Talkshow Polisi Menyapa, Ditlantas Polda Banten Paparkan Evaluasi Lalu Lintas Pasca Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

SERANG || Jejak-indonesia.id – Ditlantas Polda Banten menjadi narasumber dalam kegiatan talkshow bertajuk Polisi Menyapa yang mengangkat tema Evaluasi Pengamanan Lalu Lintas Pasca Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 bertempat di Radio Republik Indonesia (RRI) 94.9 FM pada Rabu (01/04).

Kegiatan ini menghadirkan Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Banten AKBP Syamsul Bahri, dengan dipandu oleh penyiar RRI 94.9 FM Hasniar Rahmawati.

Dalam kesempatannya, Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Banten AKBP Syamsul Bahri menyampaikan bahwa terjadi peningkatan jumlah kendaraan di pelabuhan. “Total kendaraan naik sebesar 6%, dari 244.395 menjadi 258.223 unit, atau meningkat sebanyak 13.828 unit. Didominasi oleh roda empat (R4) yang mengalami kenaikan 4%, dari 124.228 menjadi 128.700 unit, atau bertambah 4.472 unit. Kendaraan roda dua (R2) juga mengalami peningkatan sebesar 5%, dari 96.512 menjadi 101.394 unit, atau naik sebanyak 4.882 unit. Selain itu, jumlah penumpang turut mengalami peningkatan sebesar 5%, dari 971.957 menjadi 1.025.303 orang, atau naik sebanyak 53.346 orang,” ujarnya.

“Puncak arus mudik terjadi pada tanggal 18 dan 19 Maret atau H-3 dan H-2 Lebaran. Pada 18 Maret tercatat sebanyak 44.898 unit kendaraan dan 164.099 penumpang. Sementara pada 19 Maret meningkat menjadi 47.487 unit kendaraan dan 165.705 penumpang. Sedangkan puncak arus balik terjadi pada H+1 dan H+4 Lebaran. Pada 22 Maret tercatat sebanyak 13.474 unit kendaraan dan 53.698 penumpang, kemudian pada 25 Maret sebanyak 10.745 unit kendaraan dan 53.751 penumpang,” jelasnya.

Lebih lanjut, AKBP Syamsul Bahri mengungkapkan bahwa pada Operasi Ketupat Maung tahun 2026, di bidang Kamseltibcar Lantas mencatat adanya penurunan. “Kecelakaan lalu lintas turun 58%, dari 33 peristiwa menjadi 14 peristiwa, atau turun 19 kejadian, dengan korban meninggal dunia berkurang 57% dari 7 menjadi 3 orang, atau turun 4 korban, korban luka berat tetap 7 orang, dan korban luka ringan menurun 74% dari 38 menjadi 10 orang, atau turun 28 korban. Jumlah pelanggaran lalu lintas turun 69% dari 2.377 menjadi 734, atau turun 1.643 pelanggaran, tilang menurun 27% dari 762 menjadi 559, atau berkurang 203 tilang, dan teguran turun drastis 89% dari 1.615 menjadi 175, atau turun 1.440 teguran,” ungkapnya.

Dengan menurunnya tingkat kecelakaan lalu lintas yang disertai dengan penurunan jumlah pelanggaran menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam berkendara. (Bidhumas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *