Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 263

Berita

IMG-20250813-WA0060

Mahasiswa Anti Korupsi Indonesia Sumut Akan Gelar Aksi di Polda & Kejati, Desak Usut Dugaan Penyelewengan Dana BOS SMAS Kesuma Bangsa Londut

Medan, Jejak - Indonesia.id |  Mahasiswa Anti Korupsi Indonesia Sumatera Utara (MAKI Sumut) akan menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat, 15 Agustus 2025, menuntut penegakan hukum atas dugaan penyimpangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAS Kesuma Bangsa Londut pada Tahun Anggaran 2023 dan 2024.

Aksi ini akan dimulai pukul 10.00 WIB dengan titik kumpul di MMTC Pancing, kemudian massa yang berjumlah sekitar 70 orang akan bergerak menuju Polda Sumut dan Kejati Sumut sebagai titik aksi.

Dalam pernyataan sikapnya, MAKI Sumut mengungkapkan hasil investigasi awal yang menemukan dugaan manipulasi anggaran, pembayaran honor yang tidak wajar, dan penggunaan dana yang tidak transparan. Mereka menduga praktik tersebut berpotensi melanggar hukum dan merugikan keuangan negara.

Adapun tuntutan yang akan dibawa dalam aksi tersebut, antara lain:

1. Kejati Sumut segera memeriksa Kepala Sekolah dan bendahara terkait potensi penyalahgunaan Dana BOS 2023–2024.

2. BPKP dan Inspektorat melaksanakan audit investigatif menyeluruh dan mempublikasikan hasilnya ke publik.

3. Dinas Pendidikan Sumut menonaktifkan Kepala Sekolah selama proses audit dan menunjuk pelaksana tugas sementara.

4. Pihak sekolah membuka dokumentasi dan bukti fisik (kwitansi, absensi, daftar honor, dokumentasi kegiatan) sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.

5. Jika terbukti melanggar hukum, pelaku diproses pidana dan ditahan tanpa kompromi sesuai UU Pemberantasan Korupsi.

Aksi ini akan dilengkapi dengan berbagai perlengkapan seperti toa, spanduk, dan pernyataan sikap tertulis. MAKI Sumut menegaskan, gerakan ini dilakukan demi menegakkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan. (Adel)

IMG-20250813-WA0091

Polresta Banyuwangi bersama Polsek Jajaran dan Bulog Salurkan Puluhan Ton Beras SPHP Ludes Diserbu Warga

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Ribuan warga Banyuwangi menyerbu puluhan titik penyaluran Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Polresta Banyuwangi bersama polsek jajaran dan Bulog Kancah Banyuwangi, Rabu (13/8/2025). Hanya dalam hitungan jam, seluruh stok beras langsung habis.

GPM digelar serentak dari pusat kota hingga pelosok desa. Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp 12.000 per kilogram atau Rp 60.000 untuk kemasan lima kilogram.

“Total beras yang kami salurkan hari ini mencapai puluhan ton,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra.,S.I.K., M.Si., M.H.,

Kepala Bulog Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, menegaskan stok beras SPHP di gudang masih aman dan kegiatan akan terus digelar secara berkala.

Lokasi penyaluran tersebar di antaranya :
Sat pam obvit di Simpang 5 Banyuwangi, Polsek Rogojampi di Balai Desa Blimbingsari, Pasar Rogojampi, Polsek Kalipuro di Pasar Kalipuro, Polsek Srono menyalurkan di Pasar Srono, Polsek Gambiran penyaluran Di depan Radio Bintang Tenggara, Polsek Tegalsari penyaluran di pasar Tegalsari, Polsek Songgon penyaluran di Lapangan Sragi, Polsek Sempu dan Polsek Glenmore di Halaman polsek masing masing, Polsek Purwoharjo melaksanakan di Pasar Purwoharjo. Polsek Bangorejo penyaluran di pasar Shubuh, Polsek Silinagung menyalurkan di perempatan krombang, Polsek cluring penyaluran di Pasar Taman Agung, Polsek Tegaldlimo penyaluran di Simpang 4 Dam Buntung.

Sejak pagi, antrean warga terlihat di berbagai titik. “Berasnya bagus dan lebih murah daripada di pasar. Sangat membantu,” ujar Romlah (47)

Dengan sinergi antara Polresta, polsek jajaran, dan Bulog, Gerakan Pangan Murah ini diharapkan mampu menjadi solusi memperkuat ketahanan pangan di Banyuwangi.(red)

IMG-20250813-WA0103

Mini Launching Pusat Layanan Terpadu Sampah Rumah Tangga (Pusat Latsar Sampah) TPS3R di Sumberrejo Banyuwangi

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Kelurahan Sumberrejo Banyuwangi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Dusun Krajan, pada hari Rabu (13/08/2025) Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus meningkatkan kesadaran warga dalam pengelolaan sampah.

Kepala Kelurahan Sumberrejo (Ndaru Tutus Priyo Handoko S.,STP., M.M) menjelaskan, TPS3R ini akan mengelola sampah rumah tangga secara terpadu.
“Sampah organik akan diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang.

Harapannya, lingkungan menjadi lebih bersih dan masyarakat mendapat manfaat ekonomi,” ujarnya.

Peresmian TPS3R ini juga dihadiri oleh Camat Banyuwangi (Hartono ..Sos., M.si) Perwakilan DLH, Danramil Banyuwangi (Kapten Handoko) Serta tokoh masyarakat Sumberrejo.

Dalam acara tersebut, dilakukan simulasi pemilahan sampah kepada warga dan penyerahan perlengkapan kerja seperti keranjang pilah, timbangan, dan mesin pencacah organik.

Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi (Agus) menambahkan, keberadaan TPS3R merupakan bagian dari program nasional pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Target kita adalah mengurangi timbulan sampah hingga 30 persen dan meningkatkan daur ulang hingga 70 persen pada tahun 2025,” jelasnya.

Warga setempat menyambut positif pembukaan TPS3R ini.
Menurut Muhajir, salah satu warga Dusun Krajan kini mereka lebih mudah memisahkan sampah dan berharap lingkungan menjadi lebih sehat.

Dengan beroperasinya TPS3R ini, pemerintah desa menegaskan komitmennya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan. (red)

IMG-20250813-WA0097

Forum Banyuwangi Bergerak Kecam Pernyataan PLH Sekda Soal Kenaikan PBB

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Gabungan elemen aktivis Banyuwangi yang tergabung dalam Forum Banyuwangi Bergerak (FBB) menyatakan sikap keras terhadap pernyataan Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (PLH Sekda) Kabupaten Banyuwangi, Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, M.M., yang akrab disapa Kanda.

Dalam pernyataannya, Kanda menyebut bahwa isu kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Banyuwangi adalah “hoax”. Namun, FBB menilai pernyataan tersebut justru menyesatkan publik.

“Mana yang disebut hoax? Faktanya, pada Rabu, 6 Agustus 2025 lalu, Peraturan Daerah (Perda) kenaikan PBB telah disepakati dan ditandatangani oleh Bupati Banyuwangi bersama DPRD Kabupaten Banyuwangi yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD, Bapak Michael,” tegas juru bicara FBB.

FBB menilai pernyataan PLH Sekda justru berpotensi menjadi penyebaran informasi yang tidak benar. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar Pemkab Banyuwangi segera membatalkan Perda tersebut.

“Jika tidak dibatalkan, pada 25 Agustus mendatang kami akan menggelar aksi besar-besaran sebagai bentuk perlawanan rakyat terhadap kebijakan yang membebani masyarakat,” tegas FBB dalam keterangan resminya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Banyuwangi belum memberikan tanggapan resmi terkait sikap penolakan dari Forum Banyuwangi Bergerak tersebut. (red)

IMG-20250813-WA0059

Rancang Program Penguatan Pemuda Lintas Iman di Banyuwangi, Eco Bhinneka Muhammadiyah Lakukan Kajian Kewilayahan

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Jawa Timur Eco Bhinneka Muhammadiyah tengah menyusun rencana implementasi program Memperkuat Inisiasi Kepemimpinan Kaum Muda Lintas Iman dalam Perubahan Iklim melalui Keadilan Gender atau Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism (SMILE). Rencana implementasi tersebut diawali dengan menggelar kegiatan Assessment Lokasi melalui FGD yang digelar di Desa Kalipait dan Desa Temurejo, Kabupaten Banyuwangi, 12 Agustus 2025.

“Kegiatan assessment lokasi bertujuan untuk memperoleh data awal dan gambaran mendalam mengenai karakteristik sosial, keagamaan, ekologi, dan potensi kepemudaan yang ada di dua kecamatan target,” ungkap Zahrotul Janah, Focal Point SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi.

Rangkaian acaranya, terang Zahrotul, dimulai dengan FGD di Desa Kalipait (Dusun Kutorejo) pada sesi pagi dan Desa Temurejo (Dusun Sumberjambe) pada sesi sore. Diskusi tersebut membahas potensi usaha ramah lingkungan berbasis komunitas, isu ekologi yang dihadapi warga, hingga tantangan penerapan program berbasis eco literacy, eco sociopreneurship, dan advokasi iklim.

“Acara ini dihadiri perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, komunitas pemuda, dan organisasi perempuan dari tiap desa,” lanjutnya. Setelah FGD, tim Eco Bhinneka Muhammadiyah juga berkesempatan melakukan survei lapangan untuk melihat langsung kondisi sosial dan ekologis wilayah tersebut. “Kami ingin menggali cerita dari tokoh-tokoh yang hadir. Cerita dari masing-masing tentang bagaimana merawat kerukunan dan toleransi, menjaga lingkungan, yang menjadi keunikan dan kekayaan lokal Desa Kalipait dan Desa Temurejo,” ujarnya.

Mewakili Desa Kalipait, Erik selaku BUMDES Kalipait menyambut baik upaya assessment ini. “Kami di setiap kegiatan contohnya kirab budaya selalu melibatkan semua unsur. Saat kegiatan Takbir, warga dari berbagai latar belakang, ikut mengatur lalu lintas. Ketika ada perayaan ogoh-ogoh keliling umat muslim turut menjaga keamanan. Kita saling melengkapi, dan saling membantu,” ungkap Erik.

Sementara itu, Mujiono mewakili Kepala Desa Temurejo mendukung rencana pelaksanaan kegiatan Eco Bhinneka Muhammadiyah. “Semoga acara ini memberi kemanfaatan untuk pemuda dan organisasi keagamaan. Menyatukan misi keberagaman dengan kepedulian lingkungan adalah hal penting yang perlu kita dorong,” sambungnya.

Selain menggali informasi lewat FGD, tim juga melakukan wawancara mendalam dengan kepala desa, tokoh agama, dan perwakilan organisasi lokal. Pendekatan partisipatif dan analisis berbasis gender digunakan untuk memahami situasi secara menyeluruh.

Hasil assessment ini nantinya akan dirangkum dalam sebuah hasil kajian yang memuat peta aktor dan komunitas strategis, profil ekologi dan sosial, potensi serta tantangan program, hingga daftar calon mitra lokal. Hasil kajian tersebut menjadi panduan penting untuk memastikan implementasi SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah di Banyuwangi berjalan efektif dan inklusif.

Tentang Program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah

Eco Bhinneka Muhammadiyah saat ini tengah melaksanakan program Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism (SMILE), yaitu inisiatif untuk memperkuat kepemimpinan kaum muda lintas iman dalam menghadapi perubahan iklim melalui pendekatan keadilan gender dan ekofeminisme. Program ini mendorong keterlibatan aktif generasi muda—terutama perempuan dan kelompok disabilitas—dalam membangun kesadaran, pengetahuan, dan aksi konkret dalam mencegah serta menghadapi krisis iklim. Salah satu pelaksanaan utama program ini berada di Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan Eco Bhinneka Muhammadiyah dapat diikuti melalui website ecobhinnekamuhammadiyah.org dan Instagram @ecobhinneka.

Reporter : Rio

error: Content is protected !!