Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Ketua Umum PP Polri Tegaskan Loyalitas Purnawirawan, Wakapolri: Kedudukan Polri di Bawah Presiden Fondasi Strategis

JAKARTA || Jejak-indonesia.id — Ketua Umum Persatuan Purnawirawan (PP) Polri, Jenderal Pol (Purn) Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, M.M., menegaskan bahwa PP Polri tetap memiliki komitmen tegak lurus terhadap almamater Kepolisian Negara Republik Indonesia dan menjaga marwah institusi di mata masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP Polri juga menyampaikan instruksi tegas agar seluruh purnawirawan Polri tidak melakukan tindakan yang bersifat mengkhianati atau mencederai nama baik Korps Bhayangkara.

Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa kedudukan Polri yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia merupakan posisi strategis dalam memperkuat efektivitas transformasi kelembagaan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Hal tersebut disampaikan Wakapolri dalam sambutannya saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Tahun 2026, yang turut dihadiri para mantan Wakapolri, tokoh senior Polri, serta pimpinan organisasi purnawirawan TNI–Polri.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri menyampaikan bahwa dukungan terhadap penguatan kedudukan Polri di bawah Presiden disampaikan langsung oleh Ketua Umum PP Polri.

“Dukungan ini menjadi energi besar bagi seluruh jajaran Polri untuk terus melaksanakan transformasi secara menyeluruh. Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan fondasi strategis dalam memperkuat reformasi serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, humanis, dan berkeadilan,” tegas Wakapolri.

Wakapolri menambahkan, Polri berkomitmen penuh menindaklanjuti arahan Presiden melalui penguatan transformasi struktural, kultural, dan instrumental, guna membangun institusi kepolisian yang modern, adaptif, dan dipercaya masyarakat.

“Transformasi Polri bukan sekadar perubahan sistem, tetapi perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak seluruh personel. Tujuannya satu, menghadirkan Polri yang semakin presisi dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakapolri menekankan pentingnya sinergi antara Polri, para purnawirawan, akademisi, serta seluruh elemen bangsa dalam mengawal keberlanjutan transformasi Polri.

Melalui momentum Munas VI PP Polri ini, Wakapolri berharap semangat kebersamaan, pengabdian, dan loyalitas kepada bangsa dan negara terus terjaga, sekaligus memperkuat komitmen Polri dalam mendukung kebijakan nasional serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis Polri mampu menghadirkan perubahan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Transformasi Polri menuju Polri Presisi,” pungkas Wakapolri.

Polresta Banyuwangi Gelar Mayur Kamtibmas dengan Bagikan Sayur Segar Kepada Masyarkat

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Sat Binmas Polresta Banyuwangi bersama Polsek Cluring melaksanakan kegiatan Mayur Kamtibmas sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (30/1/2026) pagi, bertempat di pinggir jalan Kampung Dusun Kebonsari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polresta Banyuwangi, KOMPOL Basori Alwi, S.H., M.H., didampingi Kapolsek Cluring AKP Putu Ardana, S.H., serta diikuti personel Sat Binmas, Bhabinkamtibmas Desa Benculuk, anggota Polsek Cluring, Ketua Bhayangkari Ranting Cluring beserta anggota, Kepala Desa Benculuk, dan ratusan warga masyarakat setempat.

Dalam kegiatan Mayur Kamtibmas tersebut, Polresta Banyuwangi membagikan berbagai kebutuhan pokok dan hasil pertanian kepada warga secara gratis.

Adapun komoditas yang dibagikan meliputi mie instan, aneka sayuran hijau, kacang panjang, pakis, pakcoy, kangkung, tomat, cabai rawit, terong, kelapa, labu siam, timun, tempe, tahu, telur, serta nasi bungkus. Setiap warga yang hadir mendapatkan enam jenis sayuran sesuai ketersediaan.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripti Himawan, S.I.K., S.H., M.H.., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Polresta Banyuwangi dalam menjaga kamtibmas serta membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan Mayur Kamtibmas ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, membantu kebutuhan sehari-hari warga sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara humanis,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dan antusias dari masyarakat Desa Benculuk. Selain membantu meringankan kebutuhan warga, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Polresta Banyuwangi berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat sebagai wujud Polri Presisi yang humanis, responsif, dan dekat dengan rakyat. (***)

Sinergi Green Policing: Kapolda Aceh Pimpin Penanaman 10.000 Bibit Mangrove di Desa Alue Naga

ACAEH || Jejak-indonesia.id — Polda Aceh melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam 10.000 bibit pohon mangrove di Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Green Policing sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap pelestarian ekosistem pesisir.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah mengatakan, program Green Policing merupakan wujud nyata komitmen Polda Aceh dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup, khususnya kawasan pesisir yang memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana, pencegahan abrasi, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.

