Warga Seneporejo dusun Silir Krombang sesalkan penyampean RPJ tak sesuai permintaan warga

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Masyarakat desa seneporejo dusun Silir krombang menghadiri undangan dari pihak kabupaten yang diwakilkan ke pemerintah desa Senwporejo,Menindak lanjuti hasil rapat pada tanggal 19 mei 2026 beryempat di ruang rapat asisten 1 sekda kabupaten Banyuwangi antara pemerintah kabupaten Banyuwangi dengan PTPN maka pihak pemerintah kabupaten Banyuwangi mengundang masyarakat desa Seneporejo dusun Silirkrombang untuk menghadiri penyampean rencana perbaikan jalan kabupaten di desa seneporejo oleh pemerintah kabupaten Banyuwangi, yang bertempat di SDN Negri 5 Seneporejo.

Dalam forum penyampean rencana perbaikan itu dihadiri segenap penduduk silir krombang , Camat Siliragung, Kapolsek Siliragung kepala dinas Kesbangpol dan beberapa aparat dari kabupaten.

Bapak David selaku Plt camat kecamatan Siliragung menyampaikan rencana perbaikan jalan kabupaten di susun Silirkrombang desa Seneporejo bahwa

1. Penanganan jalan akan dikerjakan secara pavingisasi FC 42.5 Mpa dengan ketebalan 8 cm sepanjang 2,8 KM

2. Pengerjaan jalan akan dilakukan secara bertahap,

3. Pembiayaan diambil dari :
– CSR 250 jt dari PerkebunanBanyuwangi Raya,
– Pemdes bekerja sama dengan warga setempat bergotong royong secara swadaya ikut membantu proses pembangunan
– Dari ASN berbagi sebesar 50 jt
– Dan dari pihak perhutani yg mendorong pemerintah desa untuk mengajukan proposal ke pihak perhutani pusat,

Dari hasil pemaparan tersebut pihak warga yg di wakili oleh Bapak Anang dan bapak Junet menolak hasil keputusan yg telah dipaparkan karna tidak sesuai dengan keinginan warga, karna warga berkeinginan jalan yg di bangun harus sesuai dg tonase yg diangkut oleh armada PTPN Perkebunan Banyuwangi Raya,

“Yang kami sesalkan kenapa pihak PTPN tidak hadir dalam forum ini” karna yg terutama berdampak dengan keputusan pembangunan ini adalah pihak warga dan pihak PTPN Perkebunan Banyuwangi Raya, jadi percuma jika rapat diteruskan karna warga merasa apa yg menjadi tututan mereka tidak akan menemui titik temu dan jawaban, karna pihak PTPN adalah pihak utama dalam tuntutan pembangunan jalan ini.

“Kami lebih tau kondisi jalan disini dan menurut kami paving bukan alternatif yg bagus untuk jalan disini, karna armada pengangkutan dari PTPN berkekuatan lebih dari 20 ton per angkut, jadi kalau hanya paving jelas sebentar saja sudah akan amblas” ujar Anang selaku juru bicara warga setempat.

Karna adanya ketidak puasan jawaban yg diterima atas permintaan warga untuk pembangunan jalan maka semua warga sepakat mengadakan walk out dari ruang acara,

Seluruh warga sepakat walk out dari ruang pertemuan di barengi dengan teriakan kekecewaan dan membentangkan spanduk penolakan, A S selaku salah satu perwakilan warga berorasi dan menegaskan jika memang tidak ada kesepakatan dengan apa yg diminta warga maka warga memutuskan akan tetap sesuai dengan kesepakatan notulen rapat yang pertama yaitu truk pengangkut tebu dilarang melewati jalan tersebut,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *