter ta? korban menjawab “iya ustad mau”, Lalu pelaku bilang lagi kepada korban “mau uang tidak?” korban menjawab “iya ustad mau”, kemudian pelaku bilang kepada korban “ini ku (sambil memegang alat kelaminnya) masukno ke dalam mulutmu” lalu korban menolak “enggak ustad” namun pelaku masih memaksa korban untuk alat kelaminnya dimasukin ke mulut korban. Akhirnya alat kelamin pelaku masuk ke dalam mulut korban hingga terasa di dekat tenggorokan korban. Kemudian korban teringat pesan Pak Yai Pondok siapapun yang gak nurut di pondok hidupnya akan susah. Selanjutnya korban disuruh buka celana dalam korban dan berbaring lalu pelaku membuka sarungnya lagi dan langsung memasukkan alat kelaminnya ke dalam vagina korban sambil mencium pipi korban, bibir korban, dan meremas-remas payudara korban. Kemudian pada saat vagina korban dimasukkan alat kelamin dari pelaku, pelaku bilang kepada korban “kamu nanti tak giniiin terus sampai dewasa, kalau perlu tak jadikan istri kedua”. Kemudian setelah puas memasukkan alat kelaminnya ke dalam vagina korban, pelaku mengeluarkan cairan putihnyaa di sebuah bantal di gudang tersebut dan bilang kepada korban “kamu jangan bilang siapa-siapa kalau tak giniin” Kemudian korban disuruh turun kebawah untuk ke kamar mandi dan ganti baju. Untuk cara yang kedua hingga yang ketujuh (terakhir) cara pelaku melakukan persetubuhan dan atau perbuatan cabul kepada korban sama dengan cara yang pertama.

Menurut Kompol Rohmawati Lailah motif tersangka melakukan persetubuhan dan atau perbuatan cabul kepada korban karena nafsu melihat korban

Ia juga menambahkan Tim Satres PPA-PPO Polresta Sidoarjo melakukan penangkapan terhadap tersangka di Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo, kemudian tersangka di tahan di Rutan Polresta Sidoarjo adapun pasal yang dijerat terhadap pelaku
Pasal 81 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang Jo Pasal 473 ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Jo Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.Setiap orang yang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang bersetubuh dengannya yang dilakukan oleh tenaga pendidik terhadap anak dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.dan atau
Pasal 418 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP

Setiap orang yang melakukan percabulan dengan anak kandung, anak tirinya, anak angkatnya, atau anak di bawah pengawasannya yang dipercayakan padanya untuk diasuh atau dididik dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.

(Redho Fitriyadi)

IMG-20260710-WA0063

Keliling Pasar Banyuwangi, Wapres Gibran: Bagus, Semoga Tambah Ramai

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (10/7/2026). Salah satu agendanya, meninjau progres Pasar Banyuwangi. Gibran memuji desain dan konsep pembangunan pasar induk yang dibangun dengan mengusung arsitektur bergaya Osing tersebut.

Didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan para pejabat kementerian terkait, Gibran berkeliling ke tiap sudut pasar.

Gibran sempat meninjau beberapa titik area pasar yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan anggaran Rp 152 miliar itu. Ia meninjau mulai dari bangunan-bangunan sisi depan, hingga kios dan los di bagian dalam.

Gibran juga sempat berbincang dengan perwakilan pedagang Pasar Banyuwangi. Kepada mereka, Gibran menyampaikan selamat karena pasar telah dibangun menjadi bagus dan modern.

"Selamat, ya, pasarnya sudah bagus. Semoga tambah ramai," kata Gibran.

Bangunan pasar juga mengangkat arsitektur lokal. Ornamen-ornamen simbol Suku Osing, suku asli Banyuwangi, tampak mencolok di berbagai sisi.

Pasar Banyuwangi dibangun dengan konsep bangunan hijau. Gedung-gedung pasar dirancang secara semi terbuka sehingga udara di area dalam bisa bersikulasi secara lancar.

“Arsitekturnya bagus. Bangunannya open space, sehingga tidak pengap. Menurut saya pasar Banyuwangi yang paling bagus dibandingkan pasar lain yang sudah direvitalisasi,” kata Gibran.

Meski demikian, Gibran juga memberikan beberapa catatan kepada kontraktor yang membangun pasar. Gibran meminta kabel-kabel yang terlihat berantakan agar dirapikan. Ia juga meminta agar lantai pasar dibersihkan secara menyeluruh sebelum diserahterimakan ke pemerintah daerah.

