Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 252

Berita

IMG-20250826-WA0286

Ketum FRN Counter Polri Agus Flores Desak Kapolda Riau Evaluasi Kasat Reskrim Polres Pelalawan

Pekanbaru, Jejak - Indonesia.id | Terkait maraknya pembalakan liar di kawasan hutan konservasi suaka margasatwa Kerumutan, ketua umum perkumpulan wartawan fast respon nusantara ( FRN ) counter polri Agus Flores memberikan arahan kepada wartawan yang tergabung dalam wadah organisasi FRN untuk menelusuri adanya informasi yang di berikan masyarakat, serta mengumpul kan data data yang akurat dan autentik untuk di berikan informasi tersebut kepihak kepolisian agar di tindak lanjuti.

Akan tetapi beda dengan kasat reskrim polres Pelalawan, ketika di berikan rekaman video terkait adanya tumpukkan kayu olahan ilegal logging di aliran sungai dan juga video truk Pengangkut Kayu Olahan Ilegal logging yang sarat akan muatan kayu olahan ilegal logging, kasat reskrim polres pelalawan slow respon dan bungkam, ada apa dengan kasat reskrim polres Pelalawan....????

Agus Flores ketua umum PW FRN mendesak Kapolda Riau agar mengevaluasi kasat reskrim polres pelalawan diduga slow respon dan bungkam terkait maraknya pembalakan liar di kawasan hutan konservasi suaka margasatwa Kerumutan kabupaten Pelalawan provinsi Riau.

Agus Flores Apakah lebih tinggi pangkatnya kasat reskrim dari pada Kapolres Pelalawan.....???

Beda hal nya dengan Kapolres Pelalawan Fast Respon langsung merespon laporan tim wartawan saya.

Serta mengarahkan untuk menghubungi kasat Reskrim dan memberikan langsung nomor kasat reskrim polres pelalawan.

Namun sangat di sayangkan kasat Reskrim polres Pelalawan slow respon dan bungkam.

Ketua umum perkumpulan wartawan fast respon nusantara mengapresiasi kinerja Kapolres Pelalawan AKBP Jhon Louis Letedera S.I.K respon cepat dan tanggap terkait laporan tim saya di lapangan, kabupaten Pelalawan Riau Selasa 26 Agustus 2025.

Kapolres Pelalawan AKBP Jhon Louis Letedera S.I.K patut di acungi jempol dan di berikan apresiasi setinggi-tingginya karena cepat merespon laporan anggota saya , akan tetapi tidak sama hal nya dengan tim anggota polres pelalawan yang di perintahkan Kapolres Pelalawan diduga kuat tim yang di perintahkan langsung oleh AKBP Jhon Louis Letedera S.I.K diduga kuat ada yang berkhianat.

Ketika Kapolres AKBP Jhon Louis Letedera S.I.K turun kan tim nya untuk melakukan Lidik terkait laporan anggota FRN pada hari Senin 18 Agustus 2025 informasi tersebut kuat dugaan sudah terlebih dulu sampai ke bos bos ilegal logging sehingga kayu olahan yang sudah standby di aliran sungai untuk di muat ke mobil nya pada malam hari di sembunyikan kembali ke rerumputan yang ada di aliran sungai sehingga tim yang di bentuk oleh AKBP Jhon Louis Letedera S.I.K tidak menemukan tumpukan hasil kayu olahan ilegal logging yang berasal dari hutan konservasi suaka margasatwa Kerumutan.

Hasil dokumentasi awak media FRN tampak tumpuk kan kayu di aliran sungai sekira pukul 09.40 wib berdasarkan video titik koordinat masih berada di sungai belum di sembunyikan lagi .

Ketika tim polres pelalawan turun ke sungai Kerumutan sekira pukul 11.00 wib lebih, menaiki pompong ( motor boat ) menyesusuri aliran sungai tumpukan kayu sudah tidak di temukan lagi kuat dugaan informasi bocor ke telinga bos ilegal logging kerna tim polres akan turun .

Ketum fast respon nusantara ( FRN ) counter polri Agus Flores desak Kapolres Pelalawan AKBP Jhon Louis Letedera S.I.K evaluasi TIM yang turun pada hari itu karena kuat dugaan ada yang berkhianat yang membocorkan informasi ke telinga bos bos ilegal logging.

Jangan kerena ada dugaan keterlibatan oknum tersebut diduga sudah terima setoran dari para Bos ilegal logging, rosak nama baik kepolisian polres Pelalawan, dimana nantinya rasa kepercayaan masyarakat hilang terhadap kepolisian polres pelalawan, dan jika benar ada Tim yang turun pada saat itu yang berkhianat pecat sahaja ( PTDH ) ," pinta ketum FRN Agus Flores.

Ketum fast respon nusantara ( FRN ) counter polri Agus Flores tegaskan negara tidak boleh kalah sama pemain ilegal logging, apalagi , karena kelestarian alam dan hutan serta lingkungan bukan sahaja Atensi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit sahaja akan tetapi Atensi Presiden Prabowo Subianto juga hal itu harus di garis bawahi dan harus di jalan kan dan di laksanakan," tutup Agus Flores. (red)

IMG-20250824-WA0555

BNNK + RKBK + LPSS + BCM = Squad Anti Narkoba, CFD Jadi Arena Edukasi Seru

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Minggu pagi (24/8/2025) di Taman Blambangan terasa istimewa. Biasanya, Car Free Day (CFD) hanya diwarnai peluh para pejoging, goweser dan aroma sate, tapi kali ini ada pemandangan unik: pelapak UMKM Banyuwangi Creative Market (BCM) berjualan sembari mengenakan pakaian adat Nusantara. Meriah, warna-warni, dan penuh semangat 80 Tahun Indonesia Merdeka. 🇮🇩✨

Selesai melayani pembeli, para pelapak langsung geser posisi: dari mode pedagang, mereka berubah jadi peserta Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Bayangkan, habis nawarin kopi gula aren, langsung serius dengerin materi bahaya narkoba. Multitalenta banget!

Acara yang dipandu Rachmad Hidayat, S.Kom Ketua BCM dan Hakim Said, SH Ketua Rumah Kebangsaan Basecamp Karangrejo (RKBK) itu menghadirkan squad lengkap: Yayasan Anti Narkoba LPSS, BNNK Banyuwangi, Bakesbangpol, Dinsos PPKB, UMKM BCM, sampai Klinik KDS Gitik Rogojampi.

Yudhi Erwanto mewakili Bakesbangpol bilang: “Saya lihat tadi UMKM BCM bisa kompak jualan di CFD, kita dari pemerintah daerah juga harus kompak hadir lawan narkoba. Semangat pagi ini bukti Banyuwangi kuat, guyub, dan nggak bisa dikalahkan narkoba.”

Ivan dari Dinsos PPKB menambahkan: “Pemkab Banyuwangi apresiasi penuh. Narkoba itu bukan hanya masalah hukum, tapi juga sosial. Kalau masyarakat dan UMKM ikut turun tangan, Banyuwangi pasti benar-benar Bersinar, bersih dari narkoba.”

Sementara itu, Hakim Said, SH, yang juga Ketua Yayasan Anti Narkoba Lapor Pulih Sehat Sejahtera (YAN LPSS), dengan semangat menyampaikan aspek hukum narkoba: “Narkoba itu musuh bersama. Kalau masih ada peredaran, jangan harap anak muda kita bisa sejahtera. Mari lawan, mari pulihkan, mari sejahterakan!”

Dari dunia UMKM, Rachmad Hidayat, S.Kom, Ketua BCM nyeletuk sambil bikin penonton ngakak: “Di CFD yang laku itu kopi, sate, dan kreativitas. Kalau narkoba? Cancel aja bos! Pelapak BCM itu anti narkoba, pro dagangan laris.”

Narasumber dari BNNK Banyuwangi, dari Seksi Berantas, mengupas gamblang soal bahaya narkoba. “Gerakan seperti ini penting, karena lawan narkoba itu kerja bareng, bukan cuma urusan polisi.”

Rudi Purwantoro, S.Kep., Ns. dari LPSS menambahkan:“Korban narkoba jangan dijauhi. Mereka harus kita pulihkan. Rehabilitasi itu kunci.”

Dari sisi kesehatan, Diah Fitrianingsih, S.Keb, Owner Klinik KDS sekaligus Divisi Kesehatan RKBK, berpesan: “Hidup bebas narkoba itu investasi kesehatan. Badan sehat, pikiran sehat, rejeki juga lancar.”

Sesi tanya jawab jadi makin seru sewaktu Mbah Gabut, salah satu pelapak BCM, angkat tangan. “Kalau narkoba sudah jelas No, miras juga No. Tapi kalau dagangan saya sepi di CFD, ada solusinya nggak? Apa BNNK bisa bantu promosi?”😀

Satu selasar pun ketawa bareng. Narasumber menimpali dengan santai: “Solusinya gampang, Mbah. Dekatkan lapak dengan kreativitas, jauhi narkoba. Barang bagus pasti laku. BCM kan sudah terbukti, Yes… Yes… Yes!”

Acara ditutup dengan yel-yel kompak:
💊 Narkoba, NO!
🍻 Miras-Minol, NO!
🤼‍♀️ Prestasi, YES!
🌞 Banyuwangi Bersinar, YES!
👑 BCM ? YES… YES… YES!!!

Sosialisasi P4GN kali ini bukan cuma soal edukasi, tapi juga bukti bahwa perang melawan narkoba bisa dikemas santai, penuh canda, tapi tetap serius makna. Banyuwangi pun makin yakin: bersih narkoba itu keren, kreatif tanpa narkoba itu juara! (red)

IMG-20250825-WA0000

Dirgahayu Hari Kemerdekaan RI Ke-80, PPGB Adakan Potong Tumpeng dan Hiburan Musik

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Dusun Guwo, Desa Grogol Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi berlangsung meriah. Meskipun Sederhana, kegiatan yang dilakukan oleh Pemuda Pemudi Guwo Bersatu (PPGB), membuat warga setempat tumpah ruah di area peringatan untuk melakukan tasyakuran potong tumpeng dan makan bersama, Minggu (24/8/2025) malam.

Sebelum malam puncak, Minggu pagi (24/8/2025) di isi dengan acara lomba-lomba yang berlangsung meriah dan penuh semangat dari para peserta dan warga.

Pembjna PPGB Sholihin menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemuda dan pemudi, warga dan pihak-pihak yang telah mendukung berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Kami sangat bersyukur acara ini dapat berjalan lancar dan menjadi momen menggugah nasionalisme bagi warga Dusun Guwo, Desa Grogol,” katanya.

Nampak, potong Tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia dan rasa syukur atas tidak terjadi kenaikan pajak bumi bangunan (PBB) di Banyuwangi. Potong tumpeng dilakukan oleh tokoh pemuda Taufiq diberikan kepada Bhabinkamtibmas Giri dan Ketua DPC GRIB Banyuwangi, Yahya Umar, dilanjutkan dengan makan bersama sebagai wujud kebersamaan dan persaudaraan warga Guwo.

Ketua DPC GRIB Banyuwangi, Yahya Umar mengapresiasi dan bangga kepada pemuda pemudi Guwo dalam memperingati hari kemerdekaan. "Saya melihat pemuda sini penuh kesemangatan dalam pengadaan kegiatan seperti ini. Ayo kita tingkatkan terus rasa nasionalisme yang tinggi, karena dengan pemuda yang tangguh, yang hebat maka akan tangguh pula suatu daerah tersebut," ujar Yahya.

Pasca potong Tumpeng, kegiatan diisi dengan hiburan musik baik penyanyi lokal dan artis-artis Banyuwangi.

Sementara itu pembina Pemuda Pemudi Guwo Bersatu, Sholihin menuturkan bahwa anggaran dalam kegiatan ini bersumber dari para pemuda dan para donatur. "Alhamdulillah, kegiatan ini bersumber dari para pemuda dan dibantu oleh para donatur, sehingga kegiatan pada hari ini berjalan dengan lancar dan sukses," tuturnya.

Hiburan musik yang dimeriahkan oleh artis-artis Banyuwangi menambah semarak suasana peringatan Agustusan malam ini. Peringatan HUT RI ke-80 di Dusun Guwo, Desa Grogol ini menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan semangat nasionalisme di kalangan pemuda dan warga. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat menuju Dusun Guwo Desa Grogol bahagia, makmur dan membanggakan. (tfq)

IMG-20250824-WA0049

Warga Perum Villa Mutiara Hijau 1, acara jalan sehat Dalam Rangka Peringatan HUT RI Ke–80 Tahun 2025

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-80, warga Perum Villa Mutiara Hijau 1, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, mengadakan acara Jalan Sehat pada Minggu, 24 Agustus 2025.

Kegiatan yang diselenggarakan khusus untuk warga RT, 04. RW, 02, perum villa mutiara hijau 1 berlangsung dengan meriah dan penuh antusiasme dari seluruh peserta. Dimulai pukul 07.00 WIB, jalan sehat ini sukses menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merayakan momen bersejarah bagi bangsa Indonesia.

"Acara ini dimulai dari fasum Villa Mutiara Hijau 1, yang menjadi titik kumpul bagi seluruh peserta jalan sehat. Sejak pukul 06.30 WIB, warga sudah mulai berdatangan dengan semangat yang tinggi, mengenakan pakaian olahraga dan atribut merah putih. Kehadiran warga yang sangat antusias menunjukkan betapa besar rasa nasionalisme dan kebersamaan di kalangan masyarakat.

Sebelum jalan sehat dimulai dengan senam Zumba bersama warga, Ketua Paguyuban, Mahfud, memberikan sambutan singkat yang berisi ajakan untuk menjaga semangat kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari serta terus menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Sambutan ini disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang sudah siap untuk berpartisipasi dalam acara ini.

"Rute jalan sehat ini cukup sederhana, namun penuh dengan makna. Dimulai dari lapangan Fasum 2, peserta berjalan mengelilingi beberapa titik penting area pemukiman warga. Rute ini dipilih bukan hanya untuk memberi kesempatan kepada peserta untuk berolahraga, tetapi juga untuk mempererat silaturahmi di antara warga perumahan yang mungkin jarang bertemu dalam kesehariannya.

Jalan sehat ini berlangsung dalam suasana yang penuh semangat dan kekeluargaan. Meskipun cuaca sedikit panas, hal tersebut tidak menyurutkan langkah para peserta untuk terus melangkah hingga garis finish yang kembali di Fasum Villa Mutiara Hijau 1. Sepanjang rute, peserta saling menyapa, bercengkerama, dan menikmati pemandangan sepanjang jalan.

"Anak-anak, remaja, hingga orang tua, semuanya ikut ambil bagian dengan semangat yang sama.
Setelah tiba di garis finish, para peserta kembali berkumpul di lapangan Fasum, untuk mengikuti sesi pengundian doorprize. Acara doorprize ini menjadi momen yang paling dinanti oleh peserta, di mana berbagai hadiah menarik sudah dipersiapkan oleh panitia, termasuk kompor gas, kipas angin, dan berbagai peralatan rumah tangga lainnya. Kegiatan ini menambah semarak acara jalan sehat, di mana peserta yang beruntung mendapatkan hadiah merasa sangat gembira dan berterima kasih kepada panitia penyelenggara.

Tidak hanya itu, doorprize juga menjadi ajang hiburan tersendiri, di mana peserta yang lain turut bersorak dan memberikan selamat kepada para pemenang. Acara ini benar-benar mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas.

Jalan sehat dalam rangka HUT RI ke-80 di perum villa mutiara hijau, ini tidak hanya sukses dari segi pelaksanaan, tetapi juga dari segi makna yang terkandung di dalamnya. Kegiatan ini berhasil mempererat hubungan antarwarga perumahan, memperkuat rasa cinta tanah air, dan tentu saja memberikan manfaat kesehatan bagi semua yang terlibat. Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan yang tercipta akan terus terjaga dan membawa dampak positif bagi kehidupan sosial bagi warga di perum Villa Mutiara Hijau 1.

"Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kerja keras panitia yang dikomandoi Mas Erhan, yang telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, serta dukungan penuh dari seluruh warga Villa Mutiara Hijau 1. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa-masa yang akan datang, sebagai wujud nyata dari rasa syukur atas kemerdekaan dan upaya untuk menjaga kekompakan masyarakat Perum Villa Mutiara Hijau 1.
(dayat)

IMG-20250824-WA0023

Seorang Balita Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan di Klinik Siaga Medika Candi Pari

Sidoarjo, Jejak - Indonesia.id | Kisah pilu dialami pasangan Hasan Bisri dan Siti Nur Aini, warga Dusun Candi Pari RT 12 RW 5, Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Sidoarjo. Putri mereka, Hanania Fatin Majida yang baru berusia 2 tahun 10 bulan, meninggal dunia pada Selasa (4/6/2025) setelah menjalani perawatan di Klinik Siaga Medika Candi Pari.

Kronologi bermula saat Hanania mengalami demam dan dibawa ke klinik tersebut. Pada kunjungan pertama, ia hanya diberikan obat jalan. Namun dua hari berselang, demamnya kembali tinggi dan keluarga kembali membawa Hanania ke klinik. Saat itu, keluarga sempat ingin menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun ditolak dengan alasan kartu tersebut tidak aktif. Akhirnya, pasien harus menjalani perawatan dengan biaya pribadi.

Padahal, menurut keluarga, kondisi ekonomi mereka tergolong kurang mampu. Sang ayah hanya bekerja sebagai sopir, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga.

Selama lima hari dirawat, kondisi Hanania tidak membaik. Justru, keluhan baru muncul, di antaranya luka melepuh pada tangan yang dipasangi infus. Memasuki hari kelima dini hari, Hanania mengalami kejang-kejang. Keluarga meminta agar pasien segera dirujuk ke rumah sakit umum. Namun, pihak klinik disebut keberatan karena biaya perawatan sebesar Rp3.020.000 belum dilunasi.

“Setelah kami memaksa dan menjaminkan KK asli, akhirnya anak kami dirujuk. Tapi saat itu kondisinya sudah kritis. Di RSUD Sidoarjo hanya bertahan 12 jam, lalu meninggal dunia,” ungkap Siti Nur Aini, ibu korban.

Yang mengejutkan, ketika pasien masuk ke RSUD Sidoarjo, pihak rumah sakit menyatakan bahwa KIS milik Hanania ternyata masih aktif. Fakta ini membuat keluarga semakin mempertanyakan alasan penolakan KIS oleh pihak klinik sejak awal.

Menurut keterangan keluarga, kondisi Hanania saat tiba di RSUD Sidoarjo sangat memprihatinkan. Tubuhnya mengalami pembengkakan, membiru di sekujur badan, melepuh di tangan dan kaki, serta muncul bintik-bintik pada telapak kaki. Dokter yang menangani bahkan sudah tidak bisa banyak berbuat karena kondisi pasien terlanjur kritis.

Lebih memilukan lagi, meski Hanania telah meninggal dunia, pihak klinik disebut tetap menagih sisa biaya perawatan.

Awak media mencoba menghubungi pihak klinik melalui nomor telepon yang digunakan untuk penagihan. Penerima panggilan, seorang perempuan bernama Mbak Jihan, melempar konfirmasi ke dokter dan bagian administrasi yang sebelumnya piket. Namun, tidak ada jawaban tegas terkait perawatan maupun biaya yang ditagihkan.

Selain pihak klinik, awak media juga berupaya meminta keterangan kepada Nurhadi, Kepala Desa Candi Pari, melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon. Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada jawaban maupun balasan yang diterima.

Pada Sabtu (23/8/2025), awak media sempat mendatangi kediaman keluarga korban. Namun, akses menuju lokasi klinik dan balai desa terhalang karena dipakai kegiatan gerak jalan peringatan HUT RI, sehingga upaya klarifikasi hanya dilakukan melalui sambungan telepon.

Kasus ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai standar pelayanan kesehatan, khususnya terkait penolakan penggunaan KIS yang ternyata masih aktif, keterlambatan rujukan, serta sikap pihak klinik yang disebut masih menagih biaya meski pasien sudah meninggal dunia. Hingga kini, klarifikasi resmi dari pihak Klinik Siaga Medika belum berhasil diperoleh.

(Redho)

error: Content is protected !!