Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

STP Gelar Konservasi Air di Pantai Cacalan: Tanam 3.000 Mangrove dan Lepas 100 Tukik

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan pesisir, PT Suri Tani Pemuka (STP) menggelar kegiatan Conservasi Air dengan melakukan penanaman 3.000 bibit mangrove dan pelepasan 100 ekor tukik di kawasan wisata Pantai Cacalan, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, pada Jumat (17/10/2025) pagi.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.30 hingga 07.45 WIB ini diikuti oleh jajaran manajemen STP dari berbagai cabang, di antaranya Deni (Kacab STP Purwakarta), Hengki (Kacab STP Lampung), Sutrisman (Kacab STP Banyuwangi), serta perwakilan dari Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Pokdarwis Pantai Cacalan, dan karyawan STP Banyuwangi.

Turut hadir pula Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Santana Putra, S.I.K., M.Si., M.H., yang di wakili Kapolsek Kalipuro AKP Sukirman, SH, beserta anggota, perwakilan Koramil Kalipuro Serma I Wayan, serta Lurah Klatak Ali Mutardho.

Dalam sambutannya, Sutrisman, Kepala Cabang STP Banyuwangi, menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam menjaga ekosistem laut dan pesisir.

“Kami ingin mengembalikan kondisi ekosistem laut agar tetap lestari dan dapat berkembang seperti dulu. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat ikut menjaga lingkungan, karena manfaatnya akan kembali untuk ekonomi warga sekitar,” ujarnya.

Diketahui,acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta penyerahan simbolis bibit mangrove kepada Pokdarwis Pantai Cacalan. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove dan pelepasan tukik ke laut secara simbolis, disambut antusias oleh seluruh peserta.

Kegiatan berakhir pada pukul 07.45 WIB dalam suasana aman, lancar, dan penuh semangat kebersamaan.

Maksimalkan Pelayanan Publik, Polresta Sidoarjo Terima Penghargaan di Kompolnas Award 2025

SIDOARJO|| jejak-indonesia.id - Polresta Sidoarjo Polda Jawa Timur berhasil menorehkan prestasi dengan masuk dalam lima besar nominasi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Award 2025.

Malam penghargaan yang juga dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tersebut, diselenggarakan di Jakarta, Kamis (16/10/2025) yang lalu.

Kapolresta Sidoarjo Komisaris Besar Polisi Christian Tobing yang hadir langsung untuk menerima penghargaan, mengatakan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran dan bentuk nyata dukungan masyarakat Kabupaten Sidoarjo terhadap peningkatan pelayanan kepolisian.

"Terimakasih kepada seluruh anggota Polresta Sidoarjo dan tentu masyarakat yang mendukung kami dalam terus memajukan pelayanan publik sehingga prestasi ini bisa diraih," ungkapnya.

Masuk lima besar Kompolnas Award 2025 menjadi bukti komitmen Polresta Sidoarjo dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, inovatif, responsif serta dengan pendekatan humanis ke masyarakat.

Dalam kategori Polres Tipe A, lima nominator terbaik yang masuk daftar Kompolnas Award 2025, yakni Polres Pekalongan Kota, Polres Malang, Polrestabes Surabaya, Polresta Sidoarjo dan Polres Aceh Utara.

“Prestasi ini kami persembahkan untuk masyarakat Kabupaten Sidoarjo, dan sekali lagi terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang terus diberikan kepada kami,”kata Kombes. Pol. Christian Tobing.

Ia menambahkan, diterimanya penghargaan ini tentu semakin memotivasi bagi seluruh anggota Polresta Sidoarjo Polda Jatim untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Kompolnas Award merupakan penghargaan tahunan yang menilai kinerja dan inovasi satuan Polri dari berbagai aspek, mulai dari pelayanan publik, profesionalisme, integritas, hingga inovasi berbasis Environmental, Social and Governance (ESG).

Penilaian dilakukan melalui tiga tahap. Antara lain analisis data kuantitatif, observasi langsung di lapangan, dan masukan masyarakat.

Ketua Kompolnas Djamari Chaniago menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Kompolnas Awards 2025.

Menurutnya, penghargaan ini menjadi langkah penting untuk menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat di tubuh Polri.

"Melalui penghargaan ini, diharapkan tumbuh budaya kompetitif yang sehat dalam meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kinerja seluruh jajaran kepolisian,” ujar Djamari dalam sambutannya di Jakarta

Wakapolri Pimpin Upacara Purna Tugas 139 Personel Kontingen Garuda Bhayangkara, Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Perdamaian Dunia

JAKARTA || jejakindonesia.id – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., memimpin Upacara Purna Tugas dan Penganugerahan Tanda Jasa bagi 139 personel Polri Kontingen Garuda Bhayangkara Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU) 6 MINUSCA. Upacara ini digelar dalam rangka menyambut kepulangan mereka setelah menyelesaikan pengabdian selama satu tahun dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Bangui, Republik Afrika Tengah.

Wakapolri mengedepankan dan menegaskan komitmen Indonesia sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Umum PBB tanggal 23 September 2025, bahwa Indonesia akan terus aktif dan berkomitmen penuh untuk mengirimkan pasukan terbaiknya dalam berbagai misi perdamaian dunia. Keterlibatan Polri dalam misi PBB merupakan wujud nyata dari komitmen bangsa Indonesia bagi kemanusiaan serta upaya aktif dalam menciptakan keamanan dan ketenangan di wilayah konflik.

Wakapolri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas profesionalisme, disiplin, dan dedikasi tinggi yang ditunjukkan seluruh anggota Satgas FPU 6 MINUSCA. Atas nama pimpinan Polri, beliau mengucapkan terima kasih karena kinerja yang luar biasa tersebut telah mengharumkan nama Polri, bangsa, dan negara di kancah internasional.

Upacara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi ini turut dihadiri oleh tamu kehormatan dari kalangan eksternal, antara lain:

· Dirbinlat PMPP TNI, Kolonel Adm Janadi, ST., M.Avn., Mgt.;
· Diplomat Ahli Pertama Dit. Keamanan dan Perdamaian Internasional, DJ Kerja Sama Multilateral, Kemlu RI, Salma Husna;
· Wantimpus LVRI, Irjen Pol (Purn) Drs. Satriya Hari Prasetya, S.H.

Pada kesempatan yang penuh khidmat ini, Wakapolri juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Briptu Anumerta Sri Widodo dalam pelaksanaan tugas. Seluruh keluarga besar Polri mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

Wakapolri menekankan bahwa kepulangan Satgas bukanlah akhir pengabdian, melainkan awal dari tanggung jawab baru. Pengalaman berharga di daerah misi harus menjadi inspirasi untuk terus berkontribusi dan menjadi teladan dalam pelayanan kepada bangsa dan negara.

Sebagai puncak acara, dilakukan penyematan tanda jasa kepada personel terpilih berdasarkan:

· Keputusan Presiden kepada Kasatgas FPU 6 Minusca, Kombes Pol Muhammad Ikhwan Lazuardi, S.H., S.I.K., M.H. dan Duty Officer Satgas FPU 6 Minusca, Iptu Bunga Herlin Dwitiya, S.Tr.K.
· Keputusan Menteri Pertahanan kepada Kompol Omizon Eka Putra, S.H., S.I.K., M.Tr.Sou.

Wakapolri menyampaikan penghargaan dan rasa bangga bahwa Polri dan Indonesia memiliki para anggota Satgas Garuda Bhayangkara yang tangguh. Beliau mengucapkan selamat datang kembali ke tanah air dan berkumpul dengan keluarga tercinta, serta terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan untuk bangsa, negara, dan kemanusiaan.

Kapolri Resmikan 35 SPKT Polres di Jajaran Polda Jateng untuk Optimalkan Pelayanan Masyarakat

SEMARANG || jejakindonesia.id – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan 35 Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres di jajaran Polda Jawa Tengah.

Kapolri menyampaikan bahwa Polri telah melakukan perubahan nomenklatur Kanit SPKT menjadi Pamapta untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan publik.

SPKT merupakan unit pelayanan pertama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, fasilitas dan sumber daya yang tersedia harus mampu memberikan layanan yang cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan publik.

Peresmian 35 SPKT ini diharapkan dapat memperkuat kinerja Polres jajaran Polda Jawa Tengah dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, mulai dari penerimaan laporan, pengaduan, hingga tindak lanjut penanganan awal perkara.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolda Jawa Tengah, pejabat utama Mabes Polri, para Kapolres jajaran, Forkopimda, serta perwakilan tokoh masyarakat.

Melalui peresmian SPKT ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat, mempercepat respons pelayanan, dan 1 kepolisian yang semakin profesional, modern, dan dipercaya publik.

Sonny T Danaparamita Salurkan 15 Unit Mesin Tempel untuk Nelayan Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, SH., MH., menyalurkan bantuan 15 unit mesin tempel kepada sejumlah kelompok nelayan di Banyuwangi, Jumat (17/10/2025). Bantuan ini merupakan bagian dari program aspirasi yang bertujuan mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan nelayan lokal.

Adapun penerima bantuan antara lain Kelompok Nelayan Blimbingsari, Kelompok Nelayan Watudodol, dan Kelompok Nelayan Sarongan. Mesin tempel yang diberikan terdiri dari merek Honda dan Yamaha, disesuaikan dengan kebutuhan operasional para nelayan di masing-masing wilayah.

Dalam keterangannya, Sonny menyampaikan bahwa dukungan terhadap sektor perikanan menjadi salah satu prioritas kerja Komisi IV DPR RI.

> “Program ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus memperjuangkan aspirasi nelayan. Semoga bantuan ini bisa meningkatkan hasil tangkapan dan mempercepat aktivitas melaut,” ujar Sonny.

Sementara itu, Abdul Aziz, perwakilan dari Kelompok Nelayan Watudodol, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Sonny atas kepedulian dan dukungan yang konsisten.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Sonny. Beliau selama ini selalu mendengarkan aspirasi kami dan membantu kebutuhan nelayan di lapangan,” tutur Aziz.

Sonny menambahkan, pemberdayaan nelayan tidak hanya berhenti pada bantuan alat tangkap, tetapi juga mencakup pelatihan, akses pemasaran, dan pendampingan agar ekonomi pesisir semakin maju.

Dengan adanya program aspirasi seperti ini, diharapkan kelompok nelayan di Banyuwangi semakin produktif dan berdaya saing, sejalan dengan semangat pembangunan ekonomi berbasis maritim yang terus digelorakan pemerintah.