Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 262

Berita

Polish_20250814_104654606

Agus Flores Tegaskan: Teguran Itu Kesempatan, Bukan Sekadar Kata

Jakarta, Jejak - Indonesia.id |  Ketua Umum PW Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, Agus Flores, menyampaikan pesan bernada tegas yang menyoroti perilaku enggan memperbaiki diri meski sudah mendapat teguran.

Dalam unggahan visual yang beredar, Agus menyatakan, “Manusia kalau ditegur, nggak berubah, berarti urat sarafnya sudah putus.” Ucapan tersebut menyiratkan kritik keras kepada pihak-pihak yang dinilai abai terhadap nasihat maupun koreksi.

Agus tidak menyebutkan target spesifik dari pernyataan itu. Namun, sindiran yang disampaikan secara umum tersebut dipandang dapat “menyentil” siapa pun yang merasa tindakannya tak kunjung berubah meski telah diingatkan.

FRN selama ini dikenal aktif menyuarakan kritik konstruktif serta mendorong transparansi dan kepatuhan pada aturan di berbagai sektor.

Pernyataan terbaru Agus disebut sebagai pengingat agar setiap individu—baik pejabat publik, pengelola lembaga, maupun masyarakat—mau melakukan evaluasi diri.

“Teguran itu hakikatnya kesempatan untuk memperbaiki. Kalau sudah diingatkan, ya berubah.” demikian garis besar pesan yang ingin ditegaskan. (red)

IMG-20250814-WA0019

Menolak Kenaikan Pajak Bumi Bangunan 200%, Si Raja Demo: AKSI KAMI SUDAH BENAR!!! PERNYATAAN KANDA YANG TIDAK BENAR!!!

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Setelah hari sabtu (09/08) mendirikan posko rakyat menolak kenaikan Pajak Bumi Bangunan (PBB) 200% atau tiga kali lipat di depan Taman Makam Pahlawan (TMP). Kemarin hari kamis (13/08) Forum Banyuwangi Bergerak (FBB) menggelar aksi demo di depan kantor Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Banyuwangi.

Aksi yang digagas oleh FPB merupakan bentuk solidaritas dari masyarakat Banyuwangi terhadap masyarakat Pati yang menolak kenaikan pajak PBB-PP 250%. Selain itu, tujuan dari FBB melakukan demo adalah untuk menolak perubahan Peraturan Daerah (PERDA) No. 1 Tahun 2024 yang telah disahkan oleh Bupati bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi pada 6 Agustus 2025.

Perubahan tarif menjadi single tarif flat 0,3% rata tanpa membedakan kategori kemampuan ekonomi warga dan menghapus sistem multi tarif yang sebelumnya diman, tarif PBB-P2 0,1% untuk rakyat kecil, 0,2% untuk kelompok menengah, dan 0,3% untuk kalangan pemilik properti mewah berdasarkan klasifikasi Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Sekarang semua disamaratakan 0,3%, dan hal ini dinilai sangat memberatkan rakyat kecil khususnya masyarakat menengah kebawah.

Aksi demo yang berjalan damai tersebut, dihebohkan dengan kemunculan seorang aktivis muda Banyuwangi yang dijuluki Si Raja Demo. Pemuda yang bernama lengkap Bondan Madani tersebut, hadir ditengah-tengah peserta aksi dengan membawa pamflet dari kertas buffalo yang bertuliskan AKSI KAMI SUDAH BENAR!!! PERNYATAAN KANDA YANG TIDAK BENAR!!!

Hal itu, membuat semua orang tertuju pada tulisan yang di bawa oleh Bondan. Bahkan membuat pihak media bertanya-tanya apa maksud dari tulisan tersebut, dan siapa sosok KANDA yang dimaksud. Setelah selesai berorasi, awak media mencoba untuk mewawancarainya. Tetapi alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini langsung pergi dengan terburu-buru meninggalkan tempat aksi.

Kemudian, pihak wartawan mencoba menghubungi Bondan. Melalui sambungan telepon via WhatsApp (WA) Bondan mengatakan jika dirinya ikut aksi karena rasa solidaritas sebagai sesama aktivis dan rindu dengan suasana aksi serta orasi.

"Pasti semua penasaran dengan tulisan yang saya bawa kemarin pada saat aksi. Silahkan teman-teman tafsirkan sendiri, karena kami tidak bermaksud menuju person. Tulisan tersebut spontan kami buat di TMP untuk membuat suasana aksi menjadi hidup," Ucap Bondan Madani, Kamis 14 Agustus 2025.

Bondan menjelaskan, ketika masih aktif di HMI dan mengikuti kaderisasi organisasi, dirinya mendapatkan materi menajemen aksi. Dan menurut pemateri, aksi akan menjadi menarik atau memiliki daya tarik jika ada suatu kejadian didalam pelaksanaannya. Apalagi kejadian tersebut diluar skenario dari koordinator lapangan (KORLAP) maupun penanggung jawab aksi.

"Terbukti kan, foto saya dengan membawa tulisan itu menyebar luas di MEDSOS. Artinya kehadiran saya pada waktu aksi itu bisa membuat viral, dan hal ini setidaknya bisa menjaga nama baik saya yang dijuluki Si Raja Demo," Selorohnya sambil tertawa.

Sebagai penutup, Bondan mengatakan jika dirinya mendukung perjuangan rekan-rekan FBB. Apalagi ketika mendengar posko rakyat dipindah ke sebelah kantor DPRD Banyuwangi, pihaknya sangat setuju dengan keputusan itu. Menurutnya, aksi berikutnya harus digelar di gedung legislatif, karena sebagai wakil rakyat anggota dewan merupakan orang pertama yang harusnya melakukan penolakan ketika ada rencana pajak PBB-PP akan dinaikkan oleh pemerintah daerah.

"Seperti yang saya sampaikan pada saat orasi, pajak adalah cara paling biadab untuk mempertahankan peradaban. Daripada menaikkan pajak PBB-PP 200%, kenapa pemerintah tidak menaikkan pajak para oligarki. Salah satunya adalah tambang emas Gunung Tumpang Pitu, percuma kita memiliki kekayaan alam dan dieksploitasi jika tidak ada manfaatnya untuk rakyat Banyuwangi," Pungkasnya.

"Saya tidak melihat ada bentuk nyata dari CSR BSI yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Banyuwangi. Jangan hanya ambil emasnya, lalu kami rakyat Banyuwangi dibiarkan hidup dalam kerusakan". Imbuhnya. (red)

Polish_20250813_213135922

PW Fast Respon Apresiasi Polresta Banyuwangi, Aksi Presisi Gagalkan Penyelundupan 3.150 Botol Arak Bali

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN) DPC Banyuwangi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satuan Perintis Presisi Polresta Banyuwangi yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minuman keras (miras) ilegal jenis arak Bali di pintu keluar Pelabuhan Ketapang, pada Selasa (12/8/2025).

Aksi pengungkapan yang dilakukan Tim Patroli Perintis Presisi ini dinilai PW FRN sebagai langkah konkret dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kesehatan masyarakat.

Ketua PW FRN Banyuwangi, Agus Samiaji, menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata profesionalisme dan kecepatan respons aparat di lapangan.

“Polresta Banyuwangi menunjukkan kerja yang presisi, sigap, dan tegas. Ini bukan hanya penegakan hukum semata, tetapi juga bentuk perlindungan terhadap generasi muda dari bahaya miras ilegal. Kami mengapresiasi setinggi-tingginya dan berharap langkah ini terus dilakukan secara konsisten,” tegas Agus, Rabu (13/8/2025) siang.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan 63 dus arak Bali yang disembunyikan di dalam bak truk Isuzu Nopol N 8544 EW. Masing-masing dus berisi 50 botol, dengan total 3.150 botol miras ilegal.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menyatakan bahwa barang bukti, kendaraan, dan sopir telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Kami menduga kuat miras ini berasal dari Bali dan akan diselundupkan ke wilayah Malang. Penyidik saat ini tengah mengembangkan penyelidikan guna mengungkap jaringan pemasok dan pemesan,” jelas Kapolresta.

PW FRN Banyuwangi menilai keberhasilan ini merupakan sinyal kuat bagi para pelaku kejahatan lintas daerah, bahwa Banyuwangi tidak akan menjadi jalur aman peredaran barang terlarang. Organisasi ini juga mendorong sinergi berkelanjutan antara kepolisian, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat untuk menutup celah peredaran miras dan narkoba.

“Banyuwangi harus menjadi daerah yang aman, tertib, dan bebas dari miras ilegal. Kami siap mendukung dan mengawal setiap langkah aparat penegak hukum,” pungkas Agus.

Dengan penindakan tegas ini, Polresta Banyuwangi tidak hanya menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran miras ilegal, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian. (rag)

IMG-20250813-WA0409

Kolaborasi KKN UNIIB dan Desa Kedungringin Perkuat Pengelolaan Sampah

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Kelompok Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Islam Ibrahimy (UNIIB) Banyuwangi 02 Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, melakukan pendampingan revitalisasi administrasi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Resik, Selasa (12/8/2025).

Revitalisasi ini bertujuan memperbarui sistem manajemen dan teknis operasional KSM Resik yang merupakan salah satu unit usaha BUMDes Kedungringin. Sejak berdiri pada 2019 dengan 18 anggota, KSM Resik mengalami penurunan jumlah anggota hingga tersisa 7 orang akibat berbagai kendala operasional.

Koordinator terpilih, Mas U’un, menyampaikan apresiasi atas pendampingan KKN UNIIB.

“Terima kasih atas loyalitas dan arahan yang diberikan, semoga manajemen operasional kami ke depan semakin baik,” ujarnya. Dukungan penuh juga datang dari Kepala Desa Kedungringin.

Ketua Kelompok KKN 02 UNIIB, Syehnur Bongkar Pamungkas, menjelaskan bahwa revitalisasi ini menjadi langkah awal untuk menguatkan legalitas administrasi KSM Resik.

“Kami akan terus mendampingi, membangun komunikasi, dan berkolaborasi dengan stakeholder pemerintah Banyuwangi agar pengelolaan sampah lebih optimal,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan membawa dampak positif bagi KSM Resik dan menjadi contoh bagi kelompok masyarakat lain dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah secara berkelanjutan. (red)

IMG-20250813-WA0186

Direkomendasi Menkes, Organisasi Kesehatan Internasional jadikan Banyuwangi Pilot Project Care Companion Program

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Mendukung pelayanan bidang kesehatan di Banyuwangi, organisasi nirlaba internasional Noora Health menggelar Program Pendamping Perawatan (Care Companion Program/CCP). Para tenaga kesehatan diajak untuk mengedukasi dan melatih keluarga pendamping pasien guna mempermudah perawatan pasien di rumah.

Program Pendampingan Keluarga ini melatih para perawat untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada warga tentang tindakan terbaik seorang pengasuh keluarga khususnya bagi anggota keluarga prioritas (sakit/ibu hamil) di tingkat rumah ataupun selama perawatan di rumah sakit.

Program yang telah berjalan sejak Januari 2025 ini melibatkan 1175 tenaga kesehatan dari 45 puskesmas dan 2 RSUD. Mulai dokter, perawat, bidan dilatih bagaimana memberikan materi edukasi pada keluarga pasien.

Co-CEO & Co-Founder, Noora Health dr. Shahed Alam mengatakan lembaganya hadir di Banyuwangi sebagai bagian dari pilot project program kesehatan di Indonesia yang mendukung sistem kesehatan dengan menjadikan keluarga sebagai pihak yang berperan penting dalam perawatan pasien.

“Saat kami bertemu dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin beliau merekomendasikan Banyuwangi sebagai salah satu daerah yang dinilai akan siap untuk menerima program ini. Karena bidang kesehatan Banyuwangi dinilai berjalan dengan baik,” kata dr. Shahed Ahmad.

Ia mengatakan program ini melatih tenaga kesehatan, seperti di rumah sakit, Puskesmas, Posyandu, agar sistem kesehatan dapat mempersiapkan keluarga secara efektif dalam merawat pasien.

Program ini juga menyediakan layanan konsultasi jarak jauh. Warga dapat mengakses informasi dan mengajukan pertanyaan kepada platform Pendamping Keluarga Noora Health berbasis WhatsApp.

Shahed Ahmad sendiri berkesempatan bertemu dengan Bupati Ipuk Fiestiandani di Kantor Bupati Banyuwangi pada 11 Agustus 2025 lalu. Selama di Banyuwangi dr. Shahed Ahmad juga sempat mengunjungi kegiatan edukasi kepada warga yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di sejumlah puskesmas di Banyuwangi.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan pengasuh keluarga adalah komponen sistem kesehatan yang seringkali terabaikan namun vital. Membekali keluarga dengan keterampilan dan pengetahuan untuk merawat orang terkasih di rumah adalah hal penting.

“Keluarga memainkan peran sangat penting, meskipun seringkali diremehkan dan diabaikan. Saya kira program ini sangat baik karena fokus pada upaya penanganan pasien di rumah. Dengan edukasi yang tepat untuk menghasilkan tindakan perawatan yang benar, maka perawatan di rumah dapat mengurangi tingkat fatalitas bagi pasien yang sakit serta mempercepat penyembuhan pasien yang sakit,” kata Ipuk, Rabu (13/8/2025).

Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan Amir Hidayat, saat ini 1.175 tenaga kesehatan telah terlatih dan mendapatkan paket edukasi. Sebanyak 470 tenaga kesehatan untuk pelatihan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta 705 tenaga kesehatan untuk pelatihan gabungan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan KIA.

“Program ini telah menjangkau hampir 50 ribu warga yang mendapatkan edukasi terkait perawatan pasien selama di rumah,” pungkasnya. (red)

error: Content is protected !!