Nurul Amin dan Mbah Semar Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ayahanda Kapolresta Banyuwangi

0
IMG-20260623-WA0040_copy_641x962

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Banyuwangi. Ayahanda Kapolresta Banyuwangi, KH Taufiq Supangkah, S.Ag., telah berpulang ke rahmatullah. Kepergian sosok ulama yang dikenal santun, religius, dan penuh keteladanan tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, sahabat, serta masyarakat yang mengenalnya.

Atas musibah tersebut, Nurul Amin, Ketua Ormas Laskar Sakera Banyuwangi, bersama Selamet Solichin yang akrab disapa Mbah Semar, selaku Owner PT Cahaya Pers Group sekaligus Pimpinan Umum Media Jejak-Indonesia.id, JejakIndonesia.News, dan Pedot.pro, turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga besar Kapolresta Banyuwangi.

“Kami keluarga besar Laskar Sakera Banyuwangi dan PT Cahaya Pers Group turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya KH Taufiq Supangkah, S.Ag., ayahanda tercinta dari Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa dan khilafnya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Nurul Amin dan Mbah Semar dalam pernyataan duka mereka.

Wafatnya KH Taufiq Supangkah menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan yang saat ini mengemban amanah sebagai Kapolresta Banyuwangi. Sosok almarhum dikenal sebagai figur yang menanamkan nilai-nilai keagamaan, kesederhanaan, serta keteguhan moral dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Kepergian seorang ayah tentu menjadi ujian berat bagi setiap anak. Namun keteladanan, nasihat, dan nilai kehidupan yang diwariskan almarhum diyakini akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi keluarga yang ditinggalkan.

Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat Banyuwangi. Mereka berharap keluarga besar almarhum diberikan kekuatan, ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan tersebut.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Sesungguhnya kita adalah milik Allah SWT dan kepada-Nya lah kita akan kembali.”

Doa terbaik terus dipanjatkan untuk almarhum:

“Ya Allah, ampunilah beliau, rahmatilah beliau, lapangkan alam kuburnya, terimalah seluruh amal ibadahnya, dan tempatkan beliau di surga-Mu yang terbaik. Berikanlah kesabaran dan keteguhan hati kepada keluarga yang ditinggalkan.”

Kepergian KH Taufiq Supangkah menjadi pengingat bagi seluruh umat bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara dan setiap insan pada akhirnya akan kembali menghadap Sang Pencipta.

Selamat jalan KH Taufiq Supangkah, S.Ag. Semoga husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan serta berada dalam lindungan Allah SWT. Al-Fatihah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *