Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 269

Berita

Oplus_131072

Pemkab Banyuwangi Kembali Raih Kabupaten Layak Anak dari Kementerian PPPA 

Banyuwangi , Jejak - Indonesia.id | Kabupaten Banyuwangi kembali mempertahankan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) Kategori Nindya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Banyuwangi berhasil mempertahankan Kategori Nindya selama dua tahun berturut-turut.

Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian PPPA atas komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak.

“Kita bersyukur upaya kita menciptakan ruang yang nyaman bagi tumbuh kembang diberikan apresiasi. Upaya ini adalah komitmen kita semua untuk menjadikan Banyuwangi semakin ramah anak,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Sabtu (8/8/2025).

Ipuk menegaskan penghargaan ini merupakan hasil dari kerja kolektif semua pihak dan menjadi pemacu semangat untuk terus menghadirkan layanan terbaik bagi anak-anak Banyuwangi.

"Ini adalah hasil kerja keras kita semua mulai dari jajaran pemerintah, sekolah, masyarakat, dunia usaha, termasuk TNI Polri hingga para orang tua yang berperan aktif menjaga dan mendukung hak-hak anak," ujar Ipuk.

Lebih lanjut, Ipuk menyebutkan pihaknya terus menghadirkan berbagai program yang berpihak pada anak, di antaranya penyediaan fasilitas publik ramah anak, pemerataan akses pendidikan dan kesehatan. Serta, pengembangan ruang kreatif sebagai media partisipasi anak.

"Kami juga aktif memberikan ruang dan membuka konsultasi bagi anak dan remaja, sebagai upaya menjaga kesehatan mental mereka. Selain itu, kami juga rutin menggelar musrenbang anak. Kami mendengarkan aspirasi mereka dan mengupayakan program yang menjadi rekomendasi mereka," kata Ipuk.

Ipuk lalu mengajak seluruh elemen masyarakat aktif menciptakan lingkungan yang ramah anak.

"Ini adalah tanggung jawab bersama. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas. Kita semua harus punya peran untuk menciptakan daetah yang ramah anak," kata Ipuk.

Penghargaan tersebut diberikan Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BPNT) Komjen Pol Eddy Hartono dan diterima Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyuwangi, Henik Setyorini, di Auditorium KH. M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta pada Jumat malam (8/8/2025).

(RED)

IMG-20250809-WA0183

Pemkab Banyuwangi Pastikan Tidak Ada Kenaikan PBB

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Pemkab Banyuwangi memastikan tidak ada kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Perhitungan PBB P2 tetap akan memperhatikan klasterisasi nilai obyek.

“Tidak ada pembahasan kenaikan tarif PBB-P2 antara Pemkab dan DPRD. Tarif PBB-P2 perhitungannya tetap sama dengan sebelumnya,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi, Samsudin, Sabtu (9/8/2025).

Samsudin menjelaskan, sebelumnya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memang memberikan rekomendasi perubahan penghitungan tarif PBB-P2 dari multi tarif menjadi single tarif atas Peratuan Daerah (Perda) Kabupaten Banyuwangi Nomor 1 Tahun 2024.

Dalam Perda tersebut Pasal 9 dijelaskan besarnya tarif PBB-P2 Banyuwangi masih dengan penghitungan multi tarif. Nilai NJOP sampai dengan 1 miliar sebesar 0,1 persen pertahun. NJOP 1 – 5 miliar sebesar 0,2 persen, dan untuk 5 miliar ke atas sebesar 0,3 persen.

Atas perda tersebut, lanjut Samsudin, Kemendagri merekomendasikan agar Pemkab menggunakan single tarif, semuanya menjadi 0,3 persen diambil ambang tertinggi.

“Apa yang direkomendasikan Kemendagri ini berlaku nasional, ke seluruh pemerintah daerah yang masih menggunakan multi tarif. Kemendagri memang memiliki kewenangan mengevaluasi semua Perda yang dikeluarkan pemda sebagai proses penyelarasan perundangan di daerah dengan pusat,” kata Samsudin.

Namun, lanjut Samsudin, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani telah memerintahkan untuk tetap menggunakan perhitungan multi tarif seperti sebelumnya yang akan dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup). Otomatis, dengan ini tidak ada kenaikan PBB,

“Ini tidak menyalahi aturan. Kemendagri juga memberikan kewenangan pada kepala daerah untuk menentukan tarif PBB-P2 lebih rinci dalam peraturan bupati. Klasterisasi akan tetap kita gunakan seperti sebelumnya,” jelasnya.

