Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Kader Gerindra Banyuwangi Kritik Sidak DPRD NasDem, Sebut Isu Keracunan Sekolah Tidak Benar

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Kader Partai Gerindra Kabupaten Banyuwangi yang juga berprofesi sebagai pengacara, Rifki Pria Hartawan Usman, S.H., mengkritisi langkah sidak yang dilakukan anggota DPRD Banyuwangi dari Fraksi NasDem, Zamroni, terkait dugaan kasus keracunan siswa di wilayah Kecamatan Kalipuro.

Menurut Rifki, informasi yang disampaikan Zamroni dalam konferensi persnya tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Zamroni sebelumnya menyebut bahwa terdapat 11 korban keracunan di SMA NU Gombengsari, termasuk 10 siswa dan 1 guru, yang diduga sakit setelah mengonsumsi makanan dari Dapur MBG Kelir.

“Setelah kami turun langsung ke lapangan, kami menemukan bahwa saudara Zamroni sama sekali tidak pernah mendatangi Dapur MBG Kelir. Faktanya, makanan didistribusikan pada Jumat (24/10/2025) pukul 09.00 WIB sebanyak 3.000 porsi. Sementara peristiwa yang menimpa para pelajar terjadi keesokan harinya, Sabtu (25/10/2025),” tegas Rifki kepada media, Kamis (30/10/2025).

Rifki menjelaskan bahwa dari hasil penelusuran, hanya dua siswa yang pingsan, satu merasa lemas, satu menangis tersedu, dan sembilan siswa serta satu guru mengeluh sakit perut usai olahraga.

“Pihak MBG bahkan membantu membawa para siswa ke RSUD Blambangan dan Puskesmas Kelir. Tidak ada kesimpulan resmi yang menyebut mereka keracunan akibat makanan MBG,” jelasnya.

Ia juga menyebut bahwa dua siswa yang pingsan diketahui memiliki riwayat penyakit sesak napas dan kondisi fisik yang lemah.

Selain itu, isu bahwa 20 siswa SMPN 3 Kalipuro juga mengalami gejala keracunan disebutnya tidak benar.

“Pihak SPPI MBG sudah mengonfirmasi ke sekolah, dan pihak sekolah menyatakan tidak ada siswa yang sakit karena makanan MBG. Itu hoaks,” ujarnya.

Rifki menambahkan bahwa dirinya telah menemui langsung Kepala Puskesmas Kelir dan Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Amir Hidayat, yang membantah pernah memberikan pernyataan kepada media soal penyebab keracunan tersebut.

“Kedua pejabat itu menyatakan tidak pernah memberikan keterangan apa pun kepada wartawan atau pihak lain bahwa keracunan disebabkan oleh makanan dari MBG,” tegasnya.

Akibat pemberitaan yang beredar, Dapur MBG Kelir terpaksa menghentikan aktivitas produksi.

“Ada sekitar 50 pekerja yang dirumahkan, 3.000 porsi jatah makan siswa yang tidak tersalurkan, serta puluhan mitra pemasok yang terdampak,” ungkap Rifki.

Ia pun menilai anggota DPRD seharusnya bersikap lebih bijak dan mengedepankan data sebelum menyampaikan pernyataan publik.

“Sidak boleh saja, konferensi pers juga boleh. Tapi jangan menjadikan isu seperti ini sebagai ajang mencari panggung politik. Ini

Reses Dewan Rispanel Arya : Menyerap Aspirasi Masyarakat di Saung Sahar

TANGERANG || jejakindonesia.id - Reses Dewan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan komunikasi dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Reses Dewan bertujuan untuk mendengarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. (Kamis, 30/10/2025).

Kegiatan Reses Dewan di Saung Sahara melibatkan berbagai kegiatan, seperti: pertemuan dengan warga, diskusi tentang isu-isu pembangunan dan sosial masyarakat. Anggota DPRD Provinsi Banten Komisi III (Tiga) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rispanel Arya, ST., MM, melaksanakan Reses Masa Persidangan ke-1 (Satu) Tahun Sidang 2025 - 2026.

Rispanel Arya menuturkan tugasnya sebagai Anggota Komisi III DPRD Provinsi Banten yang membidangi keuangan dan perekonomian daerah, termasuk perpajakan, retribusi, perusahaan daerah, dan sumber pendapatan daerah lainnya.

Salah satu program pembangunan yang disampaikan oleh Rispanel yaitu Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), sebuah lembaga di tingkat masyarakat yang dibentuk untuk mengembangkan dan melestarikan pariwisata diwilayah atau daerahnya.
"Ayo bentuk kelompok ini beranggotakan masyarakat yang sadar akan pentingnya pariwisata dan berperan sebagai penggerak untuk menciptakan iklim pariwisata yang kondusif, mulai dari menjaga kebersihan hingga mempromosikan daya tarik lokal! meski hal ini sepenuhnya kewenangan Kabupaten", tutur Rispanel Arya.

Reses Dewan ini turut dihadiri oleh beberapa aktivis dan para tokoh masyarakat wilayah serta para warga masyarakat Curug Kabupaten Tangerang. Beberapa aktivis yang turut hadir diantaranya; Komunitas Urang Curug (KUC), Aktivis LSM HARIMAU dan rekan-rekan jurnalis.

Dengan kegiatan reses ini diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi yang akurat tentang kebutuhan dan aspirasi masyarakat agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan di wilayah, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Acara pun diakhiri dengan doa bersama.

Penulis
Abd. Malik

Brimob Aceh Gelar Donor Darah Dalam Rangka HUT Brimob Ke 80 Di RSUD Subulussalam

ACEH || jejakindonesia.id - Dalam rangka menyambut HUT Korps Brimob Polri ke 80 - Personel Kompi 2 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh menggelar kegiatan bakti sosial donor darah, Kamis (30/10/2025)

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh personel Kodim 0118/Subulussalam berserta Bhayangkari Kompi 2 Batalyon C Pelopor

*Komandan Satuan Brimob Polda Aceh, Kombes Pol Zuhdi Batubara, S.I.K melalui Danki 2 Batalyon C Pelopor, AKP Jaya Putra, S.H* mengatakan, kegiatan donor darah ini adalah bentuk rasa syukur Brimob dalam menyambut HUT yang Ke - 80 tepatnya pada tanggal 14 November 2025 nanti.

"Dan kegiatan donor darah ini merupakan salah satu peran penting Polri, khususnya Satuan Brimob Polda Aceh kepada masyarakat, sejalan dengan motto kita yaitu Brimob Presisi Untuk Masyarakat"

Kegiatan tersebut diaplikasikan dalam kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian mereka untuk membantu ketersediaan stok darah di RSUD Kota Subulussalam

AKP Jaya Putra, S.H menambahkan adapun kegiatan donor darah ini kita laksanakan di RSUD Kota Subulussalam kita bekerja sama dengan pihak rumah sakit untuk kegiatan donor darah ini. Kita berharap dengan adanya kegiatan donor darah ini bisa membantu dan memenuhi kebutuhan darah yang ada di Kota Subulussalam

"Karena setetes darah yang kita donorkan sangat berguna bagi mereka yang membutuhkan dan semoga menjadi ladang amal ibadah dan manfaat untuk semua."

Satresnarkoba Polres Pasuruan Sosialisasikan Bahaya Narkoba di Ponpes Al-Hamziyah Wonorejo

PASURUAN || jejakindonesia.id — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pasuruan melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba di Pondok Pesantren Al-Hamziyah, Desa Karangmenggah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Kamis (30/10/2025).

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 santri dan santriwati ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini tentang bahaya narkoba serta upaya pencegahannya di lingkungan pesantren.

Kasat Resnarkoba Polres Pasuruan, IPTU Yoyok Hardianto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa penyuluhan ini merupakan bagian dari program edukasi rutin Polri dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan remaja.

“Kami ingin para santri memahami bahaya narkoba, baik dari sisi kesehatan, sosial, maupun hukum. Pencegahan jauh lebih penting sebelum seseorang terjerat penyalahgunaan,” ujar IPTU Yoyok Hardianto.

Kegiatan penyuluhan disampaikan oleh AIPTU M. Nadhif A, S.H. dan Brigadir Nur Tahiyyatul Azizah, S.H., yang membawakan sejumlah materi, di antaranya pengertian dan jenis-jenis narkoba, faktor penyebab kenakalan remaja, cara peredaran narkoba, langkah pencegahan, hingga sanksi hukum bagi pengguna dan pengedar.

Menurut AIPTU M. Nadhif A, S.H., pendekatan edukatif kepada santri dinilai efektif karena mereka memiliki peran penting sebagai generasi penerus yang bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya.

“Santri memiliki pengaruh besar di masyarakat. Jika mereka paham bahaya narkoba, mereka bisa ikut menyebarkan pesan positif untuk menjauhi narkoba,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara pemateri dan peserta. Para santri tampak antusias mengikuti penyuluhan yang dikemas dengan bahasa ringan dan mudah dipahami.

Dengan kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam gerakan anti-narkoba di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar.

Polres Pasuruan Lakukan Sidak BBM, Hasil Pemeriksaan Awal Nyatakan Aman

PASURUAN || jejak-indonesia.id – Menyikapi keresahan warga terkait dugaan turunnya kualitas bahan bakar jenis Pertalite di sejumlah SPBU, Polres Pasuruan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa lokasi wilayah Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan pengecekan lapangan tersebut dipimpin oleh Kanit Tipidter Satreskrim Polres Pasuruan, Iptu Ahmad Kelvin Prawira, dengan sasaran dua SPBU di Kecamatan Bangil dan Beji, yang sebelumnya sempat ramai dikeluhkan masyarakat.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk respon cepat Polres terhadap aduan masyarakat. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kualitas Pertalite di SPBU tetap sesuai standar dan aman digunakan oleh masyarakat.

“Kami langsung turun bersama Disperindag untuk menindaklanjuti laporan warga. Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, tidak ditemukan indikasi penyimpangan kualitas BBM. Hasil uji cepat menunjukkan kategori aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan,” tegas AKBP Jazuli.

Ia menerangkan, pengecekan dilakukan dengan metode pasta uji, yaitu alat sederhana yang dapat mendeteksi ada tidaknya campuran cairan lain di dalam tandon bahan bakar. Dari hasil pemeriksaan, warna pasta tidak berubah, yang menandakan bahan bakar masih sesuai spesifikasi dan belum tercampur zat asing.

Meski hasil pemeriksaan awal dinyatakan aman, Polres Pasuruan tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor bila menemukan kejanggalan dalam pembelian bahan bakar di SPBU.

“Kami pastikan Polres Pasuruan akan menindak tegas jika terbukti ada pelanggaran atau kecurangan dalam distribusi BBM. Masyarakat kami ajak berperan aktif menjaga bersama agar pelayanan publik tetap bersih dan transparan,” pungkas AKBP Jazuli.

error: Content is protected !!