Pasar Induk Banyuwangi dibangun di atas lahan 10.600 meter persegi dengan dua bangunan utama yang terletak di sisi utara dan selatan. Pasar ini memiliki 397 kios dan 356 los.

Adapun bangunan pasar dibagi menjadi tiga zona utama meliputi areal pasar basah, pasar kering, dan area kuliner.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Pasar Banyuwangi berkonsep Pasar Wisata. Nantinya, para pedagang akan dikelompokan sesuai dengan dagangan masing-masing, sehingga wisatawan bisa datang ke pasar dan mendatangi kelompok lapak yang diinginkan.

"Karena berkonsep pasar wisata, pasar ini juga nantinya diharapkan menjadi tempat penyelenggaraan berbagai event ke depannya," kata Ipuk.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, I Gusti Agung Aris Wibawa, menambahkan, pembangunan Pasar Banyuwangi sudah rampung 100 persen. Saat ini, pihaknya masih berfokus pada masa pemeliharaan.

"Masih akan ada penyempurnaan-penyempurnaan, seperti tadi arahan dari Pak Wapres," kata dia.

Pengoperasian Pasar Banyuwangi menunggu serah terima dari pemerintah pusat ke daerah dalam waktu dekat. Setelah itu, para pedagang baru bisa mulai berpindah dari lokasi relokasi ke bangunan baru. (*)

IMG-20260710-WA0061

Wapres RI Gibran Tancap Gas Kawal Tol Prosiwangi, Situbondo Siap Melesat Jadi Poros Ekonomi Baru Jawa Timur

SITUBONDO || Jejak-indonesia.id — Pemerintah menunjukkan keseriusannya mempercepat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi). Komitmen itu ditegaskan langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka saat meninjau progres pembangunan di kawasan Exit Tol Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat (10/7/2026).

Peninjauan tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan proyek jalan tol sepanjang 175,4 kilometer berjalan sesuai target. Tol Prosiwangi diproyeksikan menjadi jalur strategis yang menghubungkan Jakarta hingga Banyuwangi sebagai gerbang utama menuju Pulau Bali, sekaligus memperkuat konektivitas dan mendorong pemerataan pembangunan di wilayah timur Pulau Jawa.

Dalam kesempatan itu, Wapres Gibran menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menyelesaikan proyek fisik.

"Pemerintah mendorong percepatan penyelesaian PSN agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat," tegas Gibran.

Ia menambahkan, kehadiran Tol Prosiwangi diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan konektivitas, terbukanya peluang investasi baru, meningkatnya daya saing wilayah, serta terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat.

Proyek strategis nasional tersebut dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasa Marga Probolinggo Banyuwangi (JPB).

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menegaskan pihaknya terus mempercepat pembangunan tanpa mengabaikan kualitas konstruksi, standar keselamatan, dan tata kelola perusahaan yang baik.

"Kami terus mengakselerasi penyelesaian Jalan Tol Prosiwangi sebagai bagian dari komitmen mendukung agenda pembangunan nasional. Kami juga menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong pengembangan ekonomi kawasan," ujarnya.

Menurut Rivan, ruas Gending–Kraksan–Paiton telah rampung dan telah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO). Sementara Seksi III Paiton–Besuki selesai dibangun sejak April 2026 dan kini memasuki tahap akhir Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) sebelum resmi dibuka untuk masyarakat.

Selain mempercepat pembangunan infrastruktur, proyek ini juga memberikan dampak langsung terhadap perekonomian lokal. Lebih dari 1.300 tenaga kerja lokal dari Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi telah dilibatkan dalam proses pembangunan.

Apabila seluruh ruas telah beroperasi, perjalanan Probolinggo–Besuki diperkirakan hanya memerlukan waktu sekitar 75 menit. Sementara perjalanan Probolinggo–Banyuwangi yang sebelumnya sekitar lima jam akan terpangkas menjadi sekitar tiga jam.

Efisiensi waktu tempuh tersebut diyakini akan menciptakan multiplier effect yang besar bagi perekonomian Jawa Timur. Kelancaran distribusi logistik, meningkatnya arus investasi, berkembangnya kawasan industri, sektor pariwisata, perdagangan, hingga tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru menjadi manfaat yang diharapkan dari kehadiran Tol Prosiwangi.

Percepatan pembangunan Tol Prosiwangi bukan sekadar menghadirkan jalan bebas hambatan, melainkan menjadi fondasi penting bagi pemerataan pembangunan nasional. Dengan pengawalan langsung dari pemerintah, proyek ini diharapkan segera beroperasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, dunia usaha, dan perekonomian di kawasan timur Pulau Jawa. (Wan)

error: Content is protected !!