PASURUAN || jejak-indonesia.id — Aliansi Poros Tengah Pasuruan Raya melalui FORUM POROS TENGAH menyatakan akan segera menggelar audiensi dengan DPRD Kota Pasuruan, khususnya Komisi III, guna meminta penjelasan dan klarifikasi terkait fungsi pengawasan legislatif terhadap pelaksanaan proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR).
Audiensi tersebut direncanakan sebagai bentuk kontrol publik terhadap proyek bernilai sekitar Rp1.999.950.262.278,00 T yang saat ini tengah berjalan dan menjadi perhatian masyarakat. FORUM POROS TENGAH menilai, pengawasan DPRD menjadi kunci penting untuk memastikan proyek strategis di bidang pendidikan tersebut berjalan sesuai dengan standar teknis, regulasi, serta asas akuntabilitas.
Koordinator FORUM POROS TENGAH Pasuruan Raya menyampaikan bahwa berdasarkan temuan di lapangan, terdapat sejumlah hal yang patut dipertanyakan, khususnya terkait material urukan yang digunakan dalam proyek tersebut. Menurutnya, urukan yang diaplikasikan diduga menggunakan material serdas, bukan serdu, sebagaimana lazimnya digunakan pada proyek konstruksi berskala besar.
“Untuk proyek dengan nilai dan skala sebesar ini, seharusnya menggunakan urukan sertu yang memiliki tingkat kepadatan lebih baik dan daya dukung yang lebih kuat. Ini penting untuk menjamin kualitas dan ketahanan bangunan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Selain itu, FORUM POROS TENGAH juga berharap DPRD Kota Pasuruan dapat menghadirkan pihak-pihak terkait dalam forum audiensi, termasuk perwakilan humas dari perusahaan pemenang tender serta konsultan pengawas proyek. Kehadiran mereka dinilai penting untuk
memberikan penjelasan secara terbuka mengenai aspek teknis pekerjaan, termasuk legalitas dan dukungan sumber material urukan yang digunakan.
“Kami ingin agar ditunjukkan secara transparan dukungan tambang atau sumber material yang mereka miliki, apakah sesuai dengan ketentuan perizinan dan spesifikasi teknis proyek,” tambahnya.
FORUM POROS TENGAH menegaskan bahwa audiensi ini bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan sebagai upaya menjaga mutu proyek publik agar benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan. Mereka berharap DPRD Kota Pasuruan dapat menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal demi menjamin pelaksanaan proyek yang bersih, profesional, dan bertanggung jawab.
(RED)