Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Berita

PALU || Jejak-indonesia.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar kegiatan gladi kotor dan gladi bersih Upacara Serah Terima Pataka dalam rangka Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolda Sulteng, Selasa 05/05/2026 pagi, di lapangan apel Mapolda Sulteng.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan dan pemantapan seluruh rangkaian upacara agar dapat berjalan dengan tertib, khidmat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sejumlah personel dilibatkan dalam gladi tersebut, yang terdiri dari berbagai satuan kerja di lingkungan Polda Sulteng.

Adapun peserta upacara meliputi peleton Satbrimob, peleton Ditlantas, peleton Ditpamobvit, peleton Ditsamapta, peleton Ditpolairud, peleton Ditintelkam, peleton Ditreskrimum, peleton Ditreskrimsus, peleton Ditresnarkoba, peleton Ditressiber, dan peleton personel gabungan staf.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono melalui Ps. Kasubbid Penmas Kompol Reky P.H Moniung mengatakan bahwa kegiatan gladi kotor dan gladi bersih ini merupakan bagian penting dalam memastikan kesiapan seluruh personel dan perangkat upacara.

“Pelaksanaan gladi ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan teknis saat hari pelaksanaan, sehingga seluruh rangkaian upacara Serah Terima Pataka dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh khidmat,” ujar Kompol Reky.

Ia juga menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan upacara Serah Terima Pataka pada hari H, pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari Mabes Polri terkait penetapan Kapolda Sulteng yang baru.

“Untuk jadwal pelaksanaan upacara Serah Terima Pataka, saat ini masih menunggu keputusan dan penetapan dari Mabes Polri terkait pejabat Kapolda Sulteng yang baru, apabila sudah turun selanjutnya kami akan sesuaikan dengan jadwal pelaksanaannya di Polda Sulteng,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ps. Kasubbid Penmas berharap melalui pelaksanaan gladi kotor dan gladi bersih ini, seluruh personel dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, sehingga pelaksanaan upacara nantinya dapat berjalan dengan maksimal.

“Kami berharap seluruh personel yang terlibat dapat menampilkan performa terbaiknya, menjaga kekompakan, serta menunjukkan profesionalisme Polri dalam setiap rangkaian kegiatan. Dengan demikian, upacara Serah Terima Pataka nantinya dapat berjalan sukses dan memberikan kesan yang baik,” tutupnya.

PASURUAN || Jejak-indonesia.id — Audiensi antara Aliansi Poros Tengah dengan Bapenda Kota Pasuruan terkait Pajak Barang dan Jasa Tertentu Tenaga Listrik (PBJT-TL) Dalam forum tersebut, sejumlah aktivis menyoroti dugaan tertutupnya data penerimaan pajak listrik yang dinilai berpotensi menimbulkan kecurigaan publik terhadap pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Saiful Arif dalam audiensi secara tegas mempertanyakan alasan regulasi yang selalu dijadikan dasar untuk menutup data kepada masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak bisa hanya berlindung pada aturan kerahasiaan tanpa melihat prinsip keterbukaan informasi publik yang dijamin undang-undang.

“Kalau alasannya ada undang-undang yang mengatur data tidak boleh dipublikasi, kami juga bicara Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Publik punya hak mengetahui anggaran yang dikelola pemerintah maupun BUMN,” tegas Saiful Arif (7/5/2026).

Ia menilai masyarakat berhak mengetahui secara rinci besaran penerimaan PBJT-TL dari pembayaran listrik pelanggan, baik prabayar maupun pascabayar. Menurutnya, data tersebut semestinya tersedia detail di sistem pemerintah maupun PLN.

“Harapan kami sederhana, kami ingin mendapatkan informasi dari Dispenda agar bisa mengetahui kira-kira berapa konsumen listrik yang membayar dan berapa kontribusi PBJT-TL yang masuk dari seluruh pembayaran listrik masyarakat,” ujarnya.

Dalam audiensi itu, Edi Ambon GM GRIB JAYA turut melontarkan kritik keras terhadap pola penyampaian data yang disebut hanya diberikan secara global tanpa rincian detail.

“Ketika meminta data ke PLN, yang diberikan hanya gelondongan. Kalau menurut analisis saya pribadi, itu hanya sekadar mencari pembenaran. Tidak mungkin by system tidak ada rincian detail,” katanya.

Menurut Edi, klasifikasi pelanggan listrik sangat jelas dan memiliki tarif pajak berbeda, mulai pelanggan rumah tangga hingga industri. Karena itu, ia menilai sangat mustahil jika data detail penerimaan pajak tidak tersedia.

“Pelanggan 900 VA, 1.300 VA, sampai industri itu berbeda. Pajaknya juga beda. Industri hanya sekitar 3 persen, rumah tangga 10 persen. Kalau dihitung total, nilainya fantastis. Ketika bicara angka besar, pasti ngeri-ngeri sedap. Di situ rawan muncul sarang permainan,” sindirnya tajam.

Aliansi Poros Tengah juga menyoroti bahwa dana PBJT-TL sejatinya berasal dari masyarakat setiap kali melakukan pembayaran listrik. Karena itu, publik dinilai memiliki hak penuh untuk mengetahui arah penggunaan dana tersebut, terutama yang berkaitan dengan Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Ketika dana itu masuk menjadi PAD, itu uang rakyat. Minimal ada pengembalian untuk PJU. Kami sebagai warga sudah melaksanakan kewajiban setiap membeli token listrik maupun membayar listrik pascabayar. Masa ketika meminta hak untuk tahu justru dipersulit?” lanjut Edi Ambon.

Mereka mempertanyakan transparansi distribusi dana dari Bapenda ke berbagai dinas, termasuk pengalokasian untuk kebutuhan penerangan jalan yang selama ini masih banyak dikeluhkan masyarakat di sejumlah titik di Kota Pasuruan.

Aliansi Poros Tengah menegaskan bahwa audiensi tersebut bukan sekadar kritik tanpa dasar, melainkan bentuk kontrol sosial terhadap pengelolaan pajak daerah agar berjalan transparan dan akuntabel.

“Kalau rincian data dibuka, semuanya akan ketemu. Berapa yang dipungut dari rakyat, berapa yang kembali untuk pelayanan publik, dan sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Jangan sampai regulasi dijadikan tameng untuk menutup informasi yang menjadi hak publik,” pungkasnya.

RAJA AMPAT || Jejak-indonesia.id – Polres Raja Ampat melaksanakan aksi nyata dalam mendukung produktivitas sektor pertanian di wilayahnya. Pada Kamis (07/04/2026), Polres Raja Ampat menyerahkan pinjam pakai mesin pipil jagung kepada kelompok petani binaan yang berlokasi di Perumahan Mansapur, Distrik Waisai Kota, Kabupaten Raja Ampat.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIT ini dihadiri langsung oleh Kabag SDM Polres Raja Ampat, AKP Tatak Heru Latif, bersama staf Bag Logistik dan Bhabinkamtibmas Waisai Kota. Penyerahan bantuan alat pertanian ini dilakukan langsung di lahan pertanian milik Bapak Sumarto untuk membantu mempercepat proses pasca-panen para petani setempat.

AKP Tatak Heru Latif menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam mendorong kemandirian pangan. Dengan adanya mesin pipil jagung ini, diharapkan proses produksi petani binaan menjadi lebih efisien dan hasil yang didapat lebih maksimal.

Kegiatan penyerahan berjalan dengan lancar, tertib, dan disambut antusias oleh para petani. Melalui semangat “Berprestasi, Inovasi, dan Berakhlak Mulia,” Polres Raja Ampat berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat melalui program-program yang bermanfaat langsung bagi kesejahteraan warga.

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus berkomitmen memperkuat keamanan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba. Komitmen ini ditegaskan melalui kunjungan kerja jajaran Lapas Banyuwangi ke Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi guna mempererat sinergi antar lembaga penegak hukum itu, Kamis (07/05).

Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, yang didampingi oleh sejumlah pejabat struktural, disambut langsung oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan persepsi dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam pertemuan tersebut, fokus utama pembahasan terletak pada penguatan pengamanan dan kolaborasi intensif dalam pemberantasan penyalahgunaan narkotika. Solichin menegaskan bahwa sinergi yang telah terbangun selama ini merupakan aset penting yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Sinergi dengan Polresta Banyuwangi selama ini telah terjalin dengan sangat baik. Kami ingin memastikan koordinasi ini tetap solid, terutama dalam hal deteksi dini dan pencegahan peredaran gelap narkoba di dalam Lapas,” ujar Solichin.

Ia menambahkan bahwa dukungan dari kepolisian sangat vital bagi Lapas. Dengan adanya kerja sama yang erat, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir secara efektif.

Lebih lanjut, Solichin menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada jajaran Polresta Banyuwangi atas konsistensi mereka dalam melaksanakan giat patroli atau tilik sambang ke Lapas Banyuwangi secara rutin.

“Kami sangat berterima kasih atas rutinitas anggota Polresta yang melakukan sambang ke Lapas. Ini adalah elemen pendukung yang sangat penting dalam menyokong stabilitas keamanan kami,” imbuh Solichin.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh bagi Lapas Banyuwangi. Baginya, tantangan dalam memerangi narkoba tidak bisa dihadapi secara parsial atau sendiri-sendiri.

“Sinergi dan kolaborasi adalah kunci. Kami sangat mendukung langkah-langkah yang diambil Lapas Banyuwangi. Terlebih dalam memerangi narkoba, kita harus bahu-menerbahu untuk memutus rantai peredarannya,” tegas Kombes Pol Rofiq.

Kunjungan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk meningkatkan frekuensi koordinasi lapangan serta pertukaran informasi intelijen demi mewujudkan Lapas Banyuwangi yang bersih dari narkoba (Bersinar) dan senantiasa kondusif.

SERANG || Jejak-indonesia.ud — Polsek Kragilan Menggelar Kegiatan Tanam Jagung di lahan seluas Dua hektar di Kp. Krawen Desa Dukuh Kecamatan Kragilan. pada hari Rabu tanggal 06 Mei 2026. Kegiatan penanaman jagung ini merupakan bentuk nyata kepolisian dalam mendukung program Pemerintah Indonesia dalam rangka Ketahanan Pangan.

Hadir dalam Kegiatan :

• Kapolsek Kragilan

• PPL Kec. Kragilan

• Anggota Polsek Kragilan

• Poktan BUMDES Desa Dukuh.

Kapolsek Kragilan Kompol Dwi Hary Bagio Winarko menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepolisian dalam mendukung ketahanan pangan di wilayahnya.

“Kami tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berupaya hadir membantu masyarakat, salah satunya melalui program ketahanan pangan ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan penanaman ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas.

“Penanaman jagung di lahan seluas dua hektar ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kepolisian di tingkat daerah turut berperan aktif dalam implementasinya di lapangan.

Tak hanya itu, Kegiatan penanaman jagung ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan lahan pertanian demi mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Menurut Dwi Hary, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian juga menjadi bentuk pendekatan humanis kepada masyarakat. Dengan turun langsung ke lapangan, diharapkan hubungan antara polisi dan warga semakin erat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir sebagai sahabat masyarakat, termasuk dalam mendukung kesejahteraan petani,” katanya.

error: Content is protected !!