JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Ketua Umum PW Fast Respon Nusantara (FRN), Agus Flores, menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program yang dicanangkan Kapolri sangat bergantung pada keseriusan seluruh pejabat utama (PJU) dan jajaran Polri dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sesuai kewenangan masing-masing. Menurutnya, beban kepemimpinan tidak seharusnya hanya bertumpu pada Kapolri apabila setiap fungsi di lingkungan Polri berjalan secara optimal.
Agus Flores menilai, banyak persoalan yang terjadi di lapangan akhirnya bermuara kepada Kapolri karena unit-unit yang memiliki kewenangan langsung dinilai belum bekerja secara maksimal. Padahal, setiap persoalan telah memiliki mekanisme penanganan sesuai fungsi masing-masing, mulai dari pengawasan internal, penegakan hukum, pembinaan personel, hingga pelayanan kepada masyarakat.
Ia mencontohkan, apabila terdapat dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum anggota Polri, maka penanganannya merupakan tanggung jawab fungsi pengawasan internal. Begitu pula terhadap praktik tambang ilegal, penyalahgunaan BBM bersubsidi, peredaran narkoba, maupun tindak pidana lainnya yang menjadi ranah fungsi penegakan hukum. Menurut Agus, ketika penanganan di tingkat bawah tidak berjalan optimal, masyarakat akhirnya lebih memilih menyampaikan laporan langsung kepada Kapolri.
Selain persoalan penegakan hukum, Agus juga menyoroti kualitas pelayanan publik. Ia berpendapat, keluhan masyarakat terhadap pelayanan maupun sikap oknum anggota yang dianggap kurang profesional seharusnya dapat diminimalkan apabila fungsi pembinaan sumber daya manusia, pendidikan, serta pengawasan terhadap personel dilaksanakan secara maksimal.
Lebih lanjut, Agus menilai para Kapolda beserta seluruh jajarannya perlu memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam menyelesaikan berbagai persoalan di wilayah masing-masing. Dengan demikian, setiap permasalahan tidak selalu menjadi beban pimpinan tertinggi Polri.
“Kapolri tidak akan terlalu terbebani apabila seluruh pejabat dan satuan kerja menjalankan fungsi serta tanggung jawabnya dengan baik. Sebaik apa pun program yang dicanangkan Kapolri, hasilnya tidak akan maksimal jika pelaksana di lapangan tidak bekerja sesuai tupoksinya,” tegas Agus Flores.
Agus juga menyinggung pengalamannya saat menyelenggarakan kegiatan shalawat di Jawa Timur. Menurutnya, dukungan terhadap kegiatan tersebut justru lebih banyak diperoleh dari Mabes Polri dan beberapa Polda di luar Jawa Timur. Pengalaman itu, menurutnya, menjadi catatan penting sekaligus bahan evaluasi mengenai optimalisasi dukungan dari jajaran di tingkat kewilayahan.
Di akhir penyampaiannya, Agus Flores mengajak seluruh personel Polri untuk kembali memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah jabatan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Program Polri Presisi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan Kapolri, tetapi juga oleh kesadaran, loyalitas, profesionalisme, dan tanggung jawab seluruh jajaran dalam melaksanakan tupoksi demi mewujudkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
