Tabur Bunga di Selat Bali, Polresta Banyuwangi Teguhkan Semangat Pengabdian Menuju Bhayangkara ke-80
BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026, Polresta Banyuwangi menggelar prosesi tabur bunga di perairan Selat Bali sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa dan anggota Polri yang telah gugur dalam menjalankan tugas negara.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolresta Banyuwangi, AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K., didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Banyuwangi, personel Satpolairud, serta BKO Ditpolairud Polda Jawa Timur. Prosesi dilaksanakan secara khidmat dengan menggunakan lima armada patroli, yakni KP X-1033, KP X-2001, KP X-1055, KP X-2004, dan RBB.
Mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, peringatan Hari Bhayangkara tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk memperkuat dedikasi, profesionalisme, dan kehadiran Polri di tengah masyarakat.
Prosesi tabur bunga di Selat Bali menjadi simbol penghormatan atas jasa dan pengorbanan para pendahulu Polri yang telah mengabdikan jiwa dan raganya demi menjaga keamanan negara. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi setiap personel agar terus menanamkan nilai-nilai patriotisme, loyalitas, integritas, serta semangat pengabdian tanpa batas kepada bangsa dan negara.
Kapolresta Banyuwangi, KBP Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kasat Polairud Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H., menegaskan bahwa tradisi tabur bunga merupakan bentuk penghormatan sekaligus refleksi bagi seluruh anggota Polri agar terus meneladani perjuangan para pendahulu.
“Momentum ini menjadi pengingat bahwa pengabdian Polri harus terus ditingkatkan dengan mengedepankan pelayanan yang humanis, profesional, dan berintegritas. Semangat para pendahulu harus menjadi inspirasi dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian,” ujarnya.
Sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, Polri juga terus mendorong transformasi pelayanan publik yang lebih adaptif, responsif, dan berbasis teknologi guna menjawab tantangan zaman, termasuk perkembangan kejahatan digital serta kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan.
Di sisi lain, Polresta Banyuwangi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas). Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. Warga juga diimbau untuk segera melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas melalui layanan Call Center 110 yang beroperasi selama 24 jam.
Menutup kegiatan tersebut, Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K. menegaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur sekaligus komitmen pengabdian kepada masyarakat.
“Mari jadikan Hari Bhayangkara ke-80 sebagai momentum untuk mewujudkan rasa syukur bahwa Polri selalu hadir untuk masyarakat. Kami akan terus berupaya menciptakan situasi harkamtibmas yang stabil, memberikan pelayanan terbaik dengan senyum, sapa, dan salam, serta menghadirkan rasa aman, nyaman, dan terlindungi bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