Samsudin menambahkan selain tidak menaikkan tarif PBB, selama ini Pemkab justru memberikan stimulus atau pengurangan secara akumulatif tarif PBB-P2. Jika sesuai perhitungan asli, potensi PBB-P2 Banyuwangi sebesar Rp. 177 milyar. Namun diberikan stimulus sebesar Rp. 104 M atau ada pengurangan sampai 60 persen sehingga potensi yang dihitung hanya Rp. 73 milyar.

“Itupun masih diasumsikan kepatuhan membayar pajak masyarakat hanya sebesar 75-80 persen sehingga PAD yang benar-benar ditargetkan untuk PBB-P2 hanya Rp. 60 milyar di tahun 2024 ini,” terangnya.

Ditambahkan Samsudin, pemkab akan melakukan pemutakhiran data objek pajak PBB dengan pendataan ulang. Karena lebih dari 11 tahun terakhir belum dilakukan.

“Misalnya di NJOP masih sawah, padahal kita cek sudah menjadi bangunan atau lainnya. Ini yang akan kita benahi,” pungkasnya. (red)

IMG-20250809-WA0755

Dukung Ketahanan Pangan, Kapolda Kalteng Bersama Gubernur Panen Raya Padi di Kapuas

Palangka Raya, Jejak - Indonesia.id |  Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng), Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur H. Agustiar Sabran dan Forkopimda Kalteng melaksanakan panen raya padi, di Desa Warnasari, Kec. Tamban Catur, Kabupaten Kapuas, Sabtu (9/8/2025).

Kegiatan panen raya kali ini, digelar di lahan seluas 350 hektare, dan turut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo, Bupati Kapuas, Kapolres Kapuas dan unsur Forkopimda terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kalteng menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan panen raya padi ini sebagai bentuk komitmen dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"Selain itu, apa yang kita lakukan bersama ini juga sebagai momentum mempererat sinergi antara pemerintah, masyarakat dan seluruh pihak dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto," ungkap Kapolda.

Kapolda berharap kegiatan panen raya padi ini juga menjadi momentum bagi para petani untuk mendapatkan pendampingan dan dukungan dari berbagai pihak.

"Dengan adanya dukungan dari semua pihak diharapkan pertanian di daerah Kalteng dapat berkembang lebih baik kedepan, sebagai simbol keberhasilan kerja keras petani," imbuhnya

Irjen Iwan juga mengajak seluruh pihak untuk terus bersama menjaga semangat gotong royong untuk menyukseskan program ketahanan pangan di Kalteng.

"Harapannya kedepan kegiatan ini dapat membawa keberkahan dan kemakmuran bagi masyarakat melalui program swasembada pangan," tutupnya.

Sebagai informasi, diakhir kegiatan juga dilakukan penyerahan bantuan alat pertanian dari Gubernur dan Pemerintah Kabupaten kepada kelompok tani Rawa Subur dan kelopok tani lainnya. (red)

IMG-20250809-WA0076

Wabup Mujiono Dorong Lulusan Akademi Penerbangan Banyuwangi Jadi Pelopor Seaplane Indonesia

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Sebanyak 75 taruna dan taruni Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi dikukuhkan dalam acara wisuda Perwira Transportasi Udara Tahun Akademik 2024/2025 yang digelar di API Banyuwangi, Jumat (8/8/2025).

Raut bangga dan haru tampak dari wajah para wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan intensif di lembaga vokasi penerbangan kebanggaan Banyuwangi tersebut. Mereka berasal dari berbagai program pendidikan dan pelatihan.

Para lulusan terdiri dari Program Studi Diploma III Penerbang Sayap Tetap Angkatan IV, Program Studi Diploma III Operasi Pesawat Udara Angkatan III, serta Program Non Diploma Penerbang Sayap Tetap Angkatan XXIV dan Executive Non Diploma.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan para wisudawan telah melewati proses pembentukan karakter dan kompetensi yang tidak mudah, dan kini mereka akan menghadapi tantangan baru di dunia profesional yang sesungguhnya.

“Di akademi, kalian sudah banyak belajar teori dan praktik. Tapi setelah ini kalian akan menghadapi dinamika sesungguhnya. Ini adalah titik awal pengabdian kalian sebagai kader profesional dirgantara Indonesia,” ujar Mujiono saat hadir dalam acara wisuda API Banyuwangi.

