We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Tegas Benahi Internal, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo Dinilai sebagai Sosok ‘Arjuna’ Penjaga Korps Polri

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., terus menuai sorotan positif di tengah upaya transformasi institusi Polri. Sebagai sosok yang lahir dari rahim keluarga besar ABRI (Anak Kolong) dan memiliki rekam jejak kuat di Divisi Propam, Jenderal Pol. Listyo Sigit dinilai sebagai Kapolri pertama yang paling berani melakukan perombakan besar-besaran demi menyelamatkan marwah institusi.

Ketegasan Jenderal Pol. Listyo Sigit terbukti tidak pandang bulu. Meski terhadap rekan sejawat atau lingkaran terdekat, ia tak segan memberikan sanksi keras. Bagi anggota yang terbukti melakukan pelanggaran berat, pilihannya hanya dua: Demosi (daftar hitam) atau membiarkan proses hukum berjalan hingga vonis maksimal, termasuk hukuman mati.

Ketegasan ini jugalah yang membuat berbagai kelompok yang merasa terganggu termasuk kelompok mafia kerap melontarkan kritik dan mendesak pergantian jabatan Kapolri. Namun, bagi publik yang memahami visinya, langkah Jenderal Pol. Listyo Sigit dianggap sebagai "bersih-bersih" wajib untuk menjaga integritas Merah Putih.

Salah satu bukti nyata integritasnya tercermin dalam sebuah kesaksian mengenai seorang perwira yang mencoba memanfaatkan kedekatan istrinya dengan Istri Kapolri untuk mendapatkan perlindungan atas sebuah kasus. Bukannya mendapat pembelaan, keesokan harinya Jenderal Pol. Listyo Sigit justru langsung memutasi perwira tersebut. Hal ini membuktikan bahwa faktor kedekatan personal tidak berlaku dalam kamus kepemimpinannya.

Jenderal Pol. Listyo Sigit diibaratkan sebagai "Jelmaan Dewa Arjuna" memiliki mata dan hati yang tajam. Siapa pun yang berani merusak nama baik korps Polri akan "disambar petir" lewat kebijakan tegasnya. Dengan latar belakang sebagai anak pejuang yang hidupnya didedikasikan untuk negara sejak kecil, muncul harapan besar agar Presiden Prabowo Subianto tetap mempertahankan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk terus mengawal institusi Polri ke depan.

Laporan Warga ke Call Center 110 Berbuah Penindakan, Tiga Terduga Penyalahguna Narkoba Diamankan di Huntap Ture-ture

KARO || Jejak-indonesia.id - Respon cepat petugas kepolisian Polres Karo kembali ditunjukkan dalam menindak lanjuti laporan masyarakat. Berawal dari aduan warga melalui Call Center 110 yang merasa resah dengan aktivitas mencurigakan di lingkungan tempat tinggalnya, personel Polsek Simpang Empat langsung bergerak dan mengamankan tiga orang terduga pelaku penyalahgunaan narkotika di kawasan Huntap Ture-ture, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa(18/4), sekitar pukul 20.45 WIB. Laporan warga menyebutkan adanya sekelompok orang yang kerap berkumpul di salah satu rumah dan diduga melakukan penyalahgunaan narkoba, sehingga menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.

Menindak lanjuti laporan itu, Kapolsek Simpang Empat AKP Poltak Hutahean, SH, langsung memimpin personel menuju lokasi yang dimaksud, tepatnya di Jalan Udara Ujung Nomor B 9 Huntap Ture-ture (Desa Berastepu).

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pengamanan terhadap tiga orang yang berada di dalam rumah tersebut. Ketiganya kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil penggeledahan di sekitar rumah, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkotika, di antaranya ratusan plastik klip kosong, satu plastik klip berisi serbuk putih diduga sabu, lima alat hisap (bong), dua unit timbangan digital, serta sedotan yang digunakan sebagai sekop.

Ketiga terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial S.A.W (33), S.S (40), dan S.S (22). Mereka diketahui bekerja sebagai buruh packing di gudang wortel dan berdomisili di kawasan Huntap Ture-ture.

Guna menjamin transparansi dalam proses penindakan, Kapolsek juga menghadirkan pihak pemerintah desa setempat untuk menyaksikan langsung kegiatan penggeledahan dan pengamanan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H, S.I.K, M. Si, melalui Kapolsek Simpang Empat, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus merespons setiap laporan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan gangguan keamanan dan ketertiban, termasuk penyalahgunaan narkotika.

“Peran aktif masyarakat sangat kami harapkan. Setiap informasi yang masuk akan segera kami tindak lanjuti demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Saat ini, ketiga tersangka beserta barang bukti telah diamankan dan diserahkan untuk proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Penindakan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum sangat penting dalam memberantas peredaran narkoba hingga ke tingkat lingkungan tempat tinggal.

#polreskaro
#kapolreskaro
#humaspolreskaro

Security Hotel Rylich Panorama Tewas Ditikam di Kampung Baru Sorong, Polisi Buru Pelaku

SORONG || Jejak-indonesia.id - Aksi penikaman brutal menggemparkan warga Jalan Puncak Arfak, Kelurahan Kampung Baru, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Minggu (26/4/2026) dini hari. Insiden yang terjadi sekitar pukul 03.25 WIT tersebut menewaskan seorang pria berinisial MB, yang diketahui berprofesi sebagai petugas keamanan (security) di Hotel Rylich Panorama.

Kapolsek Sorong Barat, AKP Max Pigai, mengonfirmasi kejadian tragis tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban merupakan warga Kompleks RJM Belagri Atas, Kelurahan Klabala. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pelaku.

“Korban berinisial MB, security Hotel Rylich Panorama. Sementara identitas pelaku masih dalam proses penyelidikan (lidik),” ujar AKP Max Pigai.

Berdasarkan kronologi awal, peristiwa bermula saat sejumlah anggota TNI yang berada di sekitar lokasi mendengar keributan di depan sebuah rumah makan. Saat itu, korban terdengar berteriak histeris meminta pertolongan. Begitu petugas mendatangi lokasi kejadian (TKP), pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan sebilah pisau yang diduga kuat digunakan untuk menganiaya korban.

Saksi mata bernama Arumin, rekan seprofesi korban di Inul Vista Kampung Baru, segera melarikan korban ke Rumah Sakit Maleo untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun sayangnya, nyawa MB tidak tertolong.

“Meskipun sempat mendapatkan perawatan, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk serius pada bagian dada kiri, ulu hati, dan bagian tubuh kiri lainnya,” jelas Kapolsek.

Saat ini, barang bukti berupa senjata tajam telah diamankan di Polsek Sorong Barat. Polisi juga terus melakukan pengejaran terhadap pelaku serta mendalami motif di balik aksi kekerasan tersebut.

Untuk mencegah terjadinya konflik susulan atau gangguan keamanan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga korban dan meningkatkan patroli di wilayah hukum Polsek Sorong Barat.

“Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga apabila terjadi peningkatan eskalasi di tengah masyarakat,” ucapnya.

Kapolsek Sorong Barat AKP Max Pigai menegaskan bahwa hingga saat ini situasi Kamtibmas di Kota Sorong, khususnya wilayah Sorong Barat, terpantau aman dan kondusif.

Polda Jabar Minta Masyarakat Waspadai Penyusup saat Demo May Day

BANDUNG || Jejak-indonesia.id - Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat secara resmi mengeluarkan imbauan agar seluruh elemen buruh dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, Polda Jabar mencium adanya potensi kerawanan berupa penyusupan oleh kelompok tertentu yang berniat memicu tindakan anarkis di tengah massa aksi.

Langkah antisipasi ini diambil demi memastikan agar penyampaian aspirasi para pekerja tidak terganggu oleh tindakan provokasi yang dapat merugikan kepentingan umum. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen penuh mengawal jalannya demokrasi.

Namun, Hendra mengingatkan bahwa dalam setiap kerumunan massa besar, terdapat risiko masuknya pihak ketiga yang tidak memiliki kaitan dengan kepentingan buruh namun ingin menciptakan kerusuhan. Oleh karena itu, pengawasan di berbagai titik strategis akan diperketat guna mengidentifikasi pergerakan yang mencurigakan sejak dini.

Dalam pernyataannya, Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengimbau para koordinator aksi untuk memperkuat koordinasi dengan aparat di lapangan. Ia meminta para pimpinan serikat buruh agar lebih jeli dalam memantau barisan massa mereka masing- masing.

Jika ditemukan individu yang mencoba memancing keributan atau melakukan perusakan fasilitas publik, diharapkan segera melapor kepada petugas keamanan agar tindakan preventif dapat segera diambil secara cepat dan tepat.

Selain fokus pada keamanan massa, Polda Jabar juga memastikan bahwa aktivitas masyarakat luas tidak akan terganggu. Kepolisian telah menyiapkan skema pengamanan serta rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional untuk menghindari kemacetan parah di pusat-pusat kota,"kata, Hendra saat konferensi pers, di Mapolda, Minggu, 26 April 2026.

Ia juga menambahkan, hal ini dilakukan agar hak para buruh dalam menyuarakan pendapat dan hak masyarakat umum untuk tetap beraktivitas dapat berjalan secara selaras dan seimbang tanpa adanya gesekan fisik.

"Jaga situasi agar tetap kondusif, terutama guna menghindari potensi gesekan, Polisi dan TNI dibenturkan dengan buruh serta masyarakat." Ujarnya.

Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum atau tindakan anarkis. Pihak kepolisian berharap agar peringatan May Day tahun ini dapat menjadi momentum yang damai dan bermartabat.

Dengan kewaspadaan bersama, diharapkan stabilitas keamanan di wilayah Jawa Barat tetap terjaga kondusif serta memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. ( Hendra ).

Patroli Skala Besar Brimob Polda Sumut Sasar Titik Rawan Belawan, Ciptakan Rasa Aman Masyarakat

MEDAN || Jejak-indonesia.id — Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat terus diperkuat jajaran kepolisian di Sumatera Utara. Personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melalui patroli skala besar di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, Sabtu malam hingga Minggu dini hari (25–26 April 2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 22.00 WIB tersebut melibatkan 22 personel Brimob yang dipimpin oleh Danton II Kompi 3 Batalyon A Sat Brimob Polda Sumut, IPDA Agus Gunawan. Patroli ini dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin keamanan masyarakat, khususnya pada malam hingga dini hari yang dinilai rawan terhadap potensi gangguan kamtibmas.

Dalam pelaksanaannya, personel bergerak menyisir sejumlah titik strategis dan rawan di kawasan Medan Belawan. Rute patroli meliputi Jalan Utama Medan Belawan, kawasan Kampung Kolam, Jalan Bandeng Pajak Baru, Jalan Selebes, pintu keluar Tol Labuhan Belawan, hingga Jalan Yong Panah Hijau di Kelurahan Labuhan Deli. Patroli kemudian dilanjutkan ke Jalan Yos Sudarso Simpang Tanjung Mulia sebelum ditutup dengan apel konsolidasi pada pukul 02.50 WIB.

Selain patroli mobile, personel juga melakukan peninjauan pos keamanan lingkungan (poskamling) sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah secara mandiri.

Kegiatan patroli skala besar ini dilaksanakan di bawah koordinasi Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan, KOMPOL Jan Piter Napitupulu. Dukungan sarana dan prasarana turut dikerahkan secara optimal, mulai dari kendaraan operasional hingga perlengkapan taktis guna menunjang efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan.

Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan situasi wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan dalam keadaan aman dan kondusif. Seluruh rangkaian patroli berjalan tertib dan sesuai dengan arahan pimpinan, tanpa ditemukan gangguan menonjol.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa kegiatan patroli skala besar ini merupakan langkah konkret Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kegiatan KRYD melalui patroli skala besar ini adalah bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mencegah potensi gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing serta segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Dengan sinergi yang baik, situasi kamtibmas yang kondusif dapat terus terjaga,” tambahnya.

Usai pelaksanaan patroli, seluruh personel tetap disiagakan untuk melakukan monitoring situasi sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika keamanan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

error: Content is protected !!