Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Kejurda Beach Kurash II Jatim 2025 Resmi Dibuka di Pantai Cacalan, Banyuwangi. Polsek Kalipuro Pastikan Pengamanan Aman dan Kondusif

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Kejuaraan Daerah (Kejurda) Beach Kurash II Jawa Timur tahun 2025 resmi dibuka di Pantai Cacalan, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Sabtu (18/10/2025). Kegiatan yang diikuti 94 atlet dari 15 kabupaten/kota se-Jawa Timur ini berlangsung meriah dan mendapat pengamanan ketat dari jajaran Polresta Banyuwangi dan Polsek Kalipuro.

Diketahui , pembukaan berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga malam hari. Hadir dalam kegiatan ini antara lain Ketua KONI Banyuwangi Drs. Ahmad Choirullah, MM, Kasat Pam Obvit Polresta Banyuwangi Kompol Roby, SH, Kapolsek Kalipuro AKP Sukirman, SH, Kanit Reskrim Polsek Kalipuro IPTU Wijoyo, SH, MH, Ketua Ferkushi Banyuwangi Sukoyo, serta Sekretaris Panitia Taufik Fauzi, S.Pd.

Dalam sambutannya, Ketua KONI Banyuwangi Drs. Ahmad Choirullah, MM menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan ini.

“Turnamen Kurash pantai ini pertama kali diadakan di Banyuwangi, sekaligus menjadi ajang penjaringan bibit atlet gulat muda berbakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sukoyo, Ketua Ferkushi Banyuwangi, menjelaskan bahwa event ini merupakan pelaksanaan kedua kalinya.

“Kurash merupakan cabang olahraga gulat yang dipertandingkan hingga tingkat internasional. Banyuwangi sendiri telah berhasil meraih dua medali emas di tingkat nasional. Melalui ajang ini, kami ingin terus melahirkan atlet muda potensial,” ungkapnya.

Sementara itu,kegiatan ini dibagi dalam empat kategori usia, mulai dari pemula hingga junior, dengan rentang usia 9 hingga 17 tahun dan bobot badan 28, 100 kg. Selama dua hari pelaksanaan, pertandingan dibagi ke dalam dua arena utama.

Berdasarkan hasil kejuaraan, atlet terbaik putra diraih oleh Leo Dimasdika (Banyuwangi), atlet terbaik putri oleh Amila Saputri (Surabaya), dan Kabupaten Surabaya dinobatkan sebagai juara umum.

Untuk memastikan keamanan selama kegiatan berlangsung, pengamanan dipimpin langsung oleh AKP Sukirman, SH selaku Kapolsek Kalipuro. Sebanyak 34 personel gabungan diterjunkan dari Polresta Banyuwangi, Polsek Kalipuro, Polsek KP3, dan Polsek Wongsorejo.
Pengamanan difokuskan pada area sekitar pantai, peserta, official, kendaraan, dan penonton.

“Selama kegiatan berlangsung, situasi Kamtibmas dalam keadaan aman, lancar, dan terkendali,” tegas AKP Sukirman dalam laporannya.

Kejurda Beach Kurash II Jatim ini diharapkan menjadi momentum bagi Banyuwangi untuk terus mengembangkan olahraga Kurash, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai tuan rumah ajang olahraga tingkat provinsi.

Editor: Reza
Sumber: Redaksi MIT.

Polsek Tanjung Morawa Tangkap Pelaku Pencurian 13 Laptop di Sekolah SMP NU Deli Serdang

Tanjung Morawa || jejakindonesia.id - Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di SMP Nahdlatul Ulama (NU) Deli Serdang. Seorang pria berinisial G alias Aseng (45), warga Desa Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam, diamankan petugas atas dugaan mencuri 13 unit laptop dari ruang kepala sekolah pada Rabu (8/10/2025) lalu.

Kapolsek Tanjung Morawa AKP J.H. Damanik, SH, MH membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan, pelaku ditangkap pada Jumat (17/10/2025) sekitar pukul 23.30 WIB di Dusun I, Desa Pardamean, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

“Benar, Unit Reskrim kami telah mengamankan seorang pelaku pencurian dengan pemberatan. Pelaku berinisial G alias Aseng berhasil diamankan beserta beberapa barang bukti hasil kejahatan,” ujar AKP J.H. Damanik, Sabtu (18/10/2025).

Kasus ini bermula saat pihak sekolah mendapati ruang kepala sekolah telah dibobol oleh pelaku. Kepala sekolah SMP NU Deli Serdang, A.J. (56), mendapat laporan dari salah satu siswa bahwa pintu ruangan dalam keadaan terbuka dan rumah kuncinya rusak. Setelah dicek, diketahui sebanyak 13 unit laptop Chromebook, 1 unit printer Epson, dan 1 unit infokus merek Zyrex telah hilang.

Atas kejadian tersebut, pihak sekolah mengalami kerugian sekitar Rp82,5 juta dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Tanjung Morawa.

Mendapat laporan tersebut, tim Unit Reskrim langsung melakukan penyelidikan. Setelah mendapatkan informasi keberadaan pelaku, tim bergerak cepat menuju lokasi dan berhasil mengamankan tersangka tanpa perlawanan.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku telah menjual empat unit laptop hasil curian di kawasan Jermal, Kota Medan. Sementara barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan pelaku di antaranya sembilan unit laptop Zyrex, empat unit charger laptop, satu potong baju kaos warna hijau, dan satu celana panjang warna hitam.

“Saat ini tersangka dan barang bukti sudah kami amankan di Mapolsek Tanjung Morawa untuk proses penyidikan lebih lanjut. Kasus ini kami jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” tegas Kapolsek.

Petugas juga masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dan sejumlah saksi, serta menelusuri keberadaan sisa barang curian lainnya.

Pemkab Banyuwangi dan OJK Gelar BIK Run 2025

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Mendukung berbagai event yang rutin digelar Banyuwangi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember menggelar Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Run 2025. Banyuwangi sendiri kerap menggelar event lari sebagai bagian dari pengembangan sporttourism daerah.

Lebih dari seribu warga Banyuwangi dari berbagai kalangan, mulai komunitas olahraga, masyarakat umum, hingga lembaga jasa keuangan, memeriahkan ajang BIK Run 2025.

Kegiatan ini digelar pemkab bersama OJK Jember, Sabtu (18/10/2025). Ajang tersebut bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan dan Banyuwangi Batik Festival 2025 yang digelar 17-18 Oktober di Gesibu Blambangan, Banyuwangi.

Lomba lari sejauh lima kilometer ini dilepas oleh Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono bersama Kepala OJK Jember Muhammad Mufid. Rute lari melintasi kawasan kota, sekaligus menjadi ajang sosialisasi literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat.

Mujiono mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan OJK dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan.

“Melalui kegiatan yang menyenangkan seperti ini, masyarakat diajak mengenal pentingnya mengelola keuangan dengan bijak sekaligus menjaga kesehatan. Sehat jasmani, sehat finansial,” ujar Mujiono.

Kepala OJK Jember Muhammad Mufid mengatakan, BIK Run sengaja dimasukkan dalam rangkaian bulan literasi keuangan karena pihaknya ingin menyatukan berbagai aktivitas kehidupan.

“Keuangan sering identik dengan hal yang rumit, tapi sebenarnya bisa kita padukan dengan kegiatan yang menyegarkan seperti olahraga dan budaya,” kata Mufid.

Mufid menuturkan, selama bulan inklusi keuangan, OJK bersama lembaga jasa keuangan (LJK) telah menggelar berbagai kegiatan literasi di sekolah, pasar, komunitas pekerja migran, hingga kelompok difabel.

“Ini semua bagian dari upaya kami memperluas literasi dan inklusi keuangan. Hari ini menjadi puncak kebersamaan antara OJK, Pemkab, dan masyarakat,” tuturnya.

Selama dua hari rangkaian kegiatan berlangsung meriah, mulai lomba mewarnai, mencanting, fashion di lorong bambu di hari pertama. Juga diisi beragam acara seperti diisi BIK Run, Stand Up Competition, Talk Show. Puncaknya Banyuwangi Batik Festival, hingga konser musik yang akan menutup seluruh agenda festival.

Polsek Kalipuro dan PT Bayer Gelar Panen Raya Jagung DEKALB 9209C, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Polsek Kalipuro bersama PT Bayer Indonesia menggelar kegiatan Panen Raya Jagung Varietas DEKALB 9209C di lahan Tanah Kas Desa (TKD) Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, pada Sabtu (18/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolsek Kalipuro AKP Sukirman, S.H., Kanit Binmas Aiptu Taufik H., serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Klatak Bripka Tengku RD, bersama kelompok tani Jati Pakem sebagai penggarap lahan jagung.

Dalam sambutannya, AKP Sukirman menyampaikan apresiasi kepada PT Bayer yang telah melakukan kolaborasi dengan para kelompok tani untuk menanam bibit jagung unggul DEKALB 9209C.

“Kami menyambut baik sinergi antara pihak swasta, khususnya PT Bayer, dengan para petani dalam memperkenalkan bibit unggul yang terbukti mampu meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani. Ini sejalan dengan upaya Polri mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, perwakilan PT Bayer melakukan demonstrasi langsung membandingkan hasil panen antara jagung varian DEKALB 9209C dengan varietas lain di hadapan para petani. Dari hasil uji coba di lahan seluas 1 hektare, penanaman yang dimulai sejak Juli lalu menghasilkan panen melimpah hingga 12 ton jagung.

Antusiasme para petani tampak tinggi, banyak di antara mereka yang menyatakan ketertarikan untuk beralih menggunakan bibit jagung unggul produksi PT Bayer setelah melihat hasil nyata di lapangan.

Kegiatan panen raya ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara PT Bayer, kelompok tani, dan jajaran Polsek Kalipuro, dalam mendukung capaian stok jagung guna memenuhi lumbung pangan nasional.

Dengan kolaborasi seperti ini, diharapkan produktivitas pertanian di Banyuwangi semakin meningkat, dan para petani dapat merasakan langsung manfaat dari penggunaan bibit unggul yang berkualitas tinggi.

Trauma Berat, Guru PKN di Surabaya Mundur Usai Diduga Dilecehkan Sesama Guru dan Staf TU

SURABAYA || jejak-indonesia.id - Kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan kembali terjadi di lingkungan pendidikan. Kali ini menimpa seorang guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) berinisial IW (40 tahun) yang mengajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya.

IW mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual sesama jenis dan perundungan oleh rekan guru serta staf Tata Usaha (TU) di sekolah tempatnya mengajar. Akibat kejadian tersebut, ia mengalami tekanan psikis dan trauma hingga memutuskan untuk mengundurkan diri pada 11 Oktober 2025 setelah mengabdi selama 2,5 tahun.

“(Diduga) diraba ketika saya duduk di ruang guru. Kadang dikirim video porno dan stiker tidak senonoh lewat WhatsApp. Saya sudah berusaha diam, tapi kejadian itu terus berulang hingga saya tidak tahan lagi,” ungkap IW kepada wartawan di Kantor Hukum Dodik Firmansyah, Jalan Peneleh No.128, Surabaya, Jumat (17/10/2025).

IW juga mengaku mendapat ancaman dan pesan cabul dari nomor-nomor tak dikenal melalui WhatsApp. Pesan itu berisi ajakan berkonotasi negatif, seperti tawaran “booking order” (BO), yang membuatnya semakin takut dan tertekan.

Selain itu, IW menerima pesan ancaman dari seseorang yang mengaku anggota Polri bernama Khoirul Arnavat, yang mengirimkan pesan berisi intimidasi akan melaporkannya ke Polda.

Karena terus merasa diintimidasi dan dilecehkan, IW memilih untuk mencari perlindungan hukum kepada kuasa hukumnya, Dodik Firmansyah, S.H.

“Klien kami saat ini mengalami trauma dan tekanan psikis cukup berat. Kami akan melakukan konseling terlebih dahulu ke Unit PPA Polrestabes Surabaya dan Komnas Perempuan sebelum menempuh langkah hukum,” jelas Dodik.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK berinisial Gz membenarkan bahwa IW telah mengundurkan diri, namun membantah adanya dugaan pelecehan seksual di lingkungan sekolahnya.

“Yang bersangkutan pamit dengan baik-baik dan tidak menyampaikan ada masalah. Kami juga sudah mencoba menyelesaikan secara kekeluargaan, namun dia tidak hadir saat kami undang klarifikasi,” ujar Gz saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Terkait beredarnya voice note curhat pribadi IW yang tersebar di sejumlah kontak WhatsApp, pihak sekolah menyebut hal tersebut sebagai kesalahpahaman internal dan meminta agar masalah ini tidak diperbesar.

“Kami guru. Mari tabayyun bersama. Tidak ada pelecehan, tidak ada intimidasi. Kami ingin mencari kebenaran secara kekeluargaan,” tambahnya.

Meski demikian, kuasa hukum IW menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menempuh jalur hukum untuk memberikan rasa aman dan keadilan bagi kliennya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menunjukkan masih adanya potensi pelecehan seksual sesama jenis di lingkungan pendidikan. Lembaga perlindungan perempuan diharapkan dapat segera turun tangan melakukan pendampingan agar korban mendapat keadilan dan pemulihan psikologis.
(Redho)