Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Berita

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN) Counter Polri sekaligus pengacara senior, Agus Flores, mengecam keras terhadap pernyataan viral Amien Rais yang dinilai menyerang kehormatan Presiden Prabowo Subianto dan Setkab Teddy Indra Wijaya. Agus Flores menegaskan bahwa tuduhan tersebut adalah fitnah keji yang tidak berdasar.

Dalam keterangannya pada Jumat malam (1/5), sosok yang akrab disapa “Anak Kolong” ini meminta pihak kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas dengan memeriksa dan menahan Amien Rais.

“Kalau sudah tua, seharusnya banyak berdoa dan bertobat, jangan suka memfitnah orang. Sangat disayangkan jika di masa tua yang seharusnya digunakan untuk beribadah ke Tanah Suci, justru harus berakhir di penjara,” ujar Agus Flores.

Mantan aktivis 99 ini menambahkan bahwa tindakan Amien Rais tidak hanya melanggar Pasal 28 ayat 1 UU ITE No. 1 Tahun 2024, tetapi juga dijunctokan dengan Pasal 14 dan 15 KUHP terkait penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran di masyarakat. Berdasarkan aturan tersebut, pelaku terancam hukuman pidana penjara hingga 10 tahun.

“Saya meminta Bapak Kapolri segera memerintahkan anggotanya untuk memeriksa Amien Rais. Ini adalah bentuk fitnah yang sangat keji terhadap kepala negara dan ajudannya,” tegas Agus Flores.

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Sejak menjabat sebagai Bupati Banyuwangi, salah satu program prioritas Ipuk Fiestiandani adalah sektor pertanian. Berbagai program pertanian digulirkan, utamanya regenerasi petani di Banyuwangi. Hasilnya kini banyak anak-anak muda Banyuwangi terjun ke sektor pertanian dengan berbagai inovasi.

“Banyuwangi memiliki potensi sangat besar di pertanian. Karena itu sektor ini menjadi salah program prioritas kami. Bagi Banyuwangi sektor pertanian menjadi salah satu perhatian dan perlu dipikirkan regenerasinya, agar anak-anak muda tertarik dengan pertanian,” kata Ipuk, Kamis (30/4/2026).

Kabupaten Banyuwangi memang memiliki banyak program yang mendukung munculnya petani-petani usia muda. Salah satunya, program Jagoan Tani. Dalam program tersebut, pemkab mendampingi, mendatangkan mentor dan praktisi, memberi stimulus modal, agar para muda-mudi untuk berwirausaha di sektor pertanian.

Digagas sejak 2021, Jagoan Tani telah menelurkan ratusan petani milenial daerah. Mereka eksis mulai dari sisi hulu hingga hilir pertanian. Mulai dari terjun langsung menanam hingga memasarkan produk olahan.

“Program pertanian kami salah satunya untuk anak-anak muda, karena kami sadar dengan kreatifitas dan jiwa muda, mereka adalah tulang punggung pangan ke depan. Selain itu, pertanian juga termasuk penggerak utama ekonomi daerah,” kata Ipuk.

Hasilnya, di desa-desa Banyuwangi banyak anak-anak muda tergerak untuk terjun di pertanian, dan berinovasi menghasilkan berbagai hasil pertanian yang berkualitas.

Paul Corneles Hariyono salah satunya. Sarjana Teknik Sipil asal Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo ini sukses mengembangkan green house melon hidroponik premium di desanya.

Meski nihil pengalaman dan pengetahuan tentang pertanian, Neles tertarik terjun ke sektor pertanian karena melihat potensi yang begitu besar di Banyuwangi.

“Kita punya lahan yang subur, sinar matahari sepanjang tahun, air melimpah, dan iklim yang baik untuk pertanian. Sangat sayang kalau disia-siakan,” ujarnya.

Baginya, ilmu bisa dipelajari dari banyak sumber. Itulah alasan dia optimis terjun ke bisnis pertanian meski tidak memiliki background pendidikan pertanian.

“Saat ini dunia sudah terbuka luas. Kita bisa belajar apa saja, dari mana saja. Saya sendiri belajar pengembangan green house melon hidroponik ini dari sosmed,” jelasnya.

Neles mulai mengembangkan green house melon Hidroponik “Virgin Farm” sejak tiga bulan lalu. Di sana, Neles menanam 550 batang melon varietas premium, seperti sweet lavender, sweet honey, dan dalmatian.

Varietas melon yang dia budidaya tersebut memiliki rasa yang lebih legit dengan daging buah yang lebih renyah. “Rasanya lebih premium. Makanya di pasaran harganya juga lebih tinggi di kisaran 30-45 ribu per kilogram,” ujarnya.

Tak sekadar budidaya, Neles juga berencana mengembangkan green house melon hidroponik-nya menjadi destinasi wisata.

“Saat ini usia melon sudah 49 hari, sisa tiga minggu lagi akan panen. Rencananya akan kami buka untuk wisata petik buah untuk warga,” ujarnya.

Selain Neles, juga ada Rega, pemuda berusia 29 tahun asal Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo yang sukses mengembangkan sistem pertanian terintegrasi (integrated farming) dalam satu lahan pertanian.

Pada lahan seluas 1 hektare, Rega berhasil mengembangkan tanaman jeruk dan jagung, peternakan domba, serta budidaya ikan nila.

Rega memelihara lebih dari 100 ekor domba di sebagian lahan miliknya itu. Ada berbagai jenis domba, di antaranya cross merino, cross texel, hingga cross batur. Selain itu, juga ada kambing etawa dan domba.

Kotoran dan urine domba tersebut tidak dibuang begitu saja. Melainkan diproses menjadi pupuk organik. Sementara batang tanaman jagung yang telah dipanen, akan diproses menjadi silase (pakan ternak). Begitu juga dengan air dari kolam ikan nila digunakan sebagai nutrisi tanaman.

“Hasil prosesing limbah tersebut saya manfaatkan untuk pemupukan di sawah sehingga bisa mengurangi dosis pemakaian pupuk kimia sehingga lebih hemat dan ramah lingkungan,” urai Rega.

Setelah empat tahun menerapkan integrated farming, Rega mengaku sangat terbantu karena tidak perlu repot dalam menyediakan pakan ternak maupun pupuk untuk tanamannya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang mengunjungi lahan pertanian mereka mengapresiasi kegigihan dan semangat dua pemuda tersebut. Dia berharap, ini bisa dicontoh anak muda yang lain. (*)

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) adalah program besutan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat awal menjabat di tahun 2021. Setiap bunga Desa, Ipuk keliling desa berdialog dengan warga dan tokoh desa untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan warga setempat sekaligus memutuskan solusinya.

Seperti saat Bunga Desa di tiga desa Kecamatan Purwoharjo, Desa Kradenan, Desa Purwoharjo, dan Desa Glagahagung, Ipuk menyambangi warga sekaligus berdialog langsung dengan kepala desa dan perangkatnya yang ada wilayah kecamatan di Purwoharjo.

Dialog berlangsung di warung desa yang berada di tengah hutan jati. Para pimpinan desa tersebut sangat antisias menyampaikan unek-uneknya kepada Ipuk. Mulai masalah infrastruktur jalan, kesiapan menghadapi kemarau El Nino, hingga program pemberdayaan masyarakat.

Salah satunya diutarakan Kades Purwoharjo Fauzi Amurullah yang bertanya langsung bagaimana desanya mengantisipasi musim kemarau panjang El Nino.

Kades Glagahagung, Mimin Budiarti juga bercerita tentang bagaimana desanya mendorong kemandirian ekonomi para lulusan SMA.

“Sebagai kepala desa, kami harus mampu menggali potensi pemuda kita agar taraf hidup mereka meningkat. Bagi yang sudah kuliah mungkin bisa mencari jalan sendiri, namun bagi yang lulusan SMA, kami arahkan ke pemberdayaan produktif seperti ternak kambing dan pertanian buah naga,” ujar Mimin.

“Alhamdulillah, sudah ada bukti nyata di Glagahagung. Anak yang awalnya kesulitan ekonomi, kini bisa lanjut kuliah berkat program ternak ini,” ungkapnya.

Bupati Ipuk menjelaskan bahwa program bunga desa ini dilakukan untuk mendapatkan masukan berbagai permasalahan desa yang ada.

“Ada yang langsung bisa kami eksekusi, ada juga yang penyelesaiannya secara bertahap. Sebaliknya juga, dengan bertatap langsung seperti ini memudahkan kami dalam menjelaskan kebijakan pemkab,” jelas Ipuk.

Setiap Bunga Desa, pemkab juga menghadirkan berbagai layanan langsung kepada masyarakat, mulai dari kesehatan, sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi di balai desa setempat.

Saat di Desa Kradenan Kecamatan Purwoharjo kemarin, kegiatan Bunga Desa diawali dengan sarasehan kesehatan mental yang diikuti sekitar 120 peserta menghadirkan psikiater. Selain itu juga dilakukan layanan pemeriksaan penyakit dalam bagi warga gratis, melibatkan Dokter Spesialis Obgyn (SpOG) dan Dokter Spesialis Jantung (SpJp).

“Dengan pemeriksaan langsung dari dokter spesialis ini, masyarakat yang butuh penanganan atau rujukan bisa langsung tertangani,” kata Ipuk.

Ipuk juga menyambangi warga yang lumpuh akibat jatuh dari pohon dan menginstruksikan desa serta puskesmas setempat untuk membantu terapi rutin. (*)

ACEH || Jejak-indonesia.id – Geliat ekonomi masyarakat Aceh Tamiang perlahan mulai pulih setelah sempat terpuruk akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November tahun lalu. Sejumlah toko yang sebelumnya lumpuh kini kembali beroperasi, menandai kebangkitan aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.

Pasar sebagai pusat perputaran ekonomi masyarakat juga mulai kembali aktif. Warga tampak ramai mengunjungi pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menciptakan suasana yang semakin mendekati kondisi normal.

Salah seorang pedagang ikan di Pasar Kuala Simpang, Herman, mengungkapkan kondisi pasar saat ini sudah berangsur pulih.

“Alhamdulillah, sekarang sudah kembali normal,” kata Herman saat ditemui di kiosnya, Rabu (29/4/2026).

Ia mengaku baru sekitar satu setengah bulan kembali berjualan setelah tempat usahanya dibersihkan oleh aparat pemerintah.

“Sudah sebulan setengah, sudah dibersihkan oleh pemerintah kita,” katanya.

Pasar daging yang berada di pinggir Sungai Tamiang tersebut menjadi salah satu infrastruktur umum yang terdampak cukup parah akibat banjir.

Meski demikian, pasokan ikan kini sudah kembali tersedia dari berbagai daerah.

“Pasokan ikan dari Banda Aceh ada, dari Sumatera Utara, dari Medan ada,” ujarnya.

Namun, Herman berharap pemerintah dapat segera melakukan rehabilitasi bangunan pasar, khususnya pada bagian atap yang rusak akibat banjir.

“Kalau bisa kami minta digantikan seng-seng ini. Seng-seng ini kan banyak yang sudah hancur, sudah tidak layak lagi. Kalau hujan, sudah jelas kami kena hujan,” harapnya.

Ia menuturkan, pada awal kembali berjualan, daya beli masyarakat masih rendah sehingga dagangannya kurang laku. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kondisi tersebut mulai membaik seiring meningkatnya aktivitas masyarakat.

“Dalam beberapa bulan terakhir ini memang agak melemah, karena mungkin banyak yang belum kerja. Karena posisi seperti ini ya. Tapi Alhamdulillah ada juga, dan menunjukkan tren positif, makin hari makin lebih baik,” ujarnya.

Kondisi serupa juga dirasakan Nurlela, pedagang sayur di Pajak Atas, Kuala Simpang. Ia baru kembali berjualan sekitar dua bulan terakhir setelah terdampak banjir.

Nurlela menjual sayur-sayuran yang diperoleh dari petani di desanya, Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. Ia memanfaatkan hasil pertanian lokal untuk dipasarkan.

Pada awal masa pemulihan, ia sempat kesulitan mendapatkan pasokan karena banyak lahan perkebunan warga rusak akibat banjir.

“Sekarang ini jualan cuma ubi, bayam, kangkung, itu dari masyarakat di kampung,” kata Nurlela.

Seiring waktu, kondisi pasar semakin membaik. Toko-toko pakaian, pedagang buah, sembako, serta berbagai kebutuhan lainnya mulai kembali beroperasi.

Data Satgas PRR pada 27 April mencatat, sebanyak 196 pasar rakyat di tiga provinsi terdampak sudah beroperasi secara fungsional. Rinciannya, 114 pasar di Aceh, 56 pasar di Sumatera Utara, dan 26 pasar di Sumatera Barat.

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di kawasan Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat, 1 Mei 2026. Sejak subuh, kawasan Monas telah dipadati oleh 400 ribu buruh dari berbagai daerah yang datang untuk menyuarakan aspirasi, sekaligus merayakan momentum solidaritas buruh.

Kepala Negara yang tiba melalui pintu barat daya Monas langsung disambut riuh oleh para buruh yang memadati kawasan tersebut. Sorak sorai, tepuk tangan, serta kibaran bendera serikat pekerja menciptakan atmosfer yang penuh semangat dan harapan.

Di panggung utama, Presiden Prabowo tampak melambaikan tangan sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme dan semangat para buruh. Acara peringatan hari buruh internasional pun dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan kepadanya untuk hadir bersama di hari buruh internasional. “Hari ini adalah hari perjuangan kaum buruh. Saya ucapkan terima kasih atas undangan kepada saya untuk hadir hari ini bersama saudara-saudara sekalian. Ini kehormatan bagi saya,” ucap Presiden.

Dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk buruh, petani, nelayan, dan pekerja, menurut Presiden menjadi salah satu fondasi dalam kepemimpinannya. Presiden pun menyampaikan komitmennya untuk terus mengabdikan diri bagi kepentingan rakyat.

“Saya bertekad, saya bersumpah untuk berjuang untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia, dan terutama mereka-mereka yang hidupnya masih sulit,” katanya.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa keberpihakan kepada rakyat merupakan tanggung jawab utama pemerintah yang dipimpinnya. Presiden Prabowo memastikan bahwa seluruh jajaran pemerintah memiliki tekad yang sama untuk tidak ragu dalam membela kepentingan rakyat Indonesia.

“Itu adalah tekad kami. Kami tidak akan gentar, kami tidak akan menyerah, kami tidak akan ragu-ragu untuk membela kepentingan rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan. Kehadiran Presiden Prabowo di tengah ratusan ribu buruh menjadi penegasan kuat bahwa negara hadir, mendengar, melihat, dan berpihak.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni para ketua lembaga negara, para menteri kabinet merah putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, serta para pimpinan organisasi serikat pekerja.

(BPMI Setpres)

error: Content is protected !!