Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Tahun: 2026

Puisi Esai Yang Memperkaya dan Memperluas Khazanah Sastra Indonesia

Jejakindonesia.id || Puisi esai itu dibuat oleh penyair yang sadar bahwa seni tidak hanya untuk seni, tapi juga harus memiliki bobot muatan 0olitik, ekonomi, sosial dan budaya serta agama dalam arti luas. Karena puisi esai itu sendiri beranhak dari kesadaran bahwa berpuisi otu tidak hanya sekedar untuk beri dah-indah, nostalgia, romantis dan tidak sekedar untuk menghivur diri, tetapi juga memiliki fungsi sosial kemasyarakatan yang lebih luas untuk mengajak merenung, menghayati, menyadari dan berperan sebagai kontrol, pengendali, memberikan keseimbangan tentang perilaku, polah tingkah munusia dalam memperlakukan alam, manusia bahkan Tuhan.

Setidaknya, puisi esai ingin memiliki arti yang lebih bermanfaat untuk hidup dan kehidupan manusia yang seba kompleks dan rumit, sehingga kesadaran, koreksi diri hingga dokap ugahari hingga solidarotas dan kepedilian terhadap alam, mamusia dan keberadaan Tuhan dalam menjadi perhatian serius bagi banyak orang.

Seperti Stand Up Komedi yang metasa perlu dan sah memssuki wilayah politik -- yang semestinya juga habitat lain -- bukan hanya sekedar pelarian atau oenyegaran, tetapi memang seharusnya begitu pengembaraan spiritual dan intelektual dilakukan, agar lebih bermanfaat dan membangun kesadaran baru manusia bahwa cakrawala ilmu dan pengetahuan serta wawasan itu harus terus bertumbuh dan berkembang hingga memutik dan menampilkan buah yang lezat, meski tidak disukai oleh semua orang.

Tetapi yang pasti, perkembangan dari dunia sastra melalui gebrakan puisi esai patut diterima sebagai warga sastra untuk memperkaya atau memperluas habitat sastra supaya tidak jumut -- merasa lebih hebat dari karya seni yang lain, seperti umumnya perilaku egosentrisitas kaum aktivis aktivis maupun politisi di Indonesia yang cuka sekedar ingin membesarkan perutnya sendiri, tanpa mengindahkan perut orang lain.

Inti dari keberadaan puisi esai layak dan patut diterima sebagai perkebangan sastra yang sehat -- tidak mandek -- membabgun wilayah jelajah dari pengembaraan dirinya bahwa seni itu sesungguhnya tidak pernah bergenti dan tidak pula pernah selesai, karena hakekat kesejatian dari karya seni itu sesungguh adalah "proses menjadi" yang tidak mungkin mengingkari tabiat asali dari hakekat kreatif itu sendiri sebagai fitrah bawaan dalam semua bentuk karya seni.

 

Banten, 19 Januari 2026

Pimpin Apel Perdana, Kapolres Pasuruan Ingatkan Anggota Tak Menyalahgunakan Wewenang dan Tetap Mengayomi

PASURUAN || jejakindonesia.id – Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. pimpin apel perdana setelah menjabat Kapolres Pasuruan baru di di Lapangan Sarja Arya Racana, Senin (19/1/2026).

Dalam amanatnya ia mengingatkan seluruh anggota agar tidak menyalahgunakan kewenangan dan tetap menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat.

Apel yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh Wakapolres Pasuruan Kompol Andi Purnomo, S.H., M.H., para Pejabat Utama (PJU), serta seluruh personel Polres Pasuruan.

Dalam kesempatan ini, Kapolres menyampaikan terima kasih atas terjaganya situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Pasuruan. Namun ia menekankan agar seluruh personel tetap menjaga integritas dalam bertugas.

“Jangan ada penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, penggunaan kekerasan berlebihan, maupun pelanggaran HAM. Polisi harus hadir melindungi dan mengayomi masyarakat,” tegas AKBP Harto Agung.

Kapolres juga memerintahkan seluruh anggota untuk mematuhi Kode Etik Profesi Polri dan Peraturan Disiplin Polri, menjaga sikap serta tutur kata baik di dalam maupun luar kedinasan, dan mengutamakan pelayanan publik yang berintegritas.

“Citra Polri ditentukan perilaku kita sehari-hari. Jadilah teladan di tengah masyarakat dan jadikan tugas sebagai ladang ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa,” lanjutnya.

Selain itu, ia mengimbau personel menjaga kesehatan melalui olahraga rutin serta memperkuat soliditas antar fungsi kepolisian agar pelaksanaan tugas berjalan optimal dan profesional.

Apel perdana ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran Polres Pasuruan dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang bersih, tegas, dan dipercaya masyarakat. Kegiatan berakhir tertib dan personel kembali melaksanakan tugas masing-masing.

Polri Bergerak Tangani Banjir Cakung, Kerahkan 132 Personel, Perahu Taktis, Kendaraan 4×4, dan Dapur Lapangan Brimob

JAKARTA || jejakindonesia.id — Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui jajaran Polda Metro Jaya bergerak cepat dan siaga penuh dalam menangani banjir akibat hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Minggu (18/1/2026). Polri hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan keselamatan warga, kelancaran pelayanan kemanusiaan, serta terjaganya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Sejak banjir terjadi, personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, hingga Polsek Cakung turun langsung ke lokasi terdampak bersama unsur TNI, Pemerintah Daerah, dan relawan. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pasukan Brimob, Samapta/Sabhara, Tim SAR, serta Tim Rescue dan Dapur Lapangan (Randurlap).

Banjir menggenangi sejumlah titik di Kelurahan Rawa Terate, khususnya di RW 05, dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter. Untuk menjangkau wilayah yang terendam cukup dalam, petugas mengerahkan perahu taktis/karet, kendaraan patroli taktis 4x4, serta mobil dinas jenis Hilux guna mempercepat proses evakuasi, distribusi logistik, dan pelayanan medis.

Berdasarkan pendataan di lapangan oleh Polres Metro Jakarta Timur, seluruh warga RT 010/RW 05 Kelurahan Rawa Terate terdampak banjir, dengan total 279 kepala keluarga atau 880 jiwa. Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing (lantai dua) dan tidak berkenan dievakuasi, namun tetap mendapatkan pelayanan, pemantauan kesehatan, serta bantuan logistik dari petugas gabungan.

Pada pukul 14.00 WIB, Kapolres Metro Jakarta Timur melakukan pengecekan langsung pelayanan penanggulangan banjir di Jl. Kramayudha RW 05, Kelurahan Rawa Terate, guna memastikan seluruh upaya penanganan berjalan optimal dan terkoordinasi.

Dalam operasi kemanusiaan tersebut, total 132 personel dikerahkan, dengan rincian:
• TNI: 50 personel
• Polri, terdiri dari:
• SAR Brimob Polda Metro Jaya: 11 personel
• Dapur Lapangan Brimob: 15 personel
• Samapta Polda Metro Jaya: 10 personel
• Polres Metro Jakarta Timur: 25 personel
• Polsek Cakung: 15 personel
• Pol PP: 5 personel
• Tagana Sudin Sosial: 1 personel

Dalam rangkaian kegiatan, Dandim 0505/Jakarta Timur bersama jajaran TNI–Polri dan Pol PP turut melakukan distribusi sembako dan logistik kepada warga terdampak di RT 010/RW 05 dengan menggunakan perahu karet, mengingat tingginya genangan air.

Pada pukul 15.10 WIB, Dapur Lapangan Brimob Polda Metro Jaya dinyatakan selesai didirikan. Dapur lapangan tersebut ditempatkan berdekatan dengan Posko SAR yang dibangun Polri, sehingga memudahkan koordinasi antarpetugas serta mempercepat pelayanan konsumsi bagi warga terdampak dan personel di lapangan.

Selanjutnya, pada pukul 16.05 WIB, Kapolres Metro Jakarta Timur memimpin langsung distribusi logistik dan sembako, sekaligus mengevakuasi dua warga yang membutuhkan penanganan khusus, yakni Diman Budiman (lanjut usia) dan Frengky (sakit), menggunakan perahu untuk mendapatkan perawatan medis oleh Dokkes Polres Metro Jakarta Timur.

Distribusi bantuan selesai dilaksanakan pada pukul 17.15 WIB, dan pada pukul 17.30 WIB, personel SAR gabungan tetap bersiaga di lokasi banjir guna mengantisipasi perkembangan situasi dan memastikan keselamatan warga.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menegaskan bahwa Polri mengerahkan seluruh kekuatan dan sumber daya yang dimiliki untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak bencana.

“Polri hadir bersama TNI dan pemerintah daerah untuk memastikan warga terdampak banjir tetap mendapatkan pelayanan, bantuan logistik, serta rasa aman. Penempatan posko SAR dan dapur lapangan secara terpadu menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran Polri di tengah bencana merupakan wujud nyata pengabdian serta transformasi pelayanan kepolisian yang cepat, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Polri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Hingga saat ini, situasi di wilayah terdampak banjir di Kecamatan Cakung terpantau aman dan kondusif, dengan personel gabungan masih terus bersiaga.

Kapolda Jatim Anugerahkan Tanda Kehormatan kepada Ribuan Personel

SURABAYA || jejakindonesia.id – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs Nanang Avianto,M.Si memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional yang dirangkaikan dengan Penganugerahan Tanda Kehormatan Pengabdian kepada personel Polri, di Lapangan Mapolda Jawa Timur, Senin (19/1/2026).

Upacara yang diikuti oleh Pejabat Utama Polda Jatim, Kapolres jajaran, serta seluruh personel dan ASN Polri itu berlangsung khidmat.

Kegiatan itu menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen pengabdian Polri di awal tahun 2026.

Dalam amanatnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan bahwa Upacara Hari Kesadaran Nasional sekaligus penganugerahan tanda kehormatan harus dimaknai sebagai momentum membangun semangat baru, harapan baru, serta komitmen yang lebih kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.

“Jangan jadikan pergantian tahun hanya sekadar pergantian kalender, namun jadikan sebagai titik tolak untuk meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,”tutur Irjen Nanang.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Jatim juga menekankan bahwa tanda kehormatan Satyalancana Pengabdian merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi tertinggi dari negara yang dianugerahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia kepada anggota Polri yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan pengabdian tanpa cacat selama masa dinas.

Ia menjelaskan, untuk memperoleh tanda kehormatan tersebut, seorang anggota Polri harus memenuhi persyaratan yang ketat, yakni telah bertugas secara terus-menerus selama 8, 16, 24 hingga 32 tahun.

Bukan hanya itu, selama bertugas anggota Polri harus tanpa cela, serta memiliki integritas moral, keteladanan sikap, dan jasa nyata bagi organisasi serta negara.

Pada upacara tersebut, Polda Jawa Timur menganugerahkan tanda kehormatan kepada 2.684 personel, yang terdiri dari 542 personel Satker Polda Jatim dan 2.142 personel Polres yang ada di jajaran.

“Penganugerahan ini jangan dimaknai sekadar sebagai pemenuhan hak administratif, tetapi sebagai simbol apresiasi tertinggi dari negara atas konsistensi dalam menjaga marwah Kepolisian,”tegas Kapolda Jatim.

Lebih lanjut, Irjen Pol Nanang Avianto mengajak seluruh personel untuk terus memperkuat sinergi dan semangat gotong royong dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Jawa Timur, dengan menggelorakan kembali semangat Jogo Jatim.

Ia juga menyampaikan pentingnya reformasi birokrasi Polri yang berorientasi pada pelayanan masyarakat, sejalan dengan slogan Polri Untuk Masyarakat, sehingga Polri benar-benar hadir sebagai pelindung, pengayom, pelayan, sekaligus problem solver bagi masyarakat.

“Semoga penghargaan yang diterima hari ini menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi seluruh personel Polda Jatim untuk terus meningkatkan kinerja, menjadi SDM Polri yang unggul, kreatif, dan inovatif demi kemajuan bangsa dan negara,” pungkasnya. (*)

Polri Bersihkan Area Terdampak Banjir Bandang di Kampung Tengah Kecamatan Palembayan Agam Sumbar

SUBAR || jejakindonesia.id - Pada hari Minggu, 18 Januari 2025, Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor BKO Polda Sumbar melaksanakan kegiatan pembersihan area di sekitar sungai yang terdampak bencana banjir bandang di Desa Kampung Tengah, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan material sisa banjir berupa lumpur, kayu, dan sampah yang menumpuk di bantaran sungai, guna memulihkan kondisi lingkungan serta mencegah terjadinya banjir susulan. Pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan unsur terkait dan masyarakat setempat, sehingga diharapkan aktivitas warga dapat kembali berjalan dengan aman dan normal.

error: Content is protected !!