226 Peserta Seleksi Polri TA 2026 Ikuti Pembacaan Sumpah dan Penandatanganan Fakta Integritas di Polres Karangasem

KARANGASEM || Jejak-indonesia.id – Polres Karangasem mengikuti kegiatan Pembacaan Sumpah dan Penandatanganan Fakta Integritas Penerimaan Taruna/i Akpol, Bintara dan Tamtama Polri TA 2026 yang dipimpin oleh Wakapolda Bali di Aula Kanya Badra Paramartha, Selasa (31/3) pukul 08.30 WITA, melalui Zoom Meeting

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses rekrutmen anggota Polri yang menerapkan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).

Hadir dalam kegiatan ini Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika, S.H., S.I.K., M.I.K., Wakapolres Karangasem Kompol Taufan Rizaldi, S.I.K., M.H., PS. Kabag SDM Polres Karangasem AKP I Made Sudihartama, S.H., Kasiwas dan Kasipropam Polres Karangasem selaku pengawas internal.

Turut hadir perwakilan dari Disdikpora Kabupaten Karangasem, Disdukcapil Kabupaten Karangasem, Kominfo Kabupaten Karangasem, dan Universitas Teknologi Indonesia selaku pengawas eksternal, panitia seleksi anggota Polri TA 2026, serta perwakilan orang tua sebanyak 2 orang.

Sebanyak 226 peserta seleksi mengikuti kegiatan ini dengan rincian Bintara SPKT sebanyak 208 orang yang terdiri dari 186 pria dan 22 wanita, Bintara Polair sebanyak 7 orang pria, dan Bintara Intelijen sebanyak 11 orang yang terdiri dari 9 pria dan 2 wanita.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, laporan perwira kegiatan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan sumpah dan penandatanganan fakta integritas oleh seluruh peserta seleksi.

Dalam arahannya selaku pimpinan sidang, Wakapolda Bali menegaskan beberapa hal penting:

Pertama, penerimaan Polri telah menerapkan prinsip BETAH yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. “Proses rekrutmen ini harus benar-benar menjunjung tinggi prinsip-prinsip tersebut tanpa kompromi,” tegas Wakapolda.

Kedua, para peserta diminta mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi setiap tahapan seleksi. “Persiapkan fisik, mental, dan pengetahuan kalian dengan maksimal. Ini adalah kesempatan emas untuk mengabdi kepada negara dan masyarakat,” ujarnya.

Ketiga, Wakapolda membuka ruang bagi peserta untuk melaporkan apabila menemukan pelanggaran terkait rekrutmen. “Apabila menemukan pelanggaran, kalian bisa melaporkan langsung kepada saya. Kami berkomitmen penuh untuk menjaga kebersihan proses rekrutmen ini,” tegasnya.

Wakapolda juga memberikan peringatan tegas kepada seluruh panitia seleksi. “Kepada seluruh panitia, jangan coba-coba membuat pelanggaran dalam seleksi. Apabila sampai terjadi pelanggaran, maka bukan hanya rekrutmen saja yang tercoreng, namun institusi Polri juga akan tercemar,” ujar Wakapolda dengan tegas.

Ia menekankan bahwa integritas dalam proses rekrutmen adalah hal yang tidak bisa ditawar. Setiap panitia harus menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan profesional.

Pembacaan sumpah dan penandatanganan fakta integritas ini menjadi bukti komitmen Polri dalam menjalankan proses rekrutmen yang bersih, transparan, dan akuntabel. Para peserta berkomitmen untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan jujur dan sportif, sementara panitia berkomitmen menjalankan tugas tanpa keberpihakan.

Kapolres Karangasem mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini dan berharap Polres Karangasem dapat meloloskan calon-calon anggota Polri yang berkualitas, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat.

“Semoga dari 226 peserta ini, kita dapat meloloskan calon-calon terbaik yang akan menjadi kebanggaan Polri dan masyarakat Karangasem,” ujar Kapolres.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar proses seleksi berjalan lancar, adil, dan menghasilkan calon anggota Polri yang profesional dan berintegritas tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *