Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 253

Berita

IMG-20250824-WA0042

Calo Tiket Bus Terminal Bungurasih Dikeroyok Sudah Di Tangani Kanitreskrim Polsek Waru,AKP Adik Agus Putrawan S.H.,M.H. Dengan Cepat

Sidoarjo, Jejak - Indonesia.id | Terminal Bungurasih di Sidoarjo memang terkenal sebagai sarang calo tiket bus.Banyak penumpang yang menjadi korban penipuan calo tiket di Terminal ini.Praktek calo ini yang merajalela di Terminal Bungurasih disebabkan minimnya pengawasan dan sanksi yang lemah dari pihak pengelola terminal.

Dalam kasus Rudy, seorang calo tiket bus di kawasan Terminal Bungurasih, Sidoarjo, dikeroyok sejumlah orang karena diduga tidak mau mengembalikan uang tiket sesuai harganya ,menunjukkan bahwa calo tiket di Terminal ini beroperasi dengan sangat agresif.Rudy dikeroyok setelah salah satu penumpang bus tujuan Banyuwangi merasa dirugikan karena hanya diberi pengembalian Rp 100.000 dari tiket seharga Rp.125.000.

Peristiwa pengeroyokan itu sempat terekam kamera dan viral di media sosial dan dibenarkan oleh Kanitreskrim Polsek Waru,AKP Adik Agus Putrawan S.H.,M.H.,terjadi pada hari Rabu (20/8/25) sekitar pukul 05.00 WIB.Agus menyampaikan,kejadian itu bermula saat salah satu penumpang bus yang belum diketahui identitasnya hendak naik bus tujuan Banyuwangi.

"Dia datang sekitaran pukul 03.00 WIB.Sampai di pintu keluar bus antar Kota ditawari (tiket) oleh saudara Rudy alias Kentit seorang calo tiket,penumpang itu membeli tiket dari Rudy namun, hingga pukul 05.00 WIB, bus tak kunjung diberangkatkan.Ia lantas meminta uang pengembalian tiket dari Rudy.

Karena merasa jengkel kemudian penumpang tadi menghubungi kawan-kawannya dan datang sekitar 6-8 orang dengan membawa kendaraan motor langsung mengeroyok Rudy," ucapnya.

Saat ini,polisi melakukan penyelidikan meski Rudy belum diketahui keberadaannya dan belum melapor ke Polsek Waru.

Kita masih mencari karena korban belum melapor,masih kita cari di rumah sakit ya,"ujarnya.(Redho)

IMG-20250823-WA0100

Deteksi Dini, 44.917 Pelajar di Banyuwangi Telah Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Program pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak dan remaja (usia 7 - 18 tahun) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, telah menyasar 44.917 pelajar di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan program yang dimulai sejak 14 Juli 2025 tersebut, akan terus dilakukan hingga menjangkau 184.771 siswa, mulai SD hingga SMA baik sekolah negeri, swasta maupun sekolah keagamaan (pondok pesantren).

“Pemeriksaan kesehatan masih akan terus kita laksanakan hingga menjangkau seluruh pelajar di Banyuwangi,” kata Ipuk, Jumat (22/8/2025).

Ipuk menjelaskan, pemeriksaan kesehatan gratis sangat bermanfaat untuk upaya deteksi dini penyakit pada pelajar, dan menjadi bahan pemerintah untuk melakukan tindakan pencegahan.

"Pemeriksaan kesehatan ini menjadi deteksi dini. Hasil dari pemeriksaan menjadi bahan evaluasi, sehingga fasilitas kesehatan baik Puskemas dan rumah sakit segera melakukan tindakan. Misalnya ditemukan karies gigi pada anak, langsung dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan, begitu juga jika ditemukan potensi penyakit lainnya,” kata Ipuk.

Pemkab Banyuwangi juga rutin melakukan pencegahan melalui pemberian tablet tambah darah (TTD), untuk menghindari anemia pada sejumlah remaja putri

Ditambahkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat, memasuki pekan ke-enam pelaksanaan, program ini telah menjangkau 35.372 siswa SD, 8.292 siswa SMP , dan 1.253 siswa SMA.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, mayoritas siswa dalam kondisi baik.

“Untuk pemeriksaan tekanan dan kadar gula darah, mayoritas siswa dinyatakan normal. Namun demikian, meski kecil kita juga menemukan kasus hipertensi dan hiperglikemia,” urai Amir.

