Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 272

Berita

IMG-20250807-WA0243

Kasmi Lansia 58 Tahun Warga Dusun Ngindahan,Tidak Pernah Sekalipun Menerima Bantuan Dari Pemerintah

Tuban, Jejak - Indonesia.id | Di tengah gegap gempita janji kesejahteraan dari para pemimpin, masih ada warga yang terpinggirkan dari perhatian negara. Kasmi (58), warga Dusun Ngindahan, Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, menjadi salah satu potret nyata dari wajah buram keadilan sosial di akar rumput.
Sejak pemilihan presiden terakhir yang dimenangkan oleh Prabowo Subianto, Kasmi mengaku belum sekalipun menerima bantuan dari pemerintah. Baik bantuan sembako, Bantuan Langsung Tunai (BLT), maupun program perlindungan sosial lainnya tak pernah ia rasakan.

"Saya tidak pernah dapat bantuan apa-apa sejak Pilpres kemarin. Sembako tidak, uang tunai juga tidak. Padahal saya orang kecil," ungkap Kasmi dengan wajah muram, berdiri di depan rumah kayu tuanya yang nyaris lapuk dimakan waktu.

Ironisnya, di saat pemerintah pusat terus mengklaim keberhasilan program pengentasan kemiskinan, realitas di lapangan justru memperlihatkan ketimpangan. Kasmi hidup dalam kesederhanaan, bahkan bisa dibilang kemiskinan, namun tak masuk dalam daftar penerima manfaat program bantuan sosial.

"Sudah pernah tanya ke perangkat desa, tapi katanya belum ada data. Padahal tetangga saya ada yang dapat, meski rumahnya lebih bagus," tuturnya lirih.

Rumah Kasmi berdinding kayu, beratapkan genteng tua yang sebagian sudah lapuk. Tidak ada fasilitas memadai. Listrik seadanya, dan ia hidup dari hasil kerja serabutan yang makin sulit didapat karena faktor usia.

Situasi ini mengundang tanya besar: Ke mana arah dan sasaran program bantuan pemerintah selama ini? Siapa yang sebenarnya dijadikan prioritas? Apakah karena alasan politik, miskin seperti Kasmi harus dibiarkan menanggung sendiri beban hidup di usia senja?

Kisah Kasmi bukan satu-satunya. Di berbagai pelosok desa, masih banyak warga tak bersuara yang luput dari sistem. Padahal mereka adalah warga negara yang sama, yang juga berhak atas perlindungan dan kesejahteraan sebagaimana dijanjikan dalam konstitusi.

Sudah saatnya pemerintah daerah, khususnya Pemdes Guwoterus dan Dinsos Tuban, turun tangan dan melakukan validasi ulang terhadap data penerima bantuan. Jika sistem tidak bisa menjangkau orang seperti Kasmi, maka sistem itu patut dipertanyakan.
(Redho)

IMG-20250807-WA0216

Gubsu Bobby Kolaborasi bersama Polda, TNI dan Kejaksaan Segera Eksekusi Sarang-sarang Narkoba di Sumut

Medan, Jejak - Indonesia.id | Selamatkan Generasi bangsa, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyuarakan komitmen keras untuk membebaskan provinsi ini dari belenggu narkoba. Dalam semangat bulan kemerdekaan, ia menyerukan agar seluruh elemen pemerintah dan aparat penegak hukum bersatu melakukan langkah nyata dan agresif untuk memberantas jaringan narkotika di Sumut.

“Para pelaku yang terbukti terlibat dalam peredaran narkoba akan kami eksekusi secara hukum. Tidak ada toleransi. Ini penyakit kronis yang menggerogoti Sumatera Utara bertahun-tahun. Saatnya kita bertindak tegas,” ujar Bobby dalam sambutannya di sidang paripurna DPRD Sumut dengan agenda pengesahan RPJMD Sumut 2025 - 2030 di Gedung DPRD Sumut, Kamis (7/8/2025).

Bobby menegaskan, peringatan kemerdekaan tidak hanya sebatas seremoni, tapi menjadi momen revolusi moral dalam memerangi narkoba. Ia mengajak DPRD, Forkopimda, serta aparat TNI dan Polri untuk bersama-sama menutup ruang gerak para pelaku dan menghancurkan pusat-pusat peredaran narkoba yang telah lama dikenal publik.

“Kalau bisa, semua lokasi yang menjadi sarang narkoba kita bersihkan. Kita musnahkan. Kita tunjukkan bahwa Sumatera Utara bisa merdeka dari narkoba,” ucapnya dengan nada tegas.

Ia juga menekankan bahwa upaya pemberantasan tidak cukup hanya di wilayah darat. Menurutnya, banyak jalur masuk narkoba melalui pelabuhan kecil dan lintasan ilegal, bahkan hingga wilayah laut yang terhubung ke negara-negara tetangga.

“Pintu-pintu kecil yang selama ini jadi jalur masuk dari luar, seperti dari arah Thailand, harus kita tutup rapat. Tidak boleh ada celah lagi. Kita semua harus waspada dan bertindak,” tambahnya.

“Kita tidak bisa terus-menerus menjadi juara bertahan dalam hal kasus narkoba. Ini saatnya Sumut keluar dari stigma itu. Kami sudah sepakat dengan TNI, Polri, dan Kejaksaan. Semua pintu masuk akan kita tutup,” tegasnya.

Ia menekankan, penanganan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan pencegahan di atas kertas. Pelaksanaan di lapangan, menurutnya, harus dilakukan secara kolaboratif, cepat, dan menyeluruh.

“Dari sisi pencegahan, tentu akan terus dilakukan. Tapi harus dibarengi dengan tindakan nyata. Ini bukan hanya tugas satu pihak, tapi tugas kita semua,” tutupnya.

Seperti Diketahui, Polda Sumut terus melakukan penegakkan Hukum terhadap jaringan Narkoba. Bahkan, Petugas mempersempit ruang gerak bandar narkoba dengan menyegel dan merekomendasikan untuk ditutup bagi Tempat Hiburan Malam (THM) yang menjual Narkoba.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Calvijn Simanjuntak menegaskan akan menutup tempat hiburan malam jika memang terbukti mengedarkan narkoba.

“Jika terbukti, akan kami rekomendasikan lagi untuk ditutup. Tidak ada kompromi bagi tempat hiburan yang membiarkan narkoba beredar di dalamnya. Ini kami lakukan untuk menyelamatkan masyarakat dari bahaya Narkoba,"tegasnya.

Daftar 5 THM yang Diminta Ditutup karena Diduga Jadi Sarang Narkoba :

- Studio 21 Kota Pematangsiantar

-D'RED KTV & Club di Medan Sunggal

-Dragon KTV Jalan Adam Malik Medan

-Blue Sky Hotel & KTV di Kabupaten Langkat

-Nirwana Karaoke di Kabupaten Batu Bara.

Polisi juga sudah melakukan penyegelan ke THM Scorpio di Jalan Adam Malik Medan. (tim)

IMG-20250807-WA0182

Sonny Danaparamita Fasilitasi Bimtek SVLK dan Pembuatan NIB bagi UMKM Banyuwangi

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil III Jawa Timur, Sonny T. Danaparamita, S.H., M.H., kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di sektor kehutanan. Bertempat di Deli Resto, Banyuwangi, Rabu (6/8/2025), Sonny menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia untuk menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) bagi UMKM.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak penting sebagai narasumber, antara lain:

* Ibu Santi Octavianti, S.Hut. dari Direktorat BPPHH

* Awal Nur Hadiyanto, S.P., M.MA. dari BPHL Wilayah VIII Surabaya

* Tri Suwarto, S.Hut., M.Tr.P., mewakili Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur (CDK Banyuwangi)

* Antonio Cornelius, S.STP., M.Si., Analis Kebijakan Ahli Muda DPMPTSP Kabupaten Banyuwangi

* Ibu Iyis Puji Lestari, S.Hut. dari CDK Banyuwangi sebagai moderator

* Para pelaku UMKM kehutanan di Banyuwangi

Dalam sambutannya, Sonny menyampaikan pentingnya pemahaman pelaku usaha terkait SVLK sebagai standar legalitas produk hasil hutan yang menjadi syarat utama untuk bisa menembus pasar ekspor, khususnya Eropa.

> “Kami ingin UMKM di sektor kehutanan di Banyuwangi bisa naik kelas. SVLK ini penting untuk legalitas dan akses pasar. Dan hari ini, kami juga bantu langsung bagi UMKM yang belum memiliki NIB,” ujar Sonny.

 

*Bimtek Dibarengi Penerbitan NIB Langsung di Tempat*

Selain materi teknis terkait SVLK, kegiatan ini juga difokuskan untuk mendampingi pelaku UMKM yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Tim dari DPMPTSP Kabupaten Banyuwangi hadir langsung untuk melakukan proses pendaftaran hingga penerbitan NIB secara langsung di tempat.

Salah satu peserta, Sunarto, pelaku UMKM di bidang mebel, mengaku sangat terbantu.

> “Saya belum punya NIB sebelumnya. Tapi hari ini langsung dibuatkan. Terima kasih Pak Sonny dan tim,” ujar Sunarto.

