We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Pesan Kebangsaan dari Jokowi: Jaga Persatuan, Agus Flores Tegaskan Komitmen

JAKARTA || Jejak-indinesia.id – Ketua Umum Wartawan Fast Respon dan Fast Respon Nusantara, R.Mas MH Agus Rugiarto Astrodiarjo, S.H., M.H., yang akrab disapa Agus Flores, mengungkapkan dirinya kembali menerima wejangan kebangsaan dari Joko Widodo, Minggu (3/5/26).

Menurut Agus Flores, pesan yang disampaikan Jokowi menekankan pentingnya menjaga kesehatan, semangat, serta kerukunan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara yang majemuk.

“Pesannya sederhana namun mendalam: tetap sehat, semangat, dan jaga kerukunan,” ujar Agus Flores.

Ia menegaskan bahwa kerukunan merupakan fondasi utama dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang berlandaskan nilai Bhinneka Tunggal Ika. Dalam pandangannya, persatuan menjadi elemen yang tidak bisa ditawar dalam menjaga keutuhan bangsa.

Agus Flores juga menyampaikan bahwa setiap bentuk tindakan yang merusak persatuan dan keberagaman sejatinya bertentangan dengan nilai dasar negara. Namun demikian, ia mengingatkan agar penyampaian sikap tetap dilakukan secara bijak dan dalam koridor hukum yang berlaku.

“Nilai persatuan sudah jelas menjadi dasar kehidupan berbangsa. Karena itu, menjaga harmoni adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Pertemuan dan wejangan tersebut, lanjut Agus Flores, menjadi pengingat penting bagi dirinya untuk terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial, khususnya melalui peran media dan organisasi yang dipimpinnya.

Patroli Malam Polsek Meurah Mulia, Polisi Imbau Warga Waspada Curanmor dan Jaga Kamtibmas

ACEH || Jejak-indonesia.id – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Polsek Meurah Mulia melaksanakan patroli malam pada Sabtu (2/5/2026) mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB di wilayah hukumnya.

Patroli ini difokuskan pada sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas, sekaligus sebagai langkah antisipasi terhadap maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap meresahkan masyarakat.

Petugas memberikan imbauan kepada warga agar lebih waspada, khususnya dalam menjaga kendaraan dengan menggunakan kunci ganda serta memarkir di tempat yang aman. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk segera melapor ke pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan., S.H., S.I.K., M.S.am., M.H melalui Kapolsek Meurah Mulia Ipda Mukhlis., S.H menyampaikan bahwa patroli ini merupakan langkah preventif guna menekan potensi gangguan kamtibmas sekaligus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Melalui patroli rutin ini, kami ingin memastikan situasi tetap kondusif serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, khususnya dalam mengantisipasi tindak curanmor,” ujarnya.

Dengan kehadiran polisi di tengah masyarakat, diharapkan dapat mempererat hubungan kemitraan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.

Patroli Kota Presisi Sat Samapta Sasar Pusat Ekonomi, Cegah Kriminalitas dan Pungli di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE || Jejak-indonesia.id – Guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, Tim Patroli Kota Presisi Satuan Samapta Polres Lhokseumawe melaksanakan patroli rutin di pusat-pusat perekonomian, Sabtu (2/5/2026) mulai pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini menyasar Pasar Kota Lhokseumawe serta sejumlah titik keramaian dan pusat perbelanjaan lainnya yang menjadi lokasi aktivitas jual beli masyarakat. Dipimpin Kanit Patroli bersama personel Samapta, kehadiran polisi di tengah keramaian pasar memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pedagang maupun pengunjung.

Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga aktif berinteraksi dengan masyarakat. Melalui pendekatan humanis, personel menyampaikan imbauan kamtibmas serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.

Petugas juga menegaskan kepada para pedagang agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan praktik pungutan liar (pungli) maupun tindakan kriminal lainnya. Selain itu, masyarakat dihimbau untuk segera menghubungi kantor polisi terdekat jika terjadi gangguan keamanan, sehingga dapat ditangani dengan cepat oleh aparat kepolisian.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan., S.H., S.I.K., M.S.M., M.H melalui Kasat Samapta Polres Lhokseumawe IPTU Nasruddin, S.Sos., M.H., CPM menyampaikan bahwa patroli Kota Presisi merupakan langkah preventif untuk menekan potensi kriminalitas sekaligus menjaga stabilitas keamanan di pusat aktivitas masyarakat.

“Melalui kehadiran polisi di tengah masyarakat, kami ingin memastikan aktivitas perekonomian berjalan aman, lancar, dan kondusif tanpa adanya gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Dengan patroli rutin ini, diharapkan tercipta rasa aman yang berkelanjutan serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Patroli dan Monitoring Pasar Tradisional, Polsek Muara Satu Cegah Guantibmas dan Pastikan Stabilitas Harga

LHOKSEUMAWE || Jejak-indonesia.id – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di pusat aktivitas ekonomi, personel Polsek Muara Satu melaksanakan patroli sekaligus monitoring di Pasar Tradisional Batuphat Timur, Sabtu (2/5/2026) pagi.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat bertujuan untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Selain melakukan pemantauan, personel juga berinteraksi langsung dengan pedagang dan pembeli guna menyerap informasi terkait perkembangan harga kebutuhan pokok (sembako). Dari hasil monitoring, harga sejumlah bahan pokok terpantau relatif stabil, meski tetap berpotensi mengalami perubahan sesuai dinamika pasar.

Dalam kesempatan tersebut, petugas turut menyampaikan imbauan kamtibmas kepada para pedagang dan pengunjung pasar agar tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan, seperti pencopetan maupun penipuan. Masyarakat juga diingatkan untuk segera melapor ke pihak kepolisian apabila menemukan praktik pungutan liar atau gangguan keamanan lainnya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H melalui Kapolsek Muara Satu IPTU Abdul Karim menegaskan bahwa kegiatan patroli di pasar tradisional ini merupakan langkah preventif untuk menjaga kenyamanan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas perekonomian.

“Pasar tradisional merupakan pusat interaksi masyarakat yang rawan terhadap berbagai potensi gangguan. Oleh karena itu, kehadiran polisi sangat penting untuk memberikan rasa aman dan memastikan aktivitas berjalan lancar,” ujarnya.

Dengan patroli rutin ini, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Muara Satu tetap terjaga, serta masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

TEROR TERHADAP WARTAWAN FRN ACEH MAKIN BRUTAL!

ACEH || Jejak-indonesia.id - Kasus teror yang menimpa Syahbudin Padang. Wakil Ketua DPW FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara Provinsi Aceh, kini memasuki babak yang semakin memprihatinkan dan mengundang kemarahan publik.

Bukan hanya rumah diteror dan kaca mobil pribadinya dipecahkan oleh Orang Tak Dikenal (OTK), Syahbudin juga diduga mengalami intimidasi brutal saat mengawal dugaan pencurian buah sawit milik warga di Kantor Desa Sikalondang, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Yang lebih mengejutkan, di lokasi tersebut disebut-sebut sempat terlontar kata-kata bernada ancaman:

> “Bunuh Syahbudin Padang!”
> “Usir Syahbudin Padang dari sini!”

Ucapan bernada kekerasan itu kini menjadi sorotan serius karena dinilai bukan lagi sekadar ketegangan biasa, melainkan bentuk ancaman terbuka terhadap keselamatan seorang wartawan yang sedang menjalankan fungsi kontrol sosial.

Ketua DPW FRN Aceh Murka, Minta Kapolda Aceh Turun Tangan Menyikapi rentetan kejadian itu, Ketua DPW Fast Respon Counter Polri Nusantara Provinsi Aceh, Agus Suriadi, angkat bicara dengan nada sangat keras.

Ia mendesak Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Alibasyah agar tidak tinggal diam dan segera memerintahkan Kapolres Subulussalam untuk menangkap seluruh pihak yang terlibat dalam aksi teror dan intimidasi terhadap Syahbudin Padang.

> “Saya meminta Bapak Kapolda Aceh agar segera memerintahkan Kapolres Subulussalam merangkap, memburu, dan menangkap semua pelaku teror terhadap anggota kami. Bukan hanya pelaku pelempar kaca mobil oleh OTK, tetapi juga seluruh pihak yang melakukan intimidasi, ancaman, dan pengusiran di Kantor Desa Sikalondang,” tegas Agus Suriadi, Minggu (03/05/2026).

Menurut Agus, kejadian yang dialami Syahbudin bukan peristiwa biasa. Ada pola tekanan berulang yang patut diduga terstruktur.Ada Teriakan “Bunuh” dan “Usir”, Kenapa Justru Wartawan yang Diusir?

Agus menilai sangat aneh dan janggal ketika Syahbudin Padang yang datang mengawal aspirasi warga justru menjadi pihak yang diusir dari kantor desa.

Padahal secara moral, wartawan memiliki hak melakukan peliputan, pengawasan sosial, dan pendampingan terhadap masyarakat yang mencari keadilan.

> “Pertanyaan besarnya, kenapa Syahbudin Padang yang diusir? Apa kapasitas pemerintah desa melakukan pengusiran terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas sosial kontrol? Siapa yang memberi keberanian sampai muncul teriakan bunuh dan usir?” kecam Agus.

Ia menilai tindakan tersebut sudah melewati batas kewenangan pemerintahan desa dan harus diusut dari hulu ke hilir.

Sebab kantor desa adalah ruang pelayanan publik, bukan arena membungkam wartawan atau tempat melahirkan ancaman kekerasan.

Diduga Ada Dalang Besar di Balik Rangkaian Intimidasi FRN Aceh mencurigai rentetan peristiwa yang dialami Syahbudin Padang — mulai dari teror pelemparan kaca mobil, tekanan saat mengawal kasus sawit, hingga pengusiran dan ancaman verbal di Kantor Desa Sikalondang — bukan kejadian yang berdiri sendiri.

Ada dugaan kuat semua ini saling berkaitan.Kami menduga ada dalang besar di balik semua rangkaian ini. Tidak mungkin anggota kami diteror berkali-kali saat sedang aktif mengawal persoalan masyarakat kalau tidak ada pihak yang merasa terusik. Karena itu penyelidikan harus dilakukan secara mendalam sampai terbongkar siapa aktor intelektualnya,” ujar Agus lagi.

Menurutnya, aparat tidak boleh hanya melihat kasus ini sebagai insiden spontan.
Karena jika tidak dibongkar serius, maka akan muncul kesan bahwa ada upaya sistematis untuk menakut-nakuti wartawan agar berhenti membela kepentingan rakyat kecil.

Syahbudin: Saya Datang Bela Warga, Kenapa Saya Mau Dibunuh dan Diusir?
Syahbudin Padang sendiri mengaku sangat terpukul dengan peristiwa tersebut.

Ia mengatakan dirinya datang bukan membuat keributan, melainkan menjalankan fungsi wartawan dan sosial kontrol untuk memastikan hak warga korban dugaan pencurian sawit tidak diabaikan.Namun yang diterimanya justru suasana mencekam, intimidasi, hingga teriakan pengusiran.

> “Saya datang untuk bela warga yang merasa dirugikan. Tapi kenapa saya yang mau dibunuh, saya yang mau diusir? Ini pertanyaan besar. Ada apa sebenarnya? Siapa yang takut kalau kasus ini terbuka?” ungkap Syahbudin.

Ia menegaskan sampai hari ini dirinya masih menunggu kepastian hukum atas seluruh bentuk ancaman yang menimpanya.

Desakan Keras: Kapolres Subulussalam Jangan Diam FRN Aceh menilai Kapolres Subulussalam harus bergerak cepat, serius, dan transparan.

Bukan hanya menyelidiki pelaku lapangan, tetapi juga mendalami semua pihak yang diduga menjadi provokator, penggerak, atau dalang dari intimidasi terhadap Syahbudin.

> “Jangan sampai masyarakat menilai hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul terhadap pihak-pihak yang punya pengaruh. Semua yang terlibat harus dipanggil dan diperiksa,” tegas Agus.

Hari Pers Nasional Berubah Jadi Hari Duka Kebebasan Pers

Di momentum Hari Pers Nasional, tragedi yang dialami Syahbudin Padang menjadi simbol bahwa wartawan di daerah masih jauh dari rasa aman.Teror OTK belum terungkap.Ancaman pembunuhan muncul di kantor desa.Wartawan malah diusir ketika bela warga.

Lalu publik bertanya: masih pantaskah kebebasan pers disebut hidup jika wartawan yang bersuara justru dibungkam dengan ancaman?

error: Content is protected !!