Peristiwa

Agus Flores Sebut Jenderal Agus Suryo Nugroho sebagai Teladan Kepemimpinan Polri yang Rendah Hati, Loyal, dan Responsif

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Ketua Umum Persatuan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN) Counter Polri, Agus Flores, menyampaikan apresiasi sekaligus pandangannya terhadap sosok Jenderal Agus Suryo Nugroho, yang menurutnya merupakan figur pemimpin Polri dengan karakter kepemimpinan yang humanis, rendah hati, loyal kepada pimpinan, serta memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus Flores pada Minggu (5/7). Ia mengaku telah mengenal sosok yang akrab disapa “Jenderal Naga” itu sejak sebelum menjabat sebagai Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri. Menurutnya, jabatan tinggi yang kini diemban tidak sedikit pun mengubah kepribadian maupun cara Jenderal Agus Suryo Nugroho memperlakukan orang lain.

“Demi Allah dan Rasulku, sosok Jenderal Naga adalah pribadi yang sangat loyal kepada pimpinan. Beliau selalu mengarahkan kami untuk mencintai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta menjaga soliditas institusi Polri. Meski kini menjadi orang nomor satu di Korlantas Polri, beliau tidak pernah menunjukkan sikap sombong ataupun menjaga jarak dengan masyarakat,” ujar Agus Flores.

Agus menilai, salah satu keistimewaan Jenderal Agus Suryo Nugroho adalah kemampuannya menjaga hubungan baik dengan berbagai kalangan. Berbeda dengan sebagian pejabat yang menurutnya menjadi sulit ditemui setelah memperoleh jabatan strategis, Jenderal Agus tetap membuka ruang komunikasi tanpa membedakan status sosial, profesi, maupun latar belakang seseorang.

“Beliau tidak pernah memilih-milih siapa yang ingin ditemui. Bagi beliau semua manusia memiliki kedudukan yang sama. Wartawan, pengemudi ojek online, tokoh masyarakat, hingga masyarakat biasa diperlakukan dengan rasa hormat yang sama. Itulah yang membuat beliau begitu dihormati banyak orang,” tuturnya.

Lebih lanjut, Agus Flores mengungkapkan bahwa dirinya cukup sering berkomunikasi langsung dengan Jenderal Agus Suryo Nugroho. Menurutnya, setiap panggilan telepon maupun video call hampir selalu direspons apabila yang bersangkutan tidak sedang menjalankan tugas atau menghadiri rapat dinas.

“Kalau sedang rapat, beliau benar-benar fokus menyelesaikan pekerjaannya. Namun setelah rapat selesai, beliau hampir selalu menghubungi kembali. Sikap seperti itu menunjukkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan penghargaan beliau kepada siapa pun yang mencoba berkomunikasi,” katanya.

Selain dikenal mudah dihubungi, Agus Flores juga menilai Jenderal Agus Suryo Nugroho memiliki etos kerja yang sangat tinggi. Ia menggambarkan sosok Kakorlantas Polri tersebut sebagai pemimpin yang tidak mengenal lelah dalam menuntaskan setiap amanah yang menjadi tanggung jawabnya.

“Beliau lebih memilih menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu daripada memikirkan waktu istirahat. Meski harus bekerja hingga larut malam atau mengurangi waktu tidur, yang terpenting bagi beliau adalah tugas negara dapat diselesaikan dengan baik. Semangat pengabdiannya benar-benar luar biasa,” ungkap Agus.

Tak hanya itu, Agus juga menyoroti karakter Jenderal Agus Suryo Nugroho yang dikenal cepat merespons berbagai persoalan di lapangan. Menurutnya, gaya kepemimpinan yang responsif tersebut dibarengi dengan kebiasaan turun langsung menemui masyarakat melalui berbagai kegiatan, termasuk berdialog dengan wartawan, pengemudi ojek online, komunitas, hingga melakukan blusukan untuk melihat kondisi nyata di lapangan.

“Beliau adalah pemimpin yang senang mendengar langsung suara masyarakat. Beliau tidak menjaga jarak, mudah diajak berdiskusi, dan selalu berusaha mencari solusi atas berbagai persoalan. Karena itu banyak wartawan, ojol, maupun masyarakat merasa nyaman saat berinteraksi dengan beliau,” ujarnya.

Di mata Agus Flores, sosok Jenderal Agus Suryo Nugroho merupakan representasi pemimpin yang mengedepankan nilai-nilai keteladanan, kebijaksanaan, loyalitas, serta semangat melayani. Menurutnya, karakter tersebut menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Jenderal Naga adalah sosok begawan yang bijaksana. Beliau membuktikan bahwa semakin tinggi jabatan seseorang, seharusnya semakin rendah hati dalam melayani masyarakat, semakin mudah bergaul dengan semua kalangan, dan semakin kuat komitmennya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Kepemimpinan seperti inilah yang patut menjadi teladan,” pungkas Agus Flores.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *