Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Berita

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Pemkab Banyuwangi terus berkomitmen untuk memperkuat UMKM lokal dengan memfasilitasi pengurusan legalitas usaha. Salah satunya melalui program “Si Kedip Wangi” atau Siaga Keliling Dampingi UMKM Banyuwangi dengan rutin berkeliling desa.

Program “Si Kedip Wangi” merupakan layanan pengurusan berbagai legalitas usaha, seperti nomor induk berusaha (NIB), PIRT, Sertifikat Halal dan BPOM yang dilakukan secara jemput bola dan tanpa dipungut biaya. Petugas dari Dinas Koperasi dan UMKM akan berkeliling ke desa-desa untuk membantu pelaku UMKM mengurus berbagai pengurusan legalitas usaha tersebut.

“Ini adalah bagian dari upaya Banyuwangi memperkuat UMKM di desa-desa. Dengan layanan yang hadir langsung di desa, pelaku usaha bisa lebih mudah untuk mengurus legalitas usahanya juga menghemat waktu dan biaya,” kata Bupati Ipuk, Senin (4/5/2026).

Dengan mendapatkan legalitas usaha yang resmi, lanjut Ipuk maka pelaku UMKM menjadi resmi dan terlindungi. Mereka pun akan lebih dipercaya konsumen serta memiliki peluang masuk ke pasar yang lebih luas dan akses permodalan.

“Di tengah tantangan usaha yang semakin berat, program ini bagian dari mempercepat transformasi UMKM dari usaha informal menjadi usaha formal yang berdaya saing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” imbuh Ipuk.

Program ini biasanya digelar saat kegiatan Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa). Seperti saat Bupati Ipuk menggelar Bunga Desa di Desa Glagah Agung Kecamatan Purwoharjo pada pekan lalu. Ipuk berkesempatan menyerahkan langsung NIB, sertifikat PIRT serta keterangan Halal ke salah satu pelaku UMKM yang mengikuti layanan Si Kedip Wangi. Sertifikat itu diserahkan kepada Nurkholimah Wahyuningsih, atau Nining, pelaku usaha aneka sambal.

Nining menceritakan bahwa dirinya memang mencari informasi tentang pengurusan legalitas usaha untuk produk sambalnya. Ia mengaku sangat terbantu dengan program pemkab yang jemput bola ke desa ini, apalagi syaratnya sangat mudah. Hanya berbekal kartu identitas KTP, ia bisa mengurus langsung tiga legalitas usaha sekaligus yakni NIB, PIRT, dan Halal.

“Ternyata sangat mudah dan cepat untuk mengurus legalitas usaha, tidak seperti yang saya bayangkan. Cuma daftar pakai KTP lalu diwawancara tentang produknya, proses produksinya dan beberapa pertanyaan lain. Setelah itu menunggu sebentar langsung jadi suratnya, ” ujar Nining.

Ditambahkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Nanin Oktavianti sampai dengan saat ini pihaknya telah memfasilitasi ribuan UMKM dalam pengurusan NIB, P-Irt dan Halal. Sejak 2019 ada 2500 UMKM yang telah mendapatkan sertifikat P-Irt . Sedangkan untuk sertifikat halal sudah sebanyak 22.091 sertifikat yang dikeluarkan.

“Selain keliling ke desa desa, petugas juga siap datang jemput bola ke lokasi UMKM, minimal ada 5 UMKM yang akan mengurus legalitas,” ujar Nanin.

“Pendampingan tidak berhenti pada penerbitan legalitas. Kami juga menyiapkan program lanjutan berupa pelatihan, akses pembiayaan, hingga fasilitasi pemasaran,”ujarnya.

Selain itu pihaknya juga menyediakan wadah konsultasi “Pusat Layanan Kemasan” yang telah melayani ratusan UMKM untuk melakukan konsultasi mulai dari desain kemasan hingga cetak

“Pusat Layanan Kemasan sudah membuatkan desain hingga mencetak sampai dengan 43 ribu kemasan dari ratusan UMKM daerah,” pungkasnya. (*)

JEMBER || Jejak-indonesia.id – Dalam upaya mempercepat dan mengoptimalkan proses integrasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), jajaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi melakukan kunjungan koordinasi ke Balai Pemasyarakatan Kelas II Jember pada Rabu (05/05).

Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarunit pelaksana teknis di bawah Kementerian Hukum dan HAM, khususnya dalam memastikan proses pembinaan dan reintegrasi sosial WBP berjalan lebih efektif, terukur, dan tepat sasaran. Integrasi WBP sendiri meliputi program asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, hingga cuti bersyarat yang memerlukan koordinasi intensif antara Lapas dan Bapas.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai aspek teknis dan administratif yang selama ini menjadi tantangan dalam proses pengusulan integrasi. Mulai dari kelengkapan berkas, validasi data, hingga mekanisme pemantauan WBP setelah kembali ke tengah masyarakat.

Perwakilan dari Lapas Banyuwangi menegaskan bahwa koordinasi ini sangat penting untuk meminimalisir kendala yang kerap muncul dalam proses integrasi. Dengan adanya komunikasi yang lebih intens dan terbuka, diharapkan setiap tahapan dapat berjalan lebih cepat tanpa mengurangi aspek kehati-hatian dan akuntabilitas.

Sementara itu, pihak Bapas Jember menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan. Mereka menekankan pentingnya sinkronisasi data serta pemahaman yang sama terkait regulasi terbaru, agar tidak terjadi perbedaan interpretasi yang dapat memperlambat proses integrasi WBP.

Selain itu, pembahasan juga mencakup penguatan peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam melakukan penelitian kemasyarakatan (litmas) sebagai dasar pertimbangan pemberian program integrasi. Peran PK dinilai sangat krusial dalam memastikan bahwa WBP yang diusulkan telah memenuhi syarat administratif dan substantif.

Kegiatan koordinasi ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program integrasi selama ini, sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan ke depan. Kedua instansi sepakat untuk terus menjalin komunikasi aktif dan melakukan koordinasi secara berkala guna menjaga kelancaran proses pembinaan.

Dengan adanya sinergi yang semakin kuat antara Lapas Banyuwangi dan Bapas Jember, diharapkan proses reintegrasi sosial WBP dapat berjalan lebih optimal, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan tidak mengulangi perbuatannya.

Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pembinaan yang humanis dan berorientasi pada pemulihan, sekaligus mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah Jember dan sekitarnya.

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Komitmen menjaga keamanan dan integritas di lingkungan pemasyarakatan kembali ditunjukkan jajaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi. Kepala Lapas, Solichin, memberikan penghargaan (reward) khusus kepada empat orang pegawainya yang dinilai memiliki dedikasi dan integritas tinggi dalam menjalankan tugas, Rabu (6/5/2026).

Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas keberhasilan para petugas dalam menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam area lapas beberapa waktu lalu. Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengawasan di dalam lapas berjalan optimal dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Dalam keterangannya, Solichin menegaskan bahwa pemberian penghargaan ini bukan sekadar bentuk seremonial, melainkan sebagai motivasi bagi seluruh pegawai agar terus menjaga profesionalitas dan integritas dalam bertugas. Ia menekankan bahwa tantangan di lingkungan pemasyarakatan semakin kompleks, sehingga diperlukan kewaspadaan dan kerja sama yang solid antarpetugas.

“Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras, ketelitian, dan komitmen rekan-rekan petugas di lapangan. Saya berharap penghargaan ini bisa menjadi pemicu semangat bagi seluruh jajaran untuk terus memberikan yang terbaik,” ujar Solichin.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas masih menjadi ancaman serius yang harus diantisipasi secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pihaknya terus memperketat pengawasan, baik melalui pemeriksaan barang, pengunjung, maupun optimalisasi fungsi pengamanan internal.

Keempat pegawai yang menerima penghargaan dinilai telah menunjukkan ketegasan, kejelian, serta keberanian dalam menjalankan tugas. Mereka mampu mendeteksi adanya indikasi pelanggaran dan mengambil langkah cepat sehingga potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.

Menurut Solichin, keberhasilan ini juga tidak lepas dari sinergi antarpetugas serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang disiplin. Ia menambahkan bahwa pihak lapas akan terus melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia guna menjaga kualitas layanan dan keamanan.

Masyarakat di Banyuwangi pun diharapkan turut mendukung upaya pemberantasan peredaran barang terlarang di dalam lapas dengan tidak mencoba melakukan pelanggaran hukum dalam bentuk apa pun.

Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan semangat integritas dan profesionalitas semakin mengakar di lingkungan Lapas Banyuwangi, sehingga mampu menciptakan sistem pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berorientasi pada pembinaan yang humanis.

SERANG || Jejak-indonesia.id – Dalam upaya membentuk karakter personel yang tidak hanya profesional dan disiplin, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat, Polres Serang menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 7 Mei 2026, bertempat di Masjid As Salam Polres Serang.

Hadir dalam acara sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini Ketua MUI Kabupaten Serang, K.H. Muhit Karna, didampingi oleh pengurus DKM Masjid As Salam.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin langsung oleh Ust. Samsul, Pengurus DKM Masjid As Salam. Dalam sesi ceramah agama, K.H. Muhit Karna menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi pedoman bagi seluruh personel.

Beliau menjelaskan keutamaan Surat Yasin, yang sering disebut sebagai Qalbul Qur’an (jantungnya Al-Qur’an). Dijelaskan bahwa membaca surat ini diharapkan dapat memberikan ketenangan hati, memudahkan segala urusan, serta menjadi pengingat akan rahmat dan ampunan Allah SWT, sehingga seseorang dapat mengakhiri hidup dalam keadaan membawa iman dan Islam.

Takwa: Kunci Ketenangan dan Kemudahan

Salah satu materi inti yang disampaikan adalah mengenai definisi dan makna takwa. Menurut K.H. Muhit Karna, takwa bukan sekadar rasa takut, melainkan kesadaran penuh untuk menjalankan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.

“Orang yang bertakwa akan mendapatkan ketenangan hidup, dimudahkan urusannya, dan mendapat pertolongan dari Allah SWT. Sebagaimana firman Allah, bahwa siapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan,” tegasnya.

Perbanyak Shalawat, Teladani Nabi

Di samping kewajiban membaca Al-Qur’an, beliau juga mengingatkan pentingnya memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa cinta dan upaya untuk meneladani akhlak Rasulullah yang menjadi suri tauladan bagi seluruh umat manusia, termasuk bagi anggota kepolisian dalam menjalankan tugas pengabdian.

Kegiatan Binrohtal ini berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai pada pukul 09.00WIB. Melalui kegiatan rutin seperti ini, diharapkan kedisiplinan iman dan taqwa personel Polres Serang semakin meningkat, sehingga menjadi bekal dalam menjaga netralitas, integritas, dan pelayanan prima kepada masyarakat.

Humas Polres Serang

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan humanis kembali ditunjukkan melalui kegiatan strategis yang dilaksanakan Polres Simalungun. Pada Rabu, 06 Mei 2026 sekira pukul 10.00 WIB hingga selesai, Kapolres Simalungun Marganda Aritonang mendampingi kunjungan Tim Korlantas Polri dan Tim BPJS Kesehatan dalam rangka Field Test Integritas Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan Aplikasi Layanan SIM di Kantor Sat Lantas Polres Simalungun, Jalan Asahan Batu 7, Nagori Lestari Indah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah nyata Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait integrasi layanan publik, khususnya pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang ke depan akan terhubung dengan kepesertaan BPJS Kesehatan. Kasi Humas Polres Simalungun Verry Purba saat dikonfirmasi pada pukul 22.50 WIB menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan Polri yang semakin adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata Polri dalam memberikan pelayanan yang berintegritas dan humanis kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan publik di bidang lalu lintas,” ujar Verry Purba.

Rangkaian kegiatan diawali dengan coffee morning antara Kapolres Simalungun bersama Tim Korlantas Polri dan BPJS Kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan kedatangan rombongan di Kantor Sat Lantas Polres Simalungun. Dalam sambutannya, Kapolres Simalungun Marganda Aritonang mengungkapkan pentingnya integrasi layanan SIM dengan BPJS Kesehatan sebagai langkah preventif dalam perlindungan masyarakat.

“Kasus kecelakaan tunggal di wilayah Simalungun relatif tinggi. Dalam beberapa kejadian, kami menemukan korban tidak memiliki jaminan kesehatan aktif. Oleh karena itu, integrasi ini sangat penting untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, sambutan dari Tim Korlantas Polri disampaikan oleh Achmad Fauzi Dalimunthe yang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan sistem pelayanan berbasis digital dan terintegrasi. Ia menyebutkan bahwa inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi serta akurasi data pemohon SIM.

Dari pihak BPJS Kesehatan, Dewan Pengawas Afif Johan menyampaikan bahwa integrasi layanan SIM dengan JKN merupakan bagian dari program nasional yang selaras dengan visi pemerintah.

“Integrasi ini adalah langkah konkret dalam mendukung Asta Cita Presiden, di mana seluruh masyarakat harus memiliki akses terhadap layanan kesehatan. Pelayanan publik harus berjalan seiring dengan pemenuhan hak dasar masyarakat,” ucap Afif.

Ia juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara Polri dan BPJS Kesehatan selama ini, khususnya dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, kesehatan merupakan hak fundamental yang harus dijamin negara melalui kolaborasi lintas sektor.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan field test di loket pelayanan SIM, termasuk wawancara langsung kepada pemohon SIM serta pengecekan status kepesertaan JKN. Hal ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sistem serta respons masyarakat terhadap rencana integrasi layanan tersebut.

Di sisi lain, Kasi Binyan Subdit SIM Korlantas Polri Faisal Andri Pratomo menjelaskan bahwa program ini masih dalam tahap sosialisasi dan akan diterapkan secara bertahap.

“Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Implementasi penuh akan dilakukan setelah seluruh sistem dan regulasi siap,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan makan siang, yang mencerminkan sinergitas antara Polri dan stakeholder terkait dalam mendukung transformasi pelayanan publik.

Melalui kegiatan ini, Polres Simalungun menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, modern, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sejalan dengan semangat Polri Presisi.

error: Content is protected !!