We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2026

Kritisi Para Pengusaha Putri Nabila Damayanti, SH Pertanyakan Kenapa Anak Didik Harus Jadi Korban dan Dijadikan Proyek Untung Besar

CIANJUR || Jejak-indonesia.id - Keracunan MBG kembali terjadi, kali ini di Cikalongkulon, Kadupandak, dan Sukanagara mengakibatkan Selasa lalu yang mengakibatkan korban siswa sebanyak 204 orang. Mayoritas korban merupakan anak-anak usia di bawah 10 tahun yang berstatus sebagai siswa SD dan PAUD di wilayah Cikalongkulon, Kadupandak dan Sukanagara.

Selain para pelajar, sejumlah orang tua murid yang ikut mencicipi hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut juga harus dilarikan ke puskesmas karena mengalami mual hebat, pusing, hingga muntah-muntah.

Kapolsek Cikalongkulon, menyatakan bahwa pihak kepolisian tengah melakukan investigasi mendalam terhadap menu makanan yang para siswa konsumsi. Berdasarkan laporan warga, muncul kecurigaan pada lauk ayam suwir yang tercium aroma tidak sedap sebelum dikonsumsi. Polisi telah mengamankan seluruh sisa makanan untuk dilakukan uji laboratorium guna mengungkap penyebab pasti dari peristiwa memilukan ini.

Aktivis Nasional Putri Nabila Damayanti, SH yang juga Asli Kecamatan Pacet Cipanas, Cianjur menyayangkan akan hal tersebut, karena beberapa waktu lalu sudah mengimbau dan menyarankan agar Pelaksanaan MBG dilakukan oleh Masing-masing Sekolah saja bukan pihak ketiga.

"Jika Pelaksana MBG dilakukan oleh pihak Sekolah, ini akan lebih praktis, sehat dan terjaga kebersihannya, otomatis tidak akan terjadi keracunan," ungkap Putri Nabila Damayanti, SH kepada awak media pada Minggu (01-02-2026)

“Lagi pula kalau pengelolaan MBG Dilakukan oleh Pihak Sekolah, akan lebih mengetahui menu yang disukai anak-anak, tentunya yang bernilai gizi”, ulas Putri.

Putri juga menekankan Begitu Pentingnya MBG dikelola oleh Pihak Sekolah

“Jika MBG tersebut dikelola oleh Pihak Sekolah, maka MBG tidak akan menjadi Proyek para Pengusaha dengan keuntungan yang lumayan tiap harinya, tapi ini menjadi Pemasukan / Tambahan Buat Guru-guru di Sekolah,” tutur Putri menutupi. (Megy)

#PutriNabilaDamayantiSH
#KeracunanMBG
#KritisiMBG
#MBGCianjur

Habiburokhman Tegaskan Narasi Posisi Polri di Bawah Kementerian Justru Melemahkan Kepemimpinan Presiden Prabowo

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyatakan bahwa narasi yang berkembang belakangan mengenai wacana menempatkan Polri di bawah kementerian bukan hanya tidak tepat, tetapi berpotensi melemahkan kekuasaan Presiden Prabowo Subianto sebagai pemegang otoritas tertinggi institusi kepolisian nasional.

Menurut Habiburokhman, narasi tersebut tampaknya sengaja digelorakan oleh pihak-pihak yang pernah berseberangan secara politik dengan Presiden Prabowo, dengan tujuan untuk mereduksi peran dan pengaruh presiden dalam mengendalikan kebijakan strategis penegakan hukum dan keamanan.

“Kemungkinan besar narasi Polri di bawah kementerian merupakan narasi yang sengaja dibuat untuk melemahkan Presiden Prabowo dan juga negara Indonesia,” tegas Habiburokhman dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).

Habiburokhman menjelaskan bahwa jika institusi Polri tidak berada langsung di bawah Presiden, maka efektivitas pelaksanaan kebijakan dan komando institusi akan berkurang dan menghambat koordinasi strategis.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa posisi Polri langsung di bawah Presiden bukanlah sekadar pilihan administrasi, tetapi sebuah amanat reformasi yang tertuang dalam Pasal 30 ayat (4) UUD 1945 dan TAP MPR Nomor VII/MPR/2000. Hal ini merupakan hasil evaluasi terhadap pengalaman masa lalu ketika kepolisian diposisikan hanya sebagai aparatur represif kekuasaan.

Habiburokhman menekankan bahwa narasi perubahan struktur tersebut adalah narasi yang ahistoris, sesat, dan tidak relevan dengan solusi substansial yang dibutuhkan institusi Polri maupun masyarakat. Menurutnya, persoalan yang sering dikritisi masyarakat lebih kepada kultur oknum tertentu yang melakukan pelanggaran, namun penyelesaiannya tidak cukup hanya mengubah posisi institusional.

Siaran pers ini disampaikan guna memastikan publik memahami posisi strategis Polri dalam struktur pemerintahan Indonesia serta mendukung semangat Transformasi Polri yang konsisten dengan reformasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Kampung Nelayan Modern Bakal Tambah Daya Tarik Wisata Kuliner Seafood Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Wisata kuliner seafood di Banyuwangi bakal kian menarik. Saat ini pemerintah pusat membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berlokasi di Kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, tak jauh dari pusat kuliner hasil olahan laut Fish Market di Kampung Mandar, yang telah dikembangkan Pemkab Banyuwangi.

Kehadiram KNMP yang merupakan kawasan kampung nelayan modern dan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto itu, bakal menambah daya tarik sentra kuliner olahan laut yang menjadi salah satu jujukan favorit wisatawan yang berkunjung ke kabupaten berjuluk The Sunrise of Java tersebut.

Saat ini progres pembangunan KNMP oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut telah memasuki tahap akhir pembangunan. Progres fisik KNMP hampir rampung, dengan fokus pekerjaan pada penyempurnaan bangunan serta penataan kawasan pendukung.

"Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih ini kian menambah daya tarik pusat kuliner seafood di Banyuwangi. Terima kasih pada pemerintah pusat yang terus mendukung pariwisata Banyuwangi," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (30/1/2026).

KNMP Banyuwangi mulai dibangun September 2025. Saat ini, progres pembangunannya telah mencapai 97 persen. Pengerjaan hanya menyisakan tahapan finishing.

Bangunan-bangunan KNMP Banyuwangi mengangkat arsitektur Osing sebagai gaya utama. Bangunan-bangunan yang berdiri membawa bentuk, karakter, dan ornamen khas suku asli Banyuwangi itu.

Enam unit bangunan utama mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing, diperkaya ornamen batik khas Gajah Oling. Perpaduan antara sentuhan modern dan kearifan lokal itu memberi identitas kuat, sekaligus menegaskan karakter budaya Banyuwangi di kawasan pesisir.

Selain itu KNMP Banyuwangi dilengkapi dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, stasiun pengisian bahan bakar, balai pertemuan, pabrik es, serta unit pengolahan hasil laut. Bahkan juga disiapkan sebagai kawasan kuliner bahari baru.

“Kampung nelayan moderen ini dirancang terintegrasi. Selain menjadi tempat aktivitas kampung nelayan pada umumnya, juga dirancang menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Melalui konsep tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan,” kata Ipuk.

Ditambahkan Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menjelaskan pembangunan KNMP Lateng merupakan bagian dari program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Banyuwangi ditetapkan sebagai satu dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia.

“Program ini tidak sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan dan terintegrasi,” jelasnya.

Selain itu, Suryono menyebut, KNMP disiapkan sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru bagi nelayan setempat.

“Kawasan ini kami lengkapi dengan fasilitas pengolahan ikan, sentra kuliner, hingga ruang pemberdayaan nelayan agar benar-benar memberi manfaat langsung,” ujar dia.

Dikatakan Suryono, nantinya setelah seluruh pekerjaan fisik tuntas pengoperasional kawasan ini menunggu proses dari pemerintah pusat ke pengelola.

“Setelah BAST, aset akan kami kelola melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah dibentuk,” tuturnya. (*)

Baristan Banyuwangi Apresiasi atas Terealisasinya Pemasangan dan Berfungsinya Traffic Light di Perempatan Wiroguno

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Barisan Petani dan Nelayan (Baristan) Banyuwangi memberikan apresiasi atas terealisasinya pemasangan dan berfungsinya traffic light di perempatan Wiroguno, Desa Dasri, Kecamatan Banyuwangi. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam meningkatkan keselamatan dan ketertiban lalu lintas di wilayah tersebut.

Koordinator Baristan Banyuwangi, Kevin, menyampaikan bahwa perempatan Wiroguno selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas. Dengan beroperasinya traffic light, diharapkan dapat menekan angka kecelakaan serta meningkatkan kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas.

“Baristan Banyuwangi sangat mengapresiasi berfungsinya traffic light ini. Kami berharap keberadaannya mampu mengurangi risiko kecelakaan dan mendorong pengendara agar lebih disiplin serta tertib dalam berlalu lintas,” ujar Kevin.

Dalam kesempatan tersebut, Kevin juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuwangi, Bapak Komang Sudira, beserta seluruh jajaran yang telah berperan aktif mulai dari perencanaan hingga pengoperasian traffic light di lokasi tersebut.

Baristan Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Dinas Perhubungan, kepolisian, serta elemen masyarakat lainnya dalam upaya menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di Kabupaten Banyuwangi.

Dengan adanya traffic light di perempatan Wiroguno, masyarakat diharapkan dapat lebih mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.

7,5 Ton Pasir Timah Babel Dicegat di Malaysia, Bareskrim Polri Buru Aktor Intelektual

JAKARTA || Jejak-indonesia.id — Upaya penyelundupan 7,5 ton pasir timah asal Bangka Belitung (Babel) ke Malaysia terbongkar setelah kapal pembawanya dicegat otoritas Malaysia karena tidak dilengkapi dokumen resmi. Muatan ilegal bernilai miliaran rupiah itu kini menjadi sorotan publik karena diduga kuat lolos dari pengawasan perairan Indonesia.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Moch Irhamni, mengonfirmasi bahwa 11 anak buah kapal (ABK) yang terlibat telah dideportasi dan diamankan di Mapolda Kepulauan Riau untuk menjalani pemeriksaan intensif.

“Penanganan kasus ini sedang kami dalami. Fokus utama penyelidikan adalah menelusuri pemilik modal dan aktor intelektual di balik penyelundupan pasir timah tersebut,” ujar Brigjen Moch Irhamni.

Kasus ini dinilai serius karena pasir timah merupakan komoditas strategis nasional. Fakta bahwa kapal bermuatan berat itu dapat keluar dari wilayah perairan Indonesia dan baru dihentikan di Malaysia menimbulkan pertanyaan besar terkait efektivitas sistem pengawasan dalam negeri.

Saat ini, tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Kepri tengah mengembangkan penyidikan berdasarkan keterangan para ABK. Mereka diharapkan membuka secara terang rantai distribusi, jalur penyelundupan, serta pihak-pihak yang berperan sebagai pengendali di balik layar.

Publik pun menaruh perhatian besar terhadap kasus ini. Selain dugaan kejahatan ekonomi, penyelundupan tersebut dinilai sebagai ancaman terhadap kedaulatan negara dan pengelolaan sumber daya alam nasional.

Polri menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas hingga ke akar, termasuk menindak siapa pun yang terbukti terlibat, tanpa pandang bulu.

Kasus 7,5 ton pasir timah ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ujian bagi negara dalam menjaga kekayaan alamnya dari praktik mafia dan penyelundupan lintas negara.

error: Content is protected !!