Gangguan kesehatan gigi (karies) dan pendengaran juga ditemukan. Begitu juga dengan gangguan kesehatan mata, yang diduga karena pengaruh intensitas tinggi penggunaan gadget.

"Siswa yang terdeteksi terdapat gangguan kesehatan, sudah langsung ditindaklanjuti oleh Puskesmas atau rumah sakit," tambah Amir. (red)

IMG-20250823-WA0054

PW FRN DPC Banyuwangi Apresiasi Langkah Cepat Polresta Tangkap Penganiaya Musisi Senior

Banyuwangi, Jejak – Indonesia.id |  PW Fast Respon Nusantara (FRN) DPC Banyuwangi memberikan apresiasi kepada Polresta Banyuwangi atas gerak cepat menangkap FS (32), warga Desa Olehsari, pelaku penganiayaan terhadap tiga musisi senior pada Selasa (12/8/2025) malam.

Ketua DPC PW FRN Banyuwangi, Agus Samiaji, menyebut tindakan cepat aparat menunjukkan komitmen melindungi pekerja seni.
“Musisi adalah aset daerah. Mereka layak dilindungi, bukan malah jadi korban kekerasan,” tegasnya, Jumat (22/8/2025).

Kasus ini sebelumnya terjadi saat sebuah pentas musik di Olehsari ricuh. Pelaku memukul dan menginjak korban, termasuk musisi senior Nanang Ariyanto, hingga harus mendapat perawatan medis. (red)

IMG-20250823-WA0105

Peresmian Klinik AiMed di Banyuwangi, Dihadiri PLH Sekda dan Anggota DPRD Komisi I

Banyuwangi, Jejak – Indonesia.id | Klinik kesehatan AiMed resmi berdiri di Banyuwangi. Peresmian tersebut berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Ir. Guntur Priambodo, selaku Pelaksana Harian (PLH) Sekretaris Daerah Banyuwangi, serta Marifatul Kamilah, anggota DPRD Banyuwangi Komisi I dari Fraksi Partai Golkar. Sabtu. 23 Agustus 2025.

Klinik AiMed berlokasi di Jalan Kolonel Sugiyono, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi Kota. Hadirnya klinik ini diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan masyarakat dengan fasilitas yang lebih modern dan terjangkau.

Dalam sambutannya, PLH Sekda Banyuwangi Ir. Guntur Priambodo menyampaikan apresiasi atas inisiatif berdirinya klinik tersebut.
"Kami berharap Klinik AiMed dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat Banyuwangi, sekaligus mendukung visi pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata," ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Banyuwangi, Marifatul Kamilah, juga menekankan pentingnya sinergi antara pihak swasta dan pemerintah dalam mendukung sektor kesehatan.
"Kehadiran klinik ini bukan hanya menambah fasilitas kesehatan, tapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Semoga dapat terus berkembang dan memberi manfaat luas," katanya.

Dengan peresmian ini, masyarakat Banyuwangi kini memiliki tambahan pilihan layanan kesehatan yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan derajat kesehatan di daerah tersebut. (red)

IMG-20250823-WA0147

Misteri Hilangnya Gadis 16th Berhasil di Ungkap Anggota Polresta Banyuwangi

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Hilangnya dara belia berinisial FA usia 16 Tahun sejak minggu 17 Agustus 2025, berhasil di temukan anggota Polresta Banyuwangi sabtu tanggal 23 Agustus 2025 dini hari dalam kondisi sehat. 23/08/25

Gerak cepat anggota polresta banyuwangi dalam mengungkap hilangnya FA 16Th, patut di apresiasi.

FA 16Th saat ini masih berstatus pelajar di sekolah menengah kejuruan di Banyuwangi. hilangnya FA menjadi pelajaran untuk semua orang tua agar lebih mengawasi dan menjaga anaknya dalam pergaulan.

Ibunda FA Halimah saat di jumpai awak media menyampaikan rasa terimakasih sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolresta Banyuwangi dan Bapak Kasat Reskrim beserta jajarannya. Yang telah berhasil menemukan anak saya dalam kondisi sehat.

"Saya sangat berterimakasih kepada kepada Bapak Kapolresta Banyuwangi dan Bapak Kasat Reskrim beserta jajarannya. Karena telah berhasil menemukan putri saya yang hilang" Ungkap Halimah

Saat ini terduga pelaku berinisial AS yang membawa FA sudah di amankan di Mapolresta Banyuwangi untuk proses lebih lanjut.

Reporter : Rio

error: Content is protected !!