We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Aksi Tawuran Viral Terungkap, 3 Remaja Diamankan Polsek Metro Tamansari, Satu Positif Narkoba

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban terus dilakukan jajaran Polsek Metro Tamansari dalam rangka mewujudkan lingkungan yang aman dan kondusif melalui semangat Jaga Jakarta.

Sebanyak Tiga remaja berinisial ZA (18), MFEA (19), dan RS (18) diamankan Unit Reskrim Polsek Metro Tamansari setelah terlibat aksi tawuran yang sebelumnya direncanakan melalui media sosial.

Tawuran yang terjadi di Jalan Keutamaan Dalam, Kelurahan Krukut, Kecamatan Tamansari ini sempat viral dan meresahkan masyarakat.

Kapolsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Bobby Mochammad Zulfikar menjelaskan, aksi tersebut bermula dari ajakan tawuran antar kelompok remaja yang dilatarbelakangi keinginan untuk mencari pengakuan diri.

Kedua kelompok bahkan sempat konvoi menggunakan sepeda motor sambil membawa senjata tajam sebelum akhirnya terlibat bentrokan pada dini hari.

Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka. Namun, dari hasil penyelidikan, polisi menemukan fakta lain yang memprihatinkan, di mana salah satu pelaku diketahui positif menggunakan narkotika jenis sabu.

Selain itu, para pelaku juga mengonsumsi minuman keras untuk meningkatkan keberanian saat melakukan aksi tawuran.

Kanit Reskrim Polsek Metro Tamansari, AKP Egy Irwansyah menambahkan, pihaknya tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga melakukan pendalaman secara komprehensif, termasuk menelusuri peredaran narkoba yang melibatkan pelaku.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa senjata tajam, minuman keras, serta narkotika jenis sabu.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat, khususnya para orang tua dan generasi muda, bahwa tawuran bukanlah solusi untuk mencari jati diri, melainkan dapat merusak masa depan.

Polsek Metro Tamansari menegaskan komitmennya dalam memberantas segala bentuk gangguan kamtibmas, termasuk tawuran remaja, sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah.

Melalui semangat Jaga Jakarta, Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, saling peduli, serta menjauhkan generasi muda dari pengaruh negatif seperti kekerasan, narkoba, dan minuman keras.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jaga Jakarta agar tetap aman, nyaman, dan kondusif untuk semua,” terangnya.

Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang mengalami, mengetahui, atau memiliki informasi terkait tindak pidana agar segera melapor ke kantor kepolisian terdekat atau melalui layanan 110 agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Setiap laporan masyarakat akan kami tangani secara serius sesuai ketentuan hukum yang berlaku.,"

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Bangun Kedekatan, Kapolres Jakbar Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Agama dan Masyarakat

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Membangun kedekatan dan memperkuat sinergi dengan masyarakat terus dilakukan oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, S.Sos., S.I.K., M.H., melalui kegiatan silaturahmi bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Pos Satkamling RW 12 Tomang, Jalan Rawa Kepa Utama ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pengurus RW, hingga perwakilan organisasi masyarakat dan warga setempat.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa saat Kapolres berdialog langsung, mendengarkan aspirasi serta masukan dari masyarakat terkait situasi kamtibmas di lingkungan mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan masyarakat sebagai kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Ia mengajak seluruh elemen untuk terus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama. Dengan komunikasi yang baik dan kebersamaan, kita bisa mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini,” ujarnya.

Berbagai hal strategis turut dibahas dalam pertemuan tersebut, di antaranya peran penting pos satkamling sebagai pusat pemantauan keamanan lingkungan, peningkatan patroli di titik rawan, hingga upaya pencegahan tawuran melalui pengawasan wilayah dan kegiatan positif bagi generasi muda.

Selain itu, peran Bhabinkamtibmas, Citra Bhayangkara, serta partisipasi aktif masyarakat dinilai sangat vital dalam menjaga stabilitas keamanan, terlebih dengan keterbatasan jumlah personel yang ada.

Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga harkamtibmas.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Irjen Pol Andre Wibowo, Sosok “Di Balik Layar” Pendukung Gerakan Bela Polri

JAKARTA || Jejak-indonesia.id — Nama Irjen Pol Andre Wibowo mungkin tidak selalu tampil di garis depan, namun perannya disebut-sebut cukup signifikan dalam mendukung berbagai gerakan yang membela institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Sosoknya dikenal konsisten berada “di balik layar”, termasuk dalam memberikan dukungan terhadap aktivitas yang dilakukan Agus Flores dalam mengawal marwah Polri.

Dukungan tersebut disebut telah berlangsung sejak masa kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, berlanjut pada era Jenderal Pol Idham Azis, hingga saat ini di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Konsistensi itu menunjukkan komitmen Irjen Andre Wibowo dalam menjaga soliditas serta citra institusi kepolisian di tengah berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat.

Irjen Andre Wibowo yang merupakan kelahiran Yogyakarta juga dikenal memiliki rekam jejak dalam menangani persoalan konflik sosial. Salah satu kiprahnya yang menonjol adalah keterlibatannya dalam membantu penyelesaian konflik antar suku di Sulawesi Tengah. Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam membangun pendekatan humanis sekaligus tegas dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Dalam berbagai kesempatan, Irjen Andre Wibowo juga menyampaikan pesan tegas kepada jajaran kepolisian agar tidak gentar menghadapi berbagai bentuk kejahatan, termasuk premanisme dan praktik mafia. Menurutnya, aparat penegak hukum harus tetap berdiri kokoh dalam menjalankan tugas demi kepentingan bangsa dan negara.

“Kalau darah sudah Merah Putih, tetap Merah Putih. Itulah sosok Kapolri, anak kolong hebat,” ujarnya, menegaskan pentingnya loyalitas dan jiwa nasionalisme dalam tubuh Polri.

Pandangan tersebut sekaligus menjadi refleksi dari semangat yang terus digaungkan dalam menjaga kehormatan institusi Bhayangkara. Dengan peran yang senyap namun strategis, Irjen Andre Wibowo menjadi salah satu figur yang dinilai turut berkontribusi dalam memperkuat barisan internal Polri di tengah tantangan zaman.

Polres Asahan Diduga Tak Mampu Tekan Aksi Pencurian Sawit, Kerugian Ratusan Juta, Jaringan Penadah Diduga Masih Bebas Beroperasi

ASAHAN || Jejak-indonesia.id - Maraknya dugaan tindak pidana pencurian buah kelapa sawit di wilayah perkebunan PTPN IV Regional II Bandar Pasir Mandoge, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, kian mengkhawatirkan.

Aktivitas ilegal ini dinilai tidak hanya semakin masif, tetapi juga terindikasi terorganisir dan berlangsung secara berulang tanpa penanganan yang optimal, pada Rabu.(15/4/26)

Perkebunan PTPN IV Regional II Bandar Pasir Mandoge sendiri memiliki luas sekitar ±7.848 hektare berdasarkan Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) No. 111, 112, dan 113.

Area tersebut mencakup tiga desa dengan total 10 afdeling, yakni Desa Bandar Pasir Mandoge (Afdeling 1 dan 2), Desa Suka Makmur (Afdeling 6), serta Desa Huta Bagasan (Afdeling 3, 4, 5, 7, 8, 9, dan 10).

Sejumlah afdeling, khususnya di Desa Bandar Pasir Mandoge dan Desa Huta Bagasan, disebut sebagai titik rawan pencurian yang hingga kini belum mampu ditekan secara signifikan.

Pada 10 April 2026, seorang karyawan BUMN, Khairul Ihsan, melaporkan dugaan pencurian buah sawit sebanyak tiga karung dengan berat sekitar ±150 kilogram. Laporan tersebut telah diterima oleh Polsek Bandar Pasir Mandoge dengan nomor: LP/41/IV/2026/SU/Res Ash/Sek BP. Mandoge.

Namun demikian, berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun di lapangan, penanganan kasus ini dinilai belum menunjukkan perkembangan berarti.

Kondisi tersebut memunculkan persepsi publik adanya pembiaran terhadap praktik pencurian yang terus berlangsung.

Lebih jauh, sumber masyarakat menyebutkan bahwa hasil curian diduga ditampung oleh jaringan penadah yang beroperasi di Desa Bandar Pasir Mandoge dan Desa Huta Bagasan. Dugaan keterlibatan oknum aparat desa dalam rantai distribusi ilegal ini pun mencuat, meski belum terkonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang.

Data internal perusahaan mencatat, sejak 2024 hingga 2026 terdapat sedikitnya 157 laporan polisi terkait pencurian buah sawit. Angka tersebut diyakini hanya sebagian kecil dari total kejadian yang sebenarnya, karena banyak kasus tidak dilaporkan.

Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah setiap tahun. Ironisnya, sejumlah perkara justru diselesaikan melalui mekanisme restorative justice, sementara puluhan lainnya masih berstatus penyelidikan. Kondisi ini dinilai tidak memberikan efek jera, bahkan berpotensi memperkuat praktik pencurian sebagai pola ekonomi ilegal yang terus berulang.

Sorotan tajam juga mengarah pada pola penegakan hukum yang dinilai masih menyasar pelaku lapangan, tanpa menyentuh aktor utama dalam jaringan, yakni penadah dan pihak yang diduga mengendalikan distribusi hasil curian.

Di sisi lain, dinamika di lapangan menunjukkan adanya resistensi dari kelompok tertentu. Dalam beberapa kasus, aparat dan pihak perusahaan bahkan menghadapi perlawanan saat melakukan penindakan.

Dampak dari maraknya pencurian ini tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga masyarakat sekitar yang memiliki kebun sawit. Situasi ini memperburuk kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut.

Sejumlah elemen masyarakat, termasuk kelompok Gerakan Anti Narkoba (GAN) di Desa Huta Padang, turut menyuarakan keresahan. Mereka menilai maraknya pencurian sawit tidak dapat dilepaskan dari dugaan peredaran narkoba yang semakin meluas, sehingga memperbesar potensi tindak kriminal di wilayah hukum setempat.

Masyarakat kini berharap aparat penegak hukum, khususnya Polres Asahan dan jajarannya, dapat bertindak lebih tegas, profesional, dan menyeluruh—tidak hanya menindak pelaku lapangan, tetapi juga mengusut jaringan penadah serta pihak-pihak yang diduga terlibat.

Penindakan yang komprehensif dinilai menjadi kunci untuk menciptakan efek jera sekaligus memulihkan rasa aman di tengah masyarakat.
(Red/Tim)

Wajah Baru Polres Simalungun: Delapan Polsek Berganti Nama, Formasi Lengkap Pejabat Utama dan 17 Kapolsek Resmi

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id — Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara, memasuki babak baru dalam sejarah organisasinya. Pasca digelarnya Upacara Serah Terima Jabatan dan acara Pisah Sambut pada hari Rabu, 15 April 2026, di Aula Polres Simalungun, Jalan Jon Horailam Saragih No. 110, Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, formasi lengkap pejabat utama Polres Simalungun kini resmi terbentuk. Tak hanya itu, perubahan besar juga terjadi pada struktur nomenklatur wilayah, dengan delapan Kepolisian Sektor (Polsek) resmi berganti nama menyesuaikan pembagian wilayah administratif terbaru.

Hal ini dikonfirmasi oleh Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat ditemui pada hari Rabu, 15 April 2026, sekira pukul 19.00 WIB.

"Ini adalah momentum bersejarah bagi Polres Simalungun. Selain rotasi jabatan yang telah dilaksanakan, kami juga resmi memberlakukan perubahan nomenklatur delapan Polsek di jajaran Polres Simalungun berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Sumut Nomor B/1907/III/OTL.1.1.3/2026 tertanggal 7 Maret 2025, yang ditandatangani langsung oleh Kapolda Sumut Wisnu Hermawan Februanto," ujar AKP Verry Purba.

Delapan Polsek yang mengalami perubahan nama tersebut adalah Polsek Bangun menjadi Polsek Gunung Malela, Polsek Parapat menjadi Polsek Girsang Sipangan Bolon, Polsek Perdagangan menjadi Polsek Bandar Huluan, Polsek Serbelawan menjadi Polsek Dolok Batu Nanggar, Polsek Saribu Dolok menjadi Polsek Pematang Silimahuta, Polsek Tiga Balata menjadi Polsek Jorlang Hataran, Polsek Pematang Raya menjadi Polsek Raya, serta Polsek Silau Kahean menjadi Polsek Silou Kahean.

"Perubahan nama ini bukan sekadar administratif. Tujuan utamanya adalah memperjelas cakupan wilayah hukum masing-masing Polsek agar lebih selaras dengan kondisi geografis dan pemerintahan setempat, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin efektif dan koordinasi antarwilayah berjalan lebih optimal," ucap AKP Verry Purba.

Di bawah kepemimpinan Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.I.K., S.H., M.M., dan didampingi Waka Polres Simalungun KOMPOL Imam Alriyuddin, S.H., M.H., formasi pejabat utama Polres Simalungun kini telah lengkap. Jajaran pejabat utama meliputi Kabag Ops KOMPOL M. Manik, S.H., M.H.; Kabag SDM KOMPOL Manaek Sahala Ritonga, S.H., M.H.; Kabag Log KOMPOL P. Butar-Butar, S.H.; Kabag Ren AKP Tugono, S.H.; Kasat Reskrim AKP Wisnugraha Paramaartha, S.T.K., S.I.K., CPHR, CBA; Kasat Narkoba AKP Charles Hartono Nababan, S.H.; Kasat Intel IPTU Rido Valentino Pakpahan, S.Kom., M.H.; Kasat Lantas IPTU Devi Sirongoringo, S.H., S.Sos.; Kasat Binmas AKP Dorlan Pasaribu; Kasat Samapta AKP Heddy Marpaung, S.H.; Kasat PamObvit AKP Sappetua Simbolon; Kasi Humas AKP V.J. Purba; Kasi Propam AKP Gomgom Silaen; serta Kasiwas AKP Sotarduga Panjaitan, S.H.

Sementara itu, 17 Kapolsek yang kini mengemban amanah di jajaran Polres Simalungun adalah KOMPOL Banuara Manurung, S.H. (Kapolsek Tanah Jawa); AKP Restuadi, S.H. (Kapolsek Dolok Pardamean); AKP Suit Purba Dasuha, S.H., M.H. (Kapolsek Jorlang Hataran); AKP Hengky Bonari Siahaan, S.H., M.H. (Kapolsek Gunung Malela); AKP Mantho Pandiangan, S.H. (Kapolsek Girsang Sipangan Bolon); AKP Rudiansen Sipayung, S.H. (Kapolsek Pematang Silimahuta); AKP Gunawan Sembiring, S.H. (Kapolsek Dolok Batu Nanggar); AKP Edy Syahputra, S.H., M.H. (Kapolsek Silou Kahean); AKP Surianto Pinem, S.H. (Kapolsek Raya Kahean); AKP Daniel Jani Damanik, S.H. (Kapolsek Panei Tonga); AKP M. Nasir Daulay (Kapolsek Dolok Silau); AKP Lutum Manurung (Kapolsek Sidamanik); AKP Edwin Angkasa Simanjuntak (Kapolsek Purba); IPTU Patar Banjarnahor, S.H., M.H. (Kapolsek Bandar Huluan); IPTU Oloan Sijabat (Kapolsek Raya); IPTU Soni Silalahi, S.H. (Kapolsek Bosar Maligas); serta IPTU Ponijan Damanik, S.H. (Kapolsek Dolok Panribuan).

AKP Verry Purba menegaskan bahwa dengan terbentuknya formasi lengkap ini, Polres Simalungun siap melaju lebih cepat dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. "Dengan nomenklatur baru dan formasi pejabat yang telah lengkap, kami optimistis Polres Simalungun akan semakin solid, responsif, dan profesional dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun," ungkapnya.

Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang berpesan kepada seluruh jajarannya agar segera bersinergi dan membangun koordinasi yang kuat. "Perubahan ini adalah peluang untuk tampil lebih baik. Saya minta seluruh personil, baik pejabat utama maupun Kapolsek, untuk langsung bergerak, memahami wilayah tugasnya, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Simalungun," tegasnya.