We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2026

Polres Binjai Bekuk Pencuri Bobol Rumah di Binjai Selatan, Barang Bukti Diamankan

BINJAI || Jejak-indonesia.id - Polres Binjai kembali mencatatkan keberhasilan dengan mengamankan seorang tersangka pelaku pencurian dengan pemberatan (curat).

Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana menyatakan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bukti keseriusan jajarannya dalam menindak tindak kriminalitas.

"Kami mengapresiasi kinerja tim yang tanggap atas informasi dari masyarakat, sehingga tersangka berinisial A dapat diamankan," ujar Mirzal dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).

Kapolres Binjai menjelaskan, tersangka yang berusia 42 tahun itu diamankan pada Senin, 19 Januari 2026, sekitar pukul 20.15 WIB di kawasan Jalan Gunung Sinabung, Binjai Selatan. Tersangka A diduga kuat sebagai pelaku pencurian yang terjadi pada Minggu, 7 Desember 2025.

"Korban mengalami kerugian material berupa laptop dan dokumen kendaraan bermotor yang sangat vital," tambah Mirzal.

Penjelasan teknis operasi pengamanan disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hizkia Siagian. "Tim Cobra mendapat informasi dari masyarakat yang dapat dipercaya bahwa diduga tersangka sedang berada di Jalan Gunung Sinabung. Setelah dilakukan penyelidikan dan konfirmasi di lokasi, tim kemudian bergerak melakukan pengamanan," jelas Hizkia.

Kasat Reskrim merinci bahwa dari tangan tersangka, pihaknya menyita barang bukti berupa satu bilah besi, sepasang sendal, dan sebuah baju, yang diduga digunakan dalam aksinya.

Mengenai kronologi kejadian, Kasat Reskrim memaparkan, "Pelapor pulang dan mendapati rumahnya dalam kondisi berantakan. Setelah dicek, hilang satu unit laptop merek Acer, celengan kaleng, dan dua buku BPKB untuk sepeda motor."

Atas tindakannya, tersangka A dijerat dengan Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. "Tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke Polres Binjai guna kepentingan penyidikan lebih lanjut," pungkas Kasat Reskrim melalui Kasihumas AKP Junaidi.

(humasresbinjai,31/0126)

Pelatihan dan Pendidikan Profesional Besutan Dr. Dr. Ponidjan Liaw Mengusung Nilai-Nilai Spiritual Yang Kental

Jejak-indonesia.id || Ceramah penutup sekaligus pembacaan do'a dalam bahasa bumi disampaikan Sri Eko Sriyanto Galgendu di mula kelas ujian pendidikan Profesional Communicator yang dibesut Dr. Dr. Ponidjan Liaw, sebagai pengelola IPSA (Indonesian Professional Speakers Association) pada hari Minggu, 1 Februari 2026 Fox Lite Hotel, Grogol, Jakarta Barat.

Empat peserta pelatihan asuhan Ponidjan Liaw ternyata memiliki cahaya dan frekuensi spiritual yang mumpuni, sehingga sangat potensial untuk mengusung muatan nilsi-nilai spiritual dalam menjalankan profesinya yang mampu mencangkau kalangan yang sangat luas, lintas profesi, lintas agama maupun disipling ilmu untuk menebarkan gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual yang sangat diperlukan oleh setiap orang dalam menekuni bidang pekerjaannya untuk senanatiasa berpegangan pada nilai-nilai spiritual yang hanya mungkin ditegakkan dengan pilar spiritual yang kokoh, yaitu etika, moral dan akhlak yang menjadi acuan semua agama.

Keahlian utama yang ditanamkan Ponidjan Liaw hingga terbilang sebagai pakar komunikator nomor wahid di Indonesia -- mempunyai getaran frekuensi spiritual yang kuat, sehingga dalam menjalankan profesinya sebagai motivator justru tidak diorientasikan pada hal-hal yang bersifat material tetapi justru lebih menekankan pada keluatan spiritual, sehingga kemampuan khusus dalam bidang komunikasi, motivasi dan pengembangan karakter diri kepada seluruh anak didiknya -- tak sedikit diikuti juga oleh sejumlah tokoh nasional yang telah mempunyai kekudukan penting sebagai pejabat publik di negeri ini, termasuk dari sejumlah negara lain, utamanya Australia yang menjadi semacam basis pendidikan yang dilakukannya.

Materi yang sudah umum diberikan oleh Ponidjan dalam pendidikan yang dia selenggarakan diantaranya motovasi yang fokus bagaimana caranya untuk mencintai pekerjaan, meningkatkan produktivitas serta teknik membangun komunikasi yang baik dan profesional, terstruktur dan terukur untuk diuji langsung di lapangan pekerjaan.

Sejak berkiprah di bidang pelatihan yang lebih bersifat profesional ini, meliputi publik speaking, kepemimpinan dan motivasi diri untuk neningkatkan kualitas dan kuantitas dalam berbagai bidang pilihan pekerjaan yang hendak ditekuni hingga memperoleh sukses.

Hingga kini, Ponidjan telah menfiduki sejumlah jabatan bergengsi Internasional, seperti IPSA (Indonesian Professional Speakers Association), Direktur LSP KOMARA, Durektur Lbaga Sertifikasi Profesi Komunikasi Prima Nusantara. Adapun kantor Pusat kegistan profedional Dr. Ponidjan Liaw yang meraih seabrek gelar akademik ini berada di Kedoya Elok Plaza Blok DC 45, Kedoya Selatan, Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

Wali Spiritual Nusantara, Sri Eko Sriyanto Galgendu dalam acara penutupan pelatihan ini berkenan memberi tausiah sekaligus membacakan do'a khusus kepada seluruh peserta pelatihan, wsbil khusus kepada Ponidjan yang diakui oleh Sri Eko Sriyanto Gangendu telah banyak mendedikasikan dirinya untuk pelatihan yang lebih bersifat profesional ini dengan kegigihannya ikut menebarkan nilai-nilai spiritual yang sangat penting dan perlu untuk untuk menjaga etos kerja yang diharap dapat selalu bertumpu pada etika, moral dan akhlak mulia manusia sebagai wakil Tuhan di bumi.

Kecuali menerima persembahan 'Kitab M A HA IS MA YA", Ponidjan Liau pun berkenan membaca satu do'a yang termuat dalam kitab kumpulan do'a itu dengan penuh hikmat dan ketakjuban. Sehingga seusai acara pokok, diskusi informal digelar hingga menjelang sore. Antusias Ponidjan untuk ikut membumikan percepatan gerakan kebangkitan dan kesadaran spiritual pun, dia sepakati untuk ikut terlibat baik di Indonesia maupun seperti yang sedang dipersiapkan GMRI (Gerakan Moral Relonsiliasi Indonesia mengunhung sejumlah negara dengan tema utama diplomasi spiritual untuk perdamaian bangsa-bangsa di dunia.

 

Jelambar, 1 Februari 2026

Polsek Sunggal GSN Di Gg.Lembah Berkah Sunggal

MEDAN || Jejak-indonesia.id - Polsek Sunggal kembali lagi melakukan penggrebekan sarang narkoba (GSN) di jalan TB.Simatupang Gang Lembah Berkah Kelurahan Medan Sunggal Minggu (01/02/26) pukul 10.00 wib.

Dalam kegiatan penggrebekan GSN ini langsung dipimpin Kapolsek Sunggal Kompol Mhd.Yunus.S.H, M.H, terhadap barak - barak narkoba yang berlokasi di jalan TB.Simatupang Gang Lembah Berkah kelurahan Medan Sunggal

Pada saat dilakukan penggerebekan diseputaran lokasi yang sering digunakan mengkonsumsi Narkoba didapat 3 (tiga) orang tak jauh dari lokasi tersebut, BD (45) jln TB.Simatupang Gg.Abadi, SF (39) jln Flamboyan 1 Lk V Medan Tuntungan, AS (50) jln Pam Tirtanadi Kec.Medan Sunggal dan Barang bukti yang dapat diamankan 5 (lima) buah alat hisap bong dan 1 (satu) buah dompet kecil warna biru berisikan plastik klip kosong, 1 (unit) sp.motor Yamaha Spesi

”Kemudian personil Polsek Sunggal melakukan pembongkaran terhadap barak narkoba, selanjutnya dimusnahkan dengan cara dibakar mengingat barak tersebut sudah berulangkali ditertibkan.

Sesuai keterangan Kapolsek Sunggal Kompol Mhd.Yunus.Tarigan.S.H,M.H,melalui Kasi Humas Aipda P.Tarigan bahwa Polsek Sunggal tetap berkomitmen untuk berantas dan musnahkan terhadap barak-barak yang digunakan sebagai tempat pengguna narkoba, untuk ke 3 (tiga) orang diduga pelaku yang diamankan tidak sedang menggunakan Narkoba, namun masih dilakukan pemeriksaan, tegas Kasi Humas.

Ketua Umum PW-FRN Agus Flores Beri Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Ketua Bhayangkari Kalteng

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW-FRN), Agus Flores, beserta seluruh jajaran pengurus menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Tengah, Ny. Maya Iwan Kurniawan, yang merayakan hari kelahirannya pada hari ini, Minggu, 1 Februari 2026.

Dalam pesan hangatnya, Ketum PW-FRN Agus Flores mendoakan agar Ny. Maya Iwan Kurniawan senantiasa dilimpahkan kesehatan, kebahagiaan, serta keberkahan. Ia juga berharap agar sosok pendamping Kapolda Kalteng tersebut terus diberikan kekuatan dan keteguhan dalam menjalankan setiap tugas mulia mendampingi institusi Polri serta memajukan organisasi Bhayangkari.

"Semoga Beliau selalu dalam lindungan Allah SWT, diberikan umur yang panjang, dan terus menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Bhayangkari dalam pengabdian kepada masyarakat dan negara. Amin," ujar Agus Flores dalam keterangannya.

Jaksa Aktif Jadi Kabag Hukum Pemkot, Publik Pertanyakan Independensi Birokrasi Wali Kota Pasuruan

PASURUAN || Jejakindonesia.com - Keputusan Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, melantik seorang jaksa aktif sebagai pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan memantik kegelisahan serius di ruang publik. Pelantikan Suryadi, yang hingga kini masih tercatat sebagai Kasi Datun Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan, sebagai Kepala Bagian Hukum Pemkot Pasuruan dinilai bukan sekadar keliru secara administratif, tetapi berpotensi menabrak prinsip dasar tata kelola pemerintahan yang bersih dan independen.

Kebijakan ini langsung memicu polemik karena menyatukan dua posisi yang secara etika dan fungsi justru harus saling menjaga jarak: penegak hukum dan pengelola kebijakan hukum pemerintah daerah. Dalam konstruksi negara hukum, Kejaksaan berperan sebagai aparat penuntut dan pengawas hukum, sementara Bagian Hukum Pemda adalah bagian dari struktur kekuasaan eksekutif yang menyusun, mengawal, dan membela kebijakan kepala daerah.

Dalam hal ini Yudi Bulenk mengatakan. Dengan melantik jaksa aktif ke posisi strategis tersebut, Wali Kota dinilai telah menciptakan konflik kepentingan struktural yang serius.

“Bagaimana mungkin seorang jaksa yang seharusnya independen dalam menilai dan memproses perkara hukum pemerintah daerah, pada saat yang sama justru berada di dalam lingkaran kekuasaan yang harus dia awasi?” ujar Yudi Bulenk Aliansi Poros Tengah (1//2/26).

Lebih jauh, langkah ini dianggap mencederai prinsip netralitas dan profesionalisme ASN, sekaligus mengaburkan batas antara kekuasaan eksekutif dan aparat penegak hukum. Dalam banyak sistem pemerintahan modern, pemisahan ini adalah jantung dari demokrasi dan negara hukum. Ketika batas itu diterobos, maka yang dipertaruhkan bukan hanya prosedur, melainkan kepercayaan publik terhadap keadilan.

Kritik juga mengarah pada lemahnya kepekaan politik dan administrasi Wali Kota. Sebagai kepala daerah, Adi Wibowo seharusnya memahami bahwa urusan pengangkatan pejabat bukan sekadar soal siapa yang kompeten, tetapi juga soal kepatuhan terhadap asas kepantasan, etika, dan tata negara.

Jika seorang jaksa aktif duduk sebagai Kabag Hukum Pemkot, publik berhak bertanya
Siapa yang akan mengawasi kebijakan hukum Pemkot secara objektif?

Bagaimana jika terjadi perkara hukum yang melibatkan Pemkot Pasuruan?

Apakah jaksa tersebut akan berdiri sebagai penegak hukum atau sebagai pembela pemerintah daerah?

Polemik ini berpotensi menjadi preseden buruk jika dibiarkan. Negara tidak boleh berubah menjadi ruang abu-abu tempat kekuasaan dan penegakan hukum saling berkelindan tanpa batas.

Sejumlah pihak kini mendesak agar Kementerian Dalam Negeri, Kejaksaan Agung, dan Komisi ASN turun tangan mengevaluasi keputusan ini secara serius. Bukan untuk menjatuhkan siapa pun, tetapi untuk menjaga marwah negara hukum dan memastikan bahwa birokrasi daerah tidak dijalankan dengan logika kekuasaan semata.

Karena jika aturan bisa ditekuk demi kepentingan pragmatis, maka yang runtuh bukan hanya sistem, tetapi juga keadilan itu sendiri.​

 

(RED)

error: Content is protected !!