Direktorat BPPHH melalui Santi Octavianti menyampaikan pentingnya sertifikasi SVLK dalam menjaga keberlanjutan usaha berbasis hutan. Hal senada disampaikan oleh Awal Nur Hadiyanto dari BPHL Wilayah VIII Surabaya yang mendorong kolaborasi lintas sektor dalam penguatan legalitas usaha kehutanan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Sonny T. Danaparamita dalam memperkuat ekonomi rakyat, khususnya UMKM berbasis sumber daya alam di wilayah tapal kuda, termasuk Banyuwangi. (red)

Oplus_0

Sosok Wanita Muda “Wulandari” Pimpinan Redaksi Media Online Jejakindonesia.news

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Wulandari, wanita muda 24 tahun sosok pimpinan redaksi media online Jejakindonesia.news, memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia pers. Dengan komitmennya untuk menyajikan berita untuk mengungkap fakta kebenaran dan kedepan akan membangun Jejakindonesia.news menjadi media online yang diperhitungkan di ranah jurnalistik.

Wulandari, wanita asli Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Banjarbaru, dan asli memliki darah keturunan Dayak. Beliau sudah lama mengasah kemampuannya di dunia pers media online. Pengalamannya yang kaya membuatnya memahami seluk beluk dunia jurnalistik dan mampu memimpin Jejakidonesia.news dengan tangan dingin.

Wulandari mengatakan, akan menjadikan Media Jejakindonesia.news sebagai media Jembatan Informasi dan Suara Rakyat, Allhamdulillah media jejakindonesia.news telah menjadi sumber informasi yang terpercaya bagi masyarakat. Media online ini menyajikan berita terkini, opini, dan informasi seputar berbagai isu, dengan fokus pada isu-isu sosial, ekonomi, politik, dan budaya,"ucapnya. Kamis, (7/8/2025)

Komitmen yang kuat terhadap Jurnalisme yang Bersih dan Berani dan bertanggung jawab serta selalu menekankan pentingnya akurasi, independensi, dan etika dalam setiap pemberitaan yang disajikan Jejakindonesia.news, "ungkapnya.

Saya juga tidak akan segan untuk menyuarakan kebenaran dan mengkritik kebijakan yang merugikan masyarakat, meskipun hal itu membuat saya tidak populer di mata sebagian kalangan,"tegasnya.

Wulandari memiliki visi untuk menjadikan Jejakindonesia.news sebagai media online yang terpercaya, kredibel, dan bermanfaat bagi masyarakat. Misi beliau adalah untuk terus menyajikan informasi yang akurat, objektif, dan berimbang, serta menjadi wadah bagi aspirasi dan suara masyarakat. Beliau juga ingin menjadikan Jejakindonesia.news sebagai media yang berani menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan keadilan bagi masyarakat.

Wulandari adalah sosok inspiratif yang telah mendedikasikan dirinya untuk dunia jurnalistik. Melalui Jejakindonesia.news, beliau telah memberikan kontribusi yang berarti dalam menyampaikan informasi dan berita terkini kepada masyarakat. Komitmen beliau terhadap jurnalisme yang bersih, berani, dan dekat dengan masyarakat menjadikan Jejakindonesia.news sebagai media yang nantinya diperhitungkan dan dihormati di ranah jurnalistik. (Redaksi)

IMG-20250807-WA0151

Warga Binaan Lapas Banyuwangi Antusias Meriahkan Pekan Olahraga dalam Rangka Peringatan HUT Kemerdekaan RI

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi tampak antusias mengikuti serangkaian perlombaan dalam pekan olahraga yang digelar untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Kamis (7/8).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga binaan, baik pria maupun wanita, sebagai bagian dari upaya meningkatkan semangat kebersamaan dan nasionalisme.

Pekan Olahraga ini akan berlangsung hingga 17 Agustus mendatang, bertepatan dengan puncak peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat tali persaudaraan, meningkatkan kebugaran fisik dan mental, serta sebagai bentuk pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

"Kami ingin menciptakan suasana yang menyenangkan sekaligus mendidik. Olahraga dan perlombaan ini menjadi media untuk melatih kerja sama, disiplin, dan sportivitas," ujarnya.

Wayan mengungkapkan akan ada 12 cabang lomba yang dipertandingkan, dengan beragam permainan yang menguji ketangkasan, kreativitas dan kekompakan.

Adapun cabang perlombaan yang digelar antara lain lomba karaoke, bola pakai terong, terompah, sepak bola pakai corong, makan kerupuk, kebersihan kamar hunian, balap karung, tarik tambang, catur, tenis meja, memindah sarung, dan memakai topi.

“Berbagai lomba tradisional ini dikemas secara menarik dan unik, menciptakan suasana gembira dan penuh semangat,” imbuhnya.

Kalapas juga menekankan pentingnya nilai sportivitas selama pelaksanaan lomba. "Menang kalah itu biasa, yang terpenting bagaimana kita mampu bekerja sama dengan baik dan melatih kesabaran," tegasnya.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, warga binaan dapat merasakan semangat kemerdekaan sekaligus memperkuat tekad untuk terus berbenah diri selama menjalani masa pembinaan di Lapas Banyuwangi. (red)

error: Content is protected !!