We're open Closes at 5:00 pm
Beranda » Arsip untuk Redaksi » Halaman 2104

Redaksi

IMG-20250822-WA0064

Gerakan Pangan Murah, Polresta Banyuwangi dan Bulog Telah Gelontorkan 202 Ton Beras SPHP untuk Warga

Banyuwangi || jejakindonesia.id – Polresta Banyuwangi bersama Bulog menyalurkan 202 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), Jumat (22/8/2025).

Kegiatan ini digelar dengan menyalurkan beras SPHP dari bulog di sejumlah titik wilayah Banyuwangi, bekerja sama dengan polsek jajaran.

GPM menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pada kegiatan ini, beras SPHP dijual Rp57.500 per 5 kilogram atau setara Rp11.500/kg. Harga tersebut lebih rendah dibanding harga pasaran yang belakangan mengalami kenaikan signifikan.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menjelaskan bahwa program ini adalah wujud nyata kepedulian Polri dalam membantu masyarakat. Menurutnya, Polri bersama Bulog berkomitmen menghadirkan solusi konkret agar masyarakat bisa tetap memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Semoga GPM ini meringankan beban warga sekaligus menstabilkan harga kebutuhan pokok ,” ujar Kombes Pol. Rama.

Sejak pagi, antusiasme warga terlihat jelas di sejumlah titik pasar murah. Mereka rela antre untuk membeli beras dengan harga lebih murah dibanding pasaran. Kehadiran pasar murah ini disambut hangat, terutama oleh warga yang selama ini merasakan langsung dampak kenaikan harga pangan.

Sulastri, seorang warga Banyuwangi, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat membantu kami, apalagi harga kebutuhan pokok sedang naik. ” ucapnya.

Gerakan Pangan Murah bukan hanya sekadar program penyaluran beras, tetapi juga bagian dari menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

Dengan jumlah yang cukup besar, telah tersalur 202 ton beras SPHP, diharapkan program ini mampu memberi dampak nyata terhadap penurunan harga di pasaran serta memperkuat daya beli masyarakat.

Selain itu, kerja sama Polresta Banyuwangi dan Bulog juga menjadi sinergi antar-instansi dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui langkah ini, masyarakat memperoleh akses kebutuhan pokok berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

Polresta Banyuwangi berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program serupa, khususnya dalam bidang ketahanan pangan.

IMG-20250822-WA0062

Bakti Sosial Warnai Penutupan TMMD ke-125 Kodim 0825 Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 0825 Banyuwangi tidak hanya diisi dengan acara formal, tetapi juga diwarnai dengan kegiatan bakti sosial yang menyentuh hati masyarakat. Sejumlah bantuan berupa paket sembako dan santunan diserahkan langsung kepada warga yang membutuhkan, Kamis (21/8/2025).

Kegiatan bakti sosial tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat, terutama para lansia dan anak-anak yatim yang menerima bantuan. Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan menegaskan komitmen TNI untuk selalu hadir membantu rakyat, sesuai dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat.

Komandan Kodim 0825 Banyuwangi dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial menjadi bagian penting dari rangkaian TMMD. "TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat. Melalui bakti sosial ini, kami berharap dapat sedikit meringankan beban warga," ujarnya.

Selain bakti sosial, kegiatan penutupan TMMD juga diisi dengan upacara resmi, peninjauan hasil pembangunan, hingga ramah tamah bersama warga. Kehadiran unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan turut menambah semarak kegiatan tersebut.

Dengan adanya bakti sosial di penutupan TMMD ke-125 ini, diharapkan hubungan TNI dan masyarakat Banyuwangi semakin erat, serta hasil pembangunan yang telah dikerjakan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga.

IMG-20250822-WA0061

280 Bibit Kelapa Ditanam di SAE Lapas Banyuwangi, Kalapas : Dukung Ketahanan Pangan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan menanam 280 bibit kelapa di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (21/8).

Lahan seluas 2,2 hektar yang terletak di Kelurahan Pakis, Banyuwangi, tersebut kini mulai ditanami tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Penanaman bibit kelapas secara simbolis dilakukan oleh Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, diiringi pejabat struktural Lapas Banyuwangi. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas III TPI Banyuwangi, Muhammad Ervan Lesmana.

Kalapas Banyuwangi menyebut bahwa kegiatan penanaman bibit kelapa ini merupakan wujud nyata dalam mendukung program ketahanan pangan. Hal itu sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

“Ini adalah langkah konkret kami. Selain untuk menghijaukan lahan, hasil dari tanaman ini nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan,” ujar Wayan.

Wayan juga mengungkapkan bahwa penyediaan bibit kelapa merupakan hasil sinergi yang baik antara Lapas Banyuwangi dan Kantor Imigrasi setempat.

“Kami menyediakan 80 bibit kelapa, dan Kantor Imigrasi menyumbang 200 bibit kelapa. Total 280 bibit yang kita tanam hari ini,” tambahnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga dirancang sebagai bagian dari pembinaan bagi warga binaan. Nantinya, perawatan dan pemeliharaan bibit kelapa tersebut akan dilakukan oleh warga binaan yang menjalani asimilasi di SAE Pakis.

“Kami berharap ini bisa menjadi bekal keterampilan yang dapat bermanfaat ketika warga binaan telah bebas nanti,” ungkapnya.

Kegiatan penanaman bibit kelapa ini tidak hanya dilakukan di Lapas Banyuwangi, tetapi merupakan bagian dari instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang diimplementasikan secara serentak di seluruh Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Indonesia.

“Gerakan ini menekankan peran Pemasyarakatan tidak hanya dalam membina narapidana, tetapi juga berkontribusi aktif terhadap pembangunan dan ketahanan pangan nasional,” pungkas Wayan.

IMG-20250822-WA0047

Pejabat Arogan di BKPSDM Deli Serdang Disorot, HIPSI dan FJP Desak Bupati Bertindak Tegas

Medan || jejakindonesia.id - Gelombang kritik keras datang dari insan pers Sumatera Utara terhadap perilaku Sekretaris BKPSDM Deli Serdang, Faisal Rahman, SSTP. Dua organisasi pers, Himpunan Insan Pers Solidaritas Indonesia (HIPSI) Sumut dan Forum Jurnalis Provinsi (FJP) Sumut, menilai Faisal tidak layak menduduki jabatan birokrasi karena sikapnya yang dianggap arogan.

Ketua HIPSI Sumut, Rizal Syam Lubis, SE, menegaskan kekecewaannya setelah anggota HIPSI diperlakukan tidak manusiawi di Kantor BKPSDM Deli Serdang. Tamu resmi yang datang pada Rabu (20/8/2025) justru dibiarkan menunggu hampir tiga jam di ruang tunggu tanpa kepastian pelayanan.

“Ini bukan sekadar buruknya pelayanan, tapi pelecehan terhadap martabat tamu. Semua prosedur sudah dipenuhi, tapi yang muncul justru penghinaan. Seorang Sekretaris BKPSDM bertindak arogan, tak beretika, dan tidak layak duduk di jabatan. Pejabat model begini hanya merusak citra birokrasi dan mempermalukan nama Deli Serdang,” tegas Rizal.

Ia menambahkan, pejabat publik yang baru dilantik seharusnya menghadirkan wajah ramah dan humanis. Namun, Faisal justru memperlihatkan sikap sebaliknya—sombong, angkuh, dan memperlakukan tamu seolah tidak bernilai.

“Jangan ada pejabat merasa jadi raja kecil. Jabatan itu amanah, bukan panggung kesombongan. Kalau Bupati tidak tegas, pejabat arogan seperti ini akan jadi racun birokrasi. Kami minta Faisal segera dicopot dari jabatannya,” sambungnya.

Nada serupa disampaikan Ketua FJP Sumut, Roy Syamsul Gultom. Menurutnya, tindakan Faisal bukan hanya pelecehan terhadap insan pers, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap prinsip pelayanan publik.

“Ini penghinaan. Kalau pejabat arogan seperti ini dibiarkan, wajah birokrasi hancur. Bupati harus turun tangan agar kepercayaan masyarakat tidak hilang. Kalau tidak ada sanksi, gejolak besar bisa saja terjadi,” tegas Roy.

Baik HIPSI maupun FJP Sumut menilai kasus ini menjadi bukti kerusakan mental birokrasi di Deli Serdang. Publik kini menunggu langkah tegas Bupati: apakah berani mencopot pejabat arogan, atau justru memilih diam dan membiarkan birokrasi berjalan dengan wajah kesombongan.

🟥 Adel

IMG-20250822-WA0046

Kasad: TMMD Wujud Komitmen TNI Hadir dan Berkarya untuk Rakyat

CILEGON || jejakindonesia.id – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan bukti nyata komitmen TNI untuk selalu hadir dan berkarya di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat secara resmi menutup TMMD ke-125 yang dipusatkan di Lapangan Dinas Sosial Kota Cilegon, Kamis (21/8/2025). Penutupan ini juga berlangsung serentak di 49 kabupaten/kota lainnya di seluruh Indonesia.

Kasad menyampaikan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan wujud nyata pelestarian jati diri TNI yang lahir dari rakyat dan mengabdi untuk rakyat. Melalui TMMD, TNI terus hadir menyatukan langkah dengan masyarakat untuk membangun negeri, terutama di wilayah terpencil yang masih minim fasilitas dasarnya.

“Masih banyak masyarakat yang tidak punya akses jalan, sehingga hasil buminya sulit dijual, dan kegiatan hariannya pun terhambat. Kita sudah survei daerah mana yang membutuhkan, kita koordinasikan dengan pemerintah daerah untuk _support project_ nya, kami _back up_ untuk logistiknya,” ujar Kasad di depan awak media.

Selain pembangunan jalan, Kasad menegaskan bahwa program TMMD kali ini menargetkan pembangunan lima titik sumber air bersih di setiap lokasi TMMD. Hal ini sejalan dengan program TNI AD Manunggal Air yang pada tahun 2026 menargetkan pembangunan 1.500 hingga 2.000 titik sumber air bersih di seluruh Indonesia, termasuk rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat.

Menurut Kasad, pembangunan di berbagai daerah melalui program TMMD dapat membantu pemerintah daerah dari sisi pendanaan APBD, sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong masyarakat. TNI juga berharap keberadaan program ini mampu memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan warga.

Gubernur Banten Andra Soni turut mengapresiasi sinergi TNI dengan pemerintah daerah dalam TMMD, yang dinilainya mampu mempercepat pemerataan pembangunan. Ia menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan TNI, Polri, dan seluruh instansi terkait, demi mewujudkan pembangunan yang berkeadilan di Provinsi Banten.

Selaku Penanggung Jawab Operasional (PJO) TMMD, Kasad merespons komitmen tersebut dengan menyampaikan apresiasinya kepada para kepala daerah yang telah mendukung penuh pelaksanaan TMMD ke-125, yang berlangsung sejak 23 Juli hingga 21 Agustus 2025. Kasad juga mengapresiasi peran para prajurit, masyarakat, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi aktif dalam menyukseskan program ini.

Dalam kesempatan tersebut, Kasad menyaksikan langsung penyerahan simbolis hasil-hasil TMMD dari Dandim 0623/Cilegon Letkol lnf Miftakhul Khoir, S.E. M.M. kepada Walikota Cilegon Robinsar. Kasad juga membagikan bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekitar, yang diserahkan kepada 20 perwakilan warga Cilegon. *(Dispenad)*