Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 45

Berita

Screenshot_20260714-154426

Gubernur Khofifah jadwalkan Lantik Pejabat Tinggi Pemprov Jatim Hari Ini di Grahadi

SURABAYA || Jejak-indonesia.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dijadwalkan memimpin upacara pelantikan pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Selasa, 14 Juli 2026 sore ini. Upacara akan berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

“Informasi yang kami terima, pelantikan digelar pukul 16.00 WIB di Grahadi,” ungkap sumber di lingkungan Pemprov Jatim

Langkah ini merujuk pada Surat Pengumuman Nomor 800/4123/204.4/2026 yang dikeluarkan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua Komite Talenta ASN Pemprov Jatim, Adhy Karyono, pada Jumat, 12 Juni 2026. Dokumen yang juga termuat di laman resmi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) jatimprov.go.id ini memuat hasil akhir pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama melalui jalur mutasi dan rotasi berbasis manajemen talenta.

Penetapan ini didasarkan pada pemetaan talenta serta uji kompetensi teknis yang dilaksanakan 31 Mei 2026, serta rekomendasi resmi Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 00301/B BM.02.01/SD/K/2026 tanggal 3 Juni 2026.

Berikut adalah nama-nama pejabat yang ditetapkan:

1. R. Heru Wahono Santoso, S.Sos., M.M. – Kepala Bakorwil Madiun, ditetapkan sebagai Calon Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur

2. Dr. Iwan, S.Hut., M.M. – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, ditetapkan sebagai Calon Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur

3. Budi Raharjo, S.E., M.Si. – Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, ditetapkan sebagai Calon Kepala Bakorwil Jember

4. Nyoman Gunadi, S.T., M.T. – Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, ditetapkan sebagai Calon Kepala Dinas PU Sumber Daya Air

5. Arif Endro Utomo, S.T., M.T. – Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah, ditetapkan sebagai Calon Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

6. Dr. MHD. Aftabuddin Rijaluzzaman, S.Pt., M.Si. – Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah, ditetapkan sebagai Calon Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral

Masih terdapat enam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama lainnya yang akan diisi melalui jalur promosi berbasis manajemen talenta, meliputi: Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Bakorwil Pamekasan, Kepala Bakorwil Madiun, Kepala Biro Perekonomian, serta Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa.

Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah pelantikan sore ini hanya menyertakan enam pejabat yang telah ditetapkan pada 12 Juni lalu, atau sekaligus melantik pejabat dari enam jabatan yang telah melalui proses seleksi terbuka. Padahal, pengumuman tiga besar calon untuk jabatan-jabatan tersebut seharusnya sudah disampaikan pada 29 Juni 2026, sebelum akhirnya Gubernur memilih satu nama terpilih.

“Hal ini merupakan hak prerogatif Ibu Gubernur. Bisa jadi hari ini dilantik enam nama yang sudah pasti, atau sekalian dengan hasil seleksi terbuka sehingga total mencapai 12 pejabat. Mari kita tunggu saja pelaksanaannya nanti,” tambah sumber tersebut.

Terpisah, Sekretaris Daerah Adhy Karyono sebelumnya menyampaikan bahwa pelantikan akan diselenggarakan secepatnya menyusul. Sementara itu, Kepala BKD Provinsi Jawa Timur Indah Wahyuni belum dapat memberikan konfirmasi resmi terkait jumlah pejabat yang akan dilantik pada hari ini.

IMG-20260714-WA0045

Banyuwangi Tuan Rumah ASEAN-ID Blue, Dihadiri Delegasi Negara Asean, Pasifik, dan Selandia Baru

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur akan menjadi tuan rumah ASEAN-ID Blue, sebuah forum internasional yang mempertemukan negara-negara ASEAN dan negara mitra untuk berbagi pengalaman pengembangan ekonomi biru, 17–18 Juli 2026. Banyuwangi dipilih karena dinilai telah mempraktekkan pengelolaan laut yang berkelanjutan dan melibatkan masyarakat.

ASEAN-ID Blue diinisiasi oleh Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru (MFAT). Forum ini bakal dihadiri oleh perwakilan negara anggota ASEAN, negara East Asia Summit (EAS), anggota Pacific Islands Forum (PIF).

Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN (KSEA) Kemenlu, Adhyanti Sardanarini Wirajuda, mengatakan forum ini bertujuan memperkuat kerja sama antara ASEAN dan negara-negara mitra dalam mengembangkan ekonomi biru.

Ekonomi biru merupakan pendekatan pembangunan yang fokus pada pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir yang berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut.

Forum ini membahas berbagai upaya untuk memperkuat konservasi laut, pengelolaan sumber daya kelautan, penguatan rantai nilai sektor perikanan, pemberdayaan pelaku usaha perikanan, pengembangan UMKM dan koperasi, serta peluang kerja sama antara ASEAN dan negara-negara mitra.

"Forum ini akan menjadi wadah berbagi pengalaman antara negara-negara ASEAN dan negara mitra. Para peserta bisa saling sharing atas praktek dari negara lain untuk memperkaya praktek ekonomi biru. Karenanya, di forum ini kami juga akan menghadirkan para pelaku usaha di sektor kelautan dan juga nelayan yang terlibat langsung,” kata Adhyanti, Senin (13/7/2026).

Adhyanti menjelaskan Banyuwangi dipilih sebagai tuan rumah ASEAN-ID Blue, karena berhasil dalam konservasi laut dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan.

Berbagai inisiatif di Banyuwangi memperlihatkan bagaimana sektor perikanan, pariwisata, UMKM, dan pemberdayaan masyarakat saling memperkuat dalam satu ekosistem pembangunan daerah.

“Praktik inilah yang ingin dibagikan Indonesia kepada negara-negara ASEAN dan mitra. Banyuwangi juga konsisten menggerakkan ekonomi daerah melalui berbagai kegiatan budaya dan pariwisata. Peserta dari berbagai negara akan melihat langsung bagaimana pengembangan ekonomi daerah dapat berjalan seiring dengan pelestarian laut, sekaligus budaya, dan pariwisata," ujarnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan forum ini akan menjadi momentum strategis bagi Banyuwangi, memperoleh pengalaman dan pembelajaran dari negara-negara ASEAN dan mitra.

"Akan banyak pengalaman berharga dari negara-negara ASEAN dan mitra yang dapat kami pelajari. Kami juga berharap forum ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi Banyuwangi dengan negara-negara ASEAN, khususnya di bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat pesisir," ujarnya. (*)

IMG-20260714-WA0035

Awali Tahun Ajaran Baru, MAN 1 Banyuwangi Tanamkan Semangat Anti Narkoba kepada Ratusan Murid Baru

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuwangi menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berkarakter dengan membekali para murid baru pemahaman mengenai bahaya narkoba melalui kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula MAN 1 Banyuwangi tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala BNNK Banyuwangi Kombespol Rachmat Kurniawan, S.I.K., S.H., M.M., dan Ketua Yayasan Anti Narkoba Lapor Pulih Sehat Sejahtera (YAN LPSS) Banyuwangi, Hakim Said, S.H.

Kehadiran kedua narasumber tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah memberikan bekal sejak dini kepada peserta didik baru agar mampu mengenali ancaman penyalahgunaan narkotika sekaligus memahami konsekuensi hukum yang mengikutinya.

Dalam pemaparannya, Kombespol Rachmat Kurniawan menjelaskan bahwa narkoba bukan hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan cita-cita, masa depan, serta kehidupan sosial para penggunanya.
Meski demikian, menurutnya setiap korban penyalahgunaan narkoba masih memiliki kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan yang normal melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

"Jangan pernah mencoba narkoba, karena sekali terjerumus dampaknya sangat besar terhadap kesehatan, pendidikan, keluarga hingga masa depan. Namun bagi korban penyalahgunaan narkoba, jangan takut mencari pertolongan. Rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial adalah jalan untuk pulih dan kembali menata masa depan yang lebih cerah," tegas Kombespol Rachmat Kurniawan, yang merupakan alumni MAN 1 angkatan tahun 1993.

Sementara itu, Hakim Said, S.H., yang juga merupakan alumni Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan II Tahun 2006 Universitas Jember (UNEJ), mengulas sisi hukum penyalahgunaan narkotika berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ia jelaskan, bahwa Pasal 114 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 mengatur ancaman pidana yang berat bagi setiap orang yang tanpa hak menawarkan, menjual, membeli, menjadi perantara, menukar, menyerahkan maupun menerima narkotika Golongan I, dengan ancaman hukuman pidana mati jika barang bukti melebihi jumlah tertentu sebagaimana diatur dalam undang-undang.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa negara memberikan perlindungan kepada pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika melalui Pasal 54 UU Nomor 35 Tahun 2009, yang mewajibkan pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika menjalani rehabilitasi medis serta rehabilitasi sosial.

"Generasi muda jangan hanya takut pada ancaman pidananya, tetapi lebih penting memahami bahwa narkoba akan menghancurkan masa depan. Undang-undang juga memberikan solusi melalui rehabilitasi medis dan sosial bagi pecandu maupun korban penyalahgunaan narkotika agar mereka dapat pulih dan kembali menjadi pribadi yang produktif," ujar Hakim Said, yang juga Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi (RKB)ini.

Menurutnya, pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkoba. Oleh karena itu, edukasi di lingkungan sekolah dan madrasah harus terus diperkuat sebagai benteng pertama dalam melindungi generasi muda.

Kegiatan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tersebut berjalan gayeng karena ada interaktif dan pembagian doorprize kepada para peserta MATAMUDA dari Kepala BNNK Banyuwangi. Ikut mendampingi dalam kesempatan tersebut, Kakankemenag Dr. H. Chaironi Hidayat, S.Ag.,M.M., Kepala MAN 1 H. Sugeng Mariyono dan KTU Imam Nawawi, Pengawas H. Askhab, Plt. Kasi Pendma Fatkhurroji, dan jajaran dewan guru.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta didik baru tidak hanya mampu berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, serta berani mengatakan "tidak" terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba demi mewujudkan generasi madrasah yang sehat, berprestasi, dan bebas narkoba," ujar Kakankemenag, diamini Kepala MAN 1 Banyuwangi.

IMG-20260713-WA0076

Wejangan Penuh Makna dari Presiden ke-7 untuk Agus Flores: “Jaga Kesehatan, Rawat Kerukunan, dan Tetap Rendah Hati”

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Momen penuh makna mewarnai awal pekan. Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menyampaikan wejangan khusus kepada Agus Flores (AF), sosok yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan dukungannya terhadap Polri.

Dalam pesan yang disampaikan pada Senin pagi, Jokowi mengingatkan Agus Flores agar tetap menjaga kesehatan di tengah padatnya aktivitas yang belakangan dijalani. Menurutnya, perjuangan yang besar membutuhkan fisik yang kuat agar pengabdian kepada masyarakat dapat terus berjalan.

Tak hanya itu, Jokowi juga memberikan suntikan semangat agar Agus Flores tidak gentar menghadapi berbagai tantangan. Baginya, setiap ujian adalah bagian dari proses yang harus dilalui dengan keteguhan hati dan optimisme.

Pesan yang paling menyentuh adalah ajakan untuk terus menjaga kerukunan. Jokowi menilai persatuan merupakan fondasi utama bangsa dan berharap Agus Flores tetap menjadi bagian dari upaya merawat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Di akhir pesannya, Jokowi menitipkan satu nilai yang disebutnya tidak boleh ditinggalkan dalam setiap perjalanan hidup, yakni tetap rendah hati. Menurutnya, kerendahan hati akan menjadi kekuatan moral yang menjaga kepercayaan dan menghantarkan setiap perjuangan menuju kebermanfaatan yang lebih luas.

Wejangan tersebut menjadi dorongan moral bagi Agus Flores untuk terus melangkah dengan semangat pengabdian, menjaga persatuan, serta tetap mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap kiprahnya.

IMG-20260713-WA0073

Sinergi Penegak Hukum, Kapolri Tegaskan Hubungan Polri-Kejagung Sangat Baik: Tidak Ada Masalah!

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Usai menyambangi Mabes TNI, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026). Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua lembaga untuk memperkuat sinergitas dan menepis isu keretakan hubungan.

"Alhamdulillah, hari ini kami diterima untuk bersilaturahmi dan beraudiensi terkait beberapa hal. Ke depan, antara Kejaksaan dan Kepolisian akan terus memperkuat ikatan sebagai sesama aparat penegak hukum dalam criminal justice system," ujar Jenderal Pol. Listyo Sigit.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri secara tegas memastikan bahwa hubungan antara Polri dan Kejagung berada dalam kondisi yang sangat baik. Isu mengenai perselisihan antar-institusi tersebut langsung dibantah.

"Saya pastikan di sini, didampingi Wakapolri dan pejabat utama Mabes Polri, serta dihadiri langsung oleh Bapak Jaksa Agung beserta seluruh pejabat utama Adhiyaksa, kami sepakat menyampaikan kepada seluruh jajaran bahwa tidak ada masalah di antara kedua institusi," kata Kapolri menekankan.

Menurut Jenderal Pol. Listyo Sigit, hasil pertemuan ini akan segera ditindaklanjuti oleh jajaran Kepolisian dan Kejaksaan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Soliditas ini dinilai krusial untuk mengawal berbagai agenda pembangunan.

"Banyak program pemerintah yang harus kita jaga dan kawal agar bermanfaat bagi masyarakat, demi membawa Indonesia jauh lebih baik. Hal itu tentu ditentukan oleh soliditas dan sinergitas yang lebih kuat," imbuhnya.

Senada dengan Kapolri, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyambut hangat kunjungan tersebut dan menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari program sinergi rutin yang sudah lama berjalan. Ia juga meminta publik tidak berspekulasi negatif tentang hubungan kedua lembaga.

"Sebenarnya ini program lama. Saya dengan Pak Kapolri ini sahabat. Jadi teman-teman jangan berpikir kami ini rival atau ada versus," tutur Burhanuddin.

Jaksa Agung Burhanuddin menambahkan, kedekatan personalnya dengan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sudah terjalin jauh sebelum keduanya memimpin institusi masing-masing. Ia menegaskan, Kejaksaan dan Polri tidak dapat dipisahkan karena mengemban misi yang sama demi bangsa.

"Tujuan kita adalah satu kesatuan, yaitu memberikan rasa aman dan menghadirkan negara di tengah masyarakat. Kami mempunyai tujuan yang sama dan kami tidak bisa dipisah-pisahkan," pungkas Jaksa Agung.

error: Content is protected !!