Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 256

Berita

IMG-20250817-WA0150

Melihat Keseruan Cabe Rawit Rungkut Kidul Meriahkan HUT RI ke 80

Surabaya, Jejak - Indonesia.id | Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 kali ini dirayakan dengan penuh semangat oleh warga LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Rungkut Kidul Surabaya Acara yang digelar pada Minggu (17/8/2025) ini tak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga suasana sederhana dan hangat, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang kental.

Beragam lomba 17 Agustus yang disajikan kali ini benar-benar memikat perhatian, terutama bagi anak-anak. Lomba-lomba seperti makan kerupuk, memindahkan gelas secara estafet, dan balon, menjadi ajang yang mengundang gelak tawa dan keceriaan. Kegiatan ini melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak TK hingga kelompok-kelompok kecil. Tak hanya sebagai hiburan, lomba-lomba ini juga berfungsi mempererat kerjasama dan kekompakan di antara mereka. Hal ini selaras dengan gerakan 29 karakter yang diusung LDII, yang bertujuan membentuk karakter luhur pada anak-anak sejak dini.

Ibu Ida salah satu ibu dari peserta lomba, dengan penuh kebanggaan mengungkapkan, "Saya gembira dan bangga melihat anak-anak penuh semangat mengikuti perlombaan dalam rangka peringatan HUT RI. Semoga mereka menjadi anak-anak yang saleh dan salehah yang akan mewarisi estafet kepemimpinan kelak." Tak hanya anak-anak, para ibu juga ikut meramaikan acara dengan perlombaan khusus mereka, menunjukkan bahwa merayakan kemerdekaan adalah momen yang menyenangkan untuk semua kalangan

Keragaman lomba ini memastikan bahwa semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa, dapat merasakan kemeriahan Hari Kemerdekaan dengan cara yang menyenangkan.

Momen-momen lucu dan menghibur yang disajikan memperlihatkan bahwa perayaan 17 Agustus bisa dilakukan dengan beragam cara yang menarik dan penuh kegembiraan.

Kehadiran para remaja dan orang tua sebagai penonton juga turut menambah semarak suasana. Wajah-wajah ceria mereka menunjukkan bahwa acara ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga kesempatan untuk mempererat hubungan sosial dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda. Keceriaan di setiap sudut dan riuhnya sorakan penonton menjadi bukti bahwa perayaan ini berhasil menciptakan ikatan yang kuat dan penuh makna.

Dengan penuh semangat dan kebersamaan, warga LDII Rungkut Kidul telah berhasil menjadikan perayaan HUT RI ke-80 sebagai momen yang tak terlupakan. Semoga semangat dan keceriaan ini dapat terus menginspirasi kita semua untuk menjaga dan merayakan kemerdekaan dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan.

(Redho)

IMG-20250817-WA0156

Poso Diguncang Gempa 5,8 SR, 29 Orang Luka dan Ratusan Warga Mengungsi

Poso, Jejak - Indonesia.id | Minggu pagi di Poso, Sulawesi Tengah, berubah menjadi momen penuh kepanikan ketika gempa berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang daerah itu. Guncangan kuat yang berlangsung sekitar 15 detik membuat warga di Kecamatan Poso Pesisir, termasuk Desa Masani, Tokorondo, Towu, Pinedapa, Tangkura, dan Lape, berhamburan keluar rumah mencari tempat aman.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa utama terjadi pada pukul 05.38 WIB dengan pusat gempa di laut, 13 kilometer barat laut Kota Poso pada kedalaman 10 kilometer. Hingga pukul 07.10 WIB, BMKG melaporkan sudah ada 10 gempa susulan, dengan kekuatan terbesar magnitudo 3,2. Meski demikian, hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Namun, dampaknya cukup signifikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 29 orang mengalami luka-luka, dua di antaranya dalam kondisi kritis dan dirujuk ke RSUD Poso. Enam orang lainnya mendapat perawatan di Puskesmas Tokorondo, sementara sisanya ditangani langsung oleh tim medis di lokasi. Sebuah rumah ibadah, Gereja Jemaat Elim di Desa Masani, juga dilaporkan rusak akibat guncangan.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat 433 jiwa atau 184 kepala keluarga terdampak gempa, terdiri atas lansia, balita, dan penyandang disabilitas. Banyak warga memilih bertahan di luar rumah karena masih dihantui gempa susulan. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi tenda, alas tidur, selimut, makanan siap saji, hingga perlengkapan bayi.

Kepala BNPB, Suharyanto, menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan darurat, termasuk mendirikan tenda dan menyalurkan obat-obatan. Ia mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada, serta menghindari bangunan retak yang berpotensi roboh.

BMKG mengingatkan agar informasi hanya diikuti dari sumber resmi. Masyarakat juga diimbau menyiapkan tas siaga berisi kebutuhan pokok sebagai langkah antisipasi.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa Sulawesi Tengah berada di wilayah rawan gempa. Namun di balik kepanikan, solidaritas warga terlihat nyata: saling membantu, menolong, dan memastikan keluarga serta tetangga dalam keadaan selamat. (red)

IMG-20250817-WA0162

Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuwangi Gelar Upacara Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | 17 Agustus 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuwangi menggelar upacara bendera di halaman kantor pada Sabtu (17/08/2025).

Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat nasionalisme dari seluruh peserta.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuwangi, Machfoed Effendi, A.Ptnh., memimpin langsung jalannya upacara. Seluruh pegawai dan jajaran Kantah Banyuwangi mengikuti upacara dengan tertib, mengenakan pakaian adat Indonesia.

Kegiatan upacara ini menjadi momen penting untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan serta meningkatkan semangat nasionalisme di lingkungan kerja. Melalui peringatan HUT RI ke-80 ini, Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuwangi berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta berkontribusi dalam pembangunan nasional, khususnya di bidang pertanahan. (red)

IMG-20250817-WA0167

13 Warga Binaan Lapas Banyuwangi Langsung Bebas Usai Terima Remisi Umum dan Remisi Dasawarsa

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Sebanyak 13 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi patut bersyukur usai dinyatakan langsung bebas setelah memperoleh remisi umum maupun remisi dasawarsa.

Warga binaan tersebut dinyatakan langsung bebas karena sisa masa pidananya telah habis setelah dikurangi remisi yang diterimanya. Surat Keterangan (SK) remisi diberikan secara simbolis oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di depan Gazebo Lapas, Minggu (17/8).

Prosesi penyerahan SK remisi atau pengurangan masa pidana itu juga dihadiri oleh Wakil Bupati Banyuwangi beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Banyuwangi.

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa menyebut pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tahun 2025 ini menjadi momen langka yang spesial bagi warga binaan.

Hal itu dikarenakan warga binaan mendapatkan dua jenis remisi sekaligus, yakni remisi umum dan remisi dasawarsa.

“Biasanya warga binaan hanya mendapatkan remisi umum, namun di tahun 2025 ini mereka juga mendapatkan remisi dasawarsa,” ujarnya.

Wayan menjelaskan bahwa remisi dasawarsa merupakan remisi yang diberikan pada setiap 10 tahun HUT Kemerdekaan RI, sehingga pada tahun 2025 kembali diberikan remisi dasawarsa setelah terakhir kali diberikan pada tahun 2015 lalu.

“Remisi umum diberikan tiap tahun, sedangkan dasawarsa hanya diberikan tiap sepuluh tahun sekali,” terangnya.

Wayan merinci warga binaan yang mendapatkan remisi umum sejumlah 556 orang dan yang mendapatkan remisi dasawarsa sejumlah 578 orang. Dari jumlah tersebut 7 orang dinyatakan langsung bebas karena mendapatkan remisi umum.

“Enam orang lainnya dinyatakan langsung bebas setelah mendapatkan remisi dasawarsa,” imbuhnya.

Menurutnya, besaran remisi yang diterima oleh warga binaan bervariasi. Untuk remisi umum, besaran remisi didasarkan pada lama menjalani masa pidana, sedangkan untuk remisi dasawarsa didasarkan pada masa pidana.

Remisi tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi dari negara atas perubahan perilaku dan keseriusan warga binaan dalam mengikuti setiap kegiatan pembinaan yang ada di Lapas. Hal tersebut bertujuan untuk memotivasi warga binaan agar terus berbenah diri dan siap untuk kembali ke masyarakat dengan membawa manfaat.

“Remisi hanya diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif maupun substantif, beberapa diantaranya telah menjalani masa pidana minimal 6 bulan, berkelakuan baik, dan aktif mengikuti program pembinaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi mengajak warga binaan untuk tidak berputus asa dan terus mengikuti kegiatan pembinaan dengan maksimal. Menurutnya, Lapas bukanlah akhir dari segalanya, namun merupakan langkah untuk menuju kehidupan yang lebih baik.

“Banyak tokoh bangsa yang menemukan inspirasi pembangunan pada saat menjalani masa pidana,” ucap Ipuk.

Ipuk berharap, warga binaan bisa memanfaatkan setiap waktu untuk meningkatkan ilmu dan keterampilan, serta menjadikan remisi sebagai suatu motivasi untuk terus berbenah diri, karena pada dasarnya negara tetap hadir memberikan hak yang memang seharusnya mereka terima.

“Kami berharap, ketika kembali ke masyarakat nantinya dapat menjadi warga masyarakat yang baik dan membawa manfaat,” harapnya.

Terakhir, Ipuk memberikan apresiasi kepada jajaran Lapas Banyuwangi yang telah memberikan berbagai wadah pembinaan bagi warga binaan sebagai suatu batu lonjatan menuju ke arah kehidupan yang lebih baik.

“Tentu ini merupakan tugas mulia yang tidak hanya menjaga warga binaan, namun juga mengarahkan mereka agar bisa berubah,” pungkasnya. (red)

IMG-20250817-WA0177

Agus Flores Ajak Jaga Pers dan Lawan Tambang Ilegal di HUT RI ke-80

Jakarta, Jejak - Indonesia.id | Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, R. Mas MH. Agus Rugiarto SH atau yang akrab disapa Agus Flores, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Dirgahayu Republik Indonesia ke-80. Jadikan momen bersejarah ini sebagai pijakan untuk meningkatkan pengabdian kepada bangsa dan negara," ungkap Agus Flores penuh semangat, Minggu (17/08/2025).

Atas nama PWFRN Counter Polri, Agus Flores juga berharap semangat Bhinneka Tunggal Ika semakin tertanam dalam jiwa setiap anak bangsa.

Lebih lanjut, Agus Flores menegaskan pentingnya menjaga kemerdekaan pers sebagai wujud kedaulatan rakyat.

"Kemerdekaan pers adalah kebebasan untuk menyampaikan informasi dan pendapat secara bertanggung jawab, tanpa tekanan atau sensor dari pihak manapun. Pers berperan aktif menjaga demokrasi, menegakkan keadilan, serta menjadi sarana aspirasi masyarakat untuk mengawasi jalannya pemerintahan," tegasnya.

Selain itu, Agus Flores juga menekankan komitmen FRN dalam mengawal isu-isu strategis, termasuk persoalan tambang ilegal yang masih beroperasi.

"Selama saya Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon, saya perintahkan teman-teman wartawan carikan data tambang ilegal yang masih beroperasi dan siapa yang menjadi backing di belakangnya," tegas Agus Flores.

Dengan semangat kemerdekaan ke-80 ini, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bersatu, berdaulat, dan berkontribusi demi Indonesia yang maju dan sejahtera. (red)

error: Content is protected !!