Menurutnya, penanaman mangrove juga merupakan investasi jangka panjang bagi generasi yang akan datang. Mangrove memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai, menjadi habitat berbagai biota laut, sekaligus berfungsi sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen bagi kehidupan.

“Green Policing Polda Aceh diawali dengan penanaman 10.000 bibit pohon mangrove. Ke depan, saya akan memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta jajaran di Aceh untuk melaksanakan kegiatan serupa,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah usai penanaman mangrove tersebut.

Ke depan, Kapolda Aceh akan menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing. Apabila setiap satuan mampu menanam minimal 5.000 bibit mangrove, ditambah dengan 10.000 bibit dari Polda Aceh, maka total penanaman dapat mencapai sekitar 125.000 pohon mangrove.

“Tentu kita dapat membayangkan manfaat luar biasa yang akan dihasilkan apabila jumlah pohon yang kita tanam terus bertambah,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa program penghijauan Polda Aceh ini tidak hanya difokuskan pada kawasan pesisir, tetapi juga akan dikembangkan melalui program “Sejuta Pohon untuk Masyarakat” yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Aceh.

Sejalan dengan program tersebut, Polda Aceh juga terus mendorong berbagai inovasi sebagai bagian dari upaya antisipasi dan mitigasi bencana di Aceh. Salah satu terobosan yang telah digagas adalah pemanfaatan tanah lumpur pascabencana banjir untuk direklamasi dan diolah kembali menjadi lahan tanam yang produktif.

“Tanah lumpur yang sebelumnya menjadi sumber permasalahan lingkungan kini dimanfaatkan sebagai media tanam berbagai jenis tanaman bernilai ekonomi, sehingga tidak hanya berfungsi memulihkan lingkungan, tetapi juga membuka peluang dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Terakhir, ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dansatbrimob, panitia, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia berharap apa yang dilakukan hari ini menjadi amal jariah dan membawa manfaat besar bagi lingkungan serta masyarakat Aceh.

“Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi dan komitmen bersama antara Polri, pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, mahasiswa, dan masyarakat,” pungkasnya.

Dari Lumpur hingga Air Bersih, Brimob Polda Sumut Terus Hadir Dampingi Warga Pascabencana di Tapanuli Tengah

TAPANULI TENGAH || Jejak-indonesia.id — Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terus menunjukkan komitmennya dalam membantu pemulihan masyarakat pascabencana alam di wilayah Tapanuli Tengah. Pada Jumat, 30 Januari 2026, personel Batalyon A Pelopor kembali melaksanakan serangkaian kegiatan kemanusiaan yang difokuskan pada pembersihan rumah warga terdampak serta pemenuhan kebutuhan air bersih.

Kegiatan tersebut melibatkan satu SST personel SAR Batalyon A di bawah pimpinan Iptu Binner Sitorus, S.H., M.H., yang melaksanakan pembersihan material lumpur di rumah milik Ibu Dorlima Pardede sekaligus pembersihan badan jalan di Perumahan Pandan Asri, Desa Aek Tolang, Kecamatan Pandan. Pembersihan dilakukan secara bertahap dan maksimal guna mengangkat sisa lumpur serta puing-puing, sehingga rumah dan akses jalan dapat kembali berfungsi dengan aman bagi masyarakat.

Selain itu, satu SST personel Batalyon A yang dipimpin Iptu Yauwardi, S.H., melaksanakan pembersihan rumah milik Bapak Fateh Butarbutar di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka. Hingga saat ini, kegiatan tersebut telah memasuki tahap akhir dengan fokus memastikan kondisi rumah kembali bersih, aman, dan layak huni.

Di lokasi berbeda, satu SSR personel SAR Batalyon A yang dipimpin Bripda Rafly Aditya Sugito melaksanakan pendistribusian air bersih menggunakan sarana water treatment di Desa Sibuluan Raya, Kecamatan Pandan. Kehadiran fasilitas pengolahan air tersebut dinilai sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, terutama di tengah keterbatasan pascabencana.

Komandan Batalyon A Pelopor, KOMPOL Mukhtar I. Kadoli, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan Polri untuk hadir dan membantu masyarakat dalam situasi darurat maupun pemulihan.
“Brimob tidak hanya hadir dalam aspek pengamanan, tetapi juga berupaya membantu masyarakat agar dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas dengan normal,” ujarnya.

Apresiasi Kapolda Metro Jaya untuk Polisi Inspiratif di Balik Berdirinya TPA Maju Bersama

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Kapolda Metro Jaya Irjen pol Asep Edi Suheri mengunjungi sekolah Taman Pendidikan Al-quran (TPA) Maju Bersama yang dibuat oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Ipda Agus Riyanto.

Dalam kunjungan ini bertemakan agenda bertajuk makan siang bersama siswa sekolah anak percaya dan TPA Maju Bersama selain itu Kapolda turut memberikan penghargaan kepada Ipda Agus yang telah bekerja keras membangun dan mengelola sekolah TPA tersebut.

Irjen Asep Edi datang didampingi oleh Pangdam Jaya Deddy Suryadi, Wakapolda Brigjen Dekananto, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi serta pejabat utama Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya serta Polres Metro Jakarta Barat.

Memulai kunjungannya, Irjen Asep langsung mengajak makan siang bersama warga masyarakat yang merupakan wali murid dan murid-murid sekolah TPA Maju Bersama.

Makan siang bersama juga turut diikuti Ketua RT dan RW setempat serta sejumlah tokoh masyarakat yang hadir.

Selesai makan siang bersama, Kapolda lantas menyerahkan penghargaan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Srengseng Ipda Agus Riyanto.

Penghargaan ini diberikan Irjen Asep Edi sebagai bentuk apresiasi kepada anggota kepolisian yang senantiasa mengabdikan diri dan hadir di tengah-tengah masyarakat.

"Kunjungan Bapak Kapolda dan Pangdam itu memberikan semangat dan spirit ya kepada jajaran satuan kewilayahan, dalam hal ini itu Pak Bhabinkamtibmas. Dan ini memberikan apresiasi kepada Pak Bhabin dan seluruh warga masyarakat yang ada terlibat di dalam TPA Maju Bersama," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di lokasi, Jumat (30/1/2026).

Sekolah TPA Maju Bersama ini sendiri sudah berdiri selama 6 tahun. Ipda Agus menceritakan cikal bakal membangun dan mengelola sekolah TPA Maju Bersama ini.

"Tujuannya adalah untuk memberikan pendidikan pada warga masyarakat yang tidak bisa bersekolah secara formal. Karena memang mereka ini tidak bisa bersekolah secara formal. Ada yang putus sekolah, ada yang sama sekali tidak sekolah," tutur Ipda Agus.

"Jadi dengan adanya sekolah ini mereka bisa mendapatkan pembelajaran yang diakui dari dinas pendidikan Dan nantinya ke depan mereka mendapatkan ijazah yang bisa untuk melanjutkan ke jenjang pengguruan tinggi atau mencari pekerjaan," lanjutnya.

Ipda Agus juga menerangkan, pembangunan dan pengelolaan sekolah TPA Maju Bersama ini mendapat respons positif dari masyarakat.

Malah, kata dia, masyarakat di sekitar ikut sama-sama mengelola sekolah TPA Maju Bersama secara sukarela.

"Iya untuk tempat, alat tulis, alat kebersihan, listrik, air, swadaya dari masyarakat, ini bisa kita optimalkan untuk proses belajar mengajar," terangnya.

Dia mengaku menyadari betul bahwa kehadiran sekolah TPA Maju Bersama ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Apalagi, kata dia, banyak dari para warga yang tidak bisa menyekolahkan anaknya karena keterbatasan ekonomi.

"Latar belakangnya yang pertama secara ekonomi mereka memang kurang beruntung Yang kedua secara administratif mereka juga ada kendala-kendala tersendiri," jelas Agus.

Dia pun menjabarkan, sejak sekolah ini berdiri 6 tahun lalu, sudah banyak sekali murid-murid yang belajar di sini. Sementara untuk tahun ini sendiri, dia menyebut total ada 120 murid yang belajar di sekolah TPA Maju Bersama.

"Untuk PPA jumlahnya ada 68 anak, sedangkan untuk sekolah paket atau PKBM sekitar 61 anak Jadi totalnya dari 2 sekolah ini ada sekitar 120 anak," imbuh dia.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemberian sembako, pemberian penghargaan kepada tokoh masyarakat yang membantu kamtibmas seperti HT, Simcard HT dan tali asih, pemberian bantuan terhadap sekolah berupa, TV, Bracket, dan laptop, selain itu diberikan juga bantuan berupa perlengkapan sekolah kepada para siswa

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

error: Content is protected !!