Mujiono mengajak para lulusan untuk berperan aktif dalam pengembangan transportasi udara Indonesia, khususnya penerbangan perintis berbasis seaplane.

“Pilot-pilot muda Banyuwangi ini adalah harapan bangsa. Mereka akan menjembatani jarak antarwilayah dan merajut Nusantara dari udara,” ujarnya.

Mujiono menambahkan, API Banyuwangi selama ini telah berperan dalam mendukung pengembangan sektor pendidikan vokasi, transportasi, hingga pariwisata daerah. Menurutnya, keberadaan akademi ini telah memberi nilai tambah tersendiri bagi Banyuwangi.

Direktur API Banyuwangi, Dr. Capt. Daniel Dewantoro Rumani menjelaskan, para lulusan telah dibekali lisensi dan kompetensi lengkap. Untuk program penerbang, mereka memiliki lisensi Private Pilot License (PPL), Commercial Pilot License (CPL), Instrument Rating (IR), dan Multi-Engine Rating (MER) dengan total 225 jam terbang.

“Sementara lulusan program Operasi Pesawat Udara telah memiliki lisensi Flight Operation Officer (FOO), serta kompetensi tambahan seperti AVSEC, Ground Handling, dan Ramp Support,” terang Capt. Daniel.

Daniel menyebut banyak alumni API yang telah bekerja di maskapai ternama seperti Citilink, Super Air Jet, Lion Air, Batik Air, hingga Garuda Indonesia, bahkan ada yang kini berkiprah di luar negeri.

“Kami ingin lulusan tidak hanya jadi pilot, tapi pemimpin masa depan di industri penerbangan. Beberapa alumni bahkan kini telah menjabat posisi manajerial di perusahaan besar,” tutupnya. (red)

IMG-20250809-WA0401

Menteri Imipas Tegaskan ke Jajaran: Kalau Tidak Mampu Berprestasi, Jangan Berbuat Masalah!

Jakarta, Jejak - Indonesia.id | Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Jenderal Pol. (Purn) Dra. Agus Andrianto S.H., M.H., menegaskan soal sanksi pemecatan hingga proses hukum sesuai bagi pegawainya yang melakukan pidana. Menurutnya, pegawai yang melakukan pidana berarti sudah tidak niat untuk bekerja.

"Proses hukum kalau kejahatannya banyak. Sudah nanti kita pecat saja yang begitu, sudah nggak niat jadi pegawai," kata Menteri Imipas dalam unggahan video di akun Instagram agusandrianto.id, Jumat (8/8/2025).

Menteri Imipas Agus Andrianto mengungkapkan jika para pegawai tidak bisa menunjukkan performa maksimal atau prestasi, minimal jangan membuat masalah. Ia pun menekankan Kementerian Imipas adalah institusi milik bersama yang harus dijaga.

"Saya minta tolong untuk institusi yang rekan-rekan miliki, saya minta tolong kalau tidak mampu berprestasi, ingatkan pada seluruh anggota, jangan buat masalah," tegas Menteri Imipas.

Menteri Imipas Agus Andrianto menyampaikan tidak akan bosan-bosan untuk mengingatkan hal ini kepada pada pegawai di Kementerian Imipas dan jajaran.

"Saya tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada rekan2," tuturnya.

Dalam kolom keterangan, tertulis ucapan itu disampaikan oleh Agus saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornis) Dukungan Manajemen Semester I Tahun 2025, Senin (4/8). Dia juga mengaku telah memerintahkan pihak imigrasi melakukan evaluasi.

"Saya menyoroti tantangan penyalahgunaan visa oleh WNA, serta kasus-kasus pelanggaran hukum oleh petugas imigrasi. Saya memerintahkan evaluasi menyeluruh dan penegakan hukum tanpa pandang bulu," ujar dia.

Dia selanjutnya juga menyinggung kendala di permasyarakatan. Oleh sebab itu dia meminta pengawasan lapas diperkuat, dan sanksi tegas untuk petugas yang melanggar aturan.

"Sementara pada sektor pemasyarakatan, saya menekankan pemberantasan narkoba dan praktik ilegal dari dalam lapas, serta memperkuat pengawasan dan sanksi terhadap pelanggaran disiplin oleh petugas maupun WBP (warga binaan permasyarakatan)," lanjut Menteri Imipas Agus Andrianto.  ,(red)

error: Content is protected !!