Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 250

Berita

4d1fd7a0d9644bca8f928f204671c45e

Muludan Bumi Blambangan Bagikan Ribuan Telur hingga Hadirkan Ustadz Wijayanto

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Ribuan telur tradisi Endog-Endogan dikirab keliling kota dalam Muludan Bumi Blambangan yang Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Masjid Agung Baiturrahman, Banyuwangi, Senin (29/9/2025). Telur berhias itu dibagikan ke masyarakat yang berjejal di sepanjang jalan dan di sekitar masjid.

“Ini adalah salah satu cara masyarakat Banyuwangi dalam memuliakan hari kelahiran Nabi Muhammad. Berbagi telur atau endog-endogan,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat mengikuti arak-arakan.

Endog-endogan adalag tradisi masyarakat Banyuwangi yang dilakukan dalam peringatan Maulif Nabi. Telur rebus yang telah dihias ditancapkan dalam jodang (pelepah pusang) dan selanjutnya diarak keliling kampung.

Pembagian telur tersebut, imbuh Ipuk, tak semata sebagai sebuah budaya luhur yang sarat simbol ajaran keagamaan. Namun, juga berharap menjadi simbol gotong royong, saling empati dan menjaga kerukunan.

“Semoga dengan Muludan ini, kita bisa meneladani Nabi Muhammad. Mengasah empati dan gotong royong sebagaimana yang diajarkan oleh beliau. Juga senantiasa menjaga kerukunan bersama,” harap Ipuk.

Tak sekadar kirab Endog-Endogan, Muludan Bumi Blambangan juga menyenandungkan Maulid Barzanji dengan langgam khas masyarakat Osing, Banyuwangi. Menambah kemeriahan dan keunikan peringatan hari lahir Nabi Muhammad tersebut.

Muludan Bumi Blambangan juga semakin khidmat dengan kehadiran para ulama. Tampak di antaranya Ketua Umum MUI Banyuwangi KH. Muhaimin Asymuni, KH. Suyuthi Thoha, KH. Achmad Wahyudi, KH. Toha Muntoha, KH. Mukhdlar Atim, Ustadz Andi Hidayat dan sederet ulama lainnya. Serta, mubalig nasional, Ustadz Wijayanto.

Ustadz Wijayanto yang familiar di layar televisi itu, menyampaikan berbagai ilmu agama dengan ceria. Pembawaannya yang humoris membuat para jamaah larut. Lebih dari satu jam berinteraksi dengan audiensi yang banyak diisi oleh kaum perempuan tersebut.

“Saya sudah berkeliling ke seluruh Indonesia, tapi baru kali ini, saya merasakan sesuatu yang berbeda. Berkeliling membagikan telur kepada masyarakat bersama ibu bupati. Masyarakat pun antusias menyambut pemimpinnya,” ungkapnya.

Hal tersebut, imbuh Wijayanto, merupakan sebuah pertanda dari daerah yang senantiasa diberkahi oleh Allah SWT. “Jika rakyat dan pemimpinnya bersatu, saling menghormati dan memahami, maka ini adalah tanda-tanda dari sebuah daerah yang berkahi oleh Allah SWT. Semoga Banyuwangi senantiasa diberkahi,” pungkasnya. (red)

IMG-20250926-WA0109

Dinas PU CKPP Banyuwangi Rampungkan Jembatan Darurat Sungailembu, Warga Siap Melewati Jalur Penghubung Tiga Desa

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id || Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman (DPU CKPP) rampungkan pengerjaan jembatan darurat Sungailembu yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Pesanggaran.

Jembatan dengan sistem knock down ini dirancang khusus untuk dilalui kendaraan roda empat dengan kapasitas maksimal 10 Ton. Dua bulan sebelumnya Dinas PU CKPP juga telah menyelesaikan pembangunan jembatan darurat yang diperlukan untuk kendaraan roda dua.

Windarti (36), Warga Dusun Sungai Lembu, Desa Sumberagung, kepada Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, S.Pd., M.KP., yang tengah meninjau jembatan tersebut menyampaikan, “Alhamdulillah, dari Sungai Lembu ke Sarongan sekarang bisa berjalan lancar dan bisa beraktivitas seperti biasa. Mobil sekarang sudah bisa lewat. Terima kasih kepada Ibu Bupati dan Pemkab Banyuwangi yang sudah menyiapkan jembatan ini,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).

Sebelumnya Jembatan yang diperkirakan berusia 45 Tahun ini mengalami retak dan ambles akibat luapan aliran sungai, pada 15 Juli 2025. Sebagai bentuk tanggap darurat atas musibah yang memutus akses warga ditiga desa, Pemkan Banyuwangi melalui Dinas PU CKPP Banyuwangi, bergerak cepat membangun jembatan darurat untuk roda dua dalam waktu empat hari, tepatnya pada 19 Juli 2025.

Sementara kendaraan roda empat hanya bisa menyeberangi sungai ketika arus sungai mengecil. Namun saat debit air meningkat, sungai ini ini tidak bisa dilalui.

Kini dengan rampungnya pembangunan jembatan roda empat, aktivitas warga di tiga Desa Sumberagung dengan Kandangan dan Sarongan kembali normal.

“Alhamdulilah sudah selesai dan bisa dilewati mobil. Jembatan ini menjadi prioritas karena menghubungkan tiga desa di Kecamatan Pesanggaran. Selanjutnya jembatan permanen akan kami bangun di lokasi jembatan yang lama pada 2026,” ujar Ipuk.

Jembatan darurat ini dibangun sekitar 300 meter dari lokasi jembatan lama. Ipuk mengatakan, pembangunan dua jembatan darurat ini menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar 2,6 miliar, yang memang dikhususkan untuk kondisi kebencanaan.

Ipuk juga berterima kasih kepada warga yang telah bergotong-royong dan mendukung selama pembangunan jembatan darurat ini. “Terima kasih pada masyarakat Pesanggaran yang turut membantu dan mendukung berdirinya jembatan ini,” tambah Bupati Ipuk.

Plt. Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si. menjelaskan, pembangunan jembatan darurat ini memakan waktu dua bulan karena rangkanya dirakit langsung di pabrik.

“Lokasi ini dipilih karena bentangnya paling sempit, hanya 30 meter, sehingga lebih efisien untuk pemasangan jembatan sementara,” ungkap Yayan, sapaan akrabnya.

Dia menjelaskan, jembatan tersebut memiliki panjang 30 meter, lebar 3,5 meter, dan tinggi 2,1 meter.

Meski berstatus darurat, konstruksi dipastikan kokoh. Pondasi diperkuat batu bronjong berlapis di kedua bibir sungai, ditambah strous atau penguat hingga kedalaman empat meter.

“Rangka jembatan menggunakan besi kanal dengan sistem knock down,” imbuhnya.

Jembatan dengan sistem knock down yang juga dikenal sebagai jembatan Bailey, adalah jembatan sementara yang dirancang untuk pemasangan cepat dan mudah. Sistem knockdown memungkinkan pemasangan jembatan dalam waktu singkat, menjadi solusi ideal untuk situasi darurat sehingga cocok untuk penanganan bencana.

Karena sifatnya darurat, jembatan ini hanya boleh dilalui kendaraan roda empat dengan beban maksimal 10 ton. Diprioritaskan untuk kendaraan keluarga dan niaga ringan. Sedangkan truk besar tetap diarahkan melewati sungai.

Sementara untuk jembatan permanen, Pemkab Banyuwangi menargetkan pembangunannya dimulai 2026 di lokasi jembatan lama yang ambles.

“Jembatan eksisting rencananya akan dibangun kembali tahun depan, dengan estimasi pengerjaan enam bulan,” jelas Yayan. (tfq)

IMG-20250922-WA0890

Proyek rehabilitasi saluran irigasi di Desa Sumberanyar Diduga Menyerobot Sebagian Lahan Milik Warga 

Banyuwangi - Wongsorejo, Jejak - Indonesia.id | Proyek rehabilitasi saluran irigasi di Desa Sumberanyar, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, menuai permasalahan.

Warga pemilik tanah di Dusun Curahsawu, Putrus, mempertanyakan pelaksanaan proyek yang diduga menyerobot lahan miliknya tanpa izin.

Putrus, yang mewakili mertuanya, ST Khodijah, pemilik sah lahan bersertifikat hak milik (SHM), merasa keberatan karena sebagian tanahnya seluas sekitar 70 meter dengan lebar 40 cm digunakan untuk pembangunan saluran.

“Seandainya dari awal ada pemberitahuan ke kami, minimal minta izin atau bagaimana, tidak akan serumit ini. Proyek ini sudah memakai sebagian tanah saya,” ujar Putrus dengan nada tegas.

Ia meminta agar pihak terkait, khususnya pelaksana proyek, menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini secara musyawarah.

Jika tidak ada penyelesaian, Putrus mengancam akan meminta pembangunan saluran yang berada di atas tanahnya untuk dibongkar karena ia merasa tidak ikhlas lahannya digunakan.

Menanggapi keluhan warga, Puput, selaku Pengawas Pelaksana Kegiatan Kecamatan Wongsorejo, menjelaskan bahwa sebelum memulai proyek, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak desa untuk menentukan titik lokasi.

Puput mengaku didampingi oleh Rasman dan kepala dusun saat meninjau lokasi dan menentukan letak proyek.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberanyar, Niwi, yang sedang dalam kondisi sakit, menyatakan bahwa dirinya hanya menerima Surat Perintah Kerja (SPK) dari proyek tersebut. Ia mengaku belum pernah bertemu atau berkoordinasi dengan pihak pelaksana.

“Saya ini hanya penerima manfaat dari kegiatan ini,” jelas Niwi.

Proyek rehabilitasi saluran di Dusun Curahsawu, Desa Sumberanyar, ini menggunakan anggaran APBD Tahun Anggaran (TA) 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp 97.834.000,00. Proyek ini dikerjakan oleh CV Ayunda Jaya.

Hingga berita ini diturunkan, Putrus berharap semua pihak terkait dapat duduk bersama untuk mencari solusi terbaik demi menyelesaikan sengketa lahan ini.

IMG-20250922-WA0268

Sempat Menghilang, Marko Diduga Kembali Lagi Beroperasi Warga Minta Mabes Polri dan Polda Sulut Tangkap dan Proses Secara Hukum

Manado, Jejak - Indonesia.id | Praktik ilegal penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali terbongkar ada beberapa lokasi gudang penimbunan BBM, awak media mendapati aktivitas mencurigakan di sebuah gudang milik dari sih Raja mafia solar Marko, yang tertutup di kawasan Paniki Bawah Kecamatan Mapanget dan Desa Kapitu Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan.Senin 22 September 2025

Sebuah truk tangki berwarna biru putih yang bertuliskan nama perusahaan PT.Berkat Trivena Energi terlihat sedang terparkir di area gudang milik dari Marko, dugaan kuat tangki tersebut akan mengambil BBM hasil dari beberapa SPBU yang tidak jauh dari lokasi gudang penimbunan.Informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan bahwa lokasi tersebut sudah lama dicurigai sebagai tempat penyimpanan solar ilegal.

Marko juga sempat di targetkan oleh pihak Polda Sulut,akibat menyalagunakan BBM bersubsidi akan tetapi mafia tersebut sudah lagi melakukan aktivitas kembali.Marko ini dikenal sebagai pemain lama dalam jaringan mafia solar di wilayah Sulawesi Utara dan diduga telah menjalankan bisnisnya lagi.

Masyarakat yang mengetahui aktivitas tersebut mulai resah. Selain mengganggu kenyamanan lingkungan, aksi penimbunan ini dinilai merugikan masyarakat luas. Beberapa warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM solar di SPBU dan kami harus mengantri berjam-jam akibat terbatasnya pasokan.

“Solar makin susah didapat, antriannya panjang sekali. Kalau ada penimbunan seperti ini, ya jelas merugikan kami semua,” ujar salah satu sopir angkutan umum yang enggan disebutkan namanya.

Desakan pun muncul dari masyarakat agar pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) segera turun tangan. Warga berharap lokasi penimbunan segera bongkar agar barang bukti tidak sempat dipindahkan atau dimusnahkan, serta pelaku dapat segera ditangkap dan diproses hukum.

Warga juga menantang Mabes Polri dan Polda Sulut agar bisa mengambil tindakan tegas terhadap mafia BBM Marko yang sudah banyak merugikan negara dan diduga kebal hukum.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Namun masyarakat berharap kasus ini tidak kembali tenggelam seperti dugaan kasus-kasus serupa sebelumnya.

Tim.

53ce6ead1099441d9dbd3a034c120254

Guntur Priambodo Resmi Jadi Sekda Banyuwangi, Bupati Titip Amanah Integritas dan Kualitas Pelayanan Publik

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Bupati Banyuwangi secara resmi melantik Guntur Priambodo sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi. Prosesi pelantikan digelar di TPS 3 R Balak, Kecamatan Songgon, Senin (22/9/2025), dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan.

Acara pelantikan dihadiri oleh Wakil Bupati, para Asisten, Staf Ahli, Sekwan, Inspektur, Kepala Badan/Dinas, Satpol PP, Bagian, Direktur RSUD, Camat se-Banyuwangi, hingga tokoh masyarakat dan lintas agama.

Dalam sambutannya, Bupati Banyuwangi menegaskan bahwa posisi Sekda merupakan jabatan strategis yang menjadi motor penggerak birokrasi daerah. “Saya berharap Pak Guntur Priambodo dapat mengemban amanah ini dengan penuh integritas, memperkuat koordinasi antar perangkat daerah, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

Guntur Priambodo sendiri merupakan birokrat berpengalaman yang telah lama mengabdi di Pemkab Banyuwangi. Dengan pelantikan ini, ia resmi menempati posisi tertinggi dalam karier Aparatur Sipil Negara (ASN) di Banyuwangi.

Guntur Priambodo sesuai dilantik mengatakan, dirinya akan melaksanakan tugas mulia ini dengan sebaik-baiknya, "Hari ini saya telah dikukuhkan dan dilantik oleh Bupati, menjadi Sekda Banyuwangi, semoga kedepan saya bisa melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Komitmen saya menjadi Sekda akan melaksanakan pekerjaan dengan kerja keras, humanis dan akan sering turun ke masyarakat, untuk melihat mana-mana yang menjadi kebutuhan masyarakat," ucap Guntur.

Selain prosesi pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan, acara ini juga dirangkai dengan kegiatan sosial berupa penyerahan santunan kepada anak-anak. Kehadiran mereka menjadi simbol kepedulian pemerintah daerah terhadap generasi penerus bangsa.

Momen tersebut sekaligus menegaskan bahwa setiap agenda pemerintahan Banyuwangi tidak hanya berfokus pada birokrasi, tetapi juga menyentuh langsung sisi kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Dengan dilantiknya Sekda yang baru, diharapkan roda pemerintahan Banyuwangi semakin solid, responsif, dan inovatif dalam melayani masyarakat serta mewujudkan visi pembangunan daerah. (tfq)

error: Content is protected !!