We're open Closes at 5:00 pm
Beranda » Arsip untuk Redaksi » Halaman 2103

Redaksi

IMG-20250823-WA0019

Isi Kuliah Umum di FH USU, Kadivhumas Polri Ajak Perkuat Rasa Cinta Tanah Air

SUMUT || jejakindonesia.id - Kadivhumas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho mengisi materi dalam kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru.

Kepada mahasiswa di Fakultas Hukum USU tersebut, Kadivhumas Polri menyinggung mengenai peran penting generasi muda dalam membangun bangsa. Ia menyebut, sebagai generasi penerus bangsa, para mahasiswa harus menjadi agen perubahan.

“Jadilah agen perubahan yang membawa kebaikan bagi bangsa dan negara. Teruslah berjuang dan jangan pernah menyerah dalam meraih cita-cita. Ingatlah bahwa masa depan bangsa ada di tangan kita," ujar Kadivhumas Polri, Jumat (22/8/25).

Menurut Kadivhumas, di tengah dinamika global yang berdampak juga pada Indonesia, negeri ini tetap bisa terjaga. Ke depan akan semakin kompleks tantangannya.

Ditegaskan Kadivhumas Polri, untuk menghadapi tantangan ke depan tersebut, seluruh elemen bangsa harus bersatu. Persatuan dan kesatuan disebutnya menjadi hal yang sangat penting.

“Jadi nilai yang paling utama dari kesatuan bangsa adalah utamanya adalah mengutamakan persatuan dan persaudaraan bangsa,” ungkap Kadivhumas.

Lebih lanjut Kadivhumas menekankan, kecintaan terhadap negeri ini harus dimiliki oleh masyarakat, terutama generasi muda. Dengan keberagaman yang ada di Indonesia, mulai dari budaya, adat, istiadat, semua menjadi kekayaan yang patut dibanggakan.

“Setelah kita bersatu, persatuan yang kita kembangkan, maka jangan lupa identitas nasional harus kita lakukan untuk selalu meningkatkan kecintaan kita kepada bangsa dan negeri. Siapa lagi yang mempertahankan bangsa dan negeri kita kalau bukan kita?” jelas Kadivhumas yang merupakan alumnus S2 dan S3 Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

IMG-20250823-WA0017

Anak Korban Kekerasan di Pasar Kebayoran Baru Pulih, Diserahkan ke Dinsos DKI Jakarta

JAKARTA || jejakimdonesia.id — Anak berinisial MK (7) yang menjadi korban kekerasan dan penelantaran dan ditemukan dalam kondisi luka parah di Pasar Kebayoran Baru pada Juni 2025 lalu, kini telah berangsur pulih. Hari ini, Jumat (22/8/2025), MK secara resmi diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta untuk mendapatkan pengasuhan, perawatan, serta pemenuhan hak-hak dasarnya.

MK ditemukan oleh seorang petugas keamanan Pasar Kebayoran Baru dalam kondisi mengenaskan. Saat ditemukan, korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh, termasuk luka bakar di wajah dan tubuh, patah tulang pada lengan kanan, patah rahang, memar pada area mata, luka lebar di kaki, dan luka di bagian dagu.

Dalam proses penanganan kasus ini, Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri bekerja sama dengan KPPP, Kementerian Sosial, serta RS Polri Kramat Jati untuk memberikan perlindungan dan perawatan medis secara intensif. Selama hampir dua bulan perawatan, korban menjalani serangkaian operasi, di antaranya:

- Operasi ortopedi untuk penanganan tulang lengan kanan yang patah

- Operasi rahang akibat patah pada bagian mulut

- Operasi bedah plastik untuk menutup luka robek di beberapa bagian tubuh

Hasil observasi tim medis juga menemukan bahwa korban mengalami gizi buruk, memiliki riwayat diabetes, TB paru, dan kondisi tubuh yang tidak stabil dengan suhu tubuh yang kerap naik-turun.

Meski sempat kritis, kondisi MK kini berangsur membaik. Berat badannya naik signifikan dari 9 kg menjadi 16 kg. Jika sebelumnya MK tidak dapat duduk atau berjalan, kini ia sudah bisa duduk dan berjalan dengan bantuan. Selain itu, pemulihan psikologis juga menunjukkan kemajuan signifikan, ditandai dengan kemampuan komunikasi dua arah dan mulai sering tersenyum.

Direktur PPA & PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol Dr. Nurul Azizah, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam pemulihan MK.

“Alhamdulillah, kondisi anak korban MK saat ini sudah jauh lebih baik. Kami bersama tim medis, psikolog, dan Kementerian Sosial berupaya maksimal untuk memastikan pemulihan fisik dan mentalnya. Hari ini, anak MK kami serahkan ke Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta agar mendapatkan pengasuhan dan perlindungan yang lebih optimal,” ujar Brigjen Pol Nurul Azizah.

Selain pemulihan korban, penyidik Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri masih terus melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku kekerasan dan penelantaran ini. Pemeriksaan sejumlah saksi sudah dilakukan, termasuk penyusunan sketsa wajah terduga pelaku.

Brigjen Pol Nurul Azizah menegaskan bahwa Polri akan mengusut tuntas kasus ini.

“Kami terus melakukan pendalaman, termasuk mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, dan mencari keberadaan pelaku. Perlindungan terhadap anak merupakan prioritas kami, dan kami akan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait agar kasus ini segera terungkap,” tegasnya.

Mulai hari ini, MK berada di bawah pengasuhan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta untuk mendapatkan pendampingan psikologis lanjutan, pemenuhan hak dasar, dan perawatan yang lebih menyeluruh.

IMG-20250822-WA0070

280 Bibit Kelapa Ditanam di SAE Lapas Banyuwangi, Kalapas : Dukung Ketahanan Pangan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan menanam 280 bibit kelapa di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (21/8).

Lahan seluas 2,2 hektar yang terletak di Kelurahan Pakis, Banyuwangi, tersebut kini mulai ditanami tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Penanaman bibit kelapas secara simbolis dilakukan oleh Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, diiringi pejabat struktural Lapas Banyuwangi. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas III TPI Banyuwangi, Muhammad Ervan Lesmana.

Kalapas Banyuwangi menyebut bahwa kegiatan penanaman bibit kelapa ini merupakan wujud nyata dalam mendukung program ketahanan pangan. Hal itu sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

“Ini adalah langkah konkret kami. Selain untuk menghijaukan lahan, hasil dari tanaman ini nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan,” ujar Wayan.

Wayan juga mengungkapkan bahwa penyediaan bibit kelapa merupakan hasil sinergi yang baik antara Lapas Banyuwangi dan Kantor Imigrasi setempat.

“Kami menyediakan 80 bibit kelapa, dan Kantor Imigrasi menyumbang 200 bibit kelapa. Total 280 bibit yang kita tanam hari ini,” tambahnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga dirancang sebagai bagian dari pembinaan bagi warga binaan. Nantinya, perawatan dan pemeliharaan bibit kelapa tersebut akan dilakukan oleh warga binaan yang menjalani asimilasi di SAE Pakis.

“Kami berharap ini bisa menjadi bekal keterampilan yang dapat bermanfaat ketika warga binaan telah bebas nanti,” ungkapnya.

Kegiatan penanaman bibit kelapa ini tidak hanya dilakukan di Lapas Banyuwangi, tetapi merupakan bagian dari instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang diimplementasikan secara serentak di seluruh Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Indonesia.

“Gerakan ini menekankan peran Pemasyarakatan tidak hanya dalam membina narapidana, tetapi juga berkontribusi aktif terhadap pembangunan dan ketahanan pangan nasional,” pungkas Wayan.

IMG-20250822-WA0068

Polres Magetan Warnai Hari Jadi Polwan ke-77 Blusukan ke Sekolah Edukasi Anti Bullying

MAGETAN || jejakindonesia.id - Dalam rangka memperingati Hari Jadi Polwan ke-77, jajaran Polwan (Polisi Wanita) Polres Magetan Polda Jatim menggelar kegiatan “Polwan Goes to School”, Kali ini rombongan para Srikandi Bhayangkara Polres Magetan Polda Jatim tersebut mengunjungi SMP Negeri 2 Magetan.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Aipda Dian Hermawati bersama sejumlah Polwan yang hadir untuk memberikan sosialisasi kepada para siswa terkait isu-isu penting yang marak di kalangan remaja.

Para Polwan secara bergantian menyampaikan materi mengenai bahaya bullying, penyalahgunaan narkoba, hingga praktik judi online (Judol).

Dengan penyampaian yang interaktif, para siswa diajak untuk memahami dampak buruk dari perilaku menyimpang tersebut serta langkah pencegahannya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung meriah dan penuh antusias. Para siswa tampak bersemangat, apalagi saat diberikan doorprize menarik bagi mereka yang mampu menjawab kuis seputar materi. Suasana keakraban semakin terasa ketika seluruh siswa serentak mengucapkan selamat ulang tahun untuk Polwan yang ke-77.

Kepala SMP Negeri 2 Magetan, Endro Sri Widayati, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polwan Polres Magetan dalam memberikan edukasi di sekolahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Polwan yang sudah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat," ujarnya, Jumat (22/8/25).

Menurut Kepala SMP Negeri 2 Magetan itu, materi yang disampaikan oleh para Polwan Polres Magetan memang persoalan nyata yang sedang tren di kalangan siswa, seperti bullying dan judi online.

Sementara itu, Senior Polwan Polres Magetan Kompol Iin Pelangi, S.Sos menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi Polwan dalam mendukung pendidikan karakter generasi muda.

“Polwan tidak hanya bertugas dalam bidang penegakan hukum, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, termasuk di sekolah, untuk memberikan wawasan dan motivasi agar siswa bisa terhindar dari perilaku negatif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kompol Iin menambahkan bahwa generasi muda adalah aset bangsa yang harus dijaga dan dibina.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini, para pelajar semakin sadar untuk menjauhi bullying, narkoba, dan judi online. Mari bersama-sama wujudkan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan berprestasi,” pesannya.

Kegiatan Polwan Goes to School ini menjadi wujud nyata kepedulian Polwan Polres Magetan dalam memperingati Hari Jadi Polwan ke-77 dengan semangat memberi manfaat kepada masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa.

IMG-20250822-WA0066

Kapolda Jatim Resmikan Instalasi Pusat Pelayanan Terpadu RS Bhayangkara Surabaya

SURABAYA || jejakindonesia.id - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si meresmikan Instalasi Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya, Jumat (22/8/2025). Fasilitas baru ini menjadi langkah strategis Polri dalam meningkatkan pelayanan bagi perempuan, anak, korban kekerasan, serta kelompok rentan lainnya.

Instalasi yang berdiri di atas lahan seluas 182 meter persegi ini dibangun dalam waktu kurang dari satu bulan, sejak 23 Juli hingga 18 Agustus 2025.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Kapolda Jatim.

Kabid Dokes Polda Jatim Kombes Dr. dr. Mohammad Khusnan Marzuki, M.M dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK), Dinas Sosial, serta Biro Pemerintahan Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, kolaborasi ini sangat penting karena RS Bhayangkara juga berperan sebagai mitra strategis dalam perlindungan perempuan dan anak, termasuk penyandang disabilitas dan masyarakat kurang mampu.

“Melalui instalasi ini, korban kekerasan bisa mendapatkan layanan medis, psikologis, hingga pendampingan hukum secara terpadu dalam satu atap. Proses rujukan antarinstansi pun akan berlangsung lebih cepat dan efektif,” ujar Kombes Khusnan.

Ia menegaskan, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi tonggak peningkatan pelayanan publik yang lebih berpihak kepada korban, terutama anak-anak, perempuan, lansia, serta masyarakat kurang mampu.

“Kami berharap pelayanan kesehatan Polri bisa menjadi teladan, tidak hanya dari aspek teknis medis, tetapi juga dari sisi empati dan kepedulian,” tambahnya.

Acara peresmian ini turut dihadiri sejumlah pejabat Pemprov Jatim, di antaranya Kepala DP3AK, Kepala Dinas Sosial, dan Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Jawa Timur, serta jajaran Karumkit dan Kasi Dokes.

Kehadiran mereka menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam memperkuat layanan terpadu yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.