Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 268

Berita

IMG-20250810-WA0153

Kasi Kesra Tambak Wedi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Lomba Kreasi Menu Ubi dan Giat KSH Meriahkan HUT RI

Surabaya, Jejak - Indonesia.id |  Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kelurahan Tambak Wedi, Nurma Ita Sri Lestari, S.M., terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Sejak awal bertugas di Kelurahan Tambak Wedi, ia memiliki tekad agar UMKM setempat dapat berkembang, naik kelas, dan tidak berjalan di tempat.

“Alhamdulillah, semakin hari semakin bertambah peminatnya dan yang bergabung juga semakin banyak,” ungkap Nurma Ita, Sabtu (9/8/2025) pagi hari

Salah satu terobosan yang digagasnya adalah Lomba Kreasi Menu Berbahan Dasar Ubi. Menurutnya, ide ini lahir untuk memberikan kegiatan besar namun bermanfaat bagi UMKM, sekaligus melibatkan PKK—terutama Pokja 3—dan warga. Tujuannya, agar warga mampu menciptakan menu sehat, murah, mudah didapat, memiliki nilai jual, serta membuka peluang bagi warga untuk bergabung ke UMKM.

“Bukan hanya UMKM yang saya rangkul, tapi juga kader Surabaya Hebat ( KSH) serta karang taruna. Untuk KSH sendiri, besok tanggal 15 Agustus 2025 akan mengadakan giat gerak jalan yang diikuti seluruh KSH se-Kelurahan Tambak Wedi,” jelasnya.

Ia menuturkan, gagasan gerak jalan ini bermula dari pengamatannya setiap kali gebyar Apel PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) hanya dihadiri perwakilan koordinator. Padahal, menurutnya, sebuah gebyar haruslah semarak dengan kehadiran semua anggota. “Mumpung ini bulan Agustus, sambil memeriahkan HUT RI, ayo kita adakan acara jalan sehat khusus KSH biar semua bisa hadir,” ujarnya penuh semangat.

Sementara itu, Camat Kenjeran, Yuri Widarko, S.H., memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam lomba kreativitas makanan berbahan ubi tersebut. Ia menilai kegiatan ini mampu memacu UMKM di wilayah Tambak Wedi untuk lebih kreatif dalam menghasilkan produk unggulan.

“Dengan begini, UMKM di wilayah Tambak Wedi maupun di kelurahan lain se-Kecamatan Kenjeran bisa menampilkan keahlian dan keterampilannya. Selain itu, jika ada kegiatan di tingkat kecamatan, produk-produk UMKM ini bisa dipasarkan dan diperkenalkan lebih luas,” ujarnya.

Yuri juga berharap setiap kelurahan di Kecamatan Kenjeran mampu menunjukkan kreativitas dan inovasi UMKM di wilayah masing-masing, sehingga tidak hanya mengangkat potensi lokal, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi warganya.

Dengan sinergi antara pemerintah kelurahan, UMKM, PKK, KSH, dan warga, Kelurahan Tambak Wedi optimis mampu menjadi contoh pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis masyarakat di Surabaya. ( Redho)

IMG-20250810-WA0099(1)

Kakanwil Hadiri Pembukaan IPPA Fest Aloha 2025, Pameran Premium Karya Warga Binaan

Jakarta, Jejak - Indonesia.id | Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, menghadiri pembukaan Indonesian Prison Product and Art Festival (IPPA Fest) Aloha 2025 yang digelar di kawasan tepi laut Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Kamis (07/08). Festival ini menjadi gelaran kedua IPPA Fest setelah sukses perdana diadakan di Lapangan Banteng, namun kali ini hadir dengan nuansa yang berbeda dan lebih premium.

IPPA Fest Aloha 2025 digelar dalam semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Suasana pantai yang meriah dipadu dengan hamparan produk unggulan hasil karya warga binaan menjadikan event ini tak hanya sebagai ajang promosi, tetapi juga momentum apresiasi terhadap proses pembinaan yang berjalan di balik tembok lapas dan rutan.

Kegiatan ini turut dibuka langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas semangat transformasi pemasyarakatan yang terus menunjukkan wajah positifnya di tengah masyarakat.

"IPPA Fest bukan sekadar pameran, tapi wajah baru dari pemasyarakatan yang berdaya, berkarya, dan dipercaya. Saya bangga melihat hasil karya warga binaan yang kualitasnya tidak kalah dengan produk komersial,” ujar Agus.

Usai sambutan, Agus Andrianto didampingi Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Wakil Menteri HAM, serta Wakil Ketua Komisi III DPR RI, bersama-sama membunyikan lonceng sebagai simbolis pembukaan resmi IPPA Fest Aloha 2025.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, yang turut hadir dan menjadi penggagas utama kegiatan ini, menyampaikan bahwa IPPA Fest adalah bagian dari langkah besar untuk memajukan institusi pemasyarakatan.

"Ini bukan hanya tentang menjual produk, tapi tentang mengubah stigma. Pemasyarakatan adalah ruang pembinaan, pemberdayaan, dan pengharapan. IPPA Fest adalah etalase dari keberhasilan itu,” tutur Mashudi.

Berbeda dengan IPPA Fest sebelumnya, kali ini produk yang ditampilkan adalah barang-barang pilihan premium dari masing-masing UPT yang dikoordinasikan langsung oleh Kantor Wilayah. Setiap stan menampilkan kualitas terbaik, mulai dari produk kayu, batik, kriya kulit, hingga karya seni rupa kontemporer yang memiliki nilai estetika tinggi.

Kakanwil Ditjenpas Jatim, Kadiyono, menyampaikan rasa bangganya atas peran aktif Kanwil Jatim dalam event berskala nasional ini. Produk dari warga binaan Jatim, menurutnya, mampu bersaing dan menunjukkan kelasnya di antara karya-karya unggulan lainnya.

"Kami hadir membawa kebanggaan. Produk warga binaan kami tidak hanya mencerminkan keterampilan, tapi juga harapan untuk masa depan yang lebih baik. IPPA Fest menjadi panggung mereka untuk didengar dan dilihat oleh masyarakat luas,” ungkap Kadiyono.

Sebagai penutup, Kadiyono juga berharap agar IPPA Fest bisa terus menjadi agenda rutin tahunan yang mampu mendorong perubahan paradigma masyarakat terhadap pemasyarakatan.

"Kami berharap IPPA Fest tidak berhenti sebagai seremoni, tapi menjadi gerakan kolektif untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap hasil pembinaan. Karena di balik jeruji, ada potensi besar yang siap menginspirasi,” pungkasnya. (red)

IMG-20250810-WA0115

Ketum Faat Respon R. Mas Agus Rugiarto Sindir Rekan yang Hanya Banyak Teori Tanpa Aksi

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Ketua Umum Fast Respon (FRN), R. Mas MH Agus Rugiarto SH, melontarkan sindiran tajam kepada sejumlah pihak yang dinilai hanya pandai mengeluh dan berteori, namun enggan turun langsung membuat berita atau melakukan aksi nyata.Minggu 10-08-2025.

Menurut Agus, banyak rekan di lapangan yang sering mengkritik atau memberi masukan, tetapi tidak diimbangi dengan kontribusi konkret. “Kebanyakan hanya bicara teori, tapi malas membuat berita. Padahal kerja nyata jauh lebih penting daripada sekadar omongan,” tegasnya.

Ia menegaskan, di dunia jurnalistik dan advokasi, kemampuan mengumpulkan data, menyusun laporan, dan menyajikan informasi akurat jauh lebih dibutuhkan daripada sekadar retorika. “Kalau semua hanya mengeluh, siapa yang mau bekerja?” tambahnya.

Agus mengajak seluruh anggota FRN dan insan pers untuk kembali fokus pada kerja lapangan, memperkuat investigasi, serta menghasilkan pemberitaan yang bisa memberi dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, itulah bentuk tanggung jawab moral sekaligus profesionalisme.

“FRN bukan tempat untuk sekadar bicara. Kita harus turun langsung, membuat berita yang berbobot, dan menghadirkan kebenaran untuk publik,” tutup Agus. (red)

IMG-20250810-WA0051

Pengunjung Jazz Gunung Series di Tera Kota Gandrung Banyuwangi, Tetap Antusias Meski Diiringi Hujan Gerimis

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Hujan gerimis menambah kesan pegunungan kian kental di tengah penampilan sejumlah musisi jazz dalam gelaran Jazz Gunung Ijen 2025 di Taman Gandrung Terakota, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada Sabtu (9/8/2025) malam.

Sebagai pembuka, para penonton asyik menikmati sajian jazz dari Dua Empat yakni Alvin Ghazalie dan Misi Lesar. Duo gitaris ini tampil menakjubkan bersama tujuh rekannya. Membawakan beberapa lagu di album terbarunya bertajuk Dua Empat.

Tampilan mereka menyedot animo luar biasa. Beberapa lagu yang ditampilkan yakni Would you be Mine, My Funny Guy, Isn’t It Romantic?, From Friendship to Lovers, dan lainnya. Beberapa trek yang dibawakan merupakan lagu album baru mereka.

Alvin Ghazalie dan Misi Lesar, mengaku sangat antusias tampil pertama kali di Gunung Ijen, Banyuwangi. Pasangan suami istri ini mengaku sangat takjub dengan pemandangan dan udara yang luar biasa. Sangat berbeda di tempat mereka tinggal.

"Kita selalu amaze dengan venuenya, kayak experience yang berbeda. Memadukan alam dengan musik jazz. Kayaknya itu menjadi experience tersendiri," ujarnya.

Ia berharap Jazz Gunung selalu ada tiap tahun. Jika bisa di semua gunung Indonesia. Karena Jazz Gunung ini dinilainya menjadi tempat dan wadah buat para musisi untuk selalu bisa mengekspresikan musik khususnya jazz.

"Semoga jazz gunung nemuin balancenya untuk terus konsisten," ujarnya.

Tampilan The Aartsen ft Adam Zagorski juga luar biasa dengan latar patung-patung Gandrung di panggung Jazz Gunung Ijen 2025.

Band jazz keluarga ini berhasil memukau para penonton. Tak satu pun penonton dari berbagai wilayah beranjak saat mereka tampil.

Penampilan ketiga yakni Irsa Destiwi Trio asal Bali. Tampil di tengah gerimis hujan tak menyurutkan antusiasme penonton.

Masyarakat dari berbagai wilayah bahkan membawa jas hujan untuk menyaksikan penampilan pianis dan komposer yang dikenal lewat karya jazz berpadu dengan musik klasik itu.

Penampil yang tak kalah ditunggu yakni Trumpetist asal Perancis, Fabien Mary bersama Kevin Yosua. Mereka membawakan Close Your Eyes sebagai pembuka penampilan.

Sebagai penutup ada artis kondang Banyuwangi, Suliyana. Ia membawakan beberapa lagu bersama Glam Orchestra. Sebagai penampil pamungkas, Suliyana and Glam Orchestra tampil memukau, sehingga membuat tetap semangat dan antusias meski hujan gerimis tetap mengiringi alunan musik.

Pada momentum Jazz Gunung tahun ini, ada satu panggung lain yang berada di venue depan. Ada Jazz Patrol Kawitan dan Surabaya Pahlawan Jazz yang tampil menghibur para penonton.

Menurut Sigit Pramono, Penggagas Jazz Gunung, BRI Jazz Gunung series ini secara konsep tiap tahunnya tak jauh berbeda. Karena selama ini pihaknya mengusung pagelaran jazz di ruang terbuka dengan selalu memasukkan jazz etnik.

"Komposisinya selalu ada pemain lokal. Seperti jazz patrol, Surabaya pahlawan jazz," ungkapnya.

Gelaran Jazz Gunung Ijen 2025 yang merupakan Series 3 di even Jazz Gunung 2025 ini juga menyuguhkan pameran seni visual bekerjasama dengan ISI Yogyakarta. Kemudian, pameran batik bersama maestro batik dari Pekalongan, Dudung Alisyahbana.

Turut hadir menyaksikan ada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama sang suami Abdullah Azwar Anas dan beberapa pejabat Forkopimda menyaksikan sajian jazz hingga akhir. (tfq)

error: Content is protected !!