PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Setelah puluhan tahun berdiri sejak masa pemerintahan kolonial Belanda, jembatan penghubung yang terletak di Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, akhirnya menjalani perbaikan menyeluruh. Proyek ini menjadi jawaban atas harapan warga yang telah lama menantikan pemulihan akses vital tersebut.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) menyiapkan anggaran sebesar Rp180 juta untuk melaksanakan rehabilitasi jembatan yang menghubungkan Kecamatan Lekok dan Rejoso ini.
Kepala Dinas SDABMBK Kabupaten Pasuruan, Sarinah Rostief, menyatakan bahwa upaya perbaikan ini bermula dari aspirasi warga yang terus disampaikan dalam berbagai forum pertemuan resmi pemerintah daerah.
“Pemerintah desa setempat secara berulang kali mengusulkan perbaikan jembatan ini. Setelah melalui proses verifikasi dan kajian kelayakan, usulan tersebut akhirnya disetujui dan kini mulai diwujudkan,” ujar Sarinah saat meninjau langsung lokasi pekerjaan pada Jumat, 3 Juli 2026.
Proyek rehabilitasi direncanakan berlangsung selama 75 hari kalender, terhitung mulai tanggal 9 Juni hingga 22 Agustus 2026. Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai 50 persen, dan diharapkan dapat selesai tepat waktu sesuai jadwal kontrak.
Jembatan yang memiliki panjang bentang 4,5 meter dan lebar 5 meter ini, setelah selesai nantinya, diharapkan dapat berfungsi secara optimal. Sarinah pun mengimbau seluruh masyarakat untuk turut serta memelihara dan menjaga keutuhan fasilitas umum tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Rowogempol, Muhammad, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Ia menjelaskan bahwa kondisi jembatan lama sering kali menimbulkan risiko keselamatan, terutama saat musim hujan tiba.
“Karena posisinya yang relatif rendah, jembatan ini kerap tergenang air saat hujan deras. Belum lagi sering dilewati kendaraan bermuatan berat. Jika tidak segera diperbaiki, risiko kerusakan bahkan kecelakaan semakin besar,” ungkapnya.
Bagi warga sekitar, jembatan ini memegang peranan penting bukan hanya sebagai penghubung dua kecamatan, melainkan juga jalur pintas utama yang memperlancar mobilitas menuju Kota Pasuruan. Melalui akses ini, warga dapat dengan mudah mencapai Pasar Ngopak maupun kompleks Makam Segoropuro.
Dengan selesainya perbaikan ini, diharapkan arus lalu lintas menjadi lebih lancar, keamanan perjalanan terjamin, serta mendukung pertumbuhan perekonomian masyarakat setempat.
