Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Ketua GMBI Aceh Kecam Keras Teror terhadap Wartawan Subulussalam Syahbudin Padang: “Negara Tidak Boleh Tunduk kepada Premanisme!

BANDA ACEH || jejakindonesia.id — Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Wilayah Aceh, Zulfikar ZA, mengecam keras aksi teror yang dialami wartawan asal Subulussalam, Syahbudin Padang. Teror tersebut tidak hanya menyasar Syahbudin secara pribadi, tetapi juga membuat anak dan keluarganya mengalami trauma berat.

Dalam pernyataan terbukanya, Zulfikar ZA menyebutkan bahwa tindakan semacam ini merupakan bentuk premanisme yang tidak boleh dibiarkan tumbuh dan mengancam kebebasan pers di Indonesia.

“Ini adalah bentuk teror yang sangat keji. Wartawan Syahbudin Padang beserta anak dan keluarganya mengalami trauma mendalam akibat ancaman yang diterima. Negara tidak boleh tunduk kepada premanisme, apalagi jika itu dilakukan terhadap insan pers yang menjalankan tugas jurnalistiknya,” tegas Zulfikar, Sabtu (19/10).

Dugaan sementara, teror ini berkaitan dengan pemberitaan atau aktivitas jurnalistik yang dilakukan oleh Syahbudin. Ia dikenal sebagai wartawan yang vokal dan berani mengungkap persoalan-persoalan publik di wilayah Subulussalam. Tindakan intimidasi terhadapnya dinilai sebagai upaya pembungkaman terhadap kebebasan pers.

“Kami dari GMBI Aceh menyatakan sikap tegas: lawan segala bentuk teror dan intimidasi terhadap wartawan. Hari ini Syahbudin, besok bisa siapa saja. Ini tidak boleh dibiarkan,” lanjut Zulfikar.

Ia juga menyerukan kepada aparat penegak hukum untuk segera turun tangan, mengusut tuntas kasus ini, dan memberikan perlindungan terhadap Syahbudin dan keluarganya. Ia menekankan bahwa jurnalis adalah bagian dari pilar demokrasi yang memiliki hak atas perlindungan hukum dalam menjalankan tugasnya.

“Jangan sampai negara ini kalah oleh tekanan preman. Wartawan harus dijaga, bukan diteror,” ujarnya.

Zulfikar juga mengajak semua elemen masyarakat, organisasi pers, dan kelompok sipil untuk bersolidaritas dan tidak tinggal diam atas ancaman terhadap kebebasan pers.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait pelaku maupun motif di balik aksi teror tersebut. Namun tekanan publik terhadap pengungkapan kasus ini terus meningkat, seiring dengan seruan perlindungan terhadap jurnalis dari berbagai pihak.

Kapolda Kalteng Dukung Pembangunan KDKMP Kodam XXII Tambun Bungai, Wujudkan Asta Cita Presiden

Palangka Raya || jejakindonesia.id - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Kalteng), Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. menghadiri langsung Ground Breaking pembangunan gerai pergudangan dan kelengkapan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kodam XXII/Tambun Bungai di Jl. Seth Adji Induk, Kota Palangka Raya, Jumat (17/10/2025).

Irjen Iwan mengapresiasi atas suksesnya pembangunan 800 KDKMP secara serentak di seluruh Indonesia, yang dipimpin langsung oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono, mewakili Presiden RI Prabowo Subianto, secara virtual.

"Saya harapkan dengan terlaksananya ground breaking ini, Koperasi dapat menjadi tonggak penting dalam memajukan desa maupun kelurahan serta mensejahterakan masyarakat," harapnya.

Kapolda Kalteng juga menyatakan dukungan atas program KDKMP yang merupakan bagian penting dalam mewujudkan Asta Cita Presiden dan Visi Misi Gubernur.

"Tentunya kami dari jajaran Polda Kalteng sangat mendukung pembangunan KDKMP ini, khususnya dalam mewujudkan pembangunan dari desa maupun kelurahan lebih merata dan berkeadilan," tandasnya. (adji)

Senyuman Walesi Satgas Yonif 521/DY di Pos TNI Distrik Walesi

Jayawijaya || jejakindonesia.id - Senyuman dari Masyarakat di Distrik Walesi, Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang sering terlihat dalam kegiatan pembinaan teritorial oleh Satgas Yonif 521/DY.

Dalam Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh TNI di daerah Walesi atau sekitarnya, yang berfokus pada senyuman dan keramahan saat memberikan pelayanan medis kepada warga dan menggambarkan pelayanan kesehatan yang tulus dan penuh empati, seperti yang dilakukan oleh Satgas Pengamanan (Satgas) Yonif 521/DY.

Kegiatan pemberian layanan pengobatan, perawatan luka ringan, serta penanganan kondisi kesehatan lainnya bagi warga menunjukkan bahwa petugas kesehatan tidak hanya memberikan pengobatan fisik tetapi juga memberikan dukungan emosional dan keramahan kepada pasien.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E,M.I.P,
Kegiatan pembinaan teritorial yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Yonif 521/DY di wilayah tersebut. sebagai simbol optimisme dan kebahagiaan anak-anak dan Masyarakat di tengah kondisi yang mungkin tidak mudah di Papua.

Bahwa petugas kesehatan juga memberikan dukungan emosional dan keramahan kepada pasien Maupun Masyarakat lainya, Sehingga ekspresi kebahagiaan dan keceriaan tercipta dalam suasana dalam komunikasi, interaksi di wilayah tersebut

*"Prajurit Macan Kumbang Berhasil" (Yonif 521/DY)*

Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke Kecam Keras Teror terhadap Jurnalis Syahbudin Padank: “Ini Kebiadaban yang Menginjak-injak Demokrasi!

JAKARTA || jejakindonesia.id - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A. mengecam keras aksi teror yang menimpa jurnalis Syahbudin Padank di Kota Subulussalam, Aceh. Ia menyebut tindakan keji tersebut sebagai bentuk kebiadaban nyata yang mencoreng kebebasan pers dan menginjak-injak nilai demokrasi

Peristiwa teror itu terjadi ketika rumah dan mobil Syahbudin dilempari oleh orang tak dikenal pada malam hari. Selain mengalami kerusakan fisik pada mobil aksi ini juga meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga korban, terutama anak dan istrinya yang turut merasakan ketakutan luar biasa.

“Saya katakan dengan sangat tegas: ini bukan kriminal biasa! Ini adalah bentuk teror terhadap jurnalis dan pembungkaman terhadap suara kebenaran. Ini kebiadaban yang tidak bisa dibiarkan. Negara harus hadir, dan para pelaku harus segera ditangkap, termasuk siapa yang menjadi aktor intelektual di balik kejadian ini!” ujar Wilson dalam pernyataan kerasnya, Minggu (19/10).

“Kami Tuntut Dibongkar Semua! Jangan Hanya Pelaku Lapangan!”Menurut Wilson, kasus ini tidak boleh berhenti pada pelaku teknis atau orang suruhan di lapangan. Ia mendesak agar pengusutan menyeluruh dilakukan terhadap dalang sebenarnya di balik aksi teror ini.

“Siapa yang menyuruh? Siapa yang terganggu oleh pemberitaan Syahbudin? Bongkar semuanya! Kami tidak mau hanya kambing hitam ditangkap. Kepolisian harus jujur dan berani membongkar jaringan aktor intelektual di balik aksi keji ini,” katanya lantang.

Wilson menambahkan bahwa Syahbudin selama ini dikenal sebagai jurnalis yang vokal dalam mengkritik kebijakan pemerintah daerah dan mengungkap dugaan-dugaan penyimpangan. Menurutnya, hal itu bisa saja menjadi motif utama teror yang dilakukan terhadap dirinya dan keluarganya.

Trauma Keluarga: Ketakutan di Rumah Sendiri Aksi teror itu bukan hanya menyerang Syahbudin sebagai individu, tetapi juga menebar teror psikologis terhadap keluarga Anak dan istri Syahbudin disebut mengalami trauma dan rasa tidak aman di lingkungan rumah sendiri.

> “Anak dan istri saya sangat terguncang. Kami merasa tak aman di rumah sendiri. Ini bukan lagi sekadar pengrusakan, tapi sudah merupakan bentuk teror terhadap wartawan dan keluarganya,” ujar Syahbudin kepada wartawan usai membuat laporan polisi.

Wilson menanggapi hal ini dengan menyesalkan betapa bahayanya situasi yang kini dihadapi jurnalis di lapangan. Ia menyebut, jika keluarga jurnalis saja tidak bisa merasa aman di rumahnya sendiri, maka itu pertanda ada yang sangat salah dalam sistem perlindungan hukum di negeri ini.

Desakan Keras untuk Kapolri: “Jangan Tutup Mata!” Ketua Umum PPWI ini juga melayangkan desakan keras kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk turun tangan langsung dan menindak tegas seluruh pihak yang terlibat dalam peristiwa ini.

> “Saya ingatkan, Kapolri jangan tutup mata. Jangan biarkan kasus ini jadi angin lalu. Negara harus hadir membela jurnalis! Bila perlu, bentuk tim khusus untuk usut kasus ini sampai ke akar-akarnya. Ini soal nyawa dan martabat profesi pers!” tegas Wilson.

Ia juga memperingatkan bahwa jika aparat penegak hukum gagal menuntaskan kasus ini, maka solidaritas jurnalis dan masyarakat sipil akan bergerak secara nasional maupun internasional untuk mencari keadilan.

Gelombang Kecaman dan Solidaritas Wartawan Sejak kasus ini mencuat ke publik, berbagai organisasi pers, tokoh media, dan aktivis LSM turut menyatakan kecaman keras dan menyampaikan dukungan solidaritas untuk Syahbudin Padank. Mereka menilai bahwa insiden ini merupakan bagian dari pola lama pembungkaman terhadap jurnalis yang kritis.

Wilson menyampaikan bahwa PPWI akan mengawal kasus ini secara hukum dan advokasi, serta membuka komunikasi dengan organisasi jurnalis di tingkat internasional.

“Kami tidak akan tinggal diam. Ini bukan hanya soal Syahbudin, ini soal masa depan jurnalisme di Indonesia. Jika jurnalis diteror, lalu dibiarkan, maka ke depan kita tidak akan pernah mendengar lagi suara kebenaran,” ujarnya.

Demokrasi Terancam, Pers Diteror
Bagi Wilson, kasus ini adalah alarm serius bahwa demokrasi Indonesia sedang dalam ancaman. Ia menyebut bahwa pers adalah tiang keempat demokrasi, dan jika tiang itu diserang secara sistematis, maka yang runtuh adalah seluruh bangunan negara hukum.

“Saya ingatkan kepada semua pihak yang merasa terganggu dengan pemberitaan: kalau Anda benar, buktikan dengan data, bukan dengan kekerasan! Jangan pengecut! Jangan bersembunyi di balik kekuasaan lalu meneror wartawan yang sedang menjalankan tugasnya,” tandasnya.

Penutup: Jangan Ada Lagi Teror terhadap Wartawan! Wilson Lalengke menegaskan bahwa pihaknya tidak akan pernah berhenti menuntut keadilan. Ia menyerukan agar masyarakat, organisasi sipil, dan seluruh insan pers bersatu melawan segala bentuk teror dan intimidasi.

“Jangan ada lagi Syahbudin berikutnya! Kami tidak takut! PPWI akan berdiri di depan membela semua wartawan yang bekerja untuk kebenaran. Ini adalah panggilan moral dan tanggung jawab sejarah kita sebagai anak bangsa,” tutup Wilson.

Catatan: Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Publik menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum dalam menuntaskan kasus ini, sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan kebebasan pers di Indonesia.

Sinergi untuk Kedamaian: Pangdam XXIII/Palaka Wira Hadiri Peresmian Gedung Baru GKST di Poso

POSO || jejakindonesia.id - Panglima Komando Daerah Militer XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, menghadiri peresmian gedung baru Kantor Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) yang berlokasi di Tentena, Kecamatan Pamona Pusalemba, Kabupaten Poso, Sabtu (18/10/2025).

Acara peresmian tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, yang menandai penggunaan gedung baru GKST sebagai pusat pelayanan dan kegiatan keagamaan di wilayah Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Gubernur H. Anwar Hafid menegaskan bahwa pembangunan kantor Sinode GKST ini merupakan bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat pelayanan keagamaan di Sulawesi Tengah.

"Sebagai Gubernur Sulawesi Tengah, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah membantu dan bekerja keras mewujudkan pembangunan gedung yang megah ini,” ujar Anwar.

Selain menyoroti pembangunan gedung gereja, Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk terus meningkatkan pelayanan publik di berbagai sektor, termasuk bidang kesehatan.

“Kami terus menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten agar masyarakat cukup membawa KTP jika ingin berobat. Pelayanan harus mudah diakses oleh seluruh masyarakat,” jelasnya.

Rombongan Pangdam XXIII/Palaka Wira bersama Gubernur Sulawesi Tengah bertolak dari Bandara Internasional Mutiara SIS Aljufri Palu menggunakan helikopter Polri Bell 429/P-3202 menuju lokasi acara di Tentena. Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh Majelis Sinode GKST, para pendeta dan jemaat, unsur Forkopimda Kabupaten Poso, serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng, Prof. Zainal Abidin.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar menyampaikan apresiasi atas peran strategis GKST dalam memperkuat kehidupan beragama dan memperkokoh persatuan di Sulawesi Tengah.

“Dengan adanya peresmian ini, GKST menunjukkan kesiapan secara kelembagaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga transparansi organisasi, serta memperkuat sinergi antara gereja, masyarakat, dan pemerintah,” ungkap Pangdam.

Pangdam juga menegaskan komitmen Kodam XXIII/Palaka Wira untuk terus berpartisipasi aktif dalam mendukung kegiatan masyarakat.

“Kodam XXIII/Palaka Wira siap ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan masyarakat dengan menciptakan wilayah yang aman dan kondusif, serta membangun hubungan harmonis dengan semua elemen, termasuk lembaga keagamaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pangdam menekankan pentingnya peran strategis GKST dan lembaga-lembaga keagamaan dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa.

“Gereja dan lembaga keagamaan memiliki peran besar dalam menjaga dan memperkuat kerukunan antarumat beragama, menanamkan nilai-nilai toleransi, serta menumbuhkan semangat persatuan bangsa,” ujarnya.

Acara peresmian berlangsung khidmat dan penuh sukacita, ditandai dengan ibadah syukur, penandatanganan prasasti, serta ramah tamah bersama jemaat dan masyarakat sekitar. Momen ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi GKST dalam memperluas pelayanan serta memperkuat peran gereja dalam membangun perdamaian dan kesejahteraan umat di Sulawesi Tengah.

Sumber: Pendam XXIII Palaka Wira