ROKAN HILIR || Jejak-indonesia.id – Menager Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum(SPBU) Bagan Siapiapi Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) masih menghadapi masalah besar pasalnya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belum teratasi, hingga kini membuat masyarakat resa karna harus mengantri panjang di sejumlah SPBU milik BUMD PT Sarana Pembangunan Rohil (SPRH). Kondisi ini telah berlangsung hampir satu minggu dan berdampak pada aktivitas ekonomi serta mobilitas warga.
antrian mengular panjang di PT SPRH Rohil di SPBU Batu Empat ..
Pantauan awak media pada selasa- (31/3/2026) menunjukkan antrian panjang kendaraan untuk mengisi BBM mencapai kiloan meter padat di peron halaman SPBU Kepenghuluan Bagan Punak meranti, Kecamatan Bangko. Fenomena serupa juga terjadi di SPBU jalan Bintang, Bagansiapiapi. Ribuan pengendara menunggu berjam-jam hingga larut malam Mengakibatkan nelayan tradisional tidak bisa melaut untuk menangkap ikan.
hanya untuk mendapatkan literan bensin, terutama jenis Pertalite dan Bio Solar.
Harga BBM di Pasaran Melonjak
Kelangkaan ini juga menyebabkan harga BBM di luar SPBU melonjak tinggi. Pertalite, yang seharusnya dijual dengan harga subsidi dan terjangkau,kini harga ketengan dijual dengan harga HET mencapai Rp 35.000 per liter di beberapa tempat. Hal ini semakin membebani masyarakat yang tengah berjuang dengan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Kemungkinan Saham (RUPS) untuk memberhentikan Direktur Utama PT SPRH dan menunjuk pejabat baru, serta memberikan tenggat waktu tiga hari agar SPBU Batu 4 beroperasi normal.sampai hari ini masyarakat masih antri .
Selain itu, Bupati juga memerintahkan Inspektorat Daerah untuk melakukan audit investigasi dilapangan secara keseluruhan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum(SPBU) tidak pandang bulu kalaulah ada temuan penyimpangan dilapangan bawa aja ke ranah hukum.seharusnya Manajer SPBU juga Harus bertanggung jawab atas pembelian BBM yang di salah gunakan.karna bisa berdampak buruk nantinya.(Tim)