Sorry, we're closed Opens Kamis at 9:00 am

Redaksi

Nezar Djoeli Ingatkan Pentingnya Soliditas Politik dalam Mendukung Pembangunan di Kota Medan

MEDAN || Jejak-indonesia.id - Tokoh masyarakat Nezar Djoeli mengingatkan pentingnya soliditas politik dalam mendukung arah pembangunan Kota Medan ke depan. Untuk itu ia berharap para legislator, khususnya dari partai politik pendukung pasangan Wali Kota Medan Rico Waas dan Zaky, memiliki komitmen bersama untuk memastikan pembangunan berjalan konsisten dan berpihak kepada masyarakat.

Menurut Nezar, masukan hingga kritik yang disampaikan Anggota DPRD sejatinya merupakan bagian dari sinergi yang sehat dalam sistem pemerintahan.

"Seharusnya kritikan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kebijakan, bukan justru memperkeruh suasana politik," sesalnya, sembari menyayangkan munculnya pernyataan dari salah satu legislator partai pendukung yang menilai kinerja Wali Kota Medan buruk dan bahkan memalukan.

Nezar menilai perbedaan pandangan sah-sah saja, tetapi perlu disampaikan secara konstruktif dan dalam semangat membangun.

Ia juga menyatakan, sejak menjabat pada Februari 2025, Rico Waas memang menghadapi tantangan besar dalam merealisasikan visi dan misi pembangunan Kota Medan.

"Oleh karenanya, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara eksekutif dan legislatif agar program-program prioritas dapat berjalan maksimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," tandasnya.

Kuasa Hukum Keluarga Bripda NS Apresiasi Transparansi Polda Kepri dalam Penanganan Perkara

BATAM || Jejak-indonesia.id - Kuasa hukum keluarga almarhum Bripda NS memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan penanganan perkara hukum yang tengah berlangsung di Polda Kepulauan Riau (Kepri). Dalam keterangannya pada Rabu (29/4/2026), pihak kuasa hukum menilai seluruh temuan fakta saat ini masih berada dalam koridor normatif sesuai proses hukum yang berjalan.

Pihak kuasa hukum menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Polda Kepri sejak awal penanganan kasus ini. Mereka mencatat adanya sikap transparan dari kepolisian, baik dalam pelaksanaan sidang kode etik maupun proses pidana terhadap empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami mencermati pihak Polda Kepri telah menunjukkan sikap terbuka dan transparan. Hingga saat ini, kami melihat adanya ketegasan dari Kapolda Kepri dalam menangani perkara ini secara profesional dan objektif," ujar tim kuasa hukum, Rabu, (29/4/2026).

Penyidikan dinilai tetap berjalan pada jalur yang semestinya dengan mengedepankan prinsip keadilan, akuntabilitas, serta asas praduga tak bersalah. Oleh karena itu, kuasa hukum mengimbau masyarakat untuk bijak mengawal proses hukum ini dan membiarkan aparat bekerja maksimal tanpa terpengaruh informasi yang tidak jelas kebenarannya.

Selain itu, Pihak kuasa hukum juga memberikan peringatan tegas agar tidak ada pihak-pihak tertentu yang mencoba memanfaatkan kasus ini untuk kepentingan pribadi atau kelompok, karena hal tersebut dapat mengganggu jalannya penegakan hukum.

"Hingga detik ini, orang tua almarhum Bripda NS masih memberikan kuasa penuh kepada kami dan menaruh kepercayaan besar terhadap penyidik Polda Kepri. Kami berharap proses ini terus transparan hingga memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi semua pihak," tutupnya.

Kakorlantas Tekan Dominasi ETLE 95 Persen, Polantas Diarahkan Lebih Humanis dan Anti-Transaksional

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus mendorong transformasi penegakan hukum yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pelayanan. Hal ini ditegaskan Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho dalam kegiatan Pelatihan Operator Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Tahun Anggaran 2026.

Dalam arahannya, Agus menetapkan kebijakan tegas terkait pola penindakan pelanggaran lalu lintas. Ia menargetkan 95 persen penegakan hukum dilakukan melalui sistem ETLE, sementara hanya 5 persen dilakukan secara manual.

“Kebijakan saya, 95 persen penegakan hukum menggunakan ETLE. Sisanya 5 persen tilang manual, itu senjata kita. Tapi saya tidak mau ada praktik transaksional. Kalau ada yang main-main dengan ETLE, saya minta langsung dicopot,” tegasnya.

Pelatihan yang berlangsung pada 27–29 April 2026 di Ole Suites Sentul ini juga dihadiri Dirgakkum Korlantas Polri Faizal. Agenda tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas personel dalam mengoperasikan sistem tilang elektronik yang kini menjadi tulang punggung penegakan hukum lalu lintas.

Lebih jauh, Agus menekankan bahwa transformasi Polantas tidak hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan pendekatan kepada masyarakat. Ia menginginkan citra polisi lalu lintas bergeser dari represif menjadi humanis.

“Dulu indikator keberhasilan adalah jumlah tilang. Sekarang berbeda. Saya tidak bangga banyak menilang, tapi bangga ketika Polantas dekat dan bersahabat dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan berbasis hati dan pelayanan menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam konsep Beyond Trust Presisi.

Agus menjelaskan, transformasi tersebut mencakup empat aspek utama, yakni organisasi, operasional, pelayanan publik, serta pengawasan. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran harus mengedepankan keikhlasan dalam melayani.

“Pesan Kapolri sederhana, layani masyarakat dengan ikhlas. Rangkul masyarakat, bangun komunikasi. Ketika masyarakat merasa dilayani, mereka akan patuh terhadap aturan,” jelasnya.

Melalui pelatihan ini, Korlantas berharap para operator ETLE mampu menjadi ujung tombak perubahan, sekaligus menghadirkan wajah Polantas yang profesional, modern, dan dicintai masyarakat.

Polres Lhokseumawe Matangkan Pengamanan Kota Lewat Simulasi Sispamkota dan Tactical Wall Game

LHOKSEUMAWE || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan personel menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas, Polres Lhokseumawe menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dan Tactical Wall Game, Rabu (29/4/2026) sore.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kabag Ops Polres Lhokseumawe Kompol M. Abdhi Hendriyatna, S.I.K., M.H, serta dihadiri sejumlah pejabat utama Polres Lhokseumawe dan perwakilan Brimob Batalyon B Jeulikat serta ikuti oleh sejumlah personil.

Dalam arahannya, Kabag Ops menekankan seluruh personel agar senantiasa mengedepankan sikap profesional, humanis, dan tidak arogan dalam setiap tindakan di lapangan. Personel juga diingatkan untuk bersikap sabar serta menghindari segala perbuatan yang dapat menurunkan citra Polri di tengah masyarakat.

“Setiap tindakan kepolisian harus mengutamakan pendekatan humanis dan tetap sesuai prosedur. Kehadiran Polri harus memberi rasa aman, bukan menimbulkan keresahan,” tegas Kabag Ops dalam arahannya.

Usai arahan, kegiatan dilanjutkan dengan Tactical Wall Game sebagai sarana pemantapan strategi pengamanan kota, guna menguji pola bertindak, koordinasi antar satuan, serta kesiapan personel dalam menghadapi berbagai skenario kontinjensi.

Selanjutnya, Kabag Ops melakukan pengecekan kesiapan sarana dan prasarana pendukung, meliputi kendaraan taktis seperti rantis water canon, rantis tambora, mobil public address, serta perlengkapan Dalmas.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh peralatan siap digunakan sewaktu-waktu dalam mendukung operasi pengamanan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Lhokseumawe dalam memperkuat kesiapan operasional, meningkatkan kemampuan personel, serta memastikan stabilitas keamanan wilayah tetap terjaga melalui langkah preventif dan terukur.

Terbongkar! Sabu 22 Kg Jaringan Malaysia–Aceh Disamarkan dalam Tangki Mobil, Kurir Ditangkap di Parkiran Mal Medan

MEDAN || Jejak-indonesia.id — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 22 kilogram yang diduga merupakan bagian dari jaringan internasional Malaysia–Aceh. Dalam pengungkapan tersebut, seorang kurir lintas provinsi berinisial M, warga Lhokseumawe, Aceh, berhasil diamankan petugas.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Andy Arisandi, menjelaskan bahwa tersangka ditangkap pada Minggu (26/4) di area parkir sebuah pusat perbelanjaan di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan serangkaian penyelidikan terhadap pergerakan pelaku yang mencurigakan.

“Tersangka berperan sebagai kurir lintas provinsi. Barang ini berasal dari Malaysia, masuk melalui Aceh, dengan tujuan akhir pengiriman ke Tangerang,” ujar Andy dalam konferensi pers di Mapolda Sumut, Rabu (29/4).

Dalam pengungkapan itu, polisi turut mengamankan barang bukti berupa 22 bungkus sabu yang disembunyikan secara rapi di dalam tangki bahan bakar minyak (BBM) sebuah mobil double cabin. Modus tersebut dilakukan dengan cara memodifikasi tangki kendaraan menjadi tiga kompartemen tersembunyi.

Menurut Andy, dua kompartemen digunakan untuk menyimpan sabu, sementara satu bagian lainnya tetap difungsikan sebagai tangki BBM agar kendaraan tetap dapat beroperasi normal. “Modifikasi ini membuat kapasitas BBM berkurang, sehingga tersangka harus beberapa kali mengisi bahan bakar dalam perjalanan dari Aceh ke Medan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka M mengaku telah empat kali melakukan pengiriman sabu dengan modus serupa. Untuk menghindari kecurigaan, pelaku memanfaatkan area parkir mal sebagai lokasi transit sebelum barang diserahkan kepada pihak lain.

“Pelaku memarkirkan kendaraan di mal agar terlihat seperti aktivitas biasa. Selanjutnya, ia menunggu instruksi dari jaringan di atasnya terkait proses penyerahan,” ungkap Andy.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk memburu pelaku lain yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolda Sumut untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkoba, khususnya yang melibatkan jaringan lintas negara.

error: Content is protected !!