Wakapolda Bali Hadiri Upacara Pemelasti dan Mapekelem di Segara Labuan Sait, Wujud Dukungan Polri terhadap Pelestarian Adat dan Budaya Bali

BALI, BADUNG – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Bali, Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., M.Si., menghadiri sekaligus mengikuti seluruh rangkaian Upacara Pemelasti dan Mapekelem (Pekelem) yang digelar di Segara Labuan Sait, Kabupaten Badung. Kehadiran Wakapolda Bali menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi luhur masyarakat Bali sekaligus dukungan nyata Polri dalam menjaga kelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai spiritual yang menjadi identitas Pulau Dewata.

Dalam prosesi yang berlangsung dengan khidmat tersebut, Brigjen Pol. I Made Astawa turut melaksanakan persembahyangan bersama para pemangku, tokoh adat, dan umat Hindu yang hadir. Suasana sakral terasa begitu kental ketika seluruh rangkaian upacara dilaksanakan sebagai bentuk penyucian diri dan alam semesta menjelang pelaksanaan hari suci keagamaan.

Usai persembahyangan, Wakapolda Bali juga mengikuti prosesi Mapekelem dengan menaiki perahu menuju titik pelaksanaan persembahan di tengah laut. Prosesi ini merupakan simbol rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta penghormatan kepada alam, khususnya lautan, yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Bali.

Kehadiran Wakapolda Bali dalam prosesi tersebut mencerminkan sinergi yang erat antara institusi Polri dengan masyarakat adat. Selain menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, Polri juga menunjukkan komitmennya dalam menghormati serta melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Upacara Pemelasti dan Mapekelem memiliki makna mendalam sebagai upaya penyucian bhuana alit (diri manusia) dan bhuana agung (alam semesta), sekaligus memohon keselamatan, kesejahteraan, dan keharmonisan bagi seluruh umat. Tradisi ini menjadi salah satu warisan budaya Bali yang terus dijaga keberlangsungannya sebagai wujud keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Melalui pelaksanaan upacara suci ini, diharapkan senantiasa tercurah kerahayuan, keselamatan, kedamaian, serta keseimbangan bagi alam semesta dan seluruh masyarakat Bali. Kehadiran jajaran Polda Bali dalam kegiatan adat dan keagamaan juga menjadi simbol bahwa keamanan, pelestarian budaya, dan keharmonisan sosial merupakan tanggung jawab bersama demi mewujudkan Bali yang aman, damai, dan tetap berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *