Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 260

Berita

IMG-20250816-WA0094

Dikukuhkan Bupati Ipuk, 75 Paskibraka Banyuwangi Siap Bertugas di Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Sebanyak 75 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dikukuhkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Jumat malam (15/8/2025). Mereka akan bertugas pada upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, di Taman Blambangan, 17 Agustus 2025.

Pengukuhan Paskibraka dijalani seluruh anggota Paskibraka yang telah melalui pemusatan latihan selama 12 hari sejak 4 Agustus.

“Selamat. Kalian adalah putra-putri terpilih dan terbaik Banyuwangi untuk menjalankan amanah ini,” kata Ipuk.

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat. Seluruh lampu pendopo dimatikan saat para Paskibraka membacakan Ikrar Putra Indonesia dengan lantang. Mereka juga tampak larut mengucapkan dan melakukan prosesi mencium bendera Merah Putih sembari diiringi lagu Padamu Negeri.

Ipuk mengingatkan bahwa misi Paskibraka tidak berhenti pada upacara peringatan kemerdekaan. Nilai nasionalisme, patriotisme, kepeloporan, dan kepemimpinan yang terbentuk harus terus hidup dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Hari ini kalian dikukuhkan bukan hanya untuk gagah sehari, tetapi akan menjadi teladan sepanjang waktu,” ujarnya.

Koordinator Pelatih Paskibraka, Kapten Laut (KH) Lanal Banyuwangi, Rianto menjelaskan, formasi yang digunakan untuk pengibaran bendera tahun ini adalah formasi angka 17 dan 45.

“Ini baru pertama kali kita adakan. Mudah-mudahan ini jadi tonggak sejarah bagi mereka, dan formasi ini akan ditiru di tahun-tahun yang akan datang,” ungkapnya.

Selain itu, untuk upacara penurunan bendera, formasi yang digunakan juga berbeda. Para anggota akan membentuk formasi huruf U, memberikan sentuhan unik pada prosesi penurunan bendera merah putih.

"Semoga dilancarkan sampai mereka selesai bertugas," tambahnya.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Mujiono, Pj. Sekda Guntur Priambodo, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, Kajari Banyuwangi, dan perwakilan Kodim 0825 Banyuwangi.

Pada Upacara HUT ke - 80 Kemerdekaan RI bertindak sebagai pembawa baki bendera Jasmine Azzahra Adya Putri (SMA 1 Glagah)

Petugas pengerek bendera, Revalizha Nazzar Syahzidane (SMAN Glenmore); pembentang Andreas Oktaviani (SMKN Kalibaru); pengulur Andrian Edi Chandra (SMAN 1 Giri Taruna Bangsa); dan pemberi aba-aba Dinar Ayu Wulandari (SMAN 2 Taruna Bhayangkara).

Di sore hari, petugas penurunan bendera terdiri atas pengerek Muh. Darvesh Rizqy G (SMAN 2 Taruna Bhayangkara); pembentang Samuel Billy Umbu Kaleka P (SMAN 2 Taruna Bhayangkara); pengulur Firmansyah Revanliandra P (SMAN Dharussholah); pemberi aba-aba Nola Navila Nurmasari (SMAN 1 Gambiran).

Petugas pembawa baki bendera Nesya Kalista Riandini (SMAN Purwoharjo). (red)

IMG-20250816-WA0042

Sambut HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lapas Banyuwangi Gelar Jalan Sehat

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar kegiatan jalan sehat, Sabtu (16/8).

Acara yang berlangsung meriah ini diikuti oleh seluruh pegawai Lapas Banyuwangi serta Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS).

Kegiatan jalan sehat digelar dengan rute mengelilingi area sekitar Lapas Banyuwangi. Peserta terlihat antusias mengikuti acara yang menambah semarak perayaan kemerdekaan.

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujua untuk memeriahkan HUT RI, tetapi juga membentuk tubuh yang sehat dan bugar bagi seluruh pegawai.

"Selain sebagai bentuk syukur atas kemerdekaan Indonesia, jalan sehat ini juga menjadi ajang silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan antarpegawai serta keluarga besar Lapas," ujarnya.

Usai menyelesaikan rute jalan sehat, acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize sederhana sebagai bentuk hiburan. Hadiah-hadiah menarik dibagikan kepada peserta yang beruntung, menambah keceriaan suasana.

Melalui kegiatan ini, Lapas Banyuwangi berharap dapat terus berkontribusi dalam memupuk semangat kemerdekaan serta menjaga kesehatan dan kebugaran seluruh insan Pemasyarakatan. (red)

IMG-20250815-WA0297

Puluhan Nelayan Di Pantura Sampang Mulai Memanaskan Mesin Perlawanan.

Sampang, Jejak - Indonesia.id | Puluhan nelayan di Pantura Sampang mulai memanaskan mesin perlawanan. Mereka menggelar konsolidasi menjelang aksi unjuk rasa yang akan melibatkan ratusan nelayan dari lima kecamatan di pesisir utara Madura, Jumat (15/8/2025).

Massa nelayan akan bergerak dari Kecamatan Banyuates, Ketapang, dan Sokobanah (Kabupaten Sampang), ditambah Kecamatan Batu Mar Mar dan Pasean (Kabupaten Pamekasan). Gelombang aksi ini akan mengarah ke dua titik strategis: kawasan Maspion Petronas Gresik pada 19 Agustus 2025 dan kantor SKK Migas Jabanusa di Surabaya pada 20 Agustus 2025.

Faris Reza Malik, koordinator lapangan aksi, menegaskan bahwa tujuan mereka jelas: meminta pertanggungjawaban penuh atas kerusakan ribuan rumpon nelayan yang hancur akibat kegiatan 3D Seismik Migas Petronas pada Agustus 2024 di perairan utara Madura.

“Kami tidak mau lagi mendengar alasan atau lempar tanggung jawab. Petronas harus bayar ganti rugi. Kalau tidak, mereka tidak punya hak melakukan eksploitasi di Sumur Hidayah,” kata Faris.

Nada serupa dilontarkan Holik dan Muhammad, nelayan asal Desa Banyuates dan Masaran. Mereka menuding Petronas hanya pandai berjanji namun tak pernah menepati.

“Selama rumpon nelayan belum diganti, jangan harap Petronas bisa bebas bekerja di wilayah kami,” ujar keduanya dengan nada keras.

Sengkarut ini bermula ketika Petronas mengklaim telah membayar ganti rugi rumpon kepada PT Elnusa, pihak pelaksana seismik. Informasi itu disampaikan oleh Fathir, karyawan Petronas, yang bahkan berjanji akan membuka bukti transfer secara transparan kepada nelayan. Namun, hingga berita ini diturunkan, janji itu tak pernah diwujudkan.

Situasi ini membuat nelayan merasa dibohongi dan dilecehkan. Bagi mereka, aksi 19–20 Agustus bukan sekadar unjuk rasa—tetapi peringatan keras kepada Petronas dan SKK Migas bahwa masyarakat pesisir Madura tidak akan diam ketika haknya diinjak. (red)

Oplus_131072

Agus Flores: Ribuan Wartawan dari Sabang hingga Merauke Bergabung di FRN

Jakarta, Jejak - Indonesia.id |  Ketua Umum Perkumpulan Wartawan (PW) Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, Agus Flores, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya saat ini telah menaungi ribuan wartawan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.

“Jaringan wartawan FRN tersebar di seluruh penjuru tanah air. Kami hadir untuk bersinergi dengan Polri, mendukung penegakan hukum, dan mengawal informasi yang akurat untuk masyarakat,” ujar Agus Flores, Jumat (15/8/2025).

Selain dikenal sebagai tokoh pers yang memiliki jejaring luas, rekam jejak digital Agus Flores juga menyimpan kisah menarik terkait silsilah keluarganya. Dalam catatan tersebut, kakeknya dikenal sebagai sosok berani di tubuh Polri — seorang pejuang Polri dari NTT asal Flores bernama Andrias Ade, yang dijuluki Sniper Laso Buaya karena keberaniannya.

Nama asli Agus Flores tercatat sebagai Raden Mas MH Agus Rugiarto, SH. Ayahnya berasal dari Jawa Timur dari trah Kyai dan Priyai. Priyai sendiri adalah kasta tertinggi pada zaman Majapahit, yang identik dengan kaum bangsawan dan pemimpin pemerintahan.

Dari garis keturunan ayah, Agus Flores adalah cucu dari beberapa tokoh besar, di antaranya:

Raden Astrodiarjo (Mbah Sidorjo) – cikal bakal nama Sidoarjo.

R. Sumoharjo (Mbah Sumo) – priyai yang dikenal di wilayah Besuki, Situbondo.

KH Abdul Rozak Soleh (Mbah Soleh) – seorang kyai tersohor yang memiliki kharomah di Besuki.

Dengan latar belakang tersebut, Agus Flores tidak hanya membawa semangat jurnalisme, tetapi juga warisan keberanian, kepemimpinan, dan pengabdian kepada bangsa yang mengakar kuat dari keluarganya. (red)

IMG-20250815-WA0135

Agus Flores Ingatkan HUT RI ke-80, Pemerintah Wajib Utamakan Kepentingan Rakyat

Jakarta, Jejak - Indonesia.id | 15 Agustus 2025 - Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN), Agus Flores, mengingatkan bahwa momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 harus menjadi titik tolak bagi pemerintah untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar mengutamakan kepentingan rakyat.

“Kemerdekaan yang kita rayakan hari ini adalah hasil perjuangan darah dan air mata para pahlawan. Akan sangat memalukan bila kebijakan pemerintah malah menguntungkan segelintir orang dan menyengsarakan rakyat banyak,” tegas Agus Flores.

Ia menilai masih ada kebijakan di lapangan yang kurang berpihak kepada masyarakat, mulai dari harga kebutuhan pokok, akses kesehatan, pendidikan, hingga masalah lingkungan yang kerap diabaikan.

“PW FRN tidak akan diam. Kami akan berdiri di garis depan untuk mengawal, mengkritisi, bahkan membongkar kebijakan yang bertentangan dengan semangat pro-rakyat,” ujarnya dengan nada tegas.

Agus Flores juga menekankan bahwa HUT RI bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mengoreksi arah kebijakan nasional.

“Jangan biarkan rakyat hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Kemerdekaan yang sejati adalah ketika rakyat merasakan kesejahteraan secara nyata,” pungkasnya.

PW FRN di bawah komando Agus Flores menegaskan komitmennya untuk menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis, independen, dan tegas demi menjaga marwah kemerdekaan serta memastikan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Penulis: Tim PW FR
Sumber: PW Fast Respon

error: Content is protected !!