Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Berita

GORONTALO || Jejak-indonesia.id – Warga Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo digegerkan dengan penemuan sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki di Pesisir Pantai pada, Selasa sore 5/5/2026.

Kapolresta Gorontalo Kota Kombes Pol Suryono, S.H, SIK, M.H. Melalui Kasat Reskrim AKP Akmal Novian Reza, SIK. membenarkan peristiwa tersebut. Penemuan pertama kali dilaporkan oleh Tomi M. Panto, 28 tahun, seorang buruh yang sedang memancing sekitar pukul 16.05 Wita.

“Awalnya saksi mendengar sekilas suara tangis bayi saat hendak berpindah tempat memancing. Setelah didekati, saksi menemukan bayi laki-laki sudah dalam kondisi tidak bernyawa di sela bebatuan pesisir, sebagian tubuhnya tertutup pasir dan air laut yang mulai pasang,” jelasnya

Saksi kemudian segera memberitahu Rustam Hulopi, 59 tahun, Ketua RT 001 setempat. Laporan itu langsung diteruskan ke Bhabinkamtibmas dan Piket Polsek Kota Timur.

Mendapat laporan, personel Polsek Kota Timur bersama Unit Identifikasi Sat Reskrim Polresta Gorontalo Kota langsung mendatangi TKP. Lokasi penemuan dipasangi garis polisi untuk kepentingan olah TKP.

“Kondisi bayi saat ditemukan tanpa pakaian dan identitas. Diperkirakan baru dilahirkan. Untuk penyebab pasti kematian, kami masih menunggu hasil visum dari RSUD Aloei Saboe Kota Gorontalo,” tambahnya.

Jenazah bayi malang tersebut telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Aloei Saboe untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis.

Saat ini Polsek Kota Timur Bersama Sat Reskrim Polresta Gorontalo Kota masih melakukan penyelidikan intensif. Polisi mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan menyisir area sekitar TKP untuk mengungkap siapa orang tua yang tega membuang bayi tersebut.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui informasi terkait ibu hamil di sekitar wilayah Leato Selatan atau Dumbo Raya yang tiba-tiba sudah tidak hamil lagi tanpa diketahui keberadaan bayinya, agar segera melapor ke kami atau Bhabinkamtibmas terdekat. Identitas pelapor akan kami rahasiakan,” tegas AKP Akmal.

Yogyakarta, Jejakindonesia.id ||  Bekerjasama dengan German Sparkassenstiftung for International Cooperation (DSIK) Bank Jateng kembali melaksanakan Pelatihan untuk Pelatih bagi pelatih internal Bank Jateng. Kegiatan dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 5-7 Mei 2026, diikuti oleh 20 orang staf Bank Jateng yang telah terseleksi dan memiliki pengalaman melatih secara internal.

Berdasarkan praktik dan pengalaman Sparkasse (Jerman) yang dikenal memiliki salah satu sistem pengembangan SDM perbankan paling matang di Eropa, pengembangan trainer internal memiliki berbagai keunggulan diantaranya Transfer Pengetahuan yang Sangat Kontekstual & Relevan. Sparkasse, banyak pelatih internal berasal dari praktisi aktif (frontliner, relationship manager, risk, kredit, kepemimpinan). Dimana dengan demikian, Sparkasse bisa mengambil berbagai manfaat seperti halnya materi pelatihan langsung terkait realitas kerja bank, Studi kasus diambil dari pengalaman nyata Sparkasse dan Peserta lebih mudah mengaitkan teori dengan praktik. Hal ini diperkuat oleh peran Sparkassenakademien (Akademi Sparkasse regional) yang mengintegrasikan pembelajaran praktik dengan teori terapan perbankan lokal untuk selanjutnya hal ini berimplikasi kepada adanya system dan modul pelatihan yang “membumi”, tidak sekadar konseptual.

Manfaat yang lain Adalah adanya Konsistensi atas Standar dan Budaya Bank. Sparkasse memiliki jaringan lebih dari 350 bank daerah yang otonom, namun tetap menjaga standar layanan, kepemimpinan, dan etika yang seragam. Keberadaan Pelatih internal menjadi alat untuk menyampaikan nilai – nilai Sparkasse (public mandate, kehati-hatian, kedekatan dengan komunitas), menjadi penjaga DNA organisasi dan menyamakan interpretasi kebijakan, SOP, dan regulasi. Hal ini secara eksplisit dikembangkan melalui sistem pendidikan terpusat namun dilatih oleh praktisi internal di masing masing wilayah. Dengan dikimian, proses yang berjalan trainer internal berfungsi sebagai culture carrier, bukan sekadar pengajar.

Pertimbangan Efisiensi Biaya Jangka Panjang juga menjadi pertimbangan ketika Sparkasse memanfaatkan pelatih internal untuk mengurangi ketergantungan pada konsultan eksternal, mengulang dan menskalakan pelatihan secara berkelanjutan dan menyesuaikan pelatihan tanpa biaya desain ulang besar. Model ini membuat transformasi digital dan pengembangan SDM menjadi lebih cepat dan cost efficient, sebagaimana tercermin dalam berbagai proyek transformasi Sparkasse. Hal ini menjadi menyebabkan

investasi awal di internal trainer menurunkan total cost of learning.

Sistem pelatih internal Sparkasse juga menjadi alat untuk meningkatkan Akselerasi Transformasi Digital & Perubahan Mindset. Sparkasse tidak hanya melatih skill teknis, tetapi juga yang berhubungan dengan digital mindset, kemampuan belajar mandiri dan leadership adaptif. Dalam hal ini, pelatih internal berperan besar karena mereka mengalami langsung perubahan sistem & proses, memiliki kredibilitas tinggi di mata peserta (“orang kita sendiri”) dan lebih efektif mempengaruhi sikap, bukan hanya keterampilan. Hal ini terlihat dalam program digital mindset berbasis internal learning platform yang dikustomisasi oleh Sparkasse sendiri. Hal ini juga membuktikan bahwa keberadaan internal trainer dapat mempercepat proses adopsi perubahan.

Di Sparkasse, menjadi pelatih internal sering kali menjadi bagian dari jalur talent & leadership development, sarana menguji kemampuan komunikasi dan coaching dan persiapan menuju peran manajerial. Pendekatan ini membuat pelatihan sekaligus menjadi alat pengembangan bagi peserta pelatihan dan sekaligus alat pengembangan pelatih itu sendiri. Hal ini sejalan dengan filosofi pembelajaran berkelanjutan Sparkassenakademien di seluruh Jerman. Hal ini membuat internal trainer memiliki nilai tambah sebagai talent accelerator.

Pengalaman dari Sparkasse menunjukkan bahwa keberadaan pelatih internal, mampu mendorong peserta pelatihan lebih terbuka berdiskusi dengan sesama rekan, hambatan psikologis belajar jauh lebih rendah dan diskusi terkait tema yang sensitif seperti halnya penjualan, etika dan risiko dapat dilakukan secara lebih jujur dan terbuka. Hal tersebut sulit dicapai oleh trainer eksternal yang tidak hidup dalam sistem bank tersebut.

Pengalaman Sparkasse membuktikan bahwa pelatih internal bukan fasilitas sumberdaya manusia, tetapi lebih dari itu, pelatih internal Adalah aset strategis bank. Oleh karena itu, bagi bank yang ingin memperkuat budaya, meningkatkan kualitas layanan, mempercepat transformasi dan mengembangkan pemimpin dari dalam,

model ini sangat relevan untuk direplikasi.

Atas pertimbangan – pertimbangan tersebut, Bank Jateng Kembali meminta dukungan dari German Sparkassenstiftung for International Cooperation (DSIK) untuk mendukung pengembangan pelatih internal di Bank Jateng. (M)

MINAHASA TENGGARA || Jejak-indonesia.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Minahasa Tenggara diawali dengan nuansa penuh semangat melalui apel olahraga dan jalan sehat bersama yang dipusatkan di Lapangan Tombatu, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian peringatan yang tidak sekadar seremonial, tetapi sarat makna strategis bagi arah pembangunan daerah.

Bupati Ronald Kandoli bertindak sebagai pembina apel sekaligus secara resmi meluncurkan seluruh rangkaian kegiatan HUT. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa peringatan hari jadi daerah harus dimaknai sebagai refleksi sekaligus afirmasi komitmen pembangunan.

“Kegiatan pagi ini bukan sekadar agenda tambahan di kalender kerja kita. Ini adalah pernyataan sikap kita dalam menyambut bertambahnya usia Kabupaten Minahasa Tenggara yang ke-19,” tegas Kandoli di hadapan peserta apel.

Lebih lanjut, ia menggaris bawahi bahwa usia ke-19 merepresentasikan fase dinamis yang identik dengan energi, kreativitas, dan optimisme. Spirit tersebut, menurutnya, harus diterjemahkan dalam kerja nyata yang terukur melalui percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Mitra Sophia Antou, Kapolres Mitra Handoko Sanjaya, serta Wakil Bupati Fredy Tuda. Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya juga menegaskan soliditas lintas institusi, termasuk perwakilan Kodim 1302 Minahasa melalui Koramil Tombatu dan Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan yang diwakili Kasubsi Intelijen Devaky Julio.

Tidak hanya dihadiri jajaran pimpinan, kegiatan ini juga melibatkan spektrum luas aparatur pemerintahan mulai dari anggota DPRD, Sekretaris Daerah, staf ahli, para asisten, hingga pejabat struktural dan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara.

Apel olahraga dan jalan sehat ini menjadi simbol pembuka yang merepresentasikan semangat kolektif dan kebersamaan. Lebih dari itu, kegiatan ini meneguhkan tekad seluruh elemen pemerintah daerah untuk terus bergerak maju, memperkuat kemandirian, dan menghadirkan pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan bagi masyarakat Minahasa Tenggara.

Kaperwil Sulut: Marflien

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Forum Peduli Kebijakan Kabupaten Banyuwangi (FPKKB) bersama Panitia Khusus (Pansus) dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang menghasilkan keputusan penting terkait kebijakan jam operasional usaha. Dalam forum tersebut, disepakati bahwa pembatasan jam operasional yang sebelumnya diatur melalui surat edaran resmi dicabut dan dikembalikan seperti semula.

Ketua FPKKB, H. Dr. Abdul Qadir, yang hadir bersama sejumlah aktivis senior, termasuk Eko Sukarton, menyampaikan apresiasi atas hasil hearing yang dinilai mengakomodasi aspirasi masyarakat, khususnya para pelaku usaha.

“Terima kasih, dari hasil hearing tadi telah disampaikan bahwa jam operasional akan kembali normal seperti semula. Ini sudah ditegaskan oleh pimpinan rapat,” ujar Abdul Qadir usai pertemuan.

Ia menambahkan bahwa pihaknya, selaku pemohon hearing, menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak legislatif maupun eksekutif yang telah membuka ruang dialog dan menerima aspirasi yang disampaikan. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi angin segar bagi dunia usaha di Banyuwangi.

Lebih lanjut, Abdul Qadir berharap agar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang ketertiban umum yang tengah dibahas dapat melahirkan regulasi yang adil dan mampu mengayomi seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap raperda ketertiban umum nanti bisa menjadi payung hukum yang mengakomodasi semua pihak, khususnya pelaku usaha hiburan dan sektor lainnya agar bisa menjalankan usaha dengan tenang dan nyaman di Banyuwangi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pansus, Zaki Al Mubarok, menegaskan bahwa pencabutan surat edaran terkait pembatasan jam operasional merupakan keputusan yang patut disambut positif oleh semua pihak.

“Satu keputusan yang harus kita sambut gembira adalah pembatalan surat edaran terkait pembatasan jam operasional. Dengan masuknya draft Raperda tentang ketertiban umum, ketentraman masyarakat, dan perlindungan masyarakat, maka surat edaran tersebut tidak lagi berlaku,” jelas Zaki.

Ia memastikan bahwa mulai hari berikutnya, seluruh pelaku usaha, investor, UMKM, hingga pengelola tempat olahraga seperti biliar center, dapat kembali beroperasi sesuai jam operasional sebelumnya tanpa pembatasan.

Zaki juga mengajak seluruh masyarakat Banyuwangi untuk ikut mengawal proses pembahasan Raperda yang tengah berjalan. Ia menyebut bahwa regulasi tersebut nantinya akan menjadi “perda sapu jagad” yang akan menyatukan sekaligus mencabut sejumlah peraturan lama yang dinilai sudah tidak relevan.

“Kami berharap masyarakat ikut mengawal pembahasan raperda ini. Nantinya perda ini akan mencabut sekitar 4 hingga 8 perda lama yang sudah tidak sesuai lagi dengan dinamika kehidupan masyarakat saat ini,” tambahnya.

Keputusan ini pun disambut positif oleh berbagai kalangan, terutama pelaku usaha yang selama ini terdampak pembatasan jam operasional. Dengan dicabutnya kebijakan tersebut, diharapkan roda perekonomian di Banyuwangi dapat kembali bergerak lebih dinamis dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

RDP ini menjadi bukti pentingnya sinergi antara masyarakat, legislatif, dan eksekutif dalam merumuskan kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan bersama, tanpa mengesampingkan aspek ketertiban dan kenyamanan sosial di tengah masyarakat.

BELAWAN || Jejak-indonesia.id — Polres Pelabuhan Belawan bersama personel BKO Satuan Brimob dan Dit Samapta Polda Sumatera Utara menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) berupa patroli skala besar guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas), Senin (4/5/2026) malam.

Kegiatan patroli yang dimulai pukul 22.00 WIB tersebut menyasar sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, dengan fokus pada pencegahan aksi premanisme, pungutan liar (pungli), kejahatan 3C (curat, curas, curanmor), begal, kejahatan jalanan, pelemparan kendaraan, hingga potensi tawuran.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, memimpin langsung kegiatan melalui jajaran yang di lapangan dipimpin PS Kasubbag Kerma Bag Ops IPTU Jamalus. Apel kesiapan dan pengecekan personel dilaksanakan di Depo Jalan Stasiun Belawan sebelum patroli dimulai.

Sebanyak 58 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan ini, terdiri dari 20 personel Sat Brimob Polda Sumut, 23 personel Dit Samapta Polda Sumut, serta 15 personel Polres Pelabuhan Belawan.

Adapun rute patroli meliputi Jalan Raya Pelabuhan hingga Tol Belmera Kurnia, Jalan Yos Sudarso, Jalan Selebes, Jalan Alu-Alu hingga Simpang Pajak Baru, serta kawasan Bagan Deli yang dikenal rawan aktivitas kriminal dan tawuran.

Selain berpatroli, personel juga melakukan pendekatan humanis dengan menyambangi masyarakat serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas guna meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga keamanan lingkungan.

Petugas juga melakukan ploting personel di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi potensi gangguan, khususnya aksi tawuran dan kejahatan jalanan pada malam hari.

Hasilnya, selama pelaksanaan patroli tidak ditemukan adanya aktivitas premanisme, pungli, 3C, begal, maupun gangguan kamtibmas lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengapresiasi sinergi dan kesiapsiagaan jajaran dalam menjaga situasi keamanan.

“Kegiatan KRYD ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami akan terus konsisten melakukan patroli dan penindakan guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Polres Pelabuhan Belawan menegaskan akan terus meningkatkan intensitas patroli serta mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

Kegiatan berakhir dengan situasi yang aman dan lancar sebagai wujud komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

error: Content is protected !!