JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa proses rekrutmen terpadu Polri Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi yang juga dihadiri sejumlah pejabat utama di lingkungan Polri serta rekan-rekan jurnalis.
Dalam pembukaannya, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyampaikan salam lintas agama sebagai bentuk penghormatan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran SDM Polri, termasuk Brigjen Pol. Artel Stephen dan Brigjen Pol. Turun Yudho, atas komitmen dalam mengawal proses rekrutmen agar tetap sesuai prinsip yang telah ditetapkan.
Menurutnya, arahan tegas telah disampaikan oleh Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, bahwa penerimaan anggota Polri harus berjalan secara objektif, jujur, dan adil, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
“Rekrutmen Polri harus bersih. Artinya seluruh proses dilakukan secara objektif dan tidak ada ruang bagi praktik KKN. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Selain itu, aspek transparansi juga menjadi perhatian utama. Proses seleksi dilakukan secara terbuka dengan melibatkan pengawasan dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal, guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam setiap tahapan.
Irjen Pol. Johnny juga menekankan pentingnya akuntabilitas, di mana seluruh proses dan hasil seleksi dapat dipertanggungjawabkan. Sementara itu, prinsip humanis diwujudkan melalui sikap ramah, santun, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap tahapan seleksi.
Secara khusus, ia menyoroti proses penerimaan taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2026 yang hanya melalui satu jalur, yakni jalur reguler. Tidak ada jalur khusus ataupun jalur titipan dalam proses seleksi tersebut.
“Perlu kami tegaskan, rekrutmen Akpol hanya melalui jalur reguler. Tidak ada kuota khusus dalam bentuk apa pun,” ujarnya.
Data sementara menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Tercatat sebanyak 7.988 peserta telah mendaftar secara online sebagai calon taruna dan taruni Akpol 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.432 peserta dinyatakan lolos verifikasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya, yang saat ini memasuki tahap pemeriksaan administrasi.
Lebih lanjut, Kadiv Humas Polri mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan melalui jalur tidak resmi. Ia menegaskan bahwa segala bentuk iming-iming, termasuk penawaran kelulusan dengan imbalan tertentu, merupakan bentuk penipuan.
“Jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan melalui jalur khusus atau dengan sejumlah bayaran, jangan ditanggapi. Abaikan saja,” tegasnya.
Bagi masyarakat yang menemukan atau telah menjadi korban praktik tersebut, Polri membuka saluran pengaduan melalui Divisi Propam Polri, hotline rekrutmen, maupun laporan resmi ke Bareskrim atau Ditreskrimum di Polda setempat.
Ia juga mengingatkan bahwa rekrutmen taruna dan taruni Akpol memiliki peran strategis karena para peserta yang lolos nantinya diproyeksikan menjadi pemimpin Polri dalam 25 hingga 30 tahun mendatang. Oleh karena itu, proses seleksi harus benar-benar menjaring calon terbaik yang memiliki integritas tinggi.
Menutup keterangannya, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengajak seluruh masyarakat untuk turut mengawal proses rekrutmen Polri agar tetap bersih dan berintegritas, serta memberikan dukungan kepada para peserta yang berjuang secara jujur.
“Seluruh masyarakat kami harapkan turut berdoa dan mendukung agar proses ini berjalan dengan baik, serta melahirkan calon-calon pemimpin Polri yang profesional dan berintegritas,” pungkasnya.