JEMBER || Jejak-indonesia.id — Tak perlu lewat calo. Tak perlu bingung mencari informasi. Warga yang mengurus administrasi kendaraan di Kantor Samsat Bersama Jember Barat (Kaliwates) kini bisa langsung bertanya kepada petugas kepolisian.
Pesan itu yang ingin ditegaskan Satlantas Polres Jember melalui program Polantas Menyapa. Personel kepolisian tak hanya berjaga di balik meja pelayanan, tetapi aktif turun menemui masyarakat di area Samsat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik sekaligus menutup celah praktik percaloan dan pungutan liar (pungli).
Petugas memberikan penjelasan langsung mengenai alur pengurusan STNK dan BPKB, registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor (Regident Ranmor), hingga ketentuan dan biaya resmi yang harus dibayarkan masyarakat.
Dengan begitu, warga diharapkan tidak mudah tergoda menggunakan jasa pihak ketiga hanya karena menganggap proses administrasi kendaraan rumit atau membutuhkan waktu lama.
Kasat Lantas Polres Jember AKP Ade Andini, S.Tr.K., S.I.K., M.H. menegaskan, masyarakat harus mendapatkan kepastian informasi langsung dari petugas.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, mudah diakses, dan sesuai ketentuan. Jangan sampai masyarakat menggunakan jasa calo hanya karena tidak memahami prosedur pelayanan,” ujar Ade saat ditemui awak media, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, pelayanan di lingkungan Satlantas Polres Jember, baik di Satpas maupun Samsat, harus berjalan secara profesional dan zero pungli.
Karena itu, petugas dituntut tak sekadar menjalankan prosedur administratif. Mereka juga harus responsif ketika menemukan masyarakat yang mengalami kendala.
“Kalau ada kendala administratif, masyarakat kami persilakan langsung bertanya kepada petugas. Kami akan memberikan solusi sesuai SOP,” tegasnya.
Bagi Satlantas Polres Jember, keterbukaan menjadi kunci.
Masyarakat harus tahu secara jelas prosedur yang ditempuh dan biaya yang memang menjadi kewajibannya.
Di sisi lain, Polantas Menyapa juga menjadi cara kepolisian membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Pendekatan dialogis dinilai mampu menghilangkan kesan pelayanan yang kaku sekaligus membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan keluhan.
“Polri bukan hanya aparat penegak hukum. Kami juga hadir sebagai mitra pelayanan masyarakat. Karena itu, pelayanan harus diberikan dengan hati dan pendekatan humanis,” ujarnya.
Program tersebut akan terus diperkuat Satlantas Polres Jember sebagai bagian dari upaya membangun pelayanan lalu lintas yang transparan, cepat, dan berintegritas.
Bukan sekadar slogan.
Polantas Menyapa ingin memastikan warga yang datang ke Samsat mendapatkan pelayanan langsung, informasi yang jelas, serta kepastian tanpa harus bergantung kepada calo.
Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari semangat Transformasi Polri Presisi dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, transparan, akuntabel, dan